Pantai Glagah; Antara Tenangnya Laguna dan Derasnya Ombak

CeritaLebaran #5

Awalnya, aku agak kurang bersemangat mengajak keluarga jalan-jalan ke Pantai Glagah yang terletak di desa Glagah, Kec. Temon, kab. Kulon Progo dan berjarak sekitar 41 km dari arah barat Kota Yogyakarta tersebut. Pasalnya, dalam pikiranku, berwisata ke pantai, ya begitu-begitu saja; melihat air laut, kejar-kejaran dengan ombak dan basah-basahan. Tapi, karena sudah sepakat dengan keluarga untuk mengeksplorasi wisata Kulon Proga dalam libur lebaran kali ini, maka mau tidak mau Pantai Glagah harus masuk dalam list.

Perjalanan dari Kweni menuju pantai tersebut lebih kurang 1 jam dengan sepeda motor. Tidak sulit menemukan pantai ini. Sebab, begitu memasuki kota Wates, petunjuk arah terlihat dengan jelas di beberapa tempat. Apalagi ini adalah pantai yang cukup terkenal, sehingga tidak pantai glagah-01sulit untuk mendapatkan informasi jalan kepada penduduk setempat.

Memasuki area pantai tersebut, kami “disambut” oleh jajaran pedagang di kiri-kanan jalan. Yang menarik adalah adanya pedagang buah sayuran di sana. Agaknya ini yang membedakan Glagah dengan pantai-pantai yang lain. Rupanya, aneka sayuran dan buahan yang dijual di sana berasal dari kebun penduduk setempat. Di dekat pantai tersebut, terdapat juga area agrowisata yang bisa kita kunjungi. Terdapat aneka tanaman buah di sana, terutama buah naga dan rosella.

Melewati beberapa kios pedagang, mataku tertumbuk pada jajaran kapal yang bersandar di bibir pantai serta beberapa orang yang tengah asyik berenang. Dan yang tak kalah menariknya adalah, air yang mengalir dengan sangat tenangnya. Sebelum kepenasaranku terjawab, sebuah papan besar terpampang di depanku dengan tulisan, “Wisata Laguna Glagah”. Oh, ternyata ini adalah laguna.

Yak.. salah satu yang menjadi ciri khas Pantai Glagah adalah keberadaan laguna, yakni sekumpulan air asin yang terpisah dari laut oleh penghalang yang berupa pasir, batu karang atau semacamnya. Karena adanya penghalang tersebut, air di situ relatif lebih tenang, karena tidak begitu terpengaruh oleh deburan ombak.

Sejenak, kami pun menikmati ketenangan laguna tersebut dengan menaiki perahu wisata. Biayanya tidak terlalu mahal. Cukup dengan membayar Rp. 5.000 perorang, kami sudah bisa berkeliling selama lebih kurang 30 menit. Ada juga keinginan untuk menaiki kano atau berenag, tapi kupikir, nanti sajalah. Lebih baik nikmati saja keseluruhan pantai terlebih dahulu.

pantai glagah - lagunaLaguna yang tenang dan menenangkan

Puas berkeliling dengan perahu, kami pun segera menuju area utama di pantai tersebut, yakni dermaga wisata. Dermaga yang cukup kokoh tersebut, juga ditopang oleh ratusan tetrapod yang berjajar di sepanjang sisinya. Di sinilah pemandangan yang sangat kontras terlihat. Jika di laguna tadi suasanya tenang, kalau di si dermaga ini, hantaman ombak datang silih berganti dengan dahsyatnya. Pecahan ombak yang menghantam tetrapod memberikan pemandangan yang mengasyikkan. Percikan air raksasa tersebut, mampu membasahi pengunjung yang berada di sekitar situ. Gelak tawa pun pecah seketika.

pantai glagah-05

pantai glagah

Pecahan ombah yang dahsyat di Pantai Glagah

Tapi, jangan harap pecahan ombak raksasa itu hadir setiap saat. Sesekali saja munculnya. Dan oleh karenanya, butuh kesabaran menunggu kehadirannya. Bila kamera pas standbye langsung bisa menangkap momen tersebut. Yang bikin geregetan adalah ketika sudah menunggu cukup lama dengan posisi kamera siap jepret, sang ombak tak kunjung hadir, tapi begitu berpaling sedikit, tiba-tiba cipratan raksasa itu mengguyur dengan semena-mena. Huh… sakitnya itu terasa banget di ujung telunjuk… :D

vizon's family at pantai glagahNarsis yang menjadi menu wajib.. :D

Setelah melihat dan merasakan asyiknya berwisata di pantai Glagah, akhirnya aku pun bisa mengatakan bahwa berwisata ke sini, tidak “begitu-begitu saja”. Ada keasyikan tersendiri ternyata di sana. Keraguanku di awal sebelum berangkat, tereliminasi dengan sendirinya.

Yuk ah.. kita lanjut eksplorasi lagi pantai-pantai yang ada di Kulon Progo. Kita coba temukan lagi keasyikannya masing-masing..

sebelumnya:

referensi:

9 comments on “Pantai Glagah; Antara Tenangnya Laguna dan Derasnya Ombak

  1. Taqqabballallahu minna wa minkum, shiayamana wa shiyamakum.
    Selamat Idul Fitri.
    Mohon maaaf lahir dan batin buat Uda dan keluarga…..

  2. Kalau nanti ada kesempatan lagi ke Yogya, pokoknya mau nyamperin Uda ke rumahnya. Trus suruh antar jalan2 bareng keluarga … *hahaha, enak aja nyuruh2

  3. Wahaaaa…iya bener banget Uda… pas di sini aku ya gitu. Menghadang ombak sampe putus asa, begitu ditinggal nengok sebentar ke lain arah eh sudah makbyuuurrr… basah deh badan keguyur ombak yg entah kapan datangnya. Letak pantai ini dekat sekali dengan rumah paklik / om di Pasir Mendhit.

  4. Pantai glagah….sensasinya sungguh mengundang nih Uda, jadi catatan penyeimbang kunjungan pantai Selatan Yogya ke arah Timur kini ke arah Barat.
    Sepakat dengan sembayan narsis wajib.

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>