Tips dan Info Wisata: Waspada di Coban Rondo

Akhir tahun 2015 kemarin, kami berlibur ke Batu, Malang, Jawa Timur. Ini adalah kunjungan kami yang kedua setelah 2011 yang lalu. Awalnya aku tidak terlalu antusias dengan tawaran teman-teman untuk liburan bareng ke Malang. Bagiku, tidak menarik lagi jika harus mengulang kembali berwisata ke tempat yang sama. Namun, setelah kutimbang-timbang, aku melihat sisi yang lain, kami kali ini bukan sekedar liburan, tapi juga mempererat tali silaturrahmi dengan teman-teman dan keluarganya.

Di samping itu, teman-teman yang diamanahi menjadi panitia, sudah bekerja keras untuk mewujudkan rencana tersebut. Tidak elok tentunya, bila aku lebih mementingkan egoku ketimbang jalinan persaudaraan. Toh, tidak ada aturannya kalau berwisata ke suatu tempat tidak boleh lebih dari sekali, bukan? :)

Aku ingat obrolan dengan seorang sahabat beberapa waktu silam. Katanya, kita bisa saja melakukan perjalanan ke tempat yang sama berulang-ulang, namun cerita yang melingkupi perjalanan itu, akan selalu baharu, dan itulah yang akan membuat perjalanan menjadi menarik untuk diikuti.

Maka, pada 23-26 Desember 2015 yang lalu, kami pun liburan di Kota Batu nan sejuk dan indah tersebut.

Salah satu tempat wisata yang kami kunjungi kemarin adalah Coban Rondo. Sebuah air terjun yang terletak 12 Km dari Kota Batu, tepatnya berada di desa Pandansari, Kecamatan Pujon. Air terjun tersebut memiliki ketinggian sekitar 84 m dan berada di ketinggian 1.135 meter dari permukaan laut. Airnya berasal dari sumber di Cemoro Dudo, lereng Gunung Kawi dengan debit 150 liter per detik pada musim hujan dan 90 liter per detik di musim kemarau.

Aku tidak tahu persis jalan menuju ke sana, karena kami berangkat menggunakan bus pariwisata. Jadi, tinggal terima beres. Tapi, dari yang kuamati, jalan yang dilewati adalah jalan raya Batu-Kediri. Sepanjang jalan, ada banyak petunjuk arah menuju ke sana. Sehingga, kecil kemungkinan pengunjung akan nyasar.

Setelah membayar Rp. 15.000/orang, kami pun memasuki kawasan tersebut. Hawa sejuk dan aroma hutan yang khas, menjadi seolah ucapan selamat datang kepada para pengunjung. Kuedarkan pandangan ke seluruh penjuru. Aku ingin menikmati pemandangan nan hijau lagi indah tersebut. Tetiba mataku terserobok dengan sebuah papan informasi yang terletak tidak jauh dari gerbang masuk.

Aku bergegas menuju papan tersebut. Sepertinya ada informasi mengenai kawasan air terjun tersebut tertulis di sana.

Dugaanku benar. Ternyata isinya adalah info mengenai legenda penamaan Coban Rondo bagi air terjun tersebut. Monggo dibaca:

 tips & info wisata : coban rondoLegenda Coban Rondo

Menarik juga ya legendanya.. :)

Selesai membaca, kami pun melangkahkan kaki menuju air terjun. Tak sabar rasanya ingin menikmati pemandangan indah dan suasana segar nan menyejukkan di sana. Dan… begitu sampai di sana, suasana ramai bak pasar malam terpampang nyata. Hahaha.. Hanya bisa tertawa bahagia saja melihat situasinya. Bukankah ini musim liburan, dan setiap orang berhak untuk menikmati liburan di situ? Jadi, jangan protes kalau kondisinya ramai.

tips & info wisata : coban rondoCoban Rondo

Setelah melewati sedikit perjuangan, akhirnya kami pun mendapatkan spot foto yang lumayan lah. Cekidot..

“Udah yuk Pa, capek”, Satira mengajakku untuk keluar dari kawasan tersebut.

“Hayuk”.

Sambil berjalan, kuperhatikan sekeliling. Ternyata, ada banyak hewan monyet berkeliaran di sekitar situ. Belum selesai aku memperhatikan hewan-hewan tersebut, tetiba suara gelak Fatih pecah dan cukup membuat kaget.

“Eh, Fatih, kenapa?”

“Hahaha… :D

“Fatiiih…”

“Hahaha… itu lho..”, Fatih masih tetap tidak bisa menahan tawanya sambil menunjuk ke seorang gadis kecil yang berdiri tidak seberapa jauh dari kami.

Setelah kuperhatikan dengan seksama, barulah kumengerti kalau bungkusan berisi makanan yang ditenteng gadis kecil itu, dirampas paksa oleh seekor monyet yang kulihat tengah menikmati hasil rampasannya, tidak jauh dari posisi kami.

“Fatih… hush.. nggak baik menertawai orang”

“Habis gimana, lucu ngeliatnya..”

Dasar si Fatih… :D

tips dan info wisata : coban rondoIni dia si tersangka..! :D

Dari pengalaman ini, maka tips yang bisa kuberikan bagi sahabat yang berkunjung ke Coban Rondo suatu saat kelak, agar jangan menenteng makanan di kawasan tersebut. Para monyet di sana cukup agresif dengan makanan, tapi tidak sampai pada tahap menyerang manusia. Oleh karenanya, waspada tetap kudu dilakukan..

Artikel ini turut mendukung gerakan PKK Warung Blogger

30 comments on “Tips dan Info Wisata: Waspada di Coban Rondo

    • Iya, agak kurang nyaman karena terlalu ramai, Arman.
      Tapi, mau gimana lagi. Itu kan lagi musim liburan. Jadi, kudu diterima dengan hati lapang.. :)

  1. Ustdz Uda vizon nih, berkali kali pergi ke air terjun ini, selain di coban rondo ada yg lain nggak ulasan lainnya mau tau infonya sekalian tipsnya ustadz siapa tahu ada titik koordinatnya dan mapsnya kalau pas nggak lihat plang kiri kanan menuju air terjun tersebut

    • Iya Mbak, banyak banget, hehe…
      Nggak perlu takut, waspada aja yang penting..
      Kalau hari biasa nggak terlalu ramai kayaknya

  2. Wah iya tuh …
    di beberapa tempat wisata yang secara bebas memelihara Monyet / primata liar banyak terjadi pengunjung yang di”kerjai” mereka …
    bahkan di Bali saya dengar bukan hanya makanan yang diambil … tapi juga kacamata … tas … topi … scraf dan sebagainya
    jadi kita harus hati-hati

    Salam saya Uda

    • Kalau yang di Panorama Bukittinggi juga ada Om.
      Sama seperti yang di Bali, mereka juga berani merampas apa yang kita kenakan..
      Memang perlu berhati-hati

  3. Wah asik nih berkunjung ke Coban Rondo kalo lagi sepi. Menikmati air terjun sepuasnya, :)
    salamaik tahun baru da Vizon, semoga tahun ko labiah bayiak paruntuangan jo nasib :)

  4. Salah satu tempat liburan yag mengsikan kita melakukan kunjungan tempat wisata alam seperti di Coban rondo ini, memang harus sedikit hati-hati dan waspada untuk berkunjung di tempat yang terdapat hewan, karena mereka bisa saja melakukan seuatu dengan nuluri hewannya bila sudah merasa tidak nyaman dengan kehadiran para tamu.

  5. Uda aku sekeluarga dan rombongan ke Malang jg tgl 23 sampai 26 jg…tp karena begitu banyak orang yaaa….hehehe…aku blm nih ke Coban Rondo sama Museum angkut moga lain kesempatan

  6. Hahaha..Tumben monyetnya nakal. Waktu saya ke sana monyetnya anteng-anteng saja. Mungkin takut pada emak-emak kali ya? Kalau anak kecil kan tak berani melawan, Nyiak :)

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>