wayang slenco ala guskar

Wayang Slenco adalah istilah yang dimunculkan oleh Guskar Suryatmojo. Yakni cerita wayang yang tidak berdasarkan kisah Mahabaratha atau Ramayana dan bahkan sering keluar dari pakem yang ada. Ia merupakan cerita-cerita perwayangan hasil imajinasi beliyaw dengan tetap meminjam tokoh-tokoh yang biasa ada dalam perwayangan tersebut. Secara harfiah slenco berarti tidak pas atau tidak cocok.

Eh tunggu dulu.. Anda kenal dengan Guskar, bukan? Kalau belum kenal, silahkan berkunjung ke blog beliyaw, http://padeblogan.com. Blognya sangat menarik dan unik. Menarik, karena berisikan tulisan-tulisan ciamik tentang berbagai hal, terutama cerita-cerita pendek yang dikemas dalam bentuk wayang yang diistilahkan dengan wayang slenco, dan unik, karena tagline yang digunakan adalah “no komen no krai”. Yups.. Anda tidak akan menemukan kolom komentar di blog tersebut, sebagaimana halnya pada blog-blog kita. Sebuah pilihan ngeblog yang anti biasa, bukan? :D

Kembali ke wayang slenco..

Tulisan-tulisan bertemakan perwayangan yang diturunkan Guskar dalam blognya tersebut sekarang sudah dapat kita temukan dalam buku terbarunya berjudul Srikandi Ngedan. Kesanku setelah membaca buku ini adalah sama dengan kesanku terhadap blog beliyaw, yakni menarik dan unik.

Sejujurnya, aku tidak betah menonton wayang. Jangankan semalam suntuk, setengah jam saja barangkali aku tidak akan bertahan. Persoalan utamanya hanya karena aku tidak paham dengan bahasa pengantarnya. Oleh karenanya, cerita perwayangan dan nama-nama tokohnya menjadi sesuatu yang asing bagiku.

Makanya, ketika membaca buku tersebut di bagian-bagian awal, aku cukup sulit untuk mengikuti alurnya. Pada bab-bab awal, aku perlu mengulang membacanya 2 sampai 3 kali, sampai akhirnya kemudian benar-benar bisa mengikuti setiap alur ceritanya dan bahkan sangat menikmatinya. Sehingga, ketika menyelesaikan membaca buku tersebut, ucapanku adalah, “Yah.. abis…!” :)

Tema-tema yang diangkat dalam buku ini adalah tentang cinta sejati, perselingkuhan dan kesetiaan cinta. Tema ini sangat menarik menurutku. Ada hikmah besar yang akan kita peroleh setelah membacanya dengan tuntas, yakni tentang bagaimana hakikat cinta itu sesungguhnya. Uniknya adalah, tema-tema tersebut dituturkan dengan ringan oleh Ki Dalang Guskar melalui para tokoh pewayangan tersebut.

Sebagai contoh, kisah perjalanan Srikandi yang mencari suaminya, Arjuna.

Alkisah, Yudhistira memerintahkan Arjuna untuk menjadi mata-mata di Negeri Hastinapura menjelang pecahnya perang Bharatayuda. Arjuna pergi tanpa pamit pada istri-istrinya. Arjuna menghilang. Para istri Arjuna mengadakan rapat dan menunjuk Srikandi untuk mencarinya. Cara yang dipakai Srikandi mencari Arjuna sungguh unik, ia ngedan, pura-pura gila. Kisah perjalanan Srikandi ini sungguh seru untuk diikuti. Ada banyak sentilan-sentilan tentang isu-isu kekinian yang termuat di dalamnya. Sesuatu deh pokoknya… ;)

Penasaran dengan buku ini?

Silahkan berkunjung ke blognya Guskar dan Anda bisa pesan di sana untuk mendapatkannya.

Buat Guskar, selamat atas terbitnya buku ini dan terima kasih telah meracuniku dengan cerita-cerita pewayangan bergaya slenco ini. Aku benar-benar suka… :)

8 comments on “wayang slenco ala guskar

  1. Saya juga menerima buku beberapa set, sebagian untuk tali asih kuis/GA di BlogCamp.
    Cerita wayang dingepopkan memang lebih asyik,. Dalang juga sering membuat cerita non pakem alias cerita carangan. Misalnya kalau HUT kesatuan/instansi biasanya ambil cerita Mbangun Candi Sapto Argo. Menjelang atau sesudah suksesi bisa membuat kisah Petruk Jadi Ratu sebagai sindiran., dll

    Salam hangat dari Surabaya

  2. Cara untuk mencarinya unik sekali, Uda. Dengan cara ngedan itu, lalu bisa menemukan Arjuna? Emm, cari sendiri jawabannya di Buku, ya. :D

    Selamat buat Guskar.

  3. hehe lucu juga kayaknya ya.. tokoh2nya dari perwayangan tapi ceritanya udah dibikin2 sendiri gitu ya uda… :D

  4. Kalau kata Ki Dalang Parto dalam OVJ, saya tetap berusaha berada di benang merah kisah Mahabharata dan Ramayana, meski sering kebablasan keslencoannya.

    Terima kasih Uda Vizon sdh menuliskan Srikandi Ngedan di Surau Inyiak.

  5. Nah terbukti khan…Kyaine Guskar menyebar virus cinta budaya wayang….Ayoo Uda diimbangi dengan mutiara budaya Minang (loh kompor.com)
    Salam

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>