surat untuk mama

Ketika kau telah memutuskan untuk menikah, maka saat itulah dirimu sudah tidak lagi jadi milikmu sepenuhnya. Bagilah jiwa dan ragamu sebanyak anggota keluargamu.

Ma, apa kabar? Tak dapat kupungkiri betapa rindunya diriku berada bersama Mama dan Papa di rumah kita, duduk bersama di teras depan, dengan ditemani secangkir teh hangat dan sepiring pisang goreng buatan Mama. Ah.. momen hangat seperti itu, akan selalu memanggilku untuk pulang.

Tapi, posisiku sebagai kepala rumah tangga di keluarga kecilku, membuatku tidak bisa seenaknya pulang kapan pun aku mau. Tanggungjawabku terhadap mereka, membuatku harus bisa berdamai dengan segala kepentingan pribadiku.

Mama tahu tidak, kalau aku punya sebuah teori tentang berkeluarga yang kuperoleh dari apa yang kulihat dari cara Mama mengurus kami dahulu?

Mama mau tahu teori apa yang kumaksud?

Baiklah, mari kuceritakan….

========================

Masih ingat dengan buku Dear Papa? Bagi yang belum tahu, sila baca tulisanku berjudul Surat Untuk Papa. Buku tersebut merupakan kumpulan surat cinta untuk ayah dari anak-anaknya yang digagas oleh nulisbuku.com.

Melengkapi buku tersebut, di penghujung tahun 2011 yang lalu, nulilsbuku.com kembali menggagas pembuatan proyek buku baru bertajuk “Dear Mama; kumpulan surat cinta untuk ibu dari anak-anaknya“. Akupun kembali ikut berpartisipasi di dalamnya.

Tulisan di atas adalah bagian awal dari tulisanku yang dimuat dalam buku Dear Mama jilid 10. Di dalam buku tersebut ada beberapa tulisan dari para kontributor, di antaranya Daniel Mahendra dan Lala Purwono, sahabat narablog yang sudah malang melintang dalam dunia kepenulisan. Alhamdulillah, aku bersyukur bisa kembali berpartisipasi dalam proyek ini dan juga bisa ada bersama kedua sahabatku tersebut.


Dear Mama buku 10

Bagi sahabat yang ingin memiliki buku ini, bisa memesannya di nulisbuku.com, silahkan klik di sini, atau kirim email ke admin@nulisbuku.com, sertakan nama, alamat LENGKAP, no HP yg AKTIF & judul buku. Seluruh royalti dari penjualan buku ini akan disumbangkan ke Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta (YKPJ / Pita Pink) RSK Dharmais Lt. Basement Jl. Letjend. S. Parman Kav. 84-86 Jakarta 11420.

Jadi, ini adalah sebuah bentuk ikhtiar yang patut kita dukung bukan? Dengan kata lain, belanja sambil beramal.. :)

Terima kasih buat nulisbuku.com, khususnya Lala Purwono yang telah mengajakku kembali berpartisipasi. Lengkap sudah tulisanku untuk keduaorangtuaku… Alhamdulillah.. :)

35 comments on “surat untuk mama

  1. Saleum,
    Selamat ya Uda vizon karena sudah memberikan tulisan yang penuh makna tentang kedua urang gaek kita. Mudah2an dengan itu semua kita selaku anak akan terus termotivasi utk membahagiakan mereka dikala mereka masih hidup.
    saleum

  2. Aku sempet ditawarin Lala tapi aku nolak karena alasan yang mungkin ‘tak masuk di akal’, tapi tahun lalu, bbrapa minggu setelah aku nulis untuk ‘Dear Papa’ trus Papaku meninggal hehehe :)

    Sukses, Uda!

    • Aku sempat baca tengan “penolakanmu” itu di twitter kepada Lala..
      Aku bisa maklumi..
      Karena memang sulit untuk menyelaraskan antara logika dan perasaan dalam situasi sepertimu itu :)

  3. Covernya keren Da …
    Artistik dan menyentuh …

    Asik banget Da … kumplit … Surat untuk Papa sudah … sekarang Surat untuk Mama

    Salam saya Uda

  4. Subhanallah…
    surat yang indah, untuk niat yang indah ya Da.. :)
    pasti menyenangkan ikut di proyek ini…
    ah, kapan saya bisa ya??

    *Semoga kita selalu bisa mengemas cinta buat Bapak dan Ibu walau tak tercetak dalam buku… :)

    salam hormat buat beliau berdua Uda…

    • Terima kasih Mb Iyha..
      Mengekspresikan cinta kepada kedua orangtua ada banyak caranya, menuliskan dalam bentuk surat dan diterbitkan dalam buku-buku ini adalah salah satunya..
      Insya Allah suatu saat Mb Iyha bakal punya buku sendiri, saya doakan.. :)

  5. tampilan baru ya inyiak…
    suka sama quote ini
    “Ketika kau telah memutuskan untuk menikah, maka saat itulah dirimu sudah tidak lagi jadi milikmu sepenuhnya. Bagilah jiwa dan ragamu sebanyak anggota keluargamu.”

    satu hal yang inon takuti ketika memasuki dunia pernikahan,, gak bisa bagi diri dengan baik,,

    • Terpaksa pakai tampilan baru, Non…
      Gara-gara fatal error tempo hari, templete yang lalu tidak bisa digunakan lagi
      Sekarang lagi berbenah sana-sini, biar bisa tampil maksimal lagi

      Gak usah ditakuti Non, tapi dipersiapkan dengan sebaik-baiknya..
      Saya yakin, Inon pasti bisa :)

  6. Selamat, Uda!
    Saya juga sedang berbahagia karena antologi kedua saya baru saja dirilis hari ini, meski untuk buku abisabila.com masih menunggu selesai proses editing.
    Alangkah bahagianya bila satu saat nanti bisa satu buku bersama, Uda. Amin, insya Allah..

  7. salut untuk Uda dengan tulisan-tulisannya.
    brarti saya banyak ketinggalan tak ikut andil dalam proyek penulisan buku bersama narablog

  8. Hingga saat ini masih belajar menulis dengan baik…mugkin suatu saat bisa buat buku kali yah???…sukses terus ya uda….salam buat keluarga

  9. Uda & teman2, ayo ikut special project handwriting surat cinta untuk #DearLove. info lengkapnya ada di http://dearbooksproject.wordpress.com/project-terbaru/ … royalti dari setiap penjualan buku ini nantinya akan disumbangkan ke Yayasan Kanker Anak di RS Dharmais, jadi tandeman dengan buku #DearSomeone :)

    Waktunya sangat sempit dan sangat special, besok paling lambat surat tersebut sudah harus dikirim via pos (cap pos tgl 6 Feb 2012) atau via kurir.

    ~Meity~

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>