panen ikan

#Perjalanan Hati 5

Salah satu kelebihan menggelajar perhelatan di kampung adalah kita bisa memaksimalkan hasil bumi yang kita miliki. Seperti yang kuceritakan pada postingan berjudul Masak Randang dan Kalamai, bahwa kami membutuhkan 200 butir kelapa untuk itu. Nah, kelapa-kelapa tersebut adalah hasil dari kebun yang ada di kampung. Kalau pun ada yang dibeli, paling untuk tambahan saja.

Semestinya kami juga bisa memanfaatkan beras dari sawah kami. Namun, kebetulan saat itu padinya belum sampai umur untuk dipanen. Jadilah kami harus membeli beras. Oya, beras yang berasal dari Bukittinggi dan sekitarnya bernama kuruik kusuik. Menurutku, beras ini lebih enak dari beras Solok yang terkenal itu. Namun, karena beras solok sudah kadung terkenal duluan, ditambah lagi dengan lagunya yang sangat populer itu, jadilah selain beras solok kalah pamor di Sumatera Barat, hehe.. :) (siap-siap diomelin orang Solok).

Hasil bumi lain yang kami manfaatkan adalah ikan. Ya.. kebetulan kami memiliki sebuah kolam ikan (dalam bahasa Minang disebut tabek) yang menurut penuturan Mak Etek-ku, lumayan banyak isinya. Kemungkinan cukup untuk memenuhi kebutuhan hajatan kami nanti. Setelah bersepakat, maka kami pun memutuskan untuk memanennya.

Sehari setelah masak randang dan kalamai, kami pun memanen ikan-ikan tersebut. Pagi-pagi sekali, kolam kami keringkan. Beberapa jam kemudian, kolam pun kering dan siap kami panen. Kegiatan ini tentu menjadi hiburan tersendiri bagi anak-anak dan keponakanku. Tanpa menunggu komando lebih lanjut, mereka pun turun ke dalam kolam untuk memamen ikan sekaligus bermain lumpur. Seruuu… :D

 Memanen ikan sambil bermain lumpur.. Asyiikkk.. Seruuu…

Anak-anak dan keponakanku benar-benar menikmati bermain lumpur tersebut. Agak sulit untuk menyuruh mereka berhenti. Sepertinya energi mereka tidak ada habis-habisnya untuk bermain. Senang sekali melihat kegembiraan mereka tersebut.

Setelah hampir tiga jam bermain lumpur, kegiatan memanen ikan itupun berakhir. Dan.. tanpa bisa melakukan perlawanan apapun, para ikan itu pun dengan pasrah tergolek indah di piring pada hari baralek, seperti di bawah ini… :)

Pangek Ikan nan sangat menggoda.. 

Ikan goreng balado yang memporak-porandakan program diet seseorang.. :D

Kampung dengan segala keasrian dan keasliannya, sungguh sangat memberikan kebahagiaan di jiwa dan raga. Akankah kampung seperti ini suatu saat akan terjajah dengan hutan beton pula? Jangan sampai…!

Bersambung…

22 comments on “panen ikan

  1. Haduuuuuh senangnya! Riku ingin sekali seperti itu, cuma sayang setiap mudik aku yang tidka sempat ngajak mereka ke empang.
    Dan masakan ikan! Aku lebih suka ikan dari daging jadi Pangek dan ikan balado itu benar-benar menggoda….. huhuhuh LAPAAAAARRRR
    Imelda recently posted..Ulang TahunMy Profile

    • Pangek tersebut biasanya kalau sudah seharian, tidak dipanaskan, melainkan digoreng kering… wuiihh… ini tak kalah sedapnya, Nechan…. :-)

  2. ikan ameh goreng kariang tu.. ado di hadapan bundo.. tapiiiii, krn pas makan berhadapan jo niniak mamak, tapaso agak jaim saketek.. wkwkwkk. memang waktu itu ikan balado tu ludes dalam sekejap, itu artinyo lamak sangaik..!

    puaslah ajib dan fatih pulang kali ini, bebas main lumpuurrr… dan habis itu makan lamak.
    LJ recently posted..Baralek ka MagekMy Profile

    • Bundo memang rada “apes” kemaren itu, pas duduk, eh ninik mamak juga pa a datang. Keliatan sih Bundo malu-malu, hehehe…
      Eh iya, ada satu lagi menu yg tak kalah serunya. Yaitu gulai ayam lado ijau.. Ya mirip-mirip itiak lado mudo tu lah, haha… :D

    • Pangek itu beralaskan nangka muda yg amboi lamaknyo..
      Dan yg spesial dari pangek tersebut adalah kalau sudah seharian, tidak perlu dipanaskan, tapi digoreng kering…. mmmm…. maknyus… :-)

      Bermain lumpur di tabek itu memang mengasyikkan, Uni. Semoga ini menjadi kenangan indah bagi anak-anak.. :-)

  3. ikan segar baru ambil dari tabek itu manisnya luar biasa, lezaat …, cuma digoreng kasih garam doang aja udah enak apalagi dibumbui pekat seperti itu, jangan2 bisa abis sepiring untukku saja wk..wk…

    lihat Ajib dan Fatih riang seperti itu pasti pengalaman ini akan teringat terus, seperriku juga da … Pengalaman nagkap ikan yg lompat2 keluar dari lumpur itu sungguh seru
    Monda recently posted..Kupu-kupu dan Bunga SemakMy Profile

  4. Ajiibbb … Fatiiiihhh … Om Ikutaan ddwwooonnggg …
    asik bener tuh keknya …
    Nangkep ikan plus maen lumpur …

    aaahhh pengen bener inih … apa lagi ngeliat ikan yang udah siap disantap ituh …
    ggggrrrrrr …

    salam saya
    nh18 recently posted..KARSINI # 6 : AYUMIMy Profile

  5. Aduhh.. itu ikan nya enak banget kaya nyaaa.. mauuuu udaa :D
    emang asik ya alau punya kolam ikan sendiri dan kebun sendiri…. bisa panen :)

    salam hangat..

  6. Pernah membaca keunggulan beras lokal Bukittinggi, kekayaan genetik negeri. Bermain sambil panen ikan jadi kenangan tak terlupakan, rumah di Kweni ber’tabek’kah Uda? Salam
    prih recently posted..Tembang TebingMy Profile

  7. wah pak uda kalau dikampung sana ternyata hasil buminya adalah panen ikan enak nih bisa makan makan tapi kalau di jogja yah nggak papa punya kolam ikan sendiri pak uda

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


+ 2 = 8

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge