asoy, teman setia perjalanan

1st-GA-Jalan-Jalan-KeNai

Ketika ditanya Mbak Myra Anastasia tentang barang-barang yang selalu aku bawa di setiap perjalanan, agak bingung menjawabnya. Ransel tentu bukanlah jawaban yang tepat, meski benda itu selalu kubawa. Tapi, ketika kucoba untuk merogoh setiap kantung ransel, aku pun menemukan jawaban yang pas dan memang selalu ada di ranselku. Jawabannya adalah asoy..! :D

Sahabat tahu apa itu asoy?

Di Sumatera, terutama Sumatera Barat dan Riau, istilah ini tidaklah asing. Asoy adalah istilah yang digunakan untuk menyebut plastik kresek. Ya, plastik yang kita gunakan untuk membawa barang belanjaan atau sebagainya. Entah kenapa plastik ini dinamakan asoy. Barangkali bunyinya yang heboh, membuat yang mendengarnya terhibur, berasa lagi mendengar lagu dangdut, dan bergoyang-goyang asoy.. (halah, asal banget..!) :D

Aku memang selalu membawa plastik kresek ini di setiap perjalanan. Agar dapat tersimpan dengan rapi, aku melipatnya menjadi segitiga. Hampir semua plastik yang kubawa-bawa itu adalah plastik bekas belanjaan di supermarket, bukan plastik yang sengaja dibeli untuk dibawa.

plastik asoyAsoy benda wajib yang selalu kubawa dalam setiap perjalanan

Tujuan utama membawanya adalah tentu untuk bisa membawa barang-barang yang tidak diduga adanya selama perjalanan, atau untuk memisahkan pakaian kotor dengan pakaian bersih di dalam tas, atau bahkan untuk menampung muntah. Hahaha… jangan jijik dulu. Sejujurnya, untuk tujuan yang terakhir inilah yang melatarbelakangi kebiasaanku membawa plastik asoy ini di setiap perjalan.

Almarhumah Ibu mertuaku lah yang menyuruh kami untuk membiasakannya. Hal ini beranjak dari sebuah pengalaman ketika untuk pertama kalinya membawa putra sulung kami, Afif, ke rumah orangtuaku. Ketika itu Afif masih berumur sekitar tujuh bulan. Kami hendak membawanya ke Duri dari Payakumbuh. Jarak kedua kota itu membutuhkan perjalanan darat lebih kurang 10 jam. Kami menumpang bis antar propinsi di saat itu.

Karena itu adalah perjalanan pertama dengan anak bayi, kami belum punya pengalaman apa-apa. Segala keperluan perjalanan kami siapkan. Saking terlalu dipersiapkan, sehingga barang yang dibawa pun amat sangat banyak sekali. Sudah kayak pengungsi saja.

Barangkali karena kecapean mempersiapkan perjalanan, ditambah jalan yang dilalui sangat berliku bagaikan ular naga ngamuk, kami pun merasakan mabuk perjalanan. Ketika istriku sudah tidak bisa menahan rasa mual, aku pun mencari-cari wadah untuk tempat menampung muntahnya. Karena tidak menemukannya di dalam tas bawaan kami, aku pun meminta plastik kepada kernet bis. Celakanya, persediaan mereka habis. Aku panik.. !

Sambil menahan rasa mual dan pusing, aku terus mencari-cari plastik yang bisa digunakan. Hasilnya nihil sama sekali. Di sisi lain, istriku benar-benar sudah tidak bisa menahan rasa mual tersebut. Untung, seorang ibu yang duduk di bangku samping kami datang membantu. Beliau memberikan beberapa lembar plastik asoy untuk memenuhi hajat kemualan tersebut (istilah apaan tuh?).

Alhamdulillah, berkat asoy-asoy itu, hajat kemualan kami pun bisa teratasi dengan baik, sehingga tidak perlu mengotori lantai bis yang kami tumpangi. Asoy telah menyelamatkan hidup kami.. :)

Setelah beberapa hari di Duri, kami kembali ke Payakumbuh. Pengalaman dengan asoy itu pun kami ceritakan ke ibu mertua. Sejak saat itu, beliau selalu nyinyir mengingatkan untuk membawa asoy setiap kami akan melakukan perjalanan. Karena keseringan diingatkan, akhirnya itupun menjadi kebiasaan.

Hingga saat ini, kebiasaan membawa asoy dalam perjalanan, entah untuk pergi liburan atau keperluan lainnya, terus kami lestarikan. Dan itu sangat terasa manfaatnya. Pokoknya, perjalanan tanpa asoy terasa kurang asoy.. :D

1st GA – Benda yang Wajib Dibawa Saat Jalan-Jalan

18 comments on “asoy, teman setia perjalanan

  1. Saya dari kecil juga menyebutnya kantong asoy. Dan ini bawaan amak-amak di kampung kalo mau belanja ke pasar.
    Haha..memang namanya kalo di kampung awak beda sama daerah lain.

  2. Oiya ya baru inget kalo kantong ini juga disebut kantong asoy. Kalo saya kantong kresek sama kayak Mba Mechta nyebutnya *barusan dari sana saya. Hehehe.
    Saya juga suka simpen banyak-banyak di kendaraan untuk ponakan dan anak-anak di kendaraan Da. Sukses ya Da ikut giveawaynya :D

  3. Ya …
    beberapa tahun yang lalu, ketika saya dinas di Sumatera Barat … saya sempat bingung … apa itu yang dimaksud tas asoy … ternyata ini tas kresekya … hahaha

    dan memang tas asoy ini banyak sekali gunanya
    Semoga sukses di GA nya Chi …

    salam saya Uda
    (17/2 : 3)

  4. wah bener banget tuh kantong plastik penting banget.
    tapi disini kantong plastik (kresek) udah jadi barang langka uda. udah 1 th ini LA memberlakukan peraturan gak ada kantong plastik lagi. kalo ke supermarket harus bawa tas sendiri. kalo sampe gak bawa tas, bisa beli paper bag 10 cents. jadi lama2 persediaan kantong plastik kita menipis nih. hehehe

  5. Ooooo…di kampung saya ada juga yang menyebut asoy.
    Jangan2 dia pernah merantau ke Sumbar yak
    Saya juga suka bawa barang antik ini untuk pakaian kotor, naruh sandal, dll
    Salam hangat dari Surabaya

  6. Betul Uda … cara melipat Asoy sama dg cara saya melipat kresek hehe… Dan satu kesamaan lagi, perkenalan pertama saya dengan si Asoy alias Kresek ini karena ada hajat kemualan itu juga … Waktu kecil saya selalu mabuk darat sehingga bapak – ibu selalu sedia tas ini untuk memuaskan hajat kemualan saya … dan kebiasaan ni berlanjut hingga kini meski sudah jarang berhajat kemualan lagi hehe … :)

  7. baru ngeh..kalau tas asoy itu identik dengan kantong kresek….hehehehe. Terima kasih juga karena penayangan ini saya jadi punya inspirasi menulis di bulan ini….ikutan GA dulu lah kalau begitu….

  8. suami say aselalu sedia plasti kresek di kantungnya Uda. Saat naik bisa apalagi kadang ada orang lain yang mau muntah bisa diberikan plastik tersebut.

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>