Jangan Pelihara Harimau di Hatimu

Doni datang menghampiriku dengan wajah yang sama sekali tidak sedap dipandang. Tampak sekali kekesalan di raut mukanya. Amarah yang membuncah di hati, tak dapat disembunyikan.

“Aku benar-benar kecewa, Bang”, ujarnya membuka percakapan.

“Memangnya ada apa?”

“Masa si bos lebih mempercayai si Adri ketimbang saya?

“Untuk menangani proyek baru itu?

“Iya… Saya kurang apa coba? Selama ini saya sudah lakukan banyak hal untuk bisa memperoleh proyek tersebut, dan bahkan beberapa hari yang lalu, si bos seperti memberi sinyal bahwa saya yang akan memimpinnya. Tapi nyatanya? Sekarang malah diberikan sama si anak ingusan itu..!”

“He he he… kalem Bro… kaleeem…”

“Nggak bisa, Bang.. Si Adri tidak pantas dapat proyek itu. Tau apa dia. Anak kemaren sore, belum punya pengalaman apa-apa. Lagian, yang membawa dia ke perusahaan ini kan saya. Saya tahu persis siapa dia..!”

“Eit… Stop…! Udah, Don, jangan diteruskan…!”

Segera kuhentikan sumpah serapah Doni. Aku bisa menebak, kemana arah pembicaraannya. Dia pasti akan menumpahkan segala kekesalan dengan mengatakan segala keburukan Adri; entah itu benar, entah itu dilebih-lebihkannya.

“Don… Tak perlulah kamu teruskan kata-katamu tadi. Tenang dan dinginkan pikiranmu. Kalau dalam kondisi amarah seperti ini, segala yang baik akan menjadi buruk, dan segala yang buruk akan semakin buruk. Nyamankan dulu hatimu”.

=====================

Barangkali sebagian kita pernah berada pada posisi Doni seperti cerita di atas. Rasa kecewa yang sangat besar karena yang didapatkan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sebuah kejadian yang lumrah terjadi bukan?

Sesungguhnya, apapun yang kita terima di dunia ini, merupakan rahmat dari Allah swt; baik ataupun buruk. Bila yang kita terima itu baik, maka patut disyukuri. Namun bila itu buruk, saatnya untuk intropeksi, hingga kita dapat menangkap hikmah apa yang terkandung di dalamnya.

Oleh karenanya, kita perlu menjaga hati agar tetap lembut. Hati yang kasar, tidak akan dapat berdamai dengan sekitarnya. Hati yang kasar, akan menganggap dirinyalah yang paling baik, dan orang lain tidak pantas menerimanya.

Mari kita simak firman Allah dalam al-Quran surat Ali Imran ayat 159:

harimau di hati-featured

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ القَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Apabila kamu telah membulatkan tekad, bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal. (Qs. Ali ‘Imran [3]: 159)

Di sini, Allah mengingatkan kepada kita untuk berlaku lemah lembut atas segala yang telah Ia berikan. Kekerasan sikap dan kekasaran hati, hanya akan membuat hidup kita tidak nyaman. Dan itu bisa berakibat, orang-orang akan menjauh dari kita.

Bagaimana cara mengatasinya? Dalam ayat di atas, sudah jelas. Yakni, maafkan mereka yang telah mengecewakan, mohonkan ampun atas dosa-dosa mereka, dan tetap bergaul dengan cara yang baik. Terakhir, serahkan semua urusan kepada Allah. Karena Dia Maha Tahu apa yang terbaik untuk hidup kita. Sebab, seringkali apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut Tuhan. Percaya saja pada kuasaNya.

Semoga bermