bertemu komandan

Akhirnya, keinginanku untuk bertemu langsung dengan Pakde Cholik, sang Komandan Blogcamp terwujud juga. Kemarin, 19 Oktober 2012, bertempat di resto Pondok Cabe, Jl. Taman Siswa Yogyakarta, dengan ditemani istriku, Ajib dan Fatih, pertemuan hangat dan penuh kekeluargaan itu terjadi. Pakde Cholik, sosok blogger yang kukagumi dan hormati itu pun bisa kutemui secara nyata..

Beberapa hari sebelumnya, Pakde menghubungiku dan menanyakan kapan aku ada di Jogja. Beliau memang berencana untuk ke Jogja, bersilaturrahim dengan sahabat-sahabat blogger di situ dan  terkhusus ingin berbincang denganku soal penjurian Kontes Indonesia Bersatu bertajuk Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran yang tengah beliau gelar di blog tamanblogger.com. Dan, kami pun sepakat untuk bertemu di hari kemarin tersebut.

Sesungguhnya aku merasa tidak enak hati dengan beliau. Masa untuk sekedar membicangkan penjurian kontes tersebut harus jauh-jauh dari Surabaya ke Jogja? Tapi, siapa sih yang berani menolak dikunjungi Komandan? Bisa kualat nanti, hehehe… :)

Pakde menanyakan, kapan kita bisa bertemu. Kubilang, habis maghrib saja, sekitar jam 18.00 wib. Maka, selepas shalat magrib aku pun berangkat bersama istri dan Ajib-Fatih. Baru separuh jalan, tiba-tiba Pakde mengirimkan pesan singkat ke ponselku. Ternyata beliau sudah sampai di lokasi. Kulirik arloji, tepat pukul 18.00 wib! Alamak.. Alangkah tepat waktunya beliau.

Kupacu sepeda motorku sedikit lebih ngebut dari biasanya. Kukatakan pada istriku bahwa aku tidak enak hati, karena Pakde sudah menunggu dan waktunya pas seperti yang dijanjikan. Istriku maklum dan malah bergumam, “Disiplin banget Pakde itu ya..”. Aku membenarkan dalam hati.

Sampai di lokasi, langsung kutemui Pakde. Di sana juga sudah hadir Mas Akhmad Muhaimin Azzet, seorang penulis dan editor handal asli Jombang dan sekarang tinggal di Jogja. Pakde menyambutku dengan hangat. Kami bersalaman dan berpelukan, layaknya bapak dan anak. Sedikitpun beliau tidak mempersoalkan keterlambatanku. Malah menanyakan mengapa hanya dua anak saja yang kubawa. Akupun menyampaikan kalau Afif lagi UTS, jadi harus belajar, sedangkan Satira lagi di pondok.

Duo penguasa “tawuran” :D

Tak lama kemudian, Mbak Cahya, seorang psikolog kelahiran Denpasar yang tengah menyelesaikan Magister Psikologi-nya di Jogja, datang bergabung. Disusul kemudian oleh Mas Furqan a.k.a MF. Abdullah, seorang mahasiswa asal Pontianak yang memiliki beberapa lapak online.

Beberapa menit kemudian, datang juga Mas Taufiq, seorang mahasiwa asli Jogja yang sekampus dan satu kos dengan Mas Furqan. Yang membuat aku cukup surprise adalah bahwa ternyata aku dan Taufiq berasal dari satu pesantren yang sama. Haha.. sebuah kebetulan yang manis.. :)

Satu orang lagi yang ditunggu-tunggu Pakde adalah Idah Ceris, seorang blogger berasal dari Wonosobo dan kebetulan sedang berada di Jogja dalam rangka konsultasi skripsinya, dikarenakan pembimbingnya tinggal di Jogja. Idah menjadi bulan-bulanan becandaan kami, karena dia melafalkan singkatan universitas tempat kuliahnya dengan unik.

Idah kuliah di Universitas Sains Al-Quran di Wonosobo, disingkat UNSIQ. Dalam melafalkan huruf “Q”, dia menekannya sedemikian rupa, sehingga terdengar seperti huruf “qaf” (bahasa Arab) yang dibaca qalqalah. Kira-kira terdengarnya adalah seperti “unsiqeq”. Agak susah memang menggambarkannya dalam tulisan, tapi setiap kali Idah mengucapkannya, kami tertawa lepas. Dan, Pakde pun berkata:

“Yo wis, Dah.. Unbow ae apek”

“Unbow apaan, Pakde”

“Universitas Wonosobo”

“Emoh.. Unsiq tetep..”

“Hahaha….” :D

Obrolan hangat penuh kekeluargaan

Begitulah, obrolan kami mengalir dengan asyiknya, berpindah dari satu topik ke topik yang lain, seolah kami adalah orang-orang yang sudah sangat sering bertemu dan sudah kenal dengan baik. Blogging membuat kekakuan di antara kami mencair dengan begitu cepatnya..

Setelah lebih dari dua jam, segala kehebohan yang kami timbulkan di restoran tersebut, baik gara-gara obrolan maupun aksi narsis, akhirnya kami sudahi.

Aku sungguh beruntung akhirnya bisa bertemu Pakde Cholik. Kekaguman dan rasa hormatku kepada beliau semakin bertambah setelah pertemuan tersebut. Apa yang kupahami dari karakter beliau melalui blog ternyata sama persis seperti yang kulihat dalam kehidupan nyata. Tepat waktu, humble dan tanpa basa-basi adalah tiga hal penting yang kupelajari dari Pakde dari pertemuan tersebut.

Sahabat semua mau tahu apa oleh-oleh yang kami peroleh dari Pakde..? Ini dia… ;)

Sebuah buku berjudul “Yuk, Menulis Yukkk…” dan cokelat..! Hahaha.. Pakde memang kocak. Masing-masing kami yang hadir diberi sebungkus cokelat. Entah apa maksudnya, tapi yang jelas, sebungkus cokelat itu menjadi perlambang manisnya persahabatan kita yang terjalin melalui blog. Maturnuwun sanget Pakde.. :)

Pakde, Mas Azzet, Mbak Cahya, Mas Furqan, Mas Taufiq dan Idah.. Terima kasih atas pertemuan kemarin itu ya.. Semoga suatu saat kita bisa berjumpa kembali.

Idah, Cahya, Icha, Vizon, Pakde Cholik, Furqon, Azzet dan Taufiq… Ajib-Fatih..? Ketiduran, haha… :D

Sebelum kututup tulisan ini, ada sebuah pertanyaan yang dilontarkan Pakde kepada kami dan sepertinya menarik juga untuk sahabat semua di sini menjawabnya.

Begini..

Ada mitos yang disampaikan secara turun temurun dari para tetua kita tentang adab kesopanan. Sebagai contoh, anak gadis tidak boleh duduk di depan pintu, akan bisa berakibat susah jodoh. Jika dipikirkan lebih jauh, mitos tersebut bisa dilogikakan. Pintu merupakan jalan masuk, jika duduk di depannya, tentu menghambat orang yang akan lewat. Jodoh di sini merupakan perlambang dari tamu atau orang yang akan masuk rumah.

Nah.. ada satu mitos lagi yang mengatakan bahwa kita tidak boleh menyisakan makanan yang sedang kita makan. Mitosnya adalah jika makanan kita tidak habis, nanti ayam kita mati. Pertanyaannya, bagaimana melogikakan mitos ini? Sahabat punya ide..? :)

54 comments on “bertemu komandan

  1. aduhh..kalau makanan ga habis..nanti ayam mati….?
    hmm… jadi gini deh kaya nya. kalau kita ga ngabisin makanan, kita nanti bisa sakit. Nah, kalau kita sakit siapa coba yang ngasih makan ayam nyaaa?? :) :) :)

    hahahahha…ngawur banget ya udaaa…. X)

    salam hangat uda…
    salam buat pakde yaaa :D

  2. Mengenai mitos …
    Mungkin karena sisa … makanannya menjadi basi …
    karena basi … maka makanan tersebut akan kita kasih ke Ayam …
    ayamnya jadi sakit perut … keracunan …
    mati deh …
    hahahahaha … logika yang dipaksakan …

    Yang jelas …
    Saya ikut bahagia melihat pertemuan ini …
    Pak De sudah lama ingin ketemu Uda Vizon … demikian juga sebaliknya ..
    akhirnya kesampaian.

    This is the beauty of Blogging

    Salam saya
    nh18 recently posted..TAHU BACEMMy Profile

  3. Asyiiikk kopdar yang manis..

    Mengenai mitos, ini mitosnya kejam Nyiak..Menyisakan makanan ayamnya gak bakalan mati lagi, tapi hidup lebih makmur..Kan sisa makanan bisa diberikan kepada ayam mereka? Hehehe..

    Tapi ini cara nenek moyang kita menyampaikan pesan yang selalu beranalogi kali yah. Agar makanan dihormati kkarena dapatnya dengan susah payah. Jaman dulu padi itu kan pulangnya setahun sekali. Jadi jangan sampai mubazir..Sementara ayam juga adalah ternak berharga untuk diambil teluarnya atau untuk dijual..Dengan menakuti ayam akan mati, orang akan berpikir berkali-kali sebelum menyisakan makanannya. Terus mengapa ayam, kok bukan kambing atau sapi yang jelas lebiha mahal? Well, tidak semua orang punya sapi atau kambing..Tapi kalau ayam rata-rata orang kampung punya lah…Jadi kalau gak ngabisin makanan nanti sapinya mati, berlakunya cuma pada sedikit orang…
    Evi recently posted..Memahami Sifat Dasar Kemanusiaan KitaMy Profile

  4. Terima kasih banyak mas atas kesediaan untuk kopdar. Saya suka tempat dan juga makannya, nyamleng banget. Buku tebal itu juga akan menambah perbendaharaan perpus mini saya dan tentu juga semakin memperluas wawasan saya.

    Coklat itu memang sebagai lambang agar persahabatan kita coCok dan mengkiLAT ( baru ngarang.com) terus

    Semoga kita dapat berjumpa lagi.

    Salam hangat dari Semarang
    Pakde Cholik recently posted..Tim Tahu dengan Bakso Udang Ala ErwinMy Profile

  5. Selamat utk semua peserta kopdar gayeng ini ya Uda…
    Eh, kenapa ayam itu mati klo yg punya sering tak menghabiskan makanan? oo..mungkin itu ayam mati disembelih untuk dimasak sebagai lauk penerbit selera makan..haha… *ngawur pwoll*
    Mechta recently posted..Yang di nanti…My Profile

  6. Asiknya bisa kopdaran rame-rame di Jogja lagi. Hueheheh. Pengen ikutan juga Uda kapan-kapan. :D
    Kalo soal ayam yang mati mungkin kalo makanan kita ga habis, jadinya dikasih ke ayam, nah selain kekenyangan, mungkin pencernaan ayam yang biasanya makan makanan mentah (jagung dan sayur mentah) ga tahan makan makanan manusia yang dimasak mateng.
    *gek jelas* Hehehe..
    Dani recently posted..Saturday Photo SessionMy Profile

  7. Pertama, mengucapkan selamat atas suksesnya acara kopdar bersama PakDhe…
    Kedua, tentang mitos
    Kalau kita makan dan nggak dihabiskan, maka akan dibagikan pada ayam.
    Dan karena ayam itu nggak tertib dalam mengantre, maka mereka saling berdesak2an bahkan ada yg terinjak2 sampai mati.
    marsudiyanto recently posted..Sekali TempoMy Profile

  8. Kebetulan baca tulisan ini ketika anak2 lg pada makan :D Jadi yah meski keluarga saya nggak meliara ayam jadi nggak takut kalau pada mati ayam2nya.. tetap aja percaya kalau kita tidak boleh menyia2kan makanan ya mas. Salam kenal

  9. Pingback: MacGyver From Jombang |BlogCamppost

  10. Psst…Da, sebenarnya saya masih malu ati sama pakdhe, karena pas saya kopdar dengan beliau di Surabaya tahun lalu, saya datangnya telat bangget. :D
    Eh, ternyata Uda baru kali ini ya ketemu sang komandan…
    Hmm, kalo tentang mitos yang kedua itu, menurut saya sih, kalo kita tidak menghabiskan makanan kita, maka kita akan kekurangan tenaga. Sehingga kita bakalan lemes dan gak bisa ngasih makan ayam deh jadinya… :D *ngaco abis
    kakaakin recently posted..Nasi Kuning Khas SamarindaMy Profile

  11. Pingback: Andakah Pemenang Kontes Unggulan Indonesia Bersatu | Taman Blogger/post

  12. senangnya bisa ketemu dengan komandan ya uda. ada dua hal yang sama ketika kopdar dengan pakde waktu itu. yang pertama pakde bertanya anak-anak tidka diajak? waktu itu memang saya datang sendiri karena anak-anak tidur rencananya akan menyusul sama suami.
    yang kedua anak2 dapat hadiah coklat juga :)

  13. asyik memang bisa kopdar dengan Pak Dhe.. seneng menbaca ceritanya… luar biasa memang orangnya…

    Mengenai mitos, susah buat dilogikan.. mungkin logikanya Om Trainer bisa di terima kelihatannya…

  14. Pakdhe selalu on time ya? Mantab bang’get Pakdhe itu.. :)
    Eh kirain Uda uadah pernah ketemu Pakdhe sebelum ini, ternyata belum toh..

    Soal mitos, aku nyontek jawaban Pak Mars aja, Uda..hehehe..
    Dewifatma recently posted..Park Shi HooMy Profile

  15. Wah, selamat ya Uda. sudah bertemu dengan Sang Komandan.

    untuk mitosnya itu sering dikatakan pada anak-anak.
    mungkin dulu cerintanya ada anak yang punya ayam dan sayang sekali dengan ayamnya, dan dia juga sangat suka daging ayam, makanya orang tuanya nakut2in gitu, kl gak ya tar ayamnya di sembelih buat lauk biar dia semangant makannta #ngawur mode On.

  16. Alhamdulillah…., saya senang sekali kopdar kemarin. Di samping bertemu dengan Pakde, juga bisa berjumpa dengan Uda Vizon yang smart dan tulisan2 bagus dan bermutu. Terima kasih banyak ya Uda, semoga silaturahim ini menjadikan kita semakin mendapatkan rahmat-Nya.
    Akhmad Muhaimin Azzet recently posted..Kopdar di Jogja dengan PakdeMy Profile

  17. hmmm…mitosnya agak beda sama yg aku tau uda, kalo makan ga habis aku taunya si nasi bakalan nangis, waktu kecil kan serem bgt ngebayangin nasi nangis begitu hihihihi

    senangnya kopdar sama Pakdhe ya Da^^
    Orin recently posted..Tentang Nge-FFMy Profile

  18. Pakdhe Cholik memang sosok blogger yang layak kita jadikan anutan. Mas Vizon. Ramah, bersahabat, dan kata2nya selalu memancarkan kearifan. Alhamdulillah, saya pernah bertemu beliau dua kali. Pertama waktu di kendal, di rumah pak mars. kedua waktu di Surabaya.

  19. Pingback: Kopdar Pertamaku… « CAHYA SEORANG PSIKOLOG, ISTRI, IBU, PENGUSAHA, PENULIS, MILIARDER. AAMIIN. CAHYA TERLAHIR MENJADI PEMENANG, TIDAK PERNAH TERPIKIR UNTUK MENJADI PECUNDANG

  20. Pingback: Dari Yogyakarta Sampai Semarang |BlogCamppost

  21. Ketinggalan kopdar Jogja lagiiii…. Sama Pakdhe pula. Hiks… :(

    Tentang mitos, hmm…padahal saya gk pernah duduk di depan pintu lho, kecuali pas nungguin ponakan2 main di halaman deh.. #eeaaa
    Kalau yg kedua, mitosnya sama kaya Teh Orin, kalau maemnya gk habis nanti nasinya nangis. Lalu ‘dibuktikan’, nasi sisa makannya dimasukkan Titik kecil ke lemari makan (jaman itu blm ada magic jar), besok paginya ditengoki dan benar saja, nasinya jadi berair. Titik kecil pun percaya kalau nasinya nangis :D

  22. wahhh… Uda ketemu Pakde…
    iri saya… kepengen juga ketemu Pakde…

    Mitos itu juga dulu saya denger waktu kecil… waktu itu yang terpikir “apa hubungannya ya? ”
    dan sekarang saya suka ketawa kalau ingat, betapa tidak masuk akalnya mitos itu, hanya sekedar menakut-nakuti anak kecil aja…

  23. saya waktu kopdar di bekasi yang paling terakhir datangnya hihihihi….soale jalannya muaceet banget….mungkin pakdhe marah juga kali yach di dalam hatinya hehehe….
    nia/mama ina recently posted..Tentang WaluMy Profile

  24. weleh2…sumpah deh…jadi iri melihat orang2 kopdar apalagi sang komandan yg ditemui plus ditambah cerita uda yg sangat apik….
    untuk mitos ayam….saya nyerah uda…maklum saat nulis komentar ini baru aja melek mata…(mumpung belum ada saingan pakai komputer….hahahaha)

  25. KOPDAR yang mengasyikan dan meninggalkan suatu pertanyaan tentang sebuah mitos, dan banyak jawaban yang dapat diloikakan sudah terjawab diatas. Namun, disini hanya dapat memberikan sebuah keharuan bagi para sahabat blogger yang dapat bertemu dan berjumpa disuatu tempat. Semoga persahabat ini dapat terus terjalin dan memberikan suatu nilai motifasi positif untuk bersama.

    Sukses selalu
    Salam Wisata

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


4 + = 9

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge