istano basa pagaruyuang

Perjalanan Hati #1

Salah satu destinasi wisata budaya di Sumatera Barat yang patut dikunjungi adalah Istano Basa Pagaruyuang yang terletak di kecamatan Tanjung Emas, kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Istano berbentuk rumah gadang khas Minangkabau ini merupakan replika dari istana Raja Adityawarman yang menjadi penguasa Kerajaan Pagaruyung  yang berlangsung kira-kira dari tahun 1347 hingga 1376.

Dari informasi Wikipedia, diketahui bahwa Istano Basa yang berdiri sekarang sebenarnya adalah replika dari yang asli. Istano Basa asli terletak di atas bukit Batu Patah dan terbakar habis pada sebuah kerusuhan berdarah pada tahun 1804. Istana tersebut kemudian didirikan kembali namun kembali terbakar tahun 1966. Pada 1976 istana ini kembali dibangun dan pada akhir 1970-an, telah bisa dikunjungi oleh umum.

Aku terakhir kali berkunjung ke istana tersebut pada tahun 1992, semasa kuliah di Padang, bersama kawan-kawan seangkatan. Sampai kemudian kudengar kabar bahwa pada 27 Februari 2007, istana tersebut kembali terbakar hebat akibat petir yang menyambar di puncak istana. Peristiwa ini mengakibatkan bangunan tiga tingkat ini hangus terbakar melenyapkan sebagian dokumen, serta kain-kain hiasan. Diperkirakan hanya sekitar 15 persen barang-barang berharga yang selamat. Barang-barang yang lolos dari kebakaran tersebut sekarang disimpan di Balai Benda Purbakala Kabupaten Tanah Datar. Dari beberapa kabar, kudengar bahwa istana ini sudah kembali dibangun dengan biaya yang lumayan besar.

Aku penasaran ingin mengetahui seperti apa istana tersebut pasca dibangun kembali itu. Maka, pada 31 Desember 2012 yang lalu, aku mengajak istri dan anak-anakku untuk berkunjung ke situ. Aku memilih waktu pada pagi hari dengan harapan pada sorenya sudah bisa kembali ke Payakumbuh. Sebab, menurut kebiasaan, pada sore hari jelang tahun baru, jalanan Payakumbuh-Bukittinggi akan padat oleh masyarakat yang akan merayakan momen pergantian tahun di pelataran Jam Gadang.

Lebih kurang satu setengah jam perjalanan dari Payakumbuh, kami sampai di Pagaruyung pada pukul 11.30 WIB. Tampak dari kejauhan bangunan istana tersebut telah rampung dibangun. Namun, begitu mendekat ke pintu utama istana tersebut, kami harus kecewa. Ternyata, bangunan tersebut belum bisa dimasuki. Masih ada beberapa bagian yang belum selesai dikerjakan. Menurut rencana, di awal tahun 2013 ini akan rampung semuanya dan dibuka untuk umum setelah diresmikan oleh Presiden SBY. Rupanya butuh waktu cukup lama juga untuk bisa membangun kembali istana tersebut.

Kecewa sekali sebetulnya. Tapi, begitu melihat bangunan istana yang megah, dikelilingi oleh surau, tabuah dan rangkiang serta dilatari oleh Gunung Bungsu nan indah, rasa kecewa itupun sirna. Maka, hasrat narsis kami pun menggelora untuk segera disalurkan.

Jadilah akhirnya kami hanya berfoto-foto ria di halaman istana tersebut..

Nah… bagi sahabat yang berkeinginan untuk berkunjung ke Istano Basa Pagaruyuang ini, sebaiknya tunda dulu sampai tempat ini benar-benar dibuka  untuk umum ya.. :)

11 comments on “istano basa pagaruyuang

  1. mungkin sengaja ditutup Nyiak.. karena tahun baru kayaknya para tukang pun diliburkan.. sedangkan pengunjung cukup ramai, sehingga kuatir mengganggu pekerjaan bagian2 yg belum selesai.

    Waktu bundo ke sana bersama Mamih Ly 2011 dan bareng Kak Monda 2012, tukang juga masih bekerja, tapi krn pengunjung sepi kami diperbolehkan masuk istana sampai ke dapur melihat tukang yang sedang mengukir.. Mamih bilang tukang ngukirnya dikit banget, sedangkan yang mau diukir segitu banyaknya.. xixi. Makanya selesai lamaaa banget.

    jika sudah sempurna pembangunannya, Ajib dan Fatih ke sana lagi.. Insya Allah.
    LJ recently posted..LJ [whatever] Photo Challenge: My 2012 in PicturesMy Profile

  2. Seingat saya …
    waktu saya bertugas di Sumatera Barat tahun sekitar 1990 – 1991 …
    saya pernah ke Rumah Gadang …
    Namun saya lupa … waktu itu saya ke Istana Pagaruyung ini atau ke Batu Sangkar ya …

    Perjalanan Hati … pengalaman Budaya untuk anak-anak … mulai terasa disini Uda …
    Semoga anak-anak menikmatinya …

    Salam saya

    (BTW … foto “marahan” itu nggak dipajang Da ?)
    (foto yang manakah itu ? … tanyakan ke Uni yo Da … hahahaha ….)
    nh18 recently posted..KID’S INSTINCTMy Profile

  3. ya waktu itu sedang pengerjaan ke arah atas, bagian lambung kiri kanan rumah sudah dihias aneka kain2 seperti di pelaminan, bahkan sudah ada papan informasi di berbagai sudut,
    mungkin sudah dekat banget peresmiannya ya
    lihat koleksi fotonya si bundo aja da

  4. Jadi pengen ke sana nih uda… penasaran… saya kan belum pernah ke Padang… Pasti seru kalau ke sana sambil hunting foto :) pasti keren- keren foto nya.

    Semoga kapan- kapan bisa ke sana… aminnn

    salam hangat..

  5. Istanonya indah nian Uda. Apalagi ditambah pemandangan yang segar dan nikmat dipandang di sekelilingnya. Semoga saja ditemukan langkah-langkah pencegahan agar istana tidak mudah terbakar lagi ya Da..
    Dani recently posted..Musik Pengiring TidurMy Profile

  6. hmmm kayaknya aku pernah ke sini deh sekitar 1988 an …. Tapi ya gitu foto-foto jaman dulu kan bukan digital jadi sudah raib ntar kemana… hiks

  7. Terima kasih Uda berbagi cerita serta gambar2 penikmat istano basa Pagaruyuang, semoga suatu saat bisa menikmati keindahan alam dan budaya Ranah Minang. Salam
    prih recently posted..Tembang TebingMy Profile

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


5 + = 10

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge