ada penampakan di mangunan

Setelah keluar dari kompleks Makam Raja-raja Mataram Imogiri, kulihat waktu masih lagi menunjukkan pukul 14.00 WIB. Rasanya masih terlalu siang untuk pulang ke rumah. Maka, ketika menemukan petunjuk jalan “Kebun Buah Mangunan”, kami pun berbelok ke kiri. Sepertinya menyenangkan bisa menikmati udara sejuk dan pemandangan indah untuk melepas penat sejenak di kebun tersebut.

Kebun buah Mangunan, adalah sebuah lokasi agrowisata yang terletak di kelurahan Mangunan, kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Resmi diluncurkan pada Januari 2010 yang lalu. Kebun dengan luas sekitar 23,5 ha ini sangat nyaman untuk bersantai karena berada di sisi-sisi perbukitan Desa Dlingo dan dilewati oleh kelokan aliran Sungai Oya.

Di tempat ini, terdapat area yang dapat digunakan untuk kemah, mancing atau pun hanya sekedar bersantai. Bahkan wisatawan dapat memetik buah saat sedang musim buah hanya dengan membayar sesuai tarif yang telah di tentukan oleh pengelola. Ada aneka pohon buah di situ, antara lain rambutan, mangga, jeruk dan durian. Namun sayang, itu semua tidak bisa kami nikmati, karena hujan yang terus mengguyur lokasi tersebut. Bahkan, anak-anak pun lebih banyak berkegiatan di dalam aula yang terletak tidak jauh dari lokasi perkemahan mereka.

Beberapa tahun yang lalu, kami sudah pernah ke tempat ini, dan sudah pula kuceritakan dalam tulisan berjudul “Kebun Buah Mangunan“. Tapi, untuk wisata alam seperti ini, tidak akan membosankan bila mengulang kembali, bukan?

Setelah melewati jalan menanjak yang cukup panjang, kami pun sampai di lokasi. Dengan membayar Rp. 2.000 per orang, kami segera masuk ke lokasi perkebunan tersebut dan langsung menuju ke puncak, tempat gardu pandang berada. Di situ, terpampang nyata di hadapan kami pemandangan hijau nan indah.

Tanpa menunggu komando lebih lanjut, hasrat narsis pun segera kami penuhi. Dan jadilah beberapa foto seperti ini:

Sebagian spot cantik di Kebun Buah Mangunan untuk berfoto

Puas bernarsis-ria, kami pun beristirahat sejenak. Ada beberapa saung yang disediakan di sekitar gardu pandang tersebut. Nikmat juga rasanya beristirahat di situ. Istriku yang tengah melihat-lihat hasil jepretan di kamera, tiba-tiba didatangi seorang remaja,

“Maaf Bu, bawa charger kamera ndak? Batrai kamera kami habis, tadi lupa ngecas di rumah”

“Gak bawa tuh, Mas, gimana?”

“Ya udah Bu, gpp.. Makasih ya..”

Aku memandang iba kepada remaja tersebut. Kecewa sekali tentunya setelah jauh-jauh datang ke situ, tapi tidak bisa mengambil gambar. Kulirik kameranya, ternyata bermerek dan berseri sama dengan kamera kami.

“Mas, pakai batrai kami saja”, seruku.

“Emangnya Bapak ndak mau berfoto-foto lagi?”

“Udah cukup, Mas, udah capek”

Dengan sigap, aku pun mengeluarkan batrai dari kamera dan memberikannya kepada si remaja tadi.

“Makasih banyak sebelumnya, Pak”

“Sama-sama, selamat bernarsis-ria ya.. Kami tunggu di sini”

“Siap, Pak”

Sambil menunggu batrai digunakan remaja tadi, kami pun melanjutkan istirahat di saung tersebut. Kuedarkan mata ke sekeliling dan tiba-tiba kulihat Fatih memandangi salah satu tiang saung tersebut.

“Lihat apa, Tih?”

“Ini lho, Pa.. Kok pada nulis di sini ya”

“Emangnya kenapa?”

“Yo kotor jadinya, ndak bagus lagi”

Aku hanya membalas celotehan Fatih tadi dengan senyuman. Punya kepedulian lingkungan juga nih anak, ternyata.

Setelah puas beristirahat dan batrai kamera pun telah dikembalikan, kami segera beranjak keluar dari lokasi kebun tersebut untuk pulang ke rumah. Di tengah jalan, kami berhenti sejenak di sebuah warung pinggir jalan untuk sekedar mengisi perut dan menikmati minuman khas Imogiri, Wedang Uwuh. Aku pernah menceritakannya dalam postingan berjudul “minuman sampah“.

Sambil menikmati makanan dan minuman, istriku kembali melihat-lihat hasil jepretan kami tadi. Kali ini dia melihat hasil foto yang diambil melalui kamera di komputer tablet. Tiba-tiba, kami dikejutkan dengan pekikan istriku.

“Astaghfirullah…!!! Kita kepoto hantu…!!!”

“Haaaa…??? Yang benar…??? Mana..?”

Aku pun mengambil komputer tablet tersebut dan anak-anakku pun mengerubungi untuk bersama-sama melihatnya. Jujur, bulu kudukku bergidik demi melihat foto tersebut.

Ini dia….!!!

“Hantu” yang tertangkap di kamera kami

Ketegangan itu tidak berlangsung lama. Suara Ajib membuyarkan semuanya.

“Waaahhh… ndeso semuanya.. hahaha… :D

Serempak kami memandang kepadanya. Ekspresinya yang mengejek, benar-benar membuat kami berasa bodoh.

“Itu kan foto yang diambil pake aplikasi camera360 di tablet. Tadi Ajib set mode ghost. Kalau kita motret pake mode itu, akan muncul gambar seperti hantu itu di foto kita, hahahahahaha….. :D

Kena kami dikerjain tuh anak..! Bukan semata karena aplikasi foto yang dia pakai, tapi juga omongannya yang terakhir yang terasa menghujam jantung, “Punya tablet kok gak ngerti makenya..” Hahahaha… Ampuuuuuunnnn deh… :D

Begitulah liburan kami hari itu ditutup dengan kelucuan sekaligus kegeraman. Sesampai di rumah, kami beristirahat biar punya tenaga yang cukup untuk petualangan esok harinya.. Ikuti lagi ceritanya setelah postingan ini ya kawan-kawan..

29 comments on “ada penampakan di mangunan

  1. Hahahaaa………..

    ketauan deh gaptek nya sama Ajib, Nyiak :D :D

    anak2 sekarang, memang lebih canggih dalam menggunakan gadget, dan seringnya memang kita tidak maksimum dalam menggunakan fitur2nya….
    ( aku juga super duper gaptek Nyiak) hahahaha….

    Salam

    • Iya Bunda.. ketahuan deh kalau kita gaptek.. :D
      Itu baru satu bentuk aplikasi yang saya tidak tahu, masih banyak lagi aplikasi di komputer tablet yang saya tidak mengerti penggunaannya, karena yang menginstall ya anak-anak itu..

  2. Saya anak desa tapi sekarang masih nggak suka kalau disebut”ndeso” ha ha ha
    Jadi nggak usah heran kalau sekarang ada penampakan2 seperti itu ya.
    Pemandangannya mirip di Puncak
    Salam hangat dari Surabaya

    • Saat ini segala sesuatunya sudah banyak yang bisa direkayasa ya Pakde. Makanya, tidak perlu terkaget-kaget bila melihat sesuatu yang tidak biasa. Bisa jadi itu adalah rekayasa teknologi..

      Anak kampung dengan kampungan tentu berbeda kan Pakde? hehe.. :)

  3. ajjjiiiibbbb …
    bukan cuma papa mama yang kamu kerjain …
    om juga panas dingin niiiihhhhh

    aaahhh aajjjiiibbb … om sampe nganga gemetar lhooo …
    hahaha
    ngakak maghrib …

    salam saya

    • hahahaha… kok ya pas postingan ini saya publish jelang maghrib ya Om? suasananya jadi agak gimanaaaa gitu.. :D

      btw, gak lupa mingkem abis nganga kan Om..? hahaha… :D

  4. Anak-anak sekarang memang kreatif nggih Pak dengan memanfaatkan aplikasi android.
    Wah saya sangat suka sekali panorama keteduhan di mangunan ini

    • Betul sekali, Pak, mereka sangat kreatif menggunakan aplikasi-aplikasi yang ada di gadget tersebut. Namun, perlu pengawasan yang tepat dari kita, supaya mereka tidak terlalu larut dengan aneka aplikasi tersebut, sehingga lupa diri, lupa lingkungan dan lupa kewajiban..

  5. hahaha baruuu mikir, kok kayak yg diaplikasi camera 360 ya hantunya… ternyata bener :)))

    btw, keren ya… masih hijau2

    • Aku benara-benar gak update dengan urusan aplikasi-aplikasian di gadget, Meity. Makanya, kaget banget ketika melihat foto itu.. :D

    • Jadi ingat sebuah iklan di televisi yang kalimatnya kira-kira gini, “Saya merasa menang ketika anak saya bisa mengalahkan saya” “)

  6. huahahaha keren banget tuh foto penampakannya…. pas banget naruhnya pula ya uda… gimana gak pada kaget ngeliatnya. :P

    btw pemandangannya bagus banget ya uda…

    itu orang yang keabisan batere kamera beruntung banget ketemu uda. bisa dipenjemin batere. kok ya bisa pas kameranya sama ya. hahaha.

  7. hahahaha. Udaaa. Kirain beneran.
    Saya udah install aplikasi itu tapi gak pernah nyobain fiturnya.
    Btw kebun eh taman buahnya pemandangannya baguuuus.
    Udah pinter nih promo wisata daerahnya. Jadi pengen ke sana Da.. :D

    • Makasih, Dani..
      Saya tidak sedang melakukan promo kok, tapi lagi menceritakan pengalaman liburan, hehehe.. :)

  8. Ajib, budhe boleh ikut belajar, jauh lebih gaptek loh. Pemandangan berlatar belakang meander sungainya cantik sekali Uda. Salam hangat tuk kelg Kweni

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


− 3 = 0

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>