pengemudi nekat

Sepeda motor, di samping membawa manusia, seringkali juga digunakan sebagai pengangkut barang. Aku tidak tahu, berapa ukuran standar membawa barang dengan sepeda motor. Aku sendiri sering membawa barang-barang dengan sepeda motor. Biasanya produk mainan bocah yang akan aku kirim melalui kantor pos. Ukuran yang kupakai adalah, tidak melebihi dari tinggi tubuhku sendiri ketika duduk di sepeda motor tersebut.

Dalam beberapa kesempatan, aku pernah melihat para pengendara sepeda motor yang membawa barang-barang bersama motornya, dan terlihat cukup membahayakan. Setidaknya, ada tiga macam kegiatan mengendarai sepeda motor yang sebaiknya dihindari:

Pertama, membawa kulkas

Sepeda motor dan kulkas

Mengemudi sepeda motor dengan cara seperti ini tentu berbahaya sekali. Barang yang dibawa cukup berat dan tingginya sangat melebihi pengendaranya. Jika ada angin besar yang menerpa, pengemudi akan kesulitan mengatur keseimbangan. Secara umum, dapat kita katakan bahwa mengemudi dengan kondisi seperti ini, berbahaya. Namun, si pengemudi tetap nekat melakukannya. Meski alasannya untuk efisiensi, tetap saja hal tersebut tidak dapat dibenarkan.

Kedua, membawa besi panjang

Sepeda motor dan besi panjang di punggung

Pengemudi ini, membawa sebilah besi di punggungnya. Besi tersebut nyaris menyentuh aspal. Di samping itu, tangan kirinya memegang sebuah kardus. Dengan demikian, ia hanya mengemudi dengan satu tangan. Hal ini jelas berbahaya. Jika tiba-tiba ia harus berbelok ke kanan dengan tajam, besar kemungkinan besi tersebut akan menghalangi laju sepeda motornya dan ia akan terjatuh. Aku pikir, pengemudi ini sudah mengetahui bahayanya, namun ia tetap nekat melakukannya. Apapun alasannya, hal ini tidak bisa dibenarkan.

Ketiga, memotret

Nah… Ini adalah cara mengemudi yang tak terpuji; mengendari motor sambil memotret. Sudah bisa dipastikan, konsentrasi pengemudi ini terpecah, antara ke jalanan dan kepada obyek yang akan dipotret. Aku yakin, pengemudi ini sudah tahu bahayanya. Tapi entah kenapa, ia masih tetap saja nekat melakukannya. Benar-benar tindakan yang tidak terpuji. Kalau anda kenal dengan orang ini, tolong sampaikan salamku padanya ya..:D

Begitulah, tiga cara mengemudi yang tak patut ditiru. Anda pernah melihat yang lain? Cerita ya..

(postingan geje setelah lama tak hapdet, hehe.. )

35 comments on “pengemudi nekat

  1. loh kan pengemudi yang ketiga emang mantan pemain akrobat jadi sudah biasa
    …. tapi yang benernya kameranya sudah dipasang otomatis di atas stang, tombolnya disambung pada klakson. Jadi setiap klakson, jepret deh hihihihi

    • wah.. kayaknya ide tombol ke klakson boleh juga tuh..
      ntar bilangin ke pengemudi itu ah, biar dipasang di motornya, haha.. :D

  2. sebagai sesama pengendara sepeda motor, saya mau kasih saran buat ke-3 pengendara di atas.
    Pengendara 1: Saya juga sering lho bawa barang banyak & besar di sepeda motor, tetapi tetap mempertimbangkan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Jangan sampai barang yang saya bawa menutup pandangan spion, mengganggu stang kemudi untuk belok, mengganggu keseimbangan saya di jalan. Jadi daripada beresiko, lebih baik bayar pick up untuk kirim barang.
    Pengendara 2: Sudah dijelaskan sama Uda Vizon di atas. Kenapa kardusnya ndak ditaruh di depan atau diikat di belakang saja, biar tangan kiri bisa mengemudikan sepeda motornya?
    Pengendara 3: Apa enaknya motret sambil motoran? Keburu ada objek bangus ya? Berhenti dulu lah di pinggir, baru motret. Apa ndak kabur hasinya kalau motretnya sambil jalan?

    Jangan bilang Uda motret mereka berdua itu dalam keadaan sedang mengemudi ya Uda. Itu mengganggu konsentrasi Uda ;)

  3. Sering Uda …
    saya sering melihat orang naik motor … yang membahayakan pengguna jalan lain … dan juga yang terpenting … membahayakan dirinya sendiri …

    Contohnya ..

    Membawa ternak berkaki empat … (ternak tersebut meronta-ronta)
    Membawa Bambu … atau pipa panjang … (mirip cerita nomer dua)
    ada pula yang sambil … Mainin Bau Badan …
    hahaha …

    Eniwei …
    mari kita semua saling menjaga … jika berkendara di jalanan …

    Salam saya

  4. jadih nyiak.. Bundo pungkang jo pinyaram angek.. :P

    #knp gak bisa reply lgsg dibawah komen yg diatas yo nyiak..?

  5. wuiii bawa kulkas??? apa gak berat tuh ya? kan ketumpu di punggungnya ya?? lagian asli bahaya banget itu…

    begitu juga dengan pengemudi ketiga yang sambil motret. mesti ditilang tuh! huahahaha :P

  6. Masih ada lagi yang justru kayaknya kuantitasnya paling besar Da, yaitu mengemudi sambil SMS atau nelpon pakai HP.
    Murid saya pernah terpelanting gara2 hal seperti itu.
    Dia perempuan. Saat pulang sekolah, boncengan dengan temannya, perempuan juga.
    Saat dijalan raya, dia asyik SMS an
    Tanpa diduga, teman yang di depan mengerem motor secara mendadak.
    Yg mbonceng kaget dan kegeblag…

  7. Kalau pengendara motor sambil motret nih ada contohnya yakni teman blogger kita Mas Agustus Sani Nugroho. Tapi beliau seorang pembalap profesional dan fotografer handal, jadi keamanannya terjamin deh. Apalagi biasanya dilakukan di jalan sepi luar kota. Memang sih di tikungan seringnya, kata beliau.

  8. Nyiak, kebanyakan kalau gaya naik motor yg seru ,seram, tegang ini , ketika acara mudik pas lebaran …. :(

    memboncenig istri, anak satu didepan, satu lagi di belakang ,
    tambah lagi barang atau kardus dibelakang

    malah kadang msh ada lagi beberapa kantong kresek,
    disamping dan belakang juga…. :(
    hedeh hedeh ….
    gimanaaaa mau safe ,coba?

    oh ya, kalau yg motret sambil naik motor itu….
    nanti disita aja kameranya Nyiak :P
    salam

  9. bahaya tuh !!
    dimana nanti barang nya jatuh yang membawa barang dan yang ada di belakang bisa ikut jatuh juga nanti bisa disebut tabrakan beruntun !!
    itu besi juga sangat mengganggu nanti kesenggol dengan pengendara sebelahnya gimana ???

  10. klo sambil motret saya mah biasa… :D
    paling emosiong liat orang naik motor dah nggak pake helm, dimulutnya sambil menghisap rokok, tangan kirinya mainin hape…. sudah jagoan apa?… rasanya vingin tak tabrax saja…

  11. Hahaa..Uda bisa aja..
    Mengemudi sambil memotret…
    iseng banget..!!

    Plus menyindir akyu Da..
    Aku pernah naik motor bawa sepeda ukurannya lumayan besar hihi..
    Dan pernah bawa Mie Instan 12 Dus di belakang..*pokoknya maluu* orang-orang pada ngelihatin..

  12. Yang lebih membahayakan adalah mereka yang naik motor sambil motret trus menayangkan hasil potretannya tentang pengemudi nekat di blognya! :) )

  13. Nah, ini masalahnya Uda, saya kenal dengan yang memetret tapi saya harus menanya siapa, dan caranya bagiamana untuk menghubunginya. Namun saya berharap pengemudinya berhenti dulu di pinggir jalan, kemudian untuk memotret….. :)

  14. Hahhahahha,,, pasti yang ketiga, papanya F4, ckckck,,, sangat tidak dibenarkan, hayooo,, bawa besi, lhoh,, hihihi…

    halo Uda, apa kabarnyo?

  15. Ke empat, mengemudi dengan membawa anak balita, trus di bonceng di belakang dengan terkantuk kantuk anaknya……

  16. Aku pernah bawa kompor gas Uda, ga ke atas gitu sih, tapi tetep aja serem bawanya. kalo motret, saat jadi boncenger ajah beraninya hihihihi

  17. Kalau saya seringnya lihat orang bawa sepeda dengan tumpukan gerabah yang menggunung … Tapi sepedanya di ‘tuntun’, jadi mungkin tidak se-membahayakan pengemudi yang bawa kulkas diatas :D

  18. saya paling greget dengan pengendara sepeda motor yang nyambi sms an, Uda. Bukan saja bisa membahayakan dirinya tapi juga pengguna jalan lainnya.

  19. Uda, meski kurang menyetujui prosesnya, saya mengagumi hasil karya pengemudi ketiga yang mengabadikan pengemudi pertama dan kedua. Salam

  20. Aduhhh…yg bawa kulkas itu, bahaya banget atuh… kan sepertinya nggak bisa ngeliat belakang lewat spion ya…

    Pengemudi ke tiga itu, ck ck ck… kayaknya saya kenal deh… hehehe…

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


3 + = 11

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge