Istilah perjalanan hati, kudapatkan pertama kali dari Nechan Imelda melalui tulisannya berjudul “Perjalanan Hati”. Di situ, beliau mengatakan bahwa, setiap kali melakukan perjalanan, yang menjadi tujuannya adalah menemui orang-orang yang dikenal, keindahan alam yang didapat, dianggap sebagai bonus semata. Dengan kata lain, perjalanan hati bermakna silaturrahmi, mempererat hati yang sudah disatukan oleh sebuah tali yang bernama persaudaraan.
Liburan kali ini, kami pun melakukan hal tersebut. Insya Allah dari 28 Desember 2012 sampai 14 Januari 2013, kami akan berada di kampung halaman, Sumatera Barat, tepatnya di Bukittinggi dan Payakumbuh. Namun, perjalanan hati kami kali ini, juga diikuti dengan penataan hati yang luar biasa. Mengapa bisa begitu?
Berikut 3 alasannya:
1. Hati yang tertinggal
Pulang kampung kali ini, terasa kurang lengkap. Sebab, salah satu buah hatiku, Satira, tidak ikut. Karena jadwal liburannya yang berbeda dengan kakak dan adik-adiknya, membuat dia tidak bisa ikut.
Sebagian sahabat tentu sudah mengetahui bahwa putriku tersebut tengah belajar di Pesantren Gontor Putri. Di situ, tahun ajarannya menggunakan penanggalan Hijriyah, dimulai Syawwal dan berakhir Ramadhan, dan liburan pertengahan tahun mereka dilaksanakan pada bulan maulid, yang kali ini dimulai pada tanggal 21 Januari 2013 mendatang.
Karena alasan kepulangan ke kampung kali ini juga cukup penting, maka dengan berat hati kami pun harus tidak mengikutkan Satira. Selama ini, hampir tidak pernah kami pergi dengan formasi yang tidak lengkap seperti ini, namun demi tujuan yang lebih besar, kami harus menata hati untuk bisa ikhlas menjalankannya.
2. Kesedihan hati yang berulang
2 tahun yang lalu, tepatnya pada 26 Desember 2010, kami pun melakukan perjalanan pulang kampung ke Sumatera Barat. Namun, perjalan kali itu, dipenuhi dengan kekalutan yang luar biasa. Sebagaimana yang pernah kuceritakan pada tulisanku berjudul “Mendidik Sampai Akhir”, perjalanan kami ketika itu adalah karena ibu mertuaku meninggal dunia.
Masih tergambar dengan jelas di benak ini, bagaimana kami tergopoh-gopoh mempersiapkan kepulangan yang mendadak tersebut, disertai dengan kesedihan teramat sangat. Selama perjalanan, tidak ada yang bisa dinikmati. Kami hanya punya satu pikiran, harus segera sampai di kampung dan sedapat mungkin ikut dalam prosesi pemakamam Ibu.
Bayang-bayang pengalaman pulang kampung dua tahun yang lalu itu, sempat menyeruak di pikiran kami dan suasana yang menyedihkan tersebut kembali terasakan. Namun, semua itu buru-buru kami tepis dengan menata hati untuk tidak mewarnainya dengan kesedihan.
3. Menyenangkan hati
Kepulangan kami kali ini sebetulnya adalah dalam rangka menghadiri prosesi pernikahan adikku yang insya Allah akan dilaksanakan pada 11-13 Januari 2013 mendatang. Aku 8 bersaudara, 6 dari kami sudah berumahtangga, dan yang akan menikah nanti adalah adikku yang ketujuh. Di antara kami yang sudah menikah, baru adikku ini yang akan melaksanakan pernikahannya di kampung kami, Kanagarian Magek, Kab. Agam dengan calon istrinya yang berasal dari Pasar Usang, Kab. Padang Pariaman. Karena dilaksanakan di kampung, maka hampir semua prosesi adat, akan dilaksanakan. Inilah yang menjadi daya tarik bagiku.
Ketika keduaorangtuaku menyampaikan rencana ini, tertangkap olehku dari nada bicara mereka, sangat mengharapkan kami semua hadir dalam peristiwa bersejarah tersebut. Meski secara eksplisit mereka mengatakan bahwa kalau terasa berat, tidak apa-apa tidak pulang, namun nada bicara mereka tidak dapat menyembunyikan harapan tersebut.
Maka, demi menyenangkan hati keduaorangtuaku, dan juga ingin memberikan pengalaman budaya yang penting bagi anak-anak, kami pun putuskan untuk mengisi liburan kali ini dengan pulang kampung.
Alasan inilah yang mampu menepiskan dua alasan di atas tadi. Sehingga, meski terasa kurang lengkap dan dibayangi kesedihan lama, kami tetap berupaya menikmati liburan pulang kampung kali ini.
So… selamat mengikuti perjalanan hati kami ya kawan-kawan.. Semoga berkenan di hati..



#bersiap pergi baralek ke magek minggu depan #meskipun belum diundang
Satira sedang berada di kawah candradimuka, mempersiapkan dirinya menjadi Bundo Kanduang sejati. Sesekali tidak bepergian bersama tidak akan membuatnya galau, karena yang galau itu pasti mama dan papanya…
#bersama ini, pengurus Surau Inyiak, mengundang penguasa Ladang Jiwa untuk hadir dalam Baralek di Magek, minggu depan.. Saahhh..
Mama dan Papa Satira semakin galau karena belum kesampaian makan dendeng baracik..
padahal di solok lai tu nyiak.. gak usah jauh2 ke danau ateh/danau bawah.
LJ recently posted..LJ [whatever] Photo Challenge: My 2012 in Pictures
Asik liburannya uda… hehehe
Mohon Doanya uda, ane dapat kabar dari kampung kondisi abah kurang sehat, jadi dalam waktu dekat ane juga harus pulang kampung dulu…
MF-Abdullah recently posted..Foto Facebook Filihan [F3] : IRONIS !
Saya doakan, semoga Abah Mas Furqan segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT., amin…
Perjalanan hati…. un voyage du coeur. Suatu kebetulan temanya seperti blog saya, dan senang rasanya mengetahui bahwa makna lainnya juga silaturrahmi.
Semoga perjalanan hati ke kampung halaman bermakna mendalam meski tanpa sang putri.
Susindra recently posted..Cikakak, Monyet dan Sapi perah
Wah, kebetulan sekali ya, judul postingan saya sama dengan tema blognya Mbak Susindra..
Amin… terima kasih Mbak..
kalo ada yang married emang mendingan ngumpul ya… pasti lebih berarti buat si pengantin dan juga buat orang tua tentunya..

arman recently posted..Snoopyland
Mestinya memang ngumpul, Man. Namun, ada beberapa alasan krusial yang membuat momen penting tersebut tidak bisa dihadiri oleh seluruh anggota keluarga.. Salah satu contohnya, adik bungsuku dalam kesempatan ini tidak bisa ikutan, sebab dia yang lagi kuliah S2 di UGM tengah menghadapi ujian semester di tanggal tersebut.
perjalanan hati akan membekas selalu ya pak
Lidya recently posted..Subway Surfer
Iya Mbak Lidya, insya Allah..
Wah…, ceritanya Uda ini pulang kampung ya….
Sebuah Perjalanan Hati memang, apalagi dibayangi kesedihan yang lama, namun menghadiri prosesi pernikahan tentunya bernilai tersendiri.
Akhmad Muhaimin Azzet recently posted..Launching Blog: Giveaway Senangnya Hatiku
Insya Allah, dengan ketulusan hati, semuanya akan menyenangkan hati, Mas Azzet
…..”menyenangkan hati keduaorangtuaku, dan juga ingin memberikan pengalaman budaya yang penting bagi anak-anak, kami pun putuskan untuk mengisi liburan kali ini dengan pulang kampung.”
Waaahh… satu perjalanan bisa menyenangkan semuanyaaa…
Iya Mbak Niken, semoga perjalanan ini bisa menyenangkan semuanya..
cukup panjang juga waktu pulkamnya uda, 3 minggu…,pasti mengesankan mengurus detail acara adat yang pastinya menyatukan keluarga besar…
sebelum repot beberes sempat jalan-jalan dulu kan uda? wisata kuliner dong …nyari dendeng baracik
monda recently posted..Giveaway Senangnya Hatiku : Blogging yang Menyenangkan
Awalnya kami berencana akan pulkam beberapa hari jelang acara saja, namun karena anak-anak juga lagi liburan, maka tentu bisa lebih awal pulangnya. Tujuannya, ya biar bisa jalan-jalan dan berburu kuliner yang salah satunya adalah dendeng baracik, hehehe… *melirik dokter gigi yang tinggal di aur kuning*
Perjalanan hati…. Dalam setiap perjalanan memang selalu ada makna dan tujuan nya… Entah untuk sekedar bertemu seseorang yang sudah lama engga ketemu atau mungkin liburan..
Dalam perjalan juga kadang seringggg banget deh tiba- tiba tampa disadari merenung sendiri..
Waktu di hotel…
Waktu di dalam mobil..
Waktu sebelum tidur….
Secara engga sengaja selaluu aja ada yang membuat saya ngerenung dadakan..hahaha…. Lucu juga. tapi seriusan, merenung dalam perjalanan itu kegiatan merenung paling pas.
Semoga lancar ya uda acara nikahan adik nya ya Uda…
salam hangat…
Merenung itu penting, Fizi..
Yang sebaiknya dihindari adalah bermenung alias melamun, hehe..
Terima kasih, Fizi..
Untuk yang nomer 1 …
saya sangat bisa merasakan apa yang menjadi kegundahan hati Uda dan Uni …
terasa kurang lengkap jika anak padusi semata wayang tidak ikut …
tepi betul kata uda … “demi tujuan yang lebih besar, kami harus menata hati untuk bisa ikhlas menjalankannya. …”
dan satu kalimat lagi yang saya suka …
“… memberikan pengalaman budaya yang penting bagi anak-anak …” setuju sekali ini Uda … karena sekalipun mereka dibesarkan di Yogya … dengan segenap budayanya … tetapi dalam diri mereka mengalir deras darah Minang … dan mereka harus merasakan “pengalaman budaya” sebagai orang Minang …
Saya yakin ini akan menambah “kaya” wawasan anak-anak
Salam saya Uda
nh18 recently posted..FOTO DI STUDIO FOTO
baru tahu saja Uda… kalau pendidikan pesantren itu berbeda tanggal masuknya…
semoga nanti event yang lebih besar semua anggota keluarga bisa lengkap…
selamat tahun baru ya…
Wah, ditunggu reportase upacara adat pernikahan adiknya… *salah fokus*
milo recently posted..Kakao
Kalau Uda perjalanan hati tanpa Satira, aku perjalanan hati tanpa Gen.
Waktu 2 minggu benar-benar untuk keluarga, hanya dua hari untuk teman SMP, dan kurasa itupun perjalanan hati merangkai kenangan 30 th yang lalu
Imelda recently posted..Ulang Tahun
Ikut dalam barisan syukur tuk perjalanan hati kelg Uda Vizon ke Magek. Kehadiran kelg Uda menjadi peneguhan hati adinda memasuki bahtera kelg baru dan penghiburan kerinduan hati ayah bunda di Magek. Salam