soto taruko pasaratas

Perjalanan Hati #2

Pulang kampung ke Bukittinggi, tentu kurang lengkap jika tidak bersilaturrahim ke sahabat blogger yang tinggal di sana. Aku yakin, kebanyakan sahabat dapat menebak siapa blogger yang kumaksud. Yak.. siapa lagi kalau bukan Bundo Adel Rahmi a.k.a Bundo Bukik a.k.a Bundo Dentist.. :)

Setelah melalui perdebatan panjang dan berbelit-belit, mengalahkan perdebatan anggota DPR (halah..! :D ), kami pun sepakat  untuk berkunjung ke Aur Kuning, tempat kediaman si Bundo pada hari Minggu, 6 Januari 2013. Dan tepat pukul 12.00 wib, (jam ini sengaja dipilih, biar pas dengan waktu makan siang ;) ), kami sampai di lokasi. Dan, seperti sudah paham dengan gelagat kami, si bundo pun menyambut dengan masakan andalan beliau, yaitu soto!


Soto Aur Kuning nan lamak bana..

Soto spesial tersebut sangat menggugah selera. Dan, si lagi-lagi si bundo sudah paham siapa tamunya. Sebotol kecap manis, tersaji dengan cantiknya di atas meja. Ajib dan Fatih tersenyum senang melihatnya. Mereka memang belum begitu terbiasa dengan rasa pedas yang menjadi ciri khas masakan Minang.


Bersama Mama Bundo dihalaman rumah beliau nan asri

Setelah lebih kurang dua jam bersilaturrahim di rumah Bundo, kami pun  melanjutkan kunjungan ke Taruko. Aku mendapatkan informasi mengenai tempat ini dari Kak Monda yang pernah berkunjung ke sana dengan ditemani Bundo tentunya. Maka, kami pun tidak mau ketinggalan dan meminta Bundo untuk menemani kami ke sana.

Taruko sebetulnya adalah sebuah kafe milik orang asing yang dibangun di kawasan Ngarai Sianok. Tatanannya nan apik dengan nuansa Minang yang unik, membuat tempat ini sangat menarik untuk dikunjungi. Namun sayangnya, karena lagi musim hujan, maka air sungai yang mengalir di bawahnya menjadi keruh, tidak sebening biasanya. Tapi tidak jadi soal. Suasananya tetap mampu melahirkan kebahagiaan di hati kami.

Sebagai orang yang suka difoto, pertemuan kami dengan orang yang hobi fotografi, sangatlah klop. Maka, dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, kami pun bersedia menjadi objek sasaran kamera si Bundo. Inilah salah satu hasilnya..

Menutup kegiatan hari itu, kami pun menyudahinya dengan makan-makan di Pasar Atas Bukittinggi. Kali ini bukanlah nasi kapau yang menjadi tujuan kami, tapi sebuah warung kaki lima yang menjual Es Tebak. Anda tahu apa itu es tebak? Ia adalah nama lain dari es campur dengan es serut di atasnya.

 Melepas haus dan lapar di Pasar Atas (foto minjam dari facebook si bundo)

Setelah puas makan dan minum di sana, kami pun menuju parkiran untuk segera pulang. Namun sebelumnya menyempatkan diri dulu berfoto-foto di pelataran Jam Gadang. Tidak lengkap bukan jika tidak berfoto di situ? :)

Begitulah pertemuan kami dengan Bundo sang dokter gigi yang penuh rasa kekeluargaan dan kehangatan.

Terima kasih ya Bundo.. Semoga suatu saat kami bisa menikmati soto bikinan Bundo lagi, hehe.. :)

And as usual, This is The Beauty of Blogging..

48 comments on “soto taruko pasaratas

    • Postingan ini harus segera terbit, Bundo, karena amat sangat penting sekali, meski pengurus surau inyiak lagi sibuk masak randang dan manyiriah keliling Magek, hehe.. :)

      Ditunggu postingan balasannya, Bundo..

  1. wew … itu es campurnya menggiurkan sekali. dekat sini ada yg jual mirip kek gitu, tpi rasanya pasti deh lebih enak di tempat aslinya.

    jadi penasaran rasa soto made in Emak LJ. .. kayak apa yaaa …

  2. mambaco tulisan uda, taragak ambo jo padehnyo samba di kampuang… hehehe
    kapan-kapan kalau uda mau wisata ke bukit, wajib lapor aku terlebih dahulu! biar kita bisa kopdar(dan mungkin menikmati makan siang dengan soto si bundo… :P )

  3. (jam ini sengaja dipilih, biar pas dengan waktu makan siang ….)
    Hahaha … jujur banget nih si Uda … mbok ya pake lagu melayu dikit … biar eiylekhan …

    satu lagi kalimat …
    Maka, dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, kami pun bersedia menjadi objek sasaran kamera si Bundo …

    Naaaahhh … kalo ini memang cara narcis yang “eiylekhan” …

    Hahahaha

    Indeed … This is the beauty of Blogging

    Salam saya
    (BTW : Ajib Fatif suka Kecap ??? Onde mande … lah jadi urang Jawa ko Da ???)

    • Kan, sesuai dengan salah satu prinsip ngeblognya Om Nh, tidak bohong.. Jadi,harus jujur kan soal waktu kedatangan ke rumah si bundo? haha.. :D

      Nah, kalau menjadi sasaran kamera si bundo, itu memang harus rela, karena kami juga suka.. :D

      Tapi beberapa hari ini, Ajib Fatih sudah mulai bisa makan yang pedas-pedas, Om. Meski harus didampingi minuman manis.. Ini gara-gara sudah kelamaan makan tahu dan tempe bacem kayaknya… :D

  4. soto taruko, kirain ada lagi wiskul selain itiak lado mudo di turunan,
    ternyata sajian lebih istimewa, apa ini salah satu pemanggil lagi uda …

    foto di bogenvil itu mesranya .. kompakan biru nih.., bintang tv Cathy’s House gitu lho

    • wkwkkk.. soto tarukonya gak ada kak.. yg ada soto Aua..
      lain kali kk musti santai kayak inyiak, 14 hari di ranah minang.
      kmrn kita kejar2an jadwal.. sampe duduk di rumah Aua aja kagak sempat, aplg dibikinin soto :P
      LJ recently posted..Tasaro G.K | AjujMy Profile

      • Los Lambuang … Los Lambuang maimbau … !!!

        BTW … kak monda masih ingat Cathy’s House …

        Bu Tuti gimana kabarnya ya ???
        nh18 recently posted..QUESTIONMy Profile

  5. he..he.., iya mak kecele judul …
    rupanya uda mau cerita makan soto, ke taruko lalu pasar atas.., disangka ada soto taruko

  6. kapan ni bisa sampe ke bukit tinggi :)
    senangnya pulang kampung sekalian kopdar ya Uda..

    dan nampaknya hobi difoto itu tidak hanya pada Uda ya, tapi juga sekeluarga… hehehe

  7. Pingback: Soto Minang d’Sotoy « LJ.returns

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


3 + = 12

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge