qurban dan persaudaraan

Tahun 2011 ini, keluarga besar alumni Pondok Modern Gontor cabang Yogyakarta mendapat kepercayaan dari muslim Singapura untuk mengelola dan menyalurkan qurban mereka. Lokasi yang disepakati adalah daerah pengungsi Merapi di Cangkringan dan sekitarnya. Jumlah hewan qurban yang kami kelola adalah 200 ekor kambing. Jumlah yang tidak sedikit tentunya. Keduaratus ekor kambing tersebut disembelih dan dibagikan pada Selasa 8 November 2011 kemarin.

Menyelenggarakan qurban sebanyak itu dalam satu waktu memang bukan perkara mudah. Perlu tenaga ektra untuk dapat melaksanakannya. Bertempat di Pondok Pesantren Al-Qodir yang beralamat di desa Tanjung Wukirsari, Cangkringan, Sleman, kegiatan itupun terlaksana dengan baik. Berbagai elemen masyarakat bahu membahu dalam menyukseskan acara tersebut, seperti kawan-kawan alumni Gontor yang ada di Jogja, santri PP. Al-Qodir, kawan-kawan GP. Anshor dan masyarakat sekitar.


Pelaksanaan Qurban untuk pengungsi Merapi di PP. Al-Qodir, Cangkringan

Barangkali karena tujuan distribusi daging qurban ini adalah untuk para pengungsi erupsi Merapi, maka banyak pihak yang ikut membantu.

Nah, salah satunya seperti yang terlihat di gambar berikut ini…………

Ya, mereka adalah para suster dari beberapa gereja di sekitar Pakem dan Gejayan. Aku cukup surprise melihat pemandangan itu. Rupanya, pergaulan baik ketua kami, Imam Muharor, dengan berbagai elemen masyarakat, ditambah dengan tujuan distribusi daging qurban ini, telah mampu membuka segala sekat di antara kita. Meski ini adalah kegiatan ibadah umat Islam, tapi sahabat-sahabat non muslim dengan senang hati ikut membantu. Indah betul rasanya…

Aku benar-benar terharu melihat pemandangan di atas. Ada aliran hangat menjalari seluruh tubuhku melihat itu semua. Ah, ternyata masyarakat kita sangat terbuka hati dan pikirannya. Perbedaan bagi mereka bukanlah hal penting. Kemanusiaan di atas segalanya.


Imam Muharror, Ketua IKPM Gontor Cab. Yogyakarta

Aku yakin, ini adalah potret yang sesungguhnya dari masyarakat kita. Dan insya Allah ini akan berlangsung selamanya.. :)

 

19 comments on “qurban dan persaudaraan

  1. “Ah, ternyata masyarakat kita sangat terbuka hati dan pikirannya. Perbedaan bagi mereka bukanlah hal penting. Kemanusiaan di atas segalanya.”

    Yakin dengan kata ‘kita’, Uda?
    Amen for that though :)

  2. Wah.. salut deh… Perbedaan memang bukan penghalang untuk saling tolong menolong.. :)
    asik tuh kaya nya… banyak banget 200 ekor kambing X)

    Salam hangat uda…
    selamat idul adha juga… :)

  3. Selagi tidak menyangkut ( apalagi membahayakan ) aqidah, sudah semestinya kita saling bahu membahu dengan mereka yang berlainan keyakinan, apalagi untuk tujuan kemanusiaan.

    …Aku yakin, ini adalah potret yang sesungguhnya dari masyarakat kita. Dan insya Allah ini akan berlangsung selamanya…

    Amin, insya Allah.

  4. saya ikut mengaminkan ya Uda, bukankah jika kita berharap yang baik, insya ALlah diberikan yang baik pula ya :)

    btw, itu banyak banget 200ekor kambing, yang motongnya mpe gempor dong :D

  5. Wahhhhh, LUAR BIASA…..jadi salut untuk keselearasan ini. semoga di belahan bumi indonesia lainnya hal ini juga terjadi

  6. subhanallah, kebersamaan yang indah. terharu saya uda. kemanusiaan manusia itu memang mudah terketuk jika sudah ada saling berempati ya uda. semoga ini selamanya dan menjadi contoh di tempat lain. salam pu uda.

  7. Amiiinn Uda Amiinnn …

    Sependapat dengan Uda …
    Melihat foto tersebut saya juga merinding … betapa toleransi Umat beragama sangat terbina dengan hangat disini … tanpa ada agenda apa-apa.

    Yang jelas …
    saya tidak bisa membayangkan … 200 kambing itu banyak … belum lagi dagingnya … perlu effort yang matang untuk menanganinya

    Sukses selalu ya Da

    Salam saya

  8. wah luar biasa ya liat foto nya. semua tolong menolong. kalo kayak gini terus. indonesia bisa maju cepat. ada nih peluang indonesia jadi negara terhitungdi dunia. amin

  9. Kalau semua daerah seperti ini, pasti Indonesia cepat maju. Ya, semoga hal seperti ini bisa ditularkan di semua daerah di Indonesia. Bosan dan eneg rasanya saya sering dengar masalah pertikaian agama. Semoga semua bisa merasakan indahnya hari raya Idul Adha ini :)

  10. Bukankah Rasulullah memberikan contoh kepada umatnya untuk saling menghargai dan menghormati selama tidak mencederai aqidah kita. Semoga aja kita bisa hidup lebih damai ya uda…

  11. Sebetulnya aku sering melihat foto kerjasama begitu loh… tapi memang melihatnya sendiri membuat terharu.
    Ddan anehnya kebanyakan pemandangan semacam itu memang di daerah Yogyakarta- Jawa Tengah – Semarang. Semoga bisa menyebar ke daerah lain juga ya.

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


8 − = 0

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>