beruntung di malang

Liburan ke Malang #1

Heran juga ya, kenapa Kota Malang itu diberi nama Malang. Padahal, dari tampakan lahiriyahnya, kota itu tergolong kota maju di Indonesia. Salah satu contohnya, bisa dilihat dari beberapa perguruan tinggi ternama, ada di sana. Sebut saja Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Bahkan, UIN Malang telah menjadi acuan banyak perguruan tinggi agama Islam (PTAI) di Indonesia dalam banyak hal, termasuk STAIN Curup tempatku mengajar, juga banyak belajar dari kemajuan UIN Malang.

Maka, wajar saja kalau aku katakan bahwa nama Malang itu tidak cocok untuk kota yang banyak memiliki keberuntungan tersebut, bukan..? :)

Nah, aku dan keluarga pun merasakan keberuntungan tersebut ketika berlibur ke Malang pada 21-23 Desember 2011 yang lalu. Keberuntungan yang utama adalah bisa merasakan kehangatan dan kedahsyatan persahabatan dari sahabat-sahabatku yang ada di Malang. Dengan sukarela, mereka membantu memudahkan liburanku bersama keluarga di sana. Postingan ini dan beberapa postingan ke depan, akan kuceritakan bagaimana keberuntungan tersebut kuperoleh.. So, silahkan duduk manis, siapkan minuman ringan dan sedikit camilan untuk menyimak ceritaku ya… hahaha… :D

***************

Sejak kunjunganku ke Malang tahun lalu, seperti yang kuceritakan pada postingan “kera ngalam“, ditambah dengan reportase dari Chef Ata dan Bu Tutinonka dalam serial Jatim Trip, aku meniatkan akan membawa keluargaku liburan ke sana. Sepertinya, menyenangkan kalau bisa ke sana. Dan alhamdulillah, akhirnya niat itupun terlaksana.

Setelah berbagai pertimbangan, akhirnya kami pilih untuk berangkat dari Jogja menggunakan kereta api. Alasannya, di samping nyaman, juga ingin memberikan pengalaman naik kereta api bagi anak-anakku. Dan keputusan itu tepat sekali kurasa. Terbukti bagaimana anak-anak sangat bergembira sepanjang perjalanan. Malah, mereka tetap tidak tidur meski jadwal kereta Jogja-Malang tersebut pada pukul 23.30 wib. Di kereta pun mereka nyaris tidak tidur sampai menjelang subuh.

Naik kereta api, tut tut tut, siapa hendak turut.. Ke Malang dan Batu… :)

Sebelum ke Malang, aku menghubungi sahabatku Helmi, minta bantuannya untuk mencarikan persewaan mobil untuk kami gunakan selama di sana. Ternyata, ketika kami sampai di pagi harinya, dia sendiri yang menjemputku bersama seorang sahabatku juga. Inilah keberuntungan pertamaku berada di Malang. Sahabatku yang datang menjemput bersama Helmi itu bernama Lokh Mahfudz, yang notabene adalah anggota DPRD Malang. Surprise juga aku dibuatnya.

Tanpa bermaksud memuji berlebihan, tapi aku salut dengan Mahfudz yang tetap hangat sebagai sahabat, meski  ia orang penting di kota tersebut. Bahkan, kami ditraktir sarapan nasi rawon spesial, diajak ke rumahnya guna beristirahat dan membersihkan diri sebelum masuk ke hotel tempat kami menginap.

Setelah salat Zuhur, kami pun berangkat menuju Kota Batu. Kami menginap di hotel Songgoriti yang terletak di Jl. Raya Songgoriti 51 Batu-Malang. Mengapa kami memutuskan untuk menginap di hotel tersebut? Di samping harganya yang terjangkau, juga karena fasilitasnya yang cukup menarik.

Kami mengambil kamar standar dengan harga Rp. 150.000 per kamar. Dan kami beruntung, kami diberi diskon lumayan besar, cukup membayar Rp. 105.000 perkamar. Mengapa? Karena kami mengambil 4 kamar sekaligus. So, berlakulah diskon akumulasi.. :)

Kamar-kamar yang kami ambil memang tergolong sederhana. Namun, keistimewaan hotel tersebut mampu menutupi kesederhanaannya. Hotel tersebut terletak dalam kawasan Candi Songgoriti yang memiliki sumber mata air panas alami belerang. Air panas ini muaranya tepat berada di bawah Candi Songgoriti. Konon menurut sejarahnya, sumber ini adalah tempat mensucikan “Keris Pusaka” Raja Sindoh, salah seorang raja dari Kerajaan Singosari pada abad ke-5 M. Malahan, tempat ini terdapat benang merah dengan aliran air panas cangar dari Gunung Welirang, sekitar 20 km sebelah utara Kota Wisata Batu. Tamu yang menginap, dapat menikmati kolam renang air panas tersebut secara gratis.


Candi Songgoriti dan fasilitas hotel. Gambar dipinjam dari sini

Setiap kamar di hotel tersebut, dialiri air panas ini. Jadi, jika kita tidak sempat berendam di area kolam renang-nya, kita bisa memuaskan diri berendam di bath-up yang tersedia di setiap kamar, setiap saat, karena air panas itu mengalir selama 24 jam non-stop. Jika sahabat ingin tahu lebih jauh tentang hotel ini, sila kunjungi websitenya, di sini.

Suasana alami di Hotel Songgoriti, sejuk dan menyegarkan

Setelah urusan hotel kelar, kami pun keluar untuk makan siang. Karena yang menjadi tour guide kami hari itu adalah orang Malang, maka urusan mencari tempat makan istimewa, tidaklah sulit. Kami langsung diajak ke Warung Bambu yang terletak di Jalan Bukit Berbunga, Desa Sidomulyo, sekitar 3 kilometer dari  pusat Kota Batu, yakni di jalan utama Batu-Selecta.

Lokasi Warung Bambu ini kira-kira 30 meter dari tempat parkir kendaraan, namun perjalanan dengan jalan kaki tidak akan terasa jauh karena di sepanjang jalan kita bisa menikmati bunyi gemericik air yang begitu menyegarkan dan aroma ikan bakar yang sangat menggugah selera. Tapi awas, jangan sampai salah masuk ke warung lainnya, karena di sekitar lokasi Warung Bambu terdapat juga warung-warung serupa yang juga menyediakan menu dan suasana yang hampir sama, namun tentu saja Warung Bambu yang terbaik.

Warung ini istimewa, karena di samping menu makanannya yang uenak tenan, juga suasananya yang bikin betah. Tempat makannya yang berupa lesehan tersebut, terletak persis di pinggir kolam ikan yang berair sangat jernih dan berisikan ikan aneka ragam, seperti koi, gurame dll. Ikan-ikan berukuran besar tersebut cukup jinak. Kita bisa memberi makan mereka dengan pelet yang bisa dibeli di warung itu, atau mencelupkan kaki ke kolam untuk “digelitik” oleh ikan-ikan tersebut. Suasana makan siang kami kemarin itu benar-benar menyenangkan.. :)

Makan di Warung Bambu, ditemani ikan-ikan cantik :)

Badan sudah segar, perut sudah kenyang… Selanjutnya? Waktunya memulai petualangan di Kota Batu nan sejuk… :)

Bersambung……………….

20 comments on “beruntung di malang

  1. dulu pas saya masih kecil banget, pernah beberapa kali ke songgoriti juga. tapi saya sendiri sih gak inget, cuma diceritain pas ngeliat foto2nya.. :)

    tapi pas gede pernah sempet sering banget ke malang karena dulu papa saya pernah buka toko di malang. :)

    daerah batu dan malang emang selalu jadi tempat wisata buat orang2 dari surabaya karena disana udaranya lebih dingin. gak tau sekarang masih dingin gak ya?

    • Kalau dibandingkan dengan Jogja atau Surabaya, Kota Batu masih dingin. Tapi, menurut kawanku yang di sana, tingkat kedinginan kota Batu sekarang ini sudah jauh berkurang bila dibandingkan dengan beberapa tahun lalu.

      Selamat merayakan Natal ya Man..
      Semoga damai di hati kita selalu terjaga dan lestari.. :)

  2. Nama lengkap kota malang adalah Malang Kucecwara, asal kata sanksekerta dari Mala Angkuça Içwara yang berarti “Kebaikan mengalahkan Kejahatan”
    Maka tidak ada alasan untuk mengartikan Malang ke bahasa Indonesia sebagai suatu kemalangan / keprihatinan karena berbeda asal kata dan artinya.

