Berdusta Atas Nama Nabi

Saat ini teknologi informasi sudah berkembang begitu pesatnya. Internet menjadi bagian penting dalam keseharian kita, salah satunya media sosial. Dari situ, kita dapat mengetahui banyak hal. Bila filter dan daya kritis tidak kuat, maka kita akan sangat mudah dipengaruhi oleh berita-berita yang tidak jelas kebenarannya.

Beberapa waktu yang lalu, aku tertarik dengan sebuah artikel yang dibagikan oleh seseorang di linimasa Facebook-nya. Berikut kutampilkan screenshot-nya:

share fb-hadis ttg mencuci

Judulnya sungguh dahsyat; “Ini Kata Rasulullah, Yang Wajib Mencuci Pakaian Itu Para Suami, Bukan Istri – Tolong SHARE !!”. Penasaran, aku coba untuk membaca artikel tersebut. Ternyata, isinya jauh pangang dari api. Sama sekali tidak termaktub di sana perkataan dari Nabi Muhammad saw yang mengatakan akan hal tersebut.

Lanjut, kucoba gugling dengan kata kunci yang mengarah ke artikel tersebut. Dan kudapati ada banyak artikel dengan konten yang persis sama yang terdapat di beberapa website dengan sedikit modifikasi judul. Jelas sudah, bahwa ini adalah artikel abal-abal dengan tujuan mengejar traffic dan klik, demi memenuhi pundi-pundinya dengan dollar, hadiah dari Mbah Gugel.

Aku tidak hendak membahas tentang konten tulisan tersebut, maupun monetizing blog yang dilakukan oleh si pemilik blog. Tapi, yang ingin kubahas adalah penggunaan judul, “Ini Kata Rasulullah..”.

Dalam artikel tersebut, dengan jelas penulisnya mengatakan bahwa persoalan yang dibahasnya itu berdasarkan sabda dari Nabi Muhammad saw. yang kita kenal dengan istilah hadis. Dalam Islam, hadis merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Quran. Karakteristik hadis yang berbeda dengan Al-Quran, membuatnya harus melalui proses kajian mendalam sebelum menjadikannya sebagai dalil. Hal ini perlu dilakukan, dengan tujuan agar kita benar-benar yakin bahwa itu adalah sabda dari Rasulullah saw. Sebab, bila kita menyampaikan sesuatu dengan mengatasnamakan Rasulullah saw. padahal itu bukan berasal dari beliau, ancamannya sangatlah keras. Simak hadis berikut:

hadis berdusta atas nama nabi-03

و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ الْغُبَرِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي حَصِينٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ubaid al-Ghubari] telah menceritakan kepada kami [Abu Awanah] dari [Abu Hashin] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa berdusta atas namaku maka hendaklah dia menempati tempat duduknya dari neraka. [HR. Muslim - 4]

Hadis ini sangat populer dan diriwayatkan oleh banyak periwayat hadis. Dan tidak ada yang menyangkal akan kesahihannya. Isinya, jelas menyebutkan bahwa orang-orang yang mengatakan sesuatu atas nama Rasulullah saw. tapi sebenarnya beliau tidak pernah mengatakannya, maka orang tersebut telah berdusta dan melakukan dosa yang sangat besar.

Artikel di atas, jelas mengatasnamakan Rasulullah saw. Di situ, sang penulis sama sekali tidak memuat hadis yang dimaksud, apalagi menyebutkan sumber pengambilan hadisnya. Sependek pengetahuanku, tidak ada hadis yang membahas tentang kewajiban suami mencuci pakaian. Ini jelas-jelas berita bohong. Dan kebohongan tersebut mengatasnamakan Rasulullas saw. yang ancaman hukumannya tidak main-main.

Oleh karena itu, perlu sikap kritis dan bijak bagi kita ketika membagikan artikel di media sosial, apalagi kalau artikel itu memuat konten hadis. Jangan sampai kita ikut membagikan sesuatu yang dusta. Dengan begitu, kita pun telah termasuk dalam golongan orang-orang yang berdusta atas nama Rasulullas saw.

Lantas, bagaimana cara kita memastikan bahwa sebuah hadis yang dibagikan itu benar-benar berasal dari Rasulullah saw.?

Caranya, rujuk ke kitab-kitab hadis yang sudah disusun oleh para perawi hadis, seperti Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Nasa’i, Ahmad, Malik dan Darimi. Kitab-kitab mereka sudah dicetak ribuan kali dan bersebar luas  di mana-mana. Atau, jika ingin simpel, bisa gunakan website islamweb.net atau hadits.stiba.ac.id.

Bagaimana kalau belum menemukannya juga di beberapa sumber tersebut?

Gampang…! Baca dan jangan bagikan artikel tersebut.. :)

Semoga bermanfaat
Selamat Hari Jumat

2 comments on “Berdusta Atas Nama Nabi

  1. assalamualaikum,,
    selamat lebaran inyiak,,maaf lahir bathin,,

    kadang orang yang klik tombol share gak baca main share aja dan terus kasih comment yang berapi-api,,, atau baca tapi fast reading,,,

    kemajuan teknologi disatu sisi mempermudahkan dalam belajar banyak hal,,
    misalnya agama,, jadi banyak referensi,tapi ya ga main langsung terima,,harus pinter pinter filter,,,

    ada ustad yang bilang
    “semaju apapun agamanya,belajar agama itu bukan sama kyai haji google,,tapi datengin langsung ustadnya,belajar sama ustad yang memang paham dan mengerti,,”

  2. Sekarang banyak banget artikel yang engga jelas sumber fakta nya… Jadi harus selalu hati- hati kalau mau membagikan suatu artikel…

    Salam Uda Vizon… :D

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>