dunia perlu tahu..?

Pada 23-25 Maret 2012 kemarin, aku menghadiri Silaturrahmi Nasional (Silatnas) Alumni Gontor di Cirebon Jawa Barat. Lebih kurang 1.500 alumni dari berbagai angkatan berdatangan dari seluruh daerah di Indonesia dan juga luar negeri. Luar biasa sekali rasanya bisa berkumpul dengan sahabat yang pernah bersama di pondok dulu, yang tentu dengan suasana berbeda.

Acara yang sudah dipersiapkan secara matang itu, diakhiri dengan acara puncak, silaturrahmi di Keraton Kasepuhan Cirebon bersama Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, juga beberapa pejabat tinggi negeri ini.

Aku tidak hendak menceritakan soal acara itu di sini. Tapi, aku ingin menyampaikan keterusikan perasaanku oleh pernyataan seorang kawan lama yang baru bertemu kembali denganku dalam acara tersebut.

Setelah berbasa basi sejenak dan saling menanyakan keadaan masing-masing, tiba-tiba si kawan tersebut bilang begini:

“Aku pernah ketemu blog ente. Aku baca beberapa artikelnya”

“Oya? Terima kasih..”

“Emangnya apa perlunya sih ente menceritakan tentang kehidupan pribadi di situ? Apa perlu semua dunia tahu dengan hidupmu?”

Jeggeerrrr…. Bagai disambar geledek di siang bolong, aku tak dapat menyembunyikan keterkejutanku mendengarkan pernyataan singkat namun tajam itu. Jujur, aku kehabisan kata-kata untuk menjawab pertanyaan kawanku itu. Walhasil, aku hanya bilang padanya:

“Mungkin ada baiknya ente juga ngeblog, agar tahu apa dan bagaimana blogging itu”.

Tanpa menunggu jawaban selanjutnya, akupun buru-buru menyalaminya dan mengatakan akan menemui kawan lain. Sebenarnya, aku ingin menghindar darinya, tidak ingin berbincang lebih jauh lagi. Aku tidak ingin merusak suasana silaturrahmi menjadi silatlidah yang tidak ada ujungnya.

Kalimat kawanku tersebut, sampai saat ini masing terngiang-ngiang dengan nyata di benakku. Sulit bagiku untuk melupakan kalimat singkat tersebut. Dan aku terus berusaha untuk mencari jawaban yang pas untuk itu.

Menurut sahabat narablog sekalian, benarkah menceritakan tentang kehidupan pribadi kita di blog adalah sebuah perbuatan yang tidak ada gunanya? Atau, bagaimanakah yang seharusnya..? Boleh minta pendapat sahabat narablog sekalian?

44 comments on “dunia perlu tahu..?

  1. uda, aku mikirnya begini, itu penting-nggak penting. kalau yang mau kubagikan itu kira-kira berguna bagi orang lain, ya apa salahnya. toh dunia kita ini kan dipenuhi oleh serpihan hal-hal keseharian yang kadang dinilai tidak penting? dan menceritakan hal pribadi ke orang lain itu menunjukkan kita manusia biasa. kadang hal biasa yang kita ceritakan itu menguatkan orang lain lo. misalnya orang jadi berpikir, “ah, ternyata aku nggak sendiri yang mengalami hal itu.”

  2. sotoyyy tuhh temen inyiakk
    sini bilang inon ntar inon omelinnn *ikutan sebel*
    nulis di blog itu berguna kok inyiak,, catatan sejarah,, catatan perjalanan hidup kita
    siapa bilang tulisan inyiak gak ada guna..
    banyak sekali hal baik yang inyiak ceritakann ,dan ada banyak hal yang kita petik dari kehidupan sehari-harinya inyiakkk

    temen inyiak pasti gak ngeblog, gak bisa nulis,,makanya sotoy,, cuekin aja..

    dulu inon juga pernah posting ttg tulisan inon yang di bilang sampah..trus inyiak comment gini

    “Gara-gara ngeblog, aku jadi kenal dengan seorang gadis bersuara cempreng yang bagaikan kutu loncat, bentar ada di sini, bentar ada di situ, dan tanpa malu-malu akan mengungkapkan segala isi otak dan hatinya lewat tulisan. Mau kenal dengan orang itu…? hehehe….

