ruang tunggu

Sahabat pernah berada di sebuah ruang tunggu bukan? Ya di rumah sakit, terminal bandar udara atau ruang-ruang publik lainnya. Ruang tunggu itu ada yang bikin betah dan tidak sedikit pula yang bikin bete.

Dari pengamatanku setiap kali menunggu penerbangan di sebuah bandara, ada banyak kegiatan yang dilakukan oleh para penghuni ruang tunggu tersebut. 3 (tiga) kegiatan paling banyak adalah:

1. Mainkan Gadget

Ini adalah kegiatan yang paling banyak dilakukan para pengunggu tersebut. Ada yang sibuk nelpan-nelpon sana sini, ada yang ber-sms atau bbm-an, dan tidak sedikit yang larut dengan komputernya, baik yang dilipat (baca: laptop) maupun yang cuma selembar (baca: tablet).

Membunuh waktu dengan menenggelamkan diri bersama perangkat telekomunikasi itu kurasa sangat efektif, terutama bagi yang bepergian sendiri. Dan bagi blogger, tentunya kesempatan ini bisa untuk blogging, bukan?

2. Ngobrol

Bagi yang bepergian berdua atau lebih, sepertinya kegiatan ngobrol ini jadi pilihan utama.  Tapi, bagi yang pergi sendirian pun, bila cakap memanfaatkan teman duduk di samping, bisa juga terjadi obrolan seru.

Obrolan-obrolan yang dilakukan, jika diperhatikan ada banyak bentuknya. Ada yang ngobrol sambil disertai tawa entah kecil atau ngakak, ada juga yang ngobrol serius (entah bicara bisnis, berdiskusi ataupun curhat), dan bahkan ada yang bertengkar, hehe… :)

Ngobrol sambil menunggu keberangkatan adalah sebuah kegiatan yang mengasyikkan juga, apalagi jika bertemu dengan kenalan baru dan obrolannya nyambung, bisa-bisa waktu menunggu beberapa jam, tidak terasa. Dan semakin mengasyikkan jika ditemani makanan dan minuman ringan.

3. Bengong

Ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang yang sudah mati gaya. Tidak tahu lagi mau ngapain. Mau mainkan gadget, sudah bosan. Mau ngobrol, sungkan. Mau makan, tidak lapar. Jadinya, cuma diam seperti patung; mata memandang ke timur, pikiran ke barat.  Ini seperti apa yang dikatakan Om Nh sebagai “tenguk-tenguk“.

Tapi, tahukah Anda, bahwa kegiatan ini sebenarnya adalah kegiatan yang paling aduhai? Kenapa? Karena dia hanya bisa dihentikan dengan sebuah kejutan, seperti panggilan boarding dari petugas bandara atau pengumuman yang berisi: “penerbangan anda ditunda 90 menit“, haha.. :D

************

Itulah tiga kegiatan utama yang kuamati jika sedang berada di ruang tunggu, terutama di ruang tunggu bandara. Sebetulnya ada juga yang lain, tapi tidak terlalu dominan, yakni seperti membaca, bermain bersama anak atau marah-marah pada petugas… :D

Nah, kalau sahabat sekalian, jika sedang berada di ruang tunggu, apakah yang paling sering dilakukan? Kalau aku..? Tidak perlu ditanya… Sebab tulisan ini kan munculnya gara-gara menunggu penerbangan yang di-delay selama 90 menit lebih… hahaha… :D

ps. tulisan ini juga dalam rangka menerapkan tiga aspek yang disampaikan Om Nh pada episode “sotoy” beliau soal tips menulis. See… it works, bukan…?

25 comments on “ruang tunggu

  1. Ruang Tunggu termasuk area menakutkan Da…
    Itu bagi saya. Nggak tau kalo orang lain.
    Mayoritas jika berada di ruang tunggu ada dalam situasi tertekan, bete dan sejenisnya

  2. Kalau nunggu bayaran masih kira2, tapi kalau nunggu vonis, nunggu diperiksa dokter, nunggu bayar pajak, nunggu istri melahirkan, nunggu pengumuman kelulusan, dll, ruang tunggu adalah penjara

  3. 90 menit kalo di Indonesia belum delay Da :D
    Saya pernah 11 jam alias 660 menit nunggu, sampai ketiduran dilantai karena kondisinya memang lagi capek. Kalau naik kereta atau bis pasti sudah sampai rumah :D

  4. kalau aku sih da, untuk hal-hal yang nantinya ada potensi untuk menunggu lama, selalu bawa buku atau majalah… baik yang ringan, maupun yang rada berbobot… tahun 2005 dulu, nunggu pesawat dari padang-jakarta, bisa sampai tamat 1 novel hamka….
    miris… miris…

  5. Saya kerap membaca setiap kali menunggu Uda. Terutama untuk perjalanan jauh, saya menyiapkan bekal buku untuk saya baca ketika saya harus menunggu. Sebab, di hari-hari kerja saya hampir tak punya waktu untuk membaca buku.

    Semoga penerbangannya menyenangkan Uda.

  6. Saya juga kadang kadang bengong kalo ada di situasi menunggu. Entah di stasiun atau di mana saja. Imajinasi bisa terbang kemana mana, haha.. Postingan yang unik Uda.

  7. Hahahaha ….
    Mantaaappp … Mantaaapp … Mantaaappp …
    It works bukan ? :) :) :)

    Dan kalau pertanyaan tersebut ditujukan kepada saya …
    maka dengan lantang saya akan berkata …
    … Tiduuuuurrr …

    (hahahahaha)

    Salam saya Uda

  8. Di ruang tunggu tampak jelas kalau minat baca orang Indonesia amat rendah ya Uda..Beda pemandangannya kalau kita berada di ruang tunggu Narita. Eh tapi gak rendah2 amat juga sih, biasanya kan ada juga yg baca koran..

  9. hihihi Uda kreatif nih.
    tak ada waktu yg dibuang percuma.
    emang deh paling bisa!

    berada di ruang tunggu, biasanya memang membosankan.
    makanya sudah siap alat perang biasanya
    entah gadget, entah buku
    kalau tak siap itu, maka alamat tengak tenguk juga sih hiihhi

  10. Sahabat tercinta,
    Saya kabarkan bahwa anda menjadi salah satu pemenang Kontes Tiga Kata di BlogCamp.
    Silahkan mengirimkan nama dan alamat lengkap kepada shohibul kontes untuk pengiriman tal asih.
    Silahkan simak pengumumannya di BoogCamp.
    Selamat.
    Terima kasih, salam hangat dari Surabaya

  11. Suatu waktu aku pernah ingin menulis tentang kenyataan bahwa sekarnag menunggu bukanlah hal yang menjemukan! Kenapa? Karena gadget dan internet! ;)

  12. Kalo saya berada di situasi menunggu seperti itu, biasanya cuma bengong aja hihihi…..atau paling ngga jalan2 sambil lihat2 toko disekitar situ….cuci mata biar seger….atau kalo memungkinkan (baca : uangnya cukup) pasti ujung2nya belanja hihiih……

  13. mata memandang ke timur, pikiran ke barat.. :P

    mantabhlah nyiak..
    ilmu dari om NH selalu diterapkan secara cerdas oleh Inyiak, salut!

  14. Pingback: POSISI DUDUK « The Ordinary Trainer writes …

  15. kalau inon pasti ngeluarin laptopp
    terus bikin postingan 1000 kata..
    atau kalau bosen..
    bawa Dvd korea,,nonton dah..
    kalau laptop abis batere,,gak ada tempat ngecharge baru mati gaya inon

  16. Saya selalu sedia buku Uda, jadi kalau menunggu di bandara pasti baca buku. Dan saya juga bawa notes, lumayan untuk coretan tugas apa saja yang masih dikerjakan, atau untuk mencatat hal menarik lainnya, yang nanti bisa jadi bahan tulisan.

    Tapi memang, rupanya tak banyak orang yang menunggu sambil membaca. Kecuali kalau di lounge yang disediakan wifi, baru banyak yang buka laptop dan asyik bekerja.

  17. kalo saya mah chatting :D
    tapi kalo nggak ada lawan chattnya ya cuman bengong.. biasanya seperti di bank… sambil ngantri kita chattingan aja :D

  18. hebatnya Inyiak, sambil nunggu pesawat delay,
    dah jadi satu postingan …. :)
    salut… :)

    kalau aku , seandainya nunggunya berpotensi bakalan lama, pastinya bawa buku, tts, majalah dan tablet yg selembar Inyiak bilang itu :)

    salam

  19. Saya seringnya nunggu di rumah sakit apalagi tahun kemarin saat saya sakit yang ribet musti setahun bolak balik periksa sana sini sebelum akhirnya operasi tapi toh masih bolak balik RS juga sampe sekarang. Biasanya saya baca buku atau ngajak orang lain curhat. Seru, loh.. Siapapun dia, pasti ditanya dikit langsung keluar kisah hidupnya sepanjang jalan. Kadang lucu-lucu, juga.. :)

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>