main air

Perjalanan Hati #8

Sebelum dan di sela-sela kesibukan mempersiapkan perhelatan besar di kampung, seperti yang kuceritakan dalam beberapa postingan sebelum ini, kami masih sempat berwisata ke beberapa tempat yang cukup tersohor di Sumatera Barat. Dua di antaranya, adalah yang berkaitan dengan air, yaitu:

1. Danau Singkarak

Setiap kali melakukan perjalanan Bukittinggi-Curup, aku mesti melewati danau yang terletak di dua kabupaten di Sumatera Barat, yakni kabupaten Tanah Datar dan kabupaten Solok.  Danau yang memiliki luas 107,8 km² ini merupakan danau terluas ke-2 di pulau Sumatera. Danau ini merupakan hulu Batang Ombilin. Namun sebahagian air danau ini dialirkan melalui terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak di dekat Lubuk Alung, kabupaten Padang Pariaman.

Setiap kali melewati danau tersebut, aku selalu berharap agar suatu saat dapat mengajak keluarga berwisata dan bermain air di situ. Dan alhamdulillah, pada akhir tahun 2012 kemaren tersebut, harapan tersebut kesampaian.

Berwisata ke danau, tidak lengkap jika tidak bermain air alias berenang bukan? Nah, itulah yang langsung dilakukan oleh Ajib dan Fatih begitu kami berhenti di salah satu sisi danau tersebut. Tanpa menunggu persetujuan lebih lama dari kami, mereka pun langsung melepas pakaian dan menceburkan diri ke dalam air danau yang dingin tersebut.


Bermain air di Danau Singkarak

Air yang jernih dan dingin tersebut tak menyurutkan hasrat kedua bocah kecilku tersebut untuk terus bermain. Cukup lama untuk bisa menyuruh mereka naik kembali ke daratan. Susu hangat dan mie rebus adalah senjata ampuh untuk memanggil mereka.. :)

2. Lembah Harau

Sebetulnya kami tidak berwisata ke salah satu destinasi wisata andalan kabupaten Lima Puluh Kota ini. Sebab, dalam kepulangan kami beberapa tahun silam, kami sudah berkunjung ke sini, seperti yang kuceritakan dalam postingan berjudul Pulkam1: Payakumbuh. Kunjungan kami ke situ sebenarnya adalah untuk bersilaturrahmi ke rumah kakak sepupu istriku yang baru dibangun.

Awalnya kami pikir, rumah kakak tersebut masih jauh dari kawasan Lembah Harau. Tapi ternyata, rumah beliau benar-benar berada di kawasan tersebut. Begitu memasuki halaman rumahnya, kami langsung berdecak kagum. Bukan soal desain rumahnya, tapi karena pemandangan indah yang mengelilingi rumah tersebut.

Lembah Harau adalah sebuah ngarai yang diapit dua bukit cadas terjal dengan ketinggian mencapai 150 meter. Lembah ini dilingkungi batu pasir yang terjal berwarna-warni, dengan ketinggian 100 sampai 500 meter. Topografi Cagar Alam Harau adalah berbukit-bukit dan bergelombang. Berada di kawasan ini amat menyenangkan. Udaranya masih segar, dan pemandangan alam sekitarnya sangat indah. Tebing-tebing granit yang menjulang tinggi dengan bentuknya yang unik mengelilingi lembah. Tebing-tebing granit yang terjal ini mempunyai ketinggian 80 m hingga 300 m. Rumah kakak tersebut, dikelilingi oleh tebing-tebing tersebut. Benar-benar indah..

Karena sudah terlanjur ke situ, maka tidak afdol jika kami tidak berwisata ke kawasan Lembah Harau. Karena waktu yang sempit, maka kami hanya berkunjung ke salah satu air terjun di kawasan Sarasah Bunta yang ada kolam renang di bawahnya. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk bermain air alias berenang.. :)


Bermain air di Lembah Harau

Dibanding dengan di Danau Singkarak, air di Lembah Harau ini jauh lebih dingin. Tapi dasar anak-anak, mereka sama sekali tidak peduli. Dengan semangatnya mereka menikmati berenang di kolam renang alami tersebut. Tapi, segelas susu hangat dan kerupuk kuah ukuran jumbo, mampu mengusir rasa dingin tersebut.

Kerupuk kuah jumbo? Apa pulak itu?

Mau tahu seperti apa bentuknya? Mau tahu aja apa mau tahu banget..? hahaha… :D

Nah, ini dia…

Kerupuk kuah jumbo

Bermain air memang selalu menyenangkan, apalagi di alam bebas dengan air yang alami dan sangat segar.  Semoga keaslian tempat-tempat wisata seperti ini senantiasa terjaga dan terus ditingkatkan pelayanan maupun kebersihannya, sehingga kebanggaan akan kekayaan alam Indonesia, terus bertumbuh dalam diri setiap anak bangsa ini..

 

14 comments on “main air

  1. waaah sama spt kami bermain air di Bantimurung ya…. Kalau tidak ada kamera yang mesti kujaga, bukan hanya anak-anak pasti aku juga udah nyemplung :D
    Imelda recently posted..NyarisMy Profile

    • Berarti kita samaan, Nechan.. Kita tidak ikut bermain air, tapi ikut mengabadikan anak-anak yang bermain tersebut lewat lensa, haha.. :D

  2. Kerupuk kuah jumbo?

    Waahhh … saya belum pernah ketemu yang satu ini …
    suatu saat saya harus merasakannya …

    (btw ini empuk kan Da ???)
    (tetep)(pertanyaan standart … the man without teeth)

    hahahaha

    salam saya

  3. karupuak kuaahhhh.. xixi, Bundo bisa abis tiga..! main air bikin kedinginan.. pasti lapar dan jadi buas.

    klo lagi nganter kerabat dan sahabat biasanya bundo gak ikut main air, tugas motret saja
    tapi klo pergi sama krucil, harus ikutan nyebur dong.. biar bapak ibunya si krucil yg tugas motret.. hehhe.

    masih optimis dgn perbaikan fasilitas umum di objek wisata ranah minang.
    LJ recently posted..Kamari Bedo : Wisata NegerikuMy Profile

  4. sampai nyesel2 lho da nggak bawa baju ganti terus main di bawah kucuran air terjun sarasah bunta …,cuma nyelup2 doang dan manjat batu gede itu…ya sempatlah bikin basah celana jeans biarpun udah digulung …seruuu airnya dingin
    monda recently posted..Berlagak FotograferMy Profile

  5. Selain untuk menunjang kehidupan, air juga punya fungsi lain ya Da…
    Bisa jadi teman main, bisa hadirkan keindahan…
    Laut, hujan, sungai dan danau adalah contoh keindahan ciptaan Allah yg berupa kumpulan air…
    marsudiyanto recently posted..JakartariaMy Profile

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


4 + = 8

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge