Bercandalah Secukupnya

Masih hangat di pemberitaan tanah air, pedangdut Zaskia Gotik tersandung kasus yang cukup serius. Kasus tersebut membuatnya terancam hukuman paling lama 5 tahun penjara atau denda paling banyak Rp. 500.000.000. Hal tersebut dikarenakan Zaskia dituduh telah menghina lambang negara melalui candaannya di sebuah stasiun televisi swasta yang tayang secara live. Kalau melihat dari penyebabnya, kecil sekali memang. Tapi, akibat yang ditimbulkannya, sangatlah besar.

Jika diperhatikan, menurutku, penyebab hal itu terjadi dapat dibagi kepada dua hal.

Pertama, rasa percaya diri yang sudah sangat tinggi.

Percaya diri memang dibutuhkan dalam diri kita. Dengan kepercayaan diri tersebut, kita dapat menerabas segala kendala dalam menjalani kehidupan. Rasa minder atau rendah diri, akan menghalangi kita dalam setiap aktifitas. Namun, rasa percaya diri itu tidaklah pula perlu terlalu berlebihan. Orang yang rasa percaya dirinya terlalu tinggi akan membuatnya menjadi sombong dan menganggap enteng segala sesuatunya.

Zaskia menurutku, telah berada pada posisi terlalu percaya diri, sehingga menganggap remeh sekelilingnya, dan berperilaku seenaknya. Popularitas dan harta, seringkali menjadi penyebabnya.

Kedua, candaan yang sudah kelewat batas.

Bercanda adalah naluri manusia. Bahkan, kita butuh untuk bercanda, agar urat syaraf tidak terlalu tegang. Bercanda juga merupakan salah satu bentuk relaksasi. Terlalu serius dalam menjalankan kehidupan, malah tidak baik. Bercanda memang sangat kita butuhkan.

Hanya saja, bercanda tetap ada batasannya. Berlebihan dalam bercanda, bisa fatal akibatnya. Nabi Muhammad SAW juga bercanda. Dalam salah satu riwayat dari Abu Hurairah ra. diriwayatkan bahwa ia berkata: “Orang-orang bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah engkau juga mengajak kami bercanda?’. Beliau menjawab: ‘Ya, tapi aku hanya mengatakan sesuatu apa adanya (tanpa berdusta) ” (HR. Tirmidzi nomor 1991).

Melalui hadis ini, dapat kita pahami bahwa sesungguhnya bercanda itu bukanlah sesuatu yang terlarang. Namun, yang patut diperpegangi adalah bahwa kita harus tetap sadar diri dalam bercanda. Jangan sampai karena terlalu larut dalam candaan, membuat kita jadi lupa diri dan melakukan berbagai kesalahan, termasuk dusta.

Dalam hadisnya yang lain, Nabi Muhammad saw. sangat mengecam orang yang sengaja melakukan kedustaan hanya demi mendapatkan gelak tawa dari orang lain yang mendengarkannya. Hadis tersebut berbunyi:

hadis nabi tentang bercanda

حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

Telah menceritakan kepada kami [Musaddad bin Musarhad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Bahz bin Hakim] ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Bapakku] dari [Bapaknya] ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang lain tertawa. Celakalah ia, celakalah ia.” [HR. Abu Daud Nomor 4338].

Agaknya, inilah yang terjadi pada Zaskia.

Terlepas dari itu semua, memang tepat apa yang dikatakan oleh orang-orang bijak, bahwa sebaiknya segala sesuatu itu sedang-sedang saja; tidak terlalu kurang, dan tidak pula terlalu berlebihan.

Kita memang tidak perlu menghakimi orang lain. Namun, kejadian yang menimpanya, patutlah dijadikan cerminan buat kita agar tidak mengalami kesalahan yang sama.

Semoga bermanfaat :)

8 comments on “Bercandalah Secukupnya

  1. Iya Da, becandaannya Zaskia emang udah kelewatan sih. Saya pas kapan itu gak tertarik ama kasusnya, tapi pas coba lihat di youtube kok ya miris rasanya.. :(

  2. Iya, saya penasaran lalu liat di youtbe. Ampun deh, itu kelakuan dia, benar kayak pendidikan minim, (maaf).
    Acara lebay seperti itu memang tidak butuh orang smart, tapi alangkah bijak pengarah acara memberikan batasan yang pantas.

  3. Becanda mempertimbangkan rasa ya Uda. Bila lepas kontrol jadi tali jerat diri. Terima kasih untuk postingan ini Uda, sekaligus cermin diri. Salam hangat tuk kelg Kweni

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>