    • Wah.. terima kasih Kang Mandor atas penjelasannya tentang asal kata Malang.. Berarti memang tidak ada alasan untuk mengartikan Malang sebagai keprihatinan ya… :)

  3. wah beruntung sekali Uda bisa liburan ke Malang ya
    sementara saya Malang cuma bisa dimasukkan daftar tempat berlibur yang entah kapan bisa diwujudkan :D

    semoga ketika saya menjejakkan kaki di Batu satu hari nanti, udaranya masih dingin seperi yang dirasakan Uda sekarang, takutnya seperti Bandung yang sekarang tak terasa lgi dinginnya kecuali di malamhari :(

    referensi hotelnya boljug niy, catet ah, suasananya enak, harganya pun pas di kantong hehehe

  4. Dulu,,,,(konon),,,ketika kata malang belum berarti tidak beruntung artinya adalah beruntung,,,,hahahahahah,,,nyambung ngak ya Di,,,,

  5. Ada tiga hal Uda …

    1. Network
    Salah satu kompetensi dan talenta yang ada pada Uda (dan juga Uni Icha) adalah kemampuan bersosialisasi yang tinggi … pribadi yang sangat layak untuk dijadikan sahabat.
    sehingga tidak heran … dimanapun Uda sekeluarga berada akan selalu ada teman sahabat dan handai taulan yang siap membantu … dari berbagai macam kalangan …

    2. Songgoriti
    Believe it or not saya terakhir ke Songgoriti adalah tahun 1986 … jaman saya kuliah … udah lama banget yak … hehehe

    3, Batu Night Spectacular
    Uda … saya sangat menunggu postingan mengenai ini … Apakah Uda sempat menyaksikannya ? Jika Ya … Cerita ya Da … !
    Saya dengar ini object yang sangat menarik

    Salam saya Da

  6. Malang itu menurutku kota paling menyenangkan di Jawa Timur. Mirip dengan Bandung, sama-sama dinginnya dan sama-sama modisnya.

  7. Tempat makan warung bambu itu tampaknya sangat menarik ya Uda. Akan saya masukan daftar kalau berkunjung ke sana, Mantau postingan lain tentang Malang. Salam :)

  8. duh, beruntungnya Inyiak bisa berlibur dgn keluarga ke Malang, kota sejuk yg tdk hanya terkenal krn apel malangnya , namun juga udara nya yg sejuk ….

    Nyiak, aku terakhir ke Malang itu tahun 1979….hehehe….jadul banget ya Nyiak…
    Malang akan masuk daftar liburanku, tapi entah kapan …
    krn tertarik dgn apa yang Inyiak tulis disini .. :)
    salam

  9. salah satu rencana tahun depan..
    backpackerann ke malang..
    inyiakk kalau boleh request boleh gak ada postingan yang ngebahas total biaya..
    itu hotelnya murah ya…cuma 105.000 wahhhhhhhkepingin liburan..
    di kamar hotelnya maximal 2 orang ya….

    smoga tahun depan bisa kesana ya..
    oh iya rental mobil harganya berapa..

  10. wahh asyiknya liburan ke malang…katanya udaranya sejuk yachh…aku juga punya teman yg tinggal di malang…asyik kali yach liburan sambil ketemu teman….

    ditunggu reportase lanjutannya uda…..hotelnya murah yachh….dicatat ah kali aja besok2 bisa liburan ke malang juga hehehe….

  11. uda….terima kasih atas ulasannya. saya jadi tertarik membawa anak2 ke malang karena belum pernah ke sana nih….*kumpulin duit dulu ah*

  12. Uda..reportase yang sarat info. Bolak balik ke Malang dalam rangka pekerjaan, membuatku hanya kenal kota ini sepintas saja, padahal saya tahu banyak hal menarik di Malang.

    Dan boleh juga tuh nginap di hotel Songgoriti, apalagi di daerah Batu, memudahkan untuk jalan-jalan karena wisata di Malang banyak terdapat di daerah Batu dan sekitarnya.
    Dan membayangkan betapa senangnya anak-anak naik kereta api…apakagi naik KA sekarang makin menarik karena bersih dan tak ada penjaja makanan di dalam kereta.

  13. saya masih punya beberapa saudara dari mama yang tinggal di Malang. Semoga masih ada yang ingat saya hehehe.
    **catet hotel yang mur mer itu**

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>