ke rumah teletubbies

Minggu, 5 Januari 2014 pagi, kulihat cuaca masih secerah sehari sebelumnya. Tentu tepat bila melanjutkan rekreasi ke alam terbuka, seperti yang kami lakukan di Makam Raja-raja Mataram Imogiri dan Kebun Buah Mangunan kemarin. Daerah timur Yogyakarta kayaknya menarik untuk ditelusuri.

Setelah mendapat informasi melalui internet, kami pun sepakat untuk menelusuri tempat-tempat menarik di daerah Prambanan dan sekitarnya. Tempat pertama yang akan kami kunjungi adalah Desa Wisata New Ngelepen, yakni lokasi dibangunnya kompleks rumah dome.

Rumah Dome merupakan tempat tinggal yang berbentuk bulat seperti kubah. Karena bentuk bulat itulah maka banyak orang menyebutnya sebagai rumah teletubbies, sebuah film boneka di televisi yang banyak digemari anak-anak. Berlokasi di Dusun Ngelepen, Kelurahan Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.

Pembangunan Rumah Dome ini merupakan solusi dari terjadinya gempa di Yogayakarta pada 2006 silam yang meluluhlantakan Yogyakarta dan sekitarnya. Terdapat salah satu daerah yang mengalami rusak total akibat dari gempa bumi tersebut, yaitu Dusun Sengir. Tanah pada Dusun Sengir tersebut ambles dan menghancurkan rumah-rumah warga.

Kemudian LSM WANGO (World Association of Non-Governmental Organization) dan DFTW (Domes for The World Foundation) menawarkan pembangunan sebuah rumah yang tahan gempa, yaitu Rumah Dome. Namun, Rumah Dome tersebut di bangun di Dusun Nglepen yang memiliki kontur tanah datar.

Rumah Dome yang dibangun di Yogyakarta merupakan Rumah Dome satu-satunya yang ada di Indonesia, bahkan di Asia. Warga yang tinggal di Rumah Dome ini memberi nama pada kompleks mereka “New Ngelepen Village“.

Kami berangkat dari rumah pukul 10.00 wib. Di perempatan ringroad-Wonosari, kami berbelok ke kanan, masuk ke Jl. Wonosari terus hingga pasar Piyungan. Di pertigaan depan pasar tersebut, kami belok kiri. Sekitar 6 km dari sana, terlihat dengan jelas plang penunjuk jalan yang mengarahkan ke lokasi perumahan tersebut. Tidak sampai 10 menit, kami sudah sampai di lokasi. Gapura berbentuk setengah lingkaran menyambut kedatangan kami.

Setelah memarkirkan kendaraan, kami pun melapor ke sekretariat kompleks tersebut yang terletak persis di depan lapangan parkir. Seorang lelaki paruh baya menyambut kedatangan kami dan meminta untuk menuliskan data-data di buku tamu. Masing-masing kami dikenakan biaya Rp. 2.000 sebagai tiket masuk ke kompleks tersebut.

Rumah sekretariat tersebut sekaligus menjadi rumah contoh yang bisa kita lihat bentuk dalamnya. Rumah tersebut terdiri dari dua lantai dengan dua kamar tidur di lantai dasar. Kamar mandi terletak di luar rumah. Lucu dan imut, itu kesan yang kami dapat dari rumah tersebut.

Selanjutnya, kami pun berkeliling kompleks, melihat rumah-rumah bundar itu dari dekat. Setidaknya terdapat 80 unit Rumah Dome di dalam kompleks ini, di antaranya 71 unit rumah hunian, 6 MCK untuk umum, dan 3 fasilitas umum (mushala, aula, dan poliklinik).

Rumah-rumah ini ditempati penduduk pada akhir April 2007. Dengan demikian, saat ini sudah berumur hampir 7 tahun. Sudah lumayan lama juga ya. Beberapa kerusakan sudah mulai terlihat pada rumah-rumah tersebut. Keretakan di sana-sini sudah tampak jelas di dindingnya.

Agaknya perlu perhatian serius dari pihak-pihak terkait tentang kondisi rumah-rumah tersebut. Sayang saja rasanya bila bangunan unik itu harus hilang begitu saja lantaran habis dimakan masa. Candi-candi di sekitarnya saja bisa berumur ratusan tahun, masa harus kalah? ;)

Candi..? Oh iya, aku jadi ingat kalau tujuan kami selanjutnya adalah candi-candi yang ada di sekitar Prambanan itu. Tanpa harus berlama-lama, kami pun segera beranjak pergi, menuju bangunan-bangunan tua peninggalan nenek moyang zaman dulu..

Ikuti ceritanya di postingan selanjutnya ya… Belum bosan kan..? hehehe.. :)

Referensi:

10 comments on “ke rumah teletubbies

  1. Awalnya saya kira di bukit-bukit hijau gitu Da. Lupa kalo rumah teletubbies juga dome gini. Hehehehe. Semoga perawatan juga dilakukan ya Da biar ga cepet rusak rumahnya

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge