Jadilah Mata Air

Bagi sahabat yang sudah menonton film Rudy Habibie yang merupakan sekuel dari film Habibie dan Ainun, tentu masih ingat sebuah kalimat yang sering diucapkan di dalamnya. Kalimat tersebut lebih kurang berbunyi, Jadilah mata air, jika kamu baik, maka sekelilingmu akan baik, tapi jika kamu kotor, sekelilingmu pun akan ikut kotor. Kalimat tersebut merupakan nasehat dari ayahnya Rudy Habibie yang selalu diingatnya dan menjadi pemacu semangatnya di sepanjang hidup.

Maksud dari kalimat tersebut adalah bahwa hendaklah kita selalu berusaha untuk menjadi baik. Ibarat mata air, jika ia jernih dan baik, maka tentulah semua khalayak yang terhubung dengannya akan ikut merasakan value dari kebaikannya tersebut. Sebaliknya, jika mata air tersebut mengeluarkan air yang kotor atau tidak baik, maka semua orang yang terhubung dengannya juga menjadi tidak baik. Kebaikan atau keburukan yang kita dapat, bersumber dari apa yang kita berikan.

Aku suka sekali dengan kalimat ini. Memang benar, bahwa apa yang kita alami dan rasakan, tergantung dari apa yang kita miliki dalam diri dan berikan kepada semesta ini. Contoh kongkritnya, bila ingin punya sahabat yang baik, kita pun mustilah menjadi baik terlebih dahulu. Jangan berharap memiliki pergaulan yang baik, bila kita sendiri tidak baik. Semua tergantung kepada diri kita sendiri.

Persahabatan yang baik itu, hendaklah memiliki dasar yang kuat, yakni ketaqwaan kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Persahabatan yang didasari oleh kepentingan duniawi, tidak akan pernah abadi. Ia hanya akan bertahan sesaat saja, setelah kepentingan itu berakhir. Coba perhatikan firman Allah dalam Al-Qur’an surat Az-Zukhruf ayat 67 seperti berikut ini:

az zukhruf ayat 67

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa

Ayat ini mengatakan bahwa, suatu saat sebuah persahabatan yang sudah terjalin baik, akan berbalik menjadi sebuah permusuhan lantaran dasarnya adalah kepentingan duniawi. Persahabatan atau kasih sayang seperti itu, membuat masing-masing pihak berlaku baik ketika kepentingannya terpenuhi, bila tidak, mereka akan saling meninggalkan atau bahkan memusuhi.

Tapi, jika persaudaraan itu didasarkan atas ketaqwaan kepada Allah swt., maka yang muncul adalah keikhlasan dan ketulusan. Kedua belah pihak akan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi sahabatnya. Jika si sahabat tersalah, ia akan membantunya untuk menjadi baik, bukan justru meninggalkannya dan membiarkannya dalam kesengsaraan berketerusan. Persahabatan seperti inilah yang akan abadi sebagaimana diungkapkan dalam ayat di atas.

Untuk bisa memiliki persahabatan yang diridhai dan abadi, maka hendaklah terlebih dahulu kita harus memantaskan diri. Sebagaimana nasehat ayahnya Rudy Habibie tadi, bahwa jika ingin sekeliling kita baik, diri kita sendiri lah yang harus menjadi baik terlebih dahulu, bukan menunggu orang baik datang kepada kita. Mata air yang jernih akan memberikan kejernihan bagi penikmatnya.

Semoga bermanfaat.
Selamat Hari Jum’at.
Semoga berkah selalu.. :)

5 comments on “Jadilah Mata Air

  1. betul sekali , memang kata2nay bagus ya, rasanya kata mutiara itu bisa jdi pengingat kita

  2. sering sekali di dekati orang krn kepentingan duniawi..kalau sudah kepentok, nyesek rasanya karena merasa dimanfaatkan…

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>