5 elang


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Liburan jelang lebaran kali ini, kita disuguhi film-film karya sineas Indonesia yang patut diacungi jempol. Setidaknya ada 3 film yang menarik untuk ditonton, yakni: 5 Elang untuk anak-anak, Tendangan Dari Langit untuk remaja dan Di Bawah Lindungan Ka’bah untuk dewasa. 

Kali ini, aku akan bercerita sedikit tentang pengalaman mengajak anak-anak menonton film 5 Elang, kemarin. Untuk dua film lainnya, segera menyusul… :)


Poster 5 Elang

Secara detail, film ini sudah diceritakan oleh Mas Alamendah di blog beliau. Jadi, sahabat semua bisa membacanya secara rinci di sana.

Untuk mendapat gambaran ringkas, berikut aku kutipkan sinopsis film tersebut:

LIMA ELANG berkisah tentang Baron yang sangat kesal ketika harus mengikuti orang tuanya pindah dari Jakarta ke Balikpapan. Ia pun memilih untuk menutup diri dari lingkungan barunya dan sibuk sendiri bermain mobil RC. Namun, karena satu dan lain hal, Baron harus mewakili sekolahnya ikut perkemahan Pramuka dan satu regu dengan Rusdi, pramuka supel yang kelewat optimistis dan kerap kali membuat Baron jengkel. Bersama dengan anggota lain, Anton si ahli api yang gembul, dan Aldi, si kerdil yang tempramental, mereka memulai petualangan barunya di Perkemahan. Mereka juga bertemu dengan Sindai, gadis perkasa, yang banyak membantu Baron dan kawan-kawan ketika harus menjelajahi hutan lebat dalam salah satu games perkemahan. Situasi semakin menegangkan ketika Rusdi dan Anton diculik oleh komplotan penebang hutan liar pimpinan Arip Jagau di tengah hutan. Baron, Aldi, dan Sindai, yang tadinya mau kabur dari perkemahan, harus kembali untuk menolong kedua sahabatnya

Film yang disutradarai Rudi Soedjarwo dan ditulis naskahnya oleh Salman Aristo ini mengingatkan kita pada film Petualangan Sherina beberapa tahun yang lalu. Kisahnya hampir mirip. Namun, yang membuatnya berbeda adalah kegiatan Pramuka yang menjadi setting utama film ini. 

Dari sini, setidaknya ada hal positif yang tertanam pada diri anak, yakni pramuka itu merupakan kegiatan yang juga menyenangkan di samping permainan modern. Kegiatan perkemahan dan filosofi kepramukaan yang ditunjukkan sangat bagus.

Sebuah kalimat menarik dari Rusdi, salah satu tokoh utama di film ini: “Keluargaku bukan Pramuka, tapi Pramuka adalah keluargaku“, sontak membuat studio gemuruh oleh sorak-sorai penonton yang ternyata dari kalangan Pramuka semua. Rupanya mereka lagi nonton bareng… Pantes saja rame, hehe… :D


Formasi Lengkap 5 Elang: Baron, Sindai, Anton, Aldi dan Rusdi

Di samping itu, ada satu hal positif lagi yang ditampilkan film ini, yakni fenomena perusakan hutan oleh para pembalak liar di Kalimantan. Hanya sayangnya, scene tentang ini sangat sedikit ditampilkan, sehingga kurang terasa gregetnya. Andaikan gambar-gambar tentang kerusakan hutan tersebut ditayangkan secara lebih dramatis, aku yakin akan meninggalkan efek positif pada anak-anak.


Hutan yang rusak oleh pembalakan liar, kurang tereksplorasi dengan maksimal

Film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton bersama anak-anak. Banyak hal positif yang disampaikan.

So, menonton sambil ngabuburit, sepertinya asyik..? :)

 

Sumber sinopsis dan gambar: www.5elang.com


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

21 comments on “5 elang

  1. trims da, libur lebaran ini bisa mengajak anak2 nonton lagi, saya baru tau info film ini,
    tadinya cuma merencanakan nonton Di Bawah Lindungan Ka’bah

  2. Hayyyahhhhh

    Sepertinya seruuu
    Pengen nonton

    Waktu aq tugas ke kalimantan kemarin

    Ngeliat langsung gimana akibat pembalakan liar

    Dan gimana rusaknya hutan kita,,,

  3. Saya sayangnya ngga pernah tertarik dengan Pramuka… sejak dulu kalo ikut Pramuka selalu karena terpaksa :) Mungkin karena panas harus keringetan sore hari untuk berkegiatan atau kalau pas camping harus melek padahal udah ngantuk udah gitu kena angin hahaha…

    Enakan di rumah :) *eh
    Good review, though!

  4. saya belum nonton film ini. sepertinya menarik ya? yg membuatku ingin menonton film ini adalah karena disutradarai rudi sudjarwo. aku masih ingat filmnya “mengejar matahari”, dan menurutku bagus. semoga ada kesempatan untuk menontonnya.

  5. Pingback: SURAU INYIAK » Blog Archive » tendangan dari kweni

  6. Pingback: Nonton Bioskop | Belajar dari anak-anak

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>