    Ngeblog itu justru membuat aktifitas dan rutinitas kita menjadi lebih berwarna.
    Coba saja, setiap kali jalan-jalan, pasti kita sudah berpikiran untuk mengambil momen terbaik dan merekam setiap peristiwa dalam otak maupun tulisan kita, karena kita berencana akan menuliskannya di blog, yang nantinya akan dibaca orang lain. Kalau bukan karena ngeblog, paling acara jalan-jalan itu hanya sekedar jalan-jalan, tidak ada “sesuatu” yang ingin kita rekam…

    Pokoknya, sekali ngeblog tetap ngeblog…
    Hidup ngeblog…

    Salam hangat buat teman Inon itu ya, semoga dia segera sadar dari pingsannya, hahaha… :D”

    SEMANGAT!!!!! INYIAKKK

  3. #hedehhh #sabaaarrr

    mnrt aku itu hanya kalimat orang yang tidak paham
    asal nyeplak ajah.. dan minta dikeplak.
    klo dia bener baca blog inyiak dia gak akan ngomong begitu.
    kayaknya dia hanya lihat judul, sekedar tau tanpa menelaah isinya.
    dan menyamakannya dgn yg lain.
    dia pikir yg ngeblog itu kamseupay semua..

  4. Anjing menggonggong kafilah berlalu :D
    Hmmm salahnya dia kenapa mau terdampar baca blog kan? Berarti dia sedang mencari sesuatu, yang kebetulan ada di sini. Atau dia mau tahu tentang Uda, kalau search nama. Tidak ada kebetulan kok, paling banter dia sedang iseng kebanyakan waktu :D

    Aku mau cerita sesuatu ttg blog yang baru aku temukan hari Minggu yang lalu, tapi karena cukup panjang, nanti aku tulis ya Uda….

    (ssst aku 13 posting lagi 1.111 dan sedikit lagi 22.222… u know what I mean kan?)

    Sabar ya Uda, satu org itu akan melawan beratus teman ngeblog Uda :D

  5. Terbayang deh gmn ‘shock’nya Uda waktu itu *heuheu..maaf lebay*.

    Menurut saya, salah satu niat kita menulis di blog kan untuk berbagi, buat temen uda yang songong bin sotoy itu mungkin saja tidak penting, tapi insyaALLAH berguna bagi yg memerlukannya kan? Abaikan saja dia Uda, dan teteap menulis ya ;)

  6. Menurut saya, tidak semua yang bersifat pribadi lalu tak bisa dibagi Da…
    Sebaliknya, ada juga yang sifatnya umum tapi malah nggak baik buat dibagi.
    Jadi batas2 layak share apa enggak, tak bisa dipisah dengan alat yang namanya pribadi atau nggak pribadi.
    Enjoy Aja Lah, tapi tak melanggar kaidah dan aqidah

  7. Salam kenal bang
    Mau urun rembug tentang hal ini
    Menurut saya pribadi, menceritakan hal pribadi di blog tidak ada salahnya, siapa tau orang lain bisa mengambil hikmah dari peristiwa yang kita alami.
    Lagipula, blog kita sendiri, suka-suka kita dong, kalo gak suka gak usah baca (aduh, yang terakhir ini kesannya galak ya hehe)

  8. kalau menurut saya itu terserah saja… selama kita bisa berbagi apa yang kita ketahui yang mungkin kadang kadang bersifat pribadi dan orang lain bisa belajar dari situ. ya apa salahnya. Tapi ada juga hal hal yang sifatnya umum juga tidak bisa di bagi jika ternyata itu juga tidak baik …

  9. SEtiap peristiwa itu biasanya ada hikmahnya, termasuk yang kita alami, bila kita tuliskan bisa jadi pembelajaran untuk orang lain kan? Teruslah menulis, lagian kita juga punya batasan kisah2 pribadi mana yang layak di share toh ^^

  10. hehehe … macam2 orang ya macam2 pendapatnya
    teruslah menulis Da, ada yang bisa kami petik dari perjalanan hidup Uda.
    klo pun tidak saya, orang lain pasti ada.

    semangat yah!

  11. “Emangnya apa perlunya sih ente menceritakan tentang kehidupan pribadi di situ? Apa perlu semua dunia tahu dengan hidupmu?”

    Uda tak usah seperti disambar geledek segala, itu pertanyaan biasa saja kok.
    Pertanyaan diatas juga pernah dicetuskan oleh famili saya, katanya ” Apaan sih enaknya nongkrongin Facebook. Main Facebook itu kayaknya jobless deh “. eeee…..Sekarang dia malah maniak FBan.

    Ini tanggapan saya tentang ucapan sohib ente.

    1. Tidak perlu semua dunia tahu tentang hidup kita.

    2. Jika kita menceriterakan sebagian kecil hidup kita mudah2an orang lain bisa mengambil pelajaran darinya, dalam arti kata yang baik ambillah dan kalau mau manfaatkanlah, yang jelek ya jangan ditiru.
    Jika dia tak bisa mengambil pelajaran atau hikmah dari apa yang kita tulis maka berarti dia tidak membaca sepenuh hati.

    3. Ajak dia untuk membaca Profile saya di Blogcamp. Disana saya ceritakan singkatan riwayat hidup saya ( bukan riwayat hidup singkat saya karena hidup saya cukup panjang sampai 61 tahun).
    Jika dia cerdas pasti akan mengerti bahwa saya yang arek ndeso kesa-keso, gunung kenang-kenung bisa jadi Jenderal, nah apalagi yang bukan arek ndeso, mungkin bisa menjadi komandannya Jenderal. Selain itu, untuk mencapai cita-cita tak hanya duduk2 sambil ghibah tetapi perlu kerja keras dan berdoa.

    4. Lalu ajak dia membaca artikel saya berjudul ” Gaji Pertama dari Google Adsense”. Itu cerita saya yang mengais rejeki dari menulis. Hikmahnya : Mantan jenderal saja gak malu mengais koin-demi koin, kok yang bukan jenderal hanya tenguk-tenguk malaki sopir angkot, memeras pedagang K-5, ngemis, nyopet, ngutil, ngrampok, korupsi. Padahal Allah Swt sudah menggelar rejeki di mana-mana kita tinggal menjemputnya. Harap tahu, menjemput rejeki itu perlu keahlian bukan dengan menodongkan pisay atau menodongkan tangan.

    5. Kemudian ajak sohib ente membaca artikel saya berjudul “Dari Jakarta ke Situgunung”
    Dia akan tahu bahwa orang yang kurang cermat dalam menjaga badannya bisa menderita sakit, walaupun dia seorang Jenderal. Dan ” setiap penyakit itu ada obatnya” adalah benar adanya asal kita mau berusaha dan berdoa.

    Demikian pula jika ada sahabat blogger yang bercerita tentang rasa duka karena orangtuanya meninggal dunia agar menjadi pelajaran bahwa apa yang kita cintai tak selamanya akan bersama kita. Dan ” semua makhluk yang bernyawa pasti akan mencicipi mati ”

    Sekian tanggapan ana uda. Mudah2an sahabat ente membaca komentar ana ini ya.
    Oh ya…di dunia ini juga banyak buku tentang orang-orang besar. Itu bukan untuk pajangan tetapi juga dipetik hikmah atau pelajaran dari kisah mereka.
    Jangan2 ada pertanyaan juga “Emangnya apa perlunya sih mereka menceritakan tentang kehidupan pribadi di buku itu ? Apa perlu semua dunia tahu dengan hidup mereka ?”

    Salam hangat dari Surabaya.

  12. Menurutku, orang lain (visitor blog) hanya perlu tahu apa yg seharusnya mereka tahu Uda. Selebihnya, biarlah hanya kita dan org2 terdekat yg tahu seperti apa dan bagaimana kita. Kasihlah informasi yg sekiranya mereka perlu tahu, tanpa harus kita merasa persoalan kehidupan pribadi kita disebarluaskan ke khalayak ramai. kalo kita merasa enjoy dg apa yg kita informasikan pd pembaca, silahkan saja. Intinya yg lebih tahu mana yg hrs diinformasikan ke pembaca mana yg tdk, hanya diri kita sendiri :)

  13. kalo bukan aib yg memang tak pantas dibuka kenapa tidak. Bahkan bisa jadi cerita kita mengandung hikmah dan ibrah bagi yang membacanya, bukankah bisa bernilai pahala :)

  14. Biarkan saja om, belum merasakan asyik nya ngeblog itu orang, padahal dari ngeblog bisa dapet banyak temen, banyak hikmah dan pelajaran dari tiap tulisan2 para blogger di mana2 :D

  15. Kalau menurut aku sih blogku adalah rumahku, jadi terserah mau diisi apa. Mau urusan pribadi atau mau urusan umum pastinya tergantung selera.

    Yang jelas, untukku menulis adalah terapi, membunuh kebosanan, mengasah pengetahuan dan mengembangkan imajinasi. Kebetulan blog menyediakan medianya. Pas banget.

    Dulu2 ngeblog lebih banyak curhat ketimbang mengembangkan kemampuan menulis. Lama-lama tumbuh sesuatu dari dalam, curhat tak lagi asyik, kesannya kok ke kanakan. Maka mulailah mengamati hal-hal diluar masalah pribadi. Maka ketemulah buku, topik pengembangan diri, jalan-jalan, budaya, bisnis dan masih banyak lagi.

    Tapi kalau suatu saat angin kembali berbelok, pengen curhat dan menulis sesuatu yang pribadi, akan aku lakukan. Bagiku kemerdekaan jiwaku lebih berharga ketimbang mendengar pendapat orang lain. Apa lagi pendapat gak penting, no way :)

  16. Hmmm, saya menikmati postingan dan komentar komentar di atas, dan bingung mau nulis apa (karena sudah terwakili).

    Seingat saya, Umar Bin Khattab juga menuliskan hari harinya ua Uda, sebagai media pengingat. Kita kan juga begitu, tapi dengan media dan nuansa yg berbeda. Tentang share yg baik dan yg buruk, kita serahkan pada nurani sebagai editornya. kalaupun kelepasan, kan ada sahabat blogger yang senantiasa saling mengingatkan.

    Postingan Uda keren, saya juga ikut merenungkan tulisan tulisan uda. Makasih ya Uda.

  17. saya masih belajar di dunia blog, Uda aja yang senior kaget mendapat pertanyaan seperti itu ya, apalagi yang masih belajar,,
    jawaban versi saya untuk teman Uda: “Kalau ana nemu blog ane secara gak sengaja, berarti ada yang ente cari melalui internetkan?, nah, gimana kalau anak, keponakan ente yang masih SD, mencari-cari sesuatu lewat internet, sekarang bukan jaman kita ABG dulu, lebih baik mana menurut ente, yang mereka temukan sepenggal cerita perjalanan hidup ane atau cerita yang tak pantas menurut umur mereka?, mari bagi ilmu ente yang banyak itu kepada dunia lewat tulisan di blog” :)

  18. Uda, pertanyaan seperti ini sudah sering dilontarkan oleh mereka yg bukan blogger kepada kita yg blogger dan blognya adl personal blog. Kalau menurut saya, ini menurut saya ya Uda, memang gk semua hal perlu diketahui oleh dunia. Hal-hal yang bersifat pribadi atau sangat pribadi, tentu saja tidak akan kita bagikan kepada dunia bukan? Tetapi hal-hal yang masih bisa kita bagikan, kita berharap dapat bermanfaat, baik bagi orang lain maupun bagi penulis sendiri.

    Tetap berkarya ya Uda. Tulisan2 Uda, meskipun catatan sehari-hari, dapat dipetik hikmahnya oleh para pembaca.

    Salam saya, Uda.

  19. manusia itu mahkluk sosial Om, bukan hanya didunia nyata kita mencari teman namun didunia maya kita juga perlu mencari teman.
    Yang saya rasakan ketika menulis blog ialah, saya menemukan orang-orang yang sepaham dengan saya.

    Mengenai kita mencerikatakan diri kita ?

    Apa salahnya, wong tiap manusia diberi kebebasan mengeluarkan pikirannya namun dalam jalur yang benar. Dan Selama blog membuat kita nyaman dan mendatangkan teman/kebaikan bagi kita..

    Lanjutin aja mas:)

  20. Itu pertanyaan biasa kok bang. Kalo saya sih bakal jawabnya gini: “mungkin saja, selama itu bukan aib, bisa menjadi hikmah bagi orang lain,”

    Blog saya sendiri memang bukan blog yang sangat pribadi, jarang sekali saya menulis hal tentang pribadi saya, kecuali pengalaman yang saya rasa bisa menjadi hikmah bagi orang lain di kategori Testimonial. Namun saya sangat menghargai orang-orang yang mau menulis tentang pribadinya, karena saya sendiri tidak bisa melakukannya. :)

    Yang penting, ngeblog jalan terus… seperti kata kakek saya, ‎”Aja sira deksura, ngaku luwih pinter tinimbang sejene. Aja rumangsa bener dhewe, jalaran ing donya iki ora ana sing bener dhewe kejaba gusti kang Maha Agung.”

