dipikul dan dijinjing bersama

Dalam postingan Yatimkah Dia?, aku pernah menceritakan tentang kegiatan pembangunan panti asuhan bagi anak yatim di kampung tempat tinggalku sekarang, Kweni-Bantul. Pembangunan tersebut secara total diperkirakan menghabiskan dana lebih kurang Rp. 3,5 Milliar. Secara bertahap panitia sudah memulai pembangunan. Alhamdulillah, beberapa ruangan sudah selesai dibangun yang menghabiskan biaya lebih kurang Rp. 500 juta.

Pembangunan tahap awal yang baru selesai

Semua dana pembangunan tersebut diperoleh dari sumbangan warga, jamaah masjid maupun para donatur dan dermawan dari berbagai tempat. Cukup lama memang untuk bisa mengumpulkan dana sebesar itu. Namun, dengan kerja ikhlas dan sungguh-sungguh dari semua pihak, sedikit demi sedikit rencana mulia tersebut bisa diwujudkan.

Kesungguhan pengurus membuahkan hasil ketika Persaudaraan Djamaah Haji Indonesia (PDHI) Yogyakarta menyetujui permohonan kami untuk menjadikan Pesantren dan Panti Asuhan An-Najwa Kweni sebagai lokasi pelaksanaan Pengajian Ahad Pon yang rutin mereka selenggarakan. Harapannya adalah, dengan kehadiran para jamaah tersebut, keberadaan An-Najwa semakin diketahui dan sumbangan pun dapat disalurkan untuk melanjutkan pembangunan.

Pada 19 Januari 2014 yang lalu, kegiatan itu pun dilaksanakan dengan sukses. Lebih kurang 3.000 orang jamaah membanjiri halaman pesantren yang tidak seberapa luas. Dan yang lebih istimewa adalah Bupati Bantul, Hj. Sri Surya Widati pun berkenan hadir. Ini menjadi semacam”bonus” bagi kami.

Tausiyah yang disampaikan Ust. Drs, H. Sunardi Syahuri, penceramah kondang di Yogyakarta, mampu menarik perhatian para jamaah. Materi yang beliau sampaikan seputar pemeliharaan anak yatim mampu menggugah kesadaran para jamaah. Dan alhamdulillah, pada akhir acara  dari sumbangan spontan para jamaah terkumpul dana lebih kurang Rp. 200 juta. Puji syukur yang tidak henti-hentinya kami panjatkan kepada Allah SWT atas anugerah terbesar ini.

Drs. H. Sunardi Syahuri, memberi tausiyah yang sangat mencerahkan3.000 orang  jamaah memadati halaman Pesantren dan Panti Asuhan An-Najwa

Tentu kita sudah tidak asing dengan pepatah, “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing“, bukan? Kalimat yang sudah diajarkan sejak bangku sekolah dasar tersebut mengatakan kepada kita bahwa segala sesuatu yang dikerjakan bersama-sama akan menjadi mudah. Pengalaman pengajian ini, membuktikan kebenaran pepatah tersebut.

Kawan-kawan sekalian.. Mohon doanya ya, agar pembangunan Pesantren dan Panti Asuhan An-Najwa Kweni-Bantul dapat terus berlangsung dengan lancar. Sehingga 60 orang anak yatim yang saat ini menjadi asuhan Masjid An-Najwa bisa memiliki tempat yang layak untuk pendidikan dan pengasuhan mereka. Bila ada yang ingin ikut berpartisipasi dalam bentuk donasi, monggo untuk menyalurkannya melalui rekening Bank BPD DIY Cab. Bantul nomor 004.211.022130 an. Panitia Pembangunan Pesantren dan Panti Asuhan An-Najwa, atau bisa menghubungiku melalui email: hardi.vizon@gmail.com. Terima kasih atas support dan doa kawan-kawan semuanya..

Rencana bentuk gedung Pesantren dan Panti Asuhan An-Najwa Kweni yang akan dibangun

15 comments on “dipikul dan dijinjing bersama

  1. Sikap gotong royong di lingkungan masyarakat Indonesia sesungguhnya masih ada kok mas.
    Ini yang perlu ditumbuhsuburkan lagi.
    Semoga pesantren ini segera terwujud. Ami
    Salam hagat dari Surabaya
    Pakde Cholik recently posted..CletukerMy Profile

    • Alhamdulillah, semangat itu memang masih ada Pakde..
      Amin.. Terima kasih doanya Pakde
      Salam hangat juga dari Kweni

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


7 − 2 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge