Anda kenal ubi ungu? Yaitu salah satu varietas ubi dengan warna ungu yang dominan. Dari segi rasa, ubi ini lebih manis dibanding dengan ubi-ubi lainnya. Dari segi manfaatnya? Banyak sekali. Seperti yang termaktub dalam website http://eggrollubiungu.blogspot.com, manfaat ubi ungu adalah sebagai berikut:
Pigmen warna ungu pada ubi ungu bermanfaat sebagai antioksidan karena dapat menyerap polusi udara, racun, oksidasi dalam tubuh, dan menghambat penggumpalan sel-sel darah. Kalo seperti ini, sepertinya ubi ungu ini justru cocok untuk dikonsumsi orang kota. Ubi ungu juga mengandung serat pangan alami yang tinggi, prebiotik, kadar Glycemic Index rendah, dan oligosakarida.
Selain itu, ubi ungu juga mengandung lisin, Cu, Mg, K, Zn rata-rata 20%. Dia juga merupakan sumber karbohidrat dan sumber kalori yang cukup tinggi. Ditambah dengan sumber vitamin dan mineral, vitamin yang terkandung dalam ubi jalar antara lain vitamin A, vitamin C, thiamin (vitamin B1), dan riboflavin. Sedangkan mineral dalam ubi jalar diantaranya adalah zat besi (Fe), fosfor (P), dan kalsium (Ca).
Kandungan lainnya adalah protein, lemak, serat kasar dan abu. Total kandungan antosianin bervariasi pada setiap tanaman dan berkisar antara 20 mg/100 g sampai 600 mg/100 g berat basah. Total kandungan antosianin ubi jalar ungu adalah 519 mg/100 g berat basah.
Antosianin ubi ungu juga memiliki fungsi fisiologis misal antioksidan, antikanker, antibakteri, perlindungan terhadap kerusakan hati, penyakit jantung dan stroke. Ubi ungu bisa menjadi anti kanker karena didalamnya ada zat aktif yang dinamakan selenium dan iodin dan dua puluh kali lebih tinggi dari jenis ubi yang lainnya. Ubi jalar ungu memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri 2,5 dan 3,2 kali lebih tinggi daripada beberapa varietas “blueberry”, selain itu juga baik untuk mendorong kelancaran peredaran darah.
Banyak sekali bukan?
Bagi sahabatku Luthfi Yuniarto, manfaat ubi ungu bukan semata hal-hal di atas, tapi juga menjadi perlambang manisnya cinta istrinya untuknya. Maksudnya bagaimana?
Begini..
Luthfi adalah sahabatku sejak kami bersama-sama nyantri di Gontor dahulu. Dia tinggal di dusun Bedukan, Pleret, Bantul. Sebelum gempa Jogja terjadi, ia memiliki usaha jual beli kerajinan khas Jogja. Ketika itu, aku lihat dia lumayan sukses. Namun, karena musibah bertubi-tubi yang ia alami, termasuk gempa yang meluluhlantakkan rumahnya, usahanya itupun gulung tikar. Hal ini memaksanya untuk kembali memulai segala usaha dari nol. Aku tahu persis, bagaimana ia berusaha keras untuk bisa kembali bangkit.
Adalah jamak kita lihat di masyarakat, kehancuran usaha seorang lelaki, diikuti pula dengan kehancuran keluarganya. Sang istri tidak terima dengan kondisi itu. Menyalahkan suami akan keadaan tersebut. Dan bahkan, meninggalkan suaminya dalam keterpurukan. Drama banget kan? Tapi memang itulah yang sering terjadi.
Tapi, hal itu sama sekali tidak terjadi pada keluarga Luthfi. Istrinya, Mbak Iffah, justru tampil ke gelanggang, memutar otak, mencari inspirasi dan mencoba berbagai hal untuk bisa membantu suaminya bangkit kembali.
Banyak hal yang ia lakukan. Di antaranya, membuat aneka kue kering menjelang lebaran tiba. Usaha tersebut, sedikit demi sedikit membuahkan hasil. Namun, tidak memberi perubahan yang signifikan terhadap perekonomian mereka. Mbak Iffah, terus berpikir dan berusaha. Mencoba aneka resep, entah dari buku, majalah ataupun tabloid.
Bertahun-tahun hal tersebut terus ia lakukan, sampai akhirnya ia bertemu resep eggroll di sebuah tabloid. Ia pun mencobanya. Berhasil memang. Tapi, ia tidak menemukan kepuasan. Karena, pikirnya, eggroll atau dalam bahasa awam kita menyebutnya kue semprong, sudah biasa dan banyak yang punya. Ia ingin ada sesuatu yang membedakan produknya ini dengan produk-produk lainnya.
Ia pun mencoba banyak hal, sampai akhirnya ia bertemu dengan ubi ungu. Dan setelah ujicoba yang berkali-kali, ia pun menemukan formula yang pas. Dan jadilah Egroll Ubi Ungu seperti berikut ini:

Eggroll Ubi Ungu produksi Shasa
Ketika disuguhkan kepada beberapa kawan, termasuk aku, responnya luar biasa. Rasanya benar-benar enak dan tidak membuat eneg. Begitu juga dengan respon masyarakat. Perlahan tapi pasti, produk eggroll ubi ungu semakin dikenal masyarakat Jogja.
Beberapa media televisi pernah meliputnya, antara lain; TVRI lewat acara “Desaku”, TransTV lewat acara “Si Bolang”, “Cita-Citaku” dan “Laptop Si Unyil”, (malah beberapa hari yang lalu aku lihat sedang ada shooting untuk acara “Bosan Jadi Pegawai” TransTV), SCTV dan tv lokal. Juga beberapa media cetak, seperti tabloid Saji, Kedaulatan Rakyat, dll.

Liputan media cetak yang secara tidak langsung mempopulerkan Eggroll Ubi Ungu
Melalui liputan yang banyak itu, produk ini semakin dikenal luas. Dan berakibat kepada semakin meningkatnya tingkat pesanan dari berbagai penjuru negeri. Jumlah pegawai yang pada mulanya hanya 2 orang, sekarang sudah meningkat menjadi 30 orang. Sebuah pencapaian yang luar biasa bukan?

Dalem Katelan, pabrik pembuatan Eggroll Ubi Ungu
Maka, bila selama ini sahabat berkunjung ke Jogja dan membeli oleh-oleh berupa bakpia, tak salah kiranya jika sekarang menambah satu lagi oleh-oleh khas yakni EGGROLL UBI UNGU produksi SHASA. Saat ini sudah bisa ditemukan di berbagai gerai oleh-oleh di Jogja. Atau mau langsung ke tempat pembuatannya? Boleh sangat.. Silahkan berkunjung ke dusun Bedukan, Pleret, Bantul. Atau mau memesannya sekarang? Silahkan hubungi Luthfi Yuniarto di nomor 081804210949.


Para ibu-ibu warga Bedukan yang menjadi pekerja di Dalem Katelan Eggroll Ubi Ungu
Begitulah, betapa melalui eggroll ubi ungu-nya, Luthfi dan Mbak Iffah mengajarkan kepada kita, bagaimana seharusnya suami-istri saling membahu dalam segala keadaan.
Selamat menikmati manisnya ubu ungu pada eggroll ini dan sekaligus anda akan rasakan manisnya cinta seorang istri di dalamnya..



Uda …
ada tiga hal
1. Dalem Katelan
Saya tersenyum membaca istilah ini … ini istilah khas Yogya … pelintiran yang cerdas. Semacam Griyo Telo … Rumah Ubi …
2. Kisah Pak Luthfi dan Bu Luthfi
Ini kisah yang sangat inspiratif Uda … Sangat inspiratif …
Terpuruk tidak membuat patah semangat … dorongan keluarga bahkan membalikkan itu semua … tidak instan … tidak mudah … tetapi juga … Tidak Mustahil … terima kasih telah menceritakannya kepada kita semua
3. Manis
Sebetulnya yang manis bukan hanya cinta istri …
tetapi saya melihat … justru persahabatan manis antara sesama alumni gontor …
uda dengan caranya ikut meworo-worokan produk ini …
And believe me … Ini tertancap di benak saya … dan akan saya cari jika saya nanti ke Yogyakarta … Dan perlu diingat … saya punya mulut … dan mulut saya ini pasti juga akan bicara kesana kemari … (dan saya percaya ada banyak NH-NH yang lain … yang akan penasaran dan bercerita kesanak handai taulan)
Sukses untuk semuanya …
Salam saya
[Reply]
Vizon
Reply:
January 20th, 2012 at 11:34 pm
Kisah Luthfi dan istrinya memang sangat menginspirasi, Om.. Saya sangat salut akan kerjasama yang baik antara mereka.. Saya sudah lama meniatkan untuk menceritakan ini, namun baru sekarang kesampaian. Bukan karena dia sahabat saya, tapi lebih karena inspirasinya itu..
Kalau Om ke Yogya, yang paling gampang mencari produk ini adalah di Mirota Batik, yang terletak persis di depan Pasar Beringharjo-Malioboro. Di sana ada produk ini. Ingat ya Om, produsennya Shasa, hehe..
Etapi.. kalau Om mau diantar ke Dalem Katelan, Om tahulah harus menghubungi siapa… hehe..
[Reply]
luar biasa cerita ini.. sangat2 inspiratif!!!
thanks udah sharing disini ya… dan salam buat mas luthfi dan mbak iffah!
[Reply]
Vizon
Reply:
January 22nd, 2012 at 10:09 am
Ok Koh Arman..
Nanti salamnya saya sampaikan..
[Reply]
hebat sangat, pasangan samara ini namanya
mau banget eggrollnya apalagi khasiat ubi ungu yg ditulis uda lengkap jd pengen langsung ke pabriknya bertemu mbak Iffah yg ulet
[Reply]
Vizon
Reply:
January 22nd, 2012 at 10:09 am
Semoga bisa menjadi inspirasi buat kita semua ya..
[Reply]
idenya ada aja ya, ubi ungu dibuat eggroll tambah enak aja
[Reply]
Vizon
Reply:
January 22nd, 2012 at 10:08 am
Dan ternyata, ide itu membuahkan hasil yang manis, bukan?
[Reply]
benar-benar inspirasi yang luar biasa. Di dalam keterpurukan ada sebuah usaha yang keras untuk bangkit dan berjuang untuk berhasil. Ubi ungu itu, dahulu memang sangat susah sekali dicari, namun dengan kecanggihan teknologi, sekarang mudah didapat. Tapi … ada tapinya, kue semprong ubi ungu? Baru saya dengar sekarang … sepertinya saya harus mencoba yang satu ini
[Reply]
Vizon
Reply:
January 22nd, 2012 at 10:07 am
Mas Sus harus mencobanya..
Biar tahu bagaimana dahsyatnya produk baru ini
[Reply]
Aku dan murid-muridku di Budi Mulia Dua Terban Jogja sudah ke coklat Monggo, Jejamuran, ini bisa dijadiin kunjungan gak ya. Eggroll salah satu snack favoritku
[Reply]
Vizon
Reply:
January 22nd, 2012 at 10:06 am
Bisa banget Bu Ami…
Silahkan menghubungi yang bersangkutan..
Insya Allah akan diterima dengan tangan terbuka
[Reply]
Ubi Ungu?
saya suka benget tuh Uda…
jadi penasaran sama rasa eggroll ubi ungu nyaaa… hmmmm…. pasti enakk
salam hangat Uda…
[Reply]
Vizon
Reply:
January 22nd, 2012 at 10:05 am
Kalau Fizi ke Jogja, nanti tak kasi oleh-oleh ini deh, hehe..
Masih lama ke Jogjanya? Ya udah, pesan aja…
[Reply]
Saya termasuk yang percaya Uda, bahwa kreativitas dan ketekunan akhinya akan bebuah manis. Saya berharap teman Uda ini omsetnya cepat naik sebelum ditiru orang. Dalam bisnis makanan tiru-meniru sangat mudah di lakukan. Belum juga sang perintis menikmati hasil try and erornya yang berbumbu air mata itu, eh kompetitor sudah seabrek di sekeliling. Apa lagi dia sudah masuk TV segala. Semakin banyak orang tahu, jualan mungkin lebih mudah, tapi kompetisi akan sengit. jadi ingat brownis kukus aman
Semoga ketika eggroll ubi ungu menyampah, di pasar, dia sudah beralih ke bisnis lain. Semoga.
[Reply]
Vizon
Reply:
January 22nd, 2012 at 10:04 am
Kalau soal kompetitor sudah ada Uni..
Justru dengan adanya kompetitor ini, Luthfi menjadi semakin kreatif, mencari inofasi baru di samping terus meningkatkan kualitas produk dan layanan..
Terima kasih, Uni
[Reply]
inovasi yang sangat menguntungkan semoga saja
[Reply]
Vizon
Reply:
January 22nd, 2012 at 10:03 am
Semoga saja ya Mas Narno.. Amin…
[Reply]
Salut buat Bu Luthfi yang tetap setia disaat suami dalam keterpurukan
Semoga bisa mengunjungi jogya dan bisa mengincipi eggroll ubi ungu
[Reply]
jadi penasaran saya Da, ntar kalo adik saya pulang dari Jogja saya jadi pengen nitip oleh2 eggroll ubi ungu..
[Reply]
Weh Uda, ini blognya kok jadi wordpress banget?
)
(ketahuan lama gk mampir
—respon pertama begitu masuk. Sekarang mbaca dulu.
—
[Reply]
Sekarang komen postingannya. (Nyontek Om Nh ah..
)
. Yg jelas sama seperti bu Luthfi, Ibu begitu setia pada Bapak meskipun Bapak sudah jatuh terpuruk dari kepala jadi kaki. Sampai sy pernah tanya sama Ibu: “Ibu, waktu itu Ibu gk kepikiran menikah lagi kah Bu?” dan jawab Ibu: “Enggak. Ibu melas karo Bapak.” Aih….cinta yg sebenarnya… (Nah kan, panjang kan
)
1. Tentang kisah Pak & Bu Luthfi, mengingatkan sy pada kisah Bapak & Ibu. Kalau diceritakan di sini bisa jadi 1 postingan
2. Dalem Katelan. Eh, itu tulisan Jawanya bunyinya kok ‘Dale Telan’ Uda? Kurang ‘-’-m Ka-’. Ndilalah kok ya pas liat ke situ.. Menarik sih tulisan Jawanya.
3. Eggroll ubiungu ini sudah masuk kantor sy Uda. Teman sy yang tetanggaan sama Pak Luthfi yg memromosikan ke kantor n akhrinya banyak teman2 yang pesan.
Semoga sukses usahanya Pak Luthfi dan menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa tak ada yang tak mungkin jika kita mau dan berusaha.
Salam.
[Reply]
ubi ungu memang sudah populer sampai ke bukik juga
tapi belum ada yg versi egg roll nya.. yg ada hanya kue basah dr ubi ungu.
aku baru ngeh klo cara bikin eggroll itu persis kue sapik
[Reply]
Luar biasa…speechless….
hanya satu kalimat yg ingin saya ucapkan:
“smg uda berkenan mempertemukan saya dengan mbak Iffah suatu saat nanti”
[Reply]
inspiratiff… perjuangan yang kuat untuk bangkit kembali meraih sukses…
[Reply]
ahaaa saya salah satu penyuka ubi uda ….. kapan dikirimnya hahahaha
[Reply]
Sangat sangat sangat inspiratif… Salut dengan kegigihan keluarga Pak Luthfi dan keikhlasan istrinya menjalani semuanya dari nol lagi…
Salam kenal,
[Reply]
kalau sudah jadi bungkusan seperti itu jadi gak keliatan ubinya ya, uda.. hanya tau dari tulisan pada kemasan. kalo di kampung, saya bisa menemukan ubi ungu seperti itu. tapi di denpasar.. harus ke pasar dulu jika ingin. hehe
ssalam
[Reply]
saya termasuk penyuka ubi ungu dan egg roll, ketika ubi ungu dan egg roll menjadi satu tentu saja saya penasaran sekali. dan akan saya cari jika saya ke jogja. kalo perlu menitip teman
kisah sahabat uda dan mbak iffa sungguh mencerminkan kekuatan hati pasangan untuk bertahan dalam badai ya uda, ujian telah terlewati, sungguh bahagianya. saya ikutan senang membacanya.
persahabatan yang tulus memang dihasilkan dari orang yang tulus seperti uda dan pak luthfi. salam saya ya uda…
[Reply]
wahh saya bener2 baru tahua da kue semprong dr ubi ungu…pasti rasanya enak sekali…..ada yg jual online ngga uda?
saya ebner2 salut sama perjuangan mrk…sdh terpuruk tp mampu bangkit lagi….mrk bener2 punya mental pengusaha yachh….smoga aku bisa mencontoh perjuangan mrk utk meraih sukses…..
[Reply]
Boleh juga tuh dikirimin ke padang wkwkwkw
[Reply]
inspiratif sekali ceritanya Uda… ada pelajaran penting supaya kita nggak menyerah dgn keadaan ya.. salut utk keluarga Luthfi..
ubi ungu di Jakarta masih langka.. hmm.. kira2 mereka terima pesanan sampe ke Jakarta nggak ya?
[Reply]
uda….saya suka semprong, saya juga suka ubi….jadi penasaran mau nyobainnya….nanti kalau jadi liburan ke jogya mau mampir ah….
[Reply]
tapi kol warna ungu ko ga manis ya om hehe., lam kenal ya.,
[Reply]
kisah sangat inspiratif
semoga bisa meniru mbak Iffah yang tabah dan sabar
kirim salam ya uda
[Reply]
Sangat inspiratif kisah ini. Banyak orang yang menyerah ketika mengahdapi kesulitan hidup. Namun istri dari sahabat Uda Vizon ini justru bangkit melawan kesulitan dengan kreatifitasnya yang tinggi. kekompakan yang sangat baik.
Thanks atas sharingnya, Da..
[Reply]
wah hebat sekali kisah di balik kesuksesan ini ya. Ubi ungu di Jepang hanya bisa didapat di okinawa. Konon tidak boleh ditanam di daerah Jepang yang lain, karena banyak mengundang hama (banyak ulatnya) katanya loh. Jadi sebelum “dikirim” ke daerah lain, harus melalui pemeriksaan karantina dulu.
EM
[Reply]
Kisah yang inspiratif sekali….senang membacanya, keuletan suami isteri mencoba emperbaiki kehidupan setelah ditimpa musibah.
Btw saya belum pernah makan semprong dari ubi ungu ini, apakah sudah ada di Jakarta….atau harus memesan dulu.
[Reply]
Iya sama dengan komennya tt diatas. Shasha Egg Roll ini udah pernah ditawarkan sama temen kantor..dan memang enak dan lembut…
Ternyata ada kisah manis sekali dibalik egg roll ini…
terima kasih cerita inspirasinya ini Uda Vizon…
[Reply]
saya tinggal di daerah pegunungan yang kebetulan banyak sekali petani yang menanam ubi ungu, setelah membaca artikel anda, saya merasa beruntung dekat dengan sumber nutrisi yang kaya akan manfaat, saya akan mencoba mengolahnya menjadi masakan yang enak dan bermanfaat bagi keluarga saya.
[Reply]