    Terjemahannya: “Jangan sombong, merasa lebih pintar daripada orang lain. Jangan merasa benar sendiri, karena di dunia ini tidak ada yang paling benar kecuali Tuhan Yang Maha Besar”

  21. Saya memang jarang menuliskan cerita pribadi dalam blog saya, namun selama saya BW saya sering membaca cerita2 itu dari teman2 blogger. dan dari situ seringkalai saya mendapatkan pemahaman, ilmu yang baru.

  22. uda juga ceritanya masih dalam batas kewajaran kok, malah banyak yang bisa kutangkap dari surau ini, misalnya sikap toleransi beragama, demokrasi dalam keluarga, kemesraan uda dan uni, persahabatan
    pokoknya asal nggak cerita aib dan masalah internal, it’s ok aja kok

  23. Uda …
    Ada TIga hal …
    Hal Pertama …
    TIap manusia … diciptakan oleh ALLAH berbeda-beda … ada kelebihan … ada pula kekurangannya …

    Hal Kedua …
    Setiap manusia … juga diberikan kemampuan oleh Yang Maha Pencipta … yaitu kemampuan untuk selalu belajar … Belajar untuk memperbaiki diri …

    Hal ketiga …
    Kita gabungkan Hal pertama dengan Hal Kedua …
    Melalui sarana Blogging dan Blog Walking … Kita bisa saling belajar … belajar dari kelebihan yang satu … belajar pula dari kekurangan yang lain …
    Yang pada akhirnya … kita semua bisa menjadi lebih baik … dan lebih baik lagi …

    Saya sadar … bahwa ada batas-batas pribadi tertentu yang saya rasa tidak perlu diceritakan kepada khalayak ramai …
    Namun ada batas-batas lain … yang pasti punya pembelajaran tersendiri untuk orang lain … Pasti ada manfaatnya … sekecil apapun itu …
    As simple as … menghadirkan senyum di wajah para sahabat …
    bukan kah itu indah dan sederhana

    So … once again … sampai batas – batas tertentu … adalah sangat wajar jika kita bercerita hal kehidupan pribadi kita … agar kita semua bisa saling belajar

    Salam saya Uda

  24. setiap orang emang pasti punya pendapat yang berbeda2 tentang hal ini ya…

    kalo buat saya, ya pastinya nulis di blog itu banyak gunanya.

    yang pertama, gunanya adalah untuk menyimpan memory buat saya sendiri. saya suka membaca2 kembali tulisan2 lama saya. ngeliat foto2 pas anak2 masih lebih kecil. inget2 masa lalu itu menyenangkan lho… :D

    yang kedua, blog saya jadi obat kangen ortu saya di indo. dengan ngebaca blog, mereka jadi ikutan tau dan update tentang apa yang kita alami disini. emang sih sebenernya bisa aja kalo mau telp, tapi kan karena perbedaan waktu, gak setiap saat bisa telpon ya. dan kadang kalo telpon juga ada aja yang lupa diceritain dan pastinya gak bisa sedetil cerita di blog.

    yang ketiga, lewat blog kita bisa dapet temen2 baru. dan dari sharing cerita2 di blog, itu selain bermanfaat buat kita, juga ternyata bermanfaat buat orang lain. begitu juga sebaliknya, dengan membaca blog orang2 lain, kita jadi dapet manfaatnya. walaupun cerita tentang kehidupan sehari2 banyak kok manfaat yang diambil. paling gak bisa membuat orang terhibur.

    jelas sangat banyak manfaat sharing di blog atau internet. dan coba bayangkan, kalo gak ada satupun orang mau sharing di internet… internet itu gak akan ada gunanya lagi.

    kita kalo pengen nyari tau sesuatu kan meng-google di internet. nah hasil google ya nyari sharing orang2 yang dipublish di internet, salah satu nya lewat blog. kalo gak ada orang yang mau sharing, google gak bakal nemu apa2!

    buat saya, sharing di internet itu adalah azas timbal balik. kalo kita merasa mendapat manfaat dari hasil sharing orang lain (saya sih seringn banget lho kalo nyari tau ini itu tuh selallu nyari di internet), jadi saya pun harus men-sharing yang bisa saya sharing di internet supaya bisa membantu orang lain. :D

  25. Ach semua orang memang berhak punya pendapat, termasuk kawan Uda, tapi pendapatnya jangan sampai menggoyahkan langkah Uda untuk berbagi lewat blog :)

    Aku termasuk orang yang suka baca tulisan berbasis kisah nyata, biorafi orang2 sucses bahkan sangat kuminati. Itukan kisah pribadi mereka ya Da, aku malah antusias membacanya untuk kemudian kujadikan hikmah.

    Awal ngeblog aku nulis ya buat diri kusendiri aja, mengingat moment2 penting atau sekedar melepas rasa hati, selagi bukan menebar aib aku rasakan nulis diblog justru melegakanku. Setahun ngeblog baru ada yang menemukan blogku, dan mengajariku tentang BW, Bundanya Vania, tulisan pertamaku yang dibacanya tentang pemanfaatan madu pada keluargaku. Ya sampai sekarang aku justru sangat menikmati aktifitas BW walau kadang tak bisa komment. Tak bisa karena memang benar2 sedang tak bisa atau kadang malu karena belum kenal, hehe…

    Aku kenal para blogger hebat macam Uda biasanya terdorong untuk ikut GA yang mereka adakan, bukan karena alasan apa2 sich tapi lebih kepada jadi ada alasan menyapa mereka, hehe… Aku sendiri ngadain GA ya baru sekali, sebab menurutku awalnya apa yang harus kubagi pada sahabat di dumay sementara dinyata saja masih banyak sahabat yang belum pernah kuberi hadiah, hihiii tapi setelah menyadari perolehan hadiahku dari dumay lumayan banyak, dari buku, Al Qu’an terjemah, balok mainana, sampai flashdisk aku jadi mikir juga sudah saatnya aku buat GA juga, aaadoooh Uda kenapa aku jadi cerita kemana2 ya, maaf ya :(

    Satu lagi, menurutku jawaban Uda ke kawan tsb sudah OKE, mestinya beliau ngeblog juga ya biar tahu seni dan indahnya ngeblog, kata Pakde kita, dunia jadi berwarna-warni :)

  26. Manusia itu memang unik Uda…
    Reaksi kawan saat tahu saya ngeblog adalah…”Gila, lu ngapain ngbelog? Kayak kurang kerjaan aja, bantuin saya dong.” dan saya senang saja membantu pekerjaannya (dapat honor halal pula), namun sedikit demi sedikit saya mulai memasukkan virus ngeblog padanya, walau tak berhasil sampai saat ini.

    Ada lagi mantan bos (Direktur Utama Bank tempat saya bekerja, juga mantan Direktur BI), yang asli Sulit Air, beliau malah mendorong saya banyak menulis. Bahkan berpesan, tulislah hal serius dengan gaya bahasa sehari-hari, sehingga murid2mu yang telah tersebar di Indonesia itu bisa baca dan mendorong mereka untuk berani berkarir sepertimu. Duhh senang rasanya….

    Jadi, benar Uda, lebih baik teman seperti itu dihindari…jangan2 dia iri karena ga bisa nulis (hehehehe…nggak boleh ya punya pikiran begini)

  27. Wah, untung aku gak hadir. Kalo hadir susah juga menjawabnya. Menurutku, paling tidak, kita telah melakukan terapi terhadap diri sendiri. Dengan menuliskan beberapa aktivitas kita yang bisa dibaca oleh orang seluruh dunia, maka secara tidak langsung kita juga menciptakan kuburan yang bisa diziarahi anak cucu dan teman2 kita setelah kita tiada di dunia fana ini.

  28. Pingback: kalam fadhi | SURAU INYIAK

  29. syiarkanlah yang baik, untuk dipetik hikmahnya
    dan sampaikanlah yang buruk untuk media instropeksi, agar lebih baik lagi dimasa datang.

    cukup singkat jawaban saya Uda, bahwa menulis jejak kehidupan kita di blog membantu kita untuk selalu menyiarkan hikmah dan menginstropeksi diri dalam bingkai silaturahmi.. :)

    saya rasa semua itu berguna, sepanjang niat kita karena Allah SWT dan baik adanya..

