melihat jogja dari candi ijo

Keluar dari kompleks rumah dome a.k.a rumah teletubbies tujuan kami selanjutnya adalah Istana Ratu Boko yang terletak tidak jauh dari situ. Dalam perjalanan, kulihat plang di perempatan yang menunjukkan arah ke Istana Ratu Boko. Tapi, tidak hanya itu, ada yang lain, yakni Candi Ijo. Ah, kok aku baru tahu ada candi bernama Candi Ijo di Jogja ini? Sepertinya menarik.

Setelah berdiskusi sebentar, kami pun sepakat untuk berangkat ke Candi Ijo dulu, setelah itu baru ke Istana Ratu Boko. Toh, hari juga masih siang. Kabarnya, ke Ratu Boko bagusnya pada sore hari, agar bisa melihat matahari terbenam. Dan, perjalanan menuju Candi Ijo pun, kami mulai.

Candi Ijo terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini ternyata berada di lereng barat sebuah bukit yang masih merupakan bagian perbukitan Batur Agung, kira-kira sekitar 4 kilometer arah tenggara Istana Ratu Boko. Karena berada di atas bukit, maka sudah bisa ditebak, jalan menuju ke sana pastilah menanjak terus. Namun jangan khawatir, jalanannya lumayan bagus dan mulus. Hanya kendaraan yang kita bawa saja yang harus dipastikan dalam keadaan sangat baik.

Lebih kurang 15 menit perjalanan, kami pun sampai di lokasi. Udara sejuk menerpa kulit, membuatnya kembali segar. Tanpa menunggu lebih lama, kami pun menuju kantor pengelola, menuliskan data-data dan menanyakan berapa harga tiket masuk. Ternyata harganya sukarela saja, tidak ada harga tiket yang dipatok. Setelah beres, kami pun segera menaiki beberapa anak tangga, menuju lokasi candi tersebut.

Posisi candi itu berada pada lereng bukit pada ketinggian 375 meter di atas permukaan laut. Karena berada di atas bukit, maka pemandangan di sekitar candi sangatlah indah, terutama kalau melihat ke arah barat akan terlihat wilayah persawahan dan Bandara Adisucipto. Menurut yang kubaca, penamaannya dengan Candi Ijo karena ia berada di sebuah bukit yang bernama Gumuk Ijo.

Candi Ijo merupakan candi yang bercorak Hindu, karena bentuknya yang mengkerucut ke atas, juga karena tidak adanya stupa di dalamnya. Candi ini memiliki satu candi utama yang berukuran besar sementara candi perwara yang ada di depannya berjumlah 3 buah. Sebenarnya candi Ijo tidak hanya di candi ini saja, pada bagian depan komplek candi ini diperkirakan juga terdapat candi yang yang hampir sama dengan candi yang sekarang berada, diperkirakan jumlah keseluruhan candi ada 17. Candi Ijo diperkirakan dibangun pada abad ke 9 atau 10 Masehi yang bersamaan dengan munculnya candi-candi yang menyebar di selatan Jawa.

Kami pun mengeksplorasi setiap bagian candi tersebut dan tentunya berfoto-foto, menyalurkan hasrat narsisme, hehe.. :)

Setelah asyik berfoto-foto, baru kusadari, ternyata Ajib-Fatih tidak ada di dekatku.

“Ajib-Fatih mana?”, tanyaku pada istri.

“Eh iya, ke mana ya mereka?”

Kami pun mengedarkan pandangan ke seluruh bagian kompleks candi. Tiba-tiba mataku tertumpu pada salah satu sudut pagar kompleks candi tersebut. Dua anak kecil sedang duduk santai. Mata mereka memandang ke alam lepas. Mereka terlihat asyik berbincang-bincang. Diam-diam kudekati mereka dan kuambil gambarnya.

“Hei, kalian ngapain di sini? Asyik bener kayaknya”

“Pemandangannya bagus, Pa.. Kami lagi melihat Jogja dari sini”

“Ooo.. iya juga ya.. Indah bener terlihat dari sini”

Akhirnya, kami pun semua bergabung duduk di situ, menikmati lukisan ciptaan Tuhan yang Maha Agung tersebut. Sungguh luar biasa rasanya.

Setelah puas menikmati pemandangan dan merasa cukup beristirahat, kami pun segera beranjak menuju ke tempat yang tadi kami tunda, yakni Istana Ratu Boko.

So… tunggu cerita liburan kami selanjutnya ya kawan-kawan.. :)

Referensi:

6 comments on “melihat jogja dari candi ijo

  1. sewaktu ke Jogja bbrp tahun lalu itu, candi Ijo dan Ratu Boko udah masuk dalam daftar harus dikunjungi tapi batal gara2 anak2 mulai bosan lihat candi melulu he..he..he…
    trims sharingnya uda,

  2. Saya belum pernah ke Candi Ijo …
    Jangankan kesana … mendengarnya pun saya baru pertama kali …
    Sepertinya menarik ini …

    Terima kasih infonya Uda

    Salam saya

  3. Bagus skali Uda…saya sudah kesana, wkt itu jalannya agak rusak jd mesti hati2 bawa motor…sekarang sdh bagus ya…jd pengin kesana lg deh…pengin lihat pesawat naik n landing…
    :)

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


− 6 = 1

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>