  30. perkataan dr temannya Inyiak itu wajar saja,
    karena dia tidak atau belum tau manfaat dr ngeblog……… :)
    satu saat nanti , mungkin dia malah addict ngeblog Nyiak…. hahaha :D

    tulisan ttg pribadi di blog, gak masalah kok, asal tdk terlalu pribadi, yg malah menyebabkan buka aib…
    pada dasarnya , ambillah yg baik, dan tinggalkan yg kurang baik…

    Alhamdulillah, di surau Inyiak ini, aku mendapatkan banyak wawasan baru dan ilmu baru, juga cerita ttg keluarga sakinah, mawwadah wa rohmah dari keluarga Inyiak …. :)
    salam

  31. Saya setuju yang dikatakan semua nara blog (misalnya : Pak Dhe Cholik dan Om NH), semua mendukung uda termasuk ambo. Kita bercerita dalam batas-batas tertentu, itupun tidak semuanya ditulis di blog.
    Jika semua orang tidak mau men-share ilmu/pengalaman baik text/voice/video dll pasti google, wiki atau youtube dll tidak akan sebesar ini.
    Uda bisa sampaikan bahwa kalau teman uda mencari info dari mesin pencari dll, dan dia mendapatkannya, itu karena jasa-jasa orang seperti kita.
    Tetaplah menulis Uda, kami menunggu tulisan2 Uda yang samngat bermanfaat…

  32. Pingback: Twilight Express » Blog Archive » Wasiat

  33. Menurutku ada baiknya menceritakan kisah pribadi dalam platform ‘berbagi’
    Pendapat teman tadi ada benarnya meski salahnya juga banyak. Kenapa? Karena kalau terlalu banyak mengumbar cerita pribadi juga pada akhirnya seperti menelanjangi diri di depan khalayak.

    Semua yang terlalu kan tak baik, Uda? :)

  34. Gini aja uda, kalau dia bilang gitu, berarti dia baca seluruh tulisan uda, berarti dia SUKA. TITIK. Gak usah di pikir….urusan urusan kite, kite yang mikir, kite yang ngetik, kite yang posting, ente tinggal baca aja banyak bacot lagi wkwkwkwkwk (bilang gitu siy mestinya da hahahahah).

  35. Kebayang deh kalau tiba-tiba dikomentari seperti itu pastinya kaget ya..dan bingung harus berkomentar dan bereaksi seperti apa. Padahal sbnrnya saya yakin pasti uda udah tau jawabannya. cuma karena kaget jadi speechless ya… hehe…
    Memang betul kok nggak perlu semua dunia tahu tentang hidup kita, tapi kita kan punya tujuan masing-masing dalam menulis blog. Untuk sharing pengalaman, untuk mengungkapkan perasaan, sebagai catatan perjalanan hidup kita, untuk menyalurkan bakat menulis atau hobi….lalu kalau semua dunia jadi ikut baca blog kita. Apa itu salah kita? hehehe… semangat Uda… kalau perlu kirimin link artikel terbaru dari blog uda ke temen uda itu, yang judulnya manfaat nge blog hehehe…

  36. Hai Uda… Maaf baru bisa mampir jalan2 lagi :)

    Kalau menurutku gini Da, kita manusia kan belajar dari pengalaman. Bisa pengalaman diri sendiri, bisa juga pengalaman orang lain. Dengan menuliskan kehidupan sehari-hari kita di blog, orang lain dapat mempelajari pengalaman kita dan semoga saja bermanfaat sehingga tidak perlu mengulangi kesalahan yang sama dengan kita atau bisa mengambil tindakan preventif berdasarkan cerita kita.

    Lalu, buat saya sendiri, ngeblog itu menuliskan sejarah :) baik sejarah diri sendiri atau sejarah orang-orang di sekitar kita. Memori kan bisa saja tergerus usia..

    Salam,
    EKA

  37. Jangan terlalu dipikir mas, ngeblog terus saja.,yang penting tidak mengganguu kewajiban anda, nanti kalo sampeyan berhenti ngeblog kasihan fans anda :) yang nungguin update cerita anda

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


2 − 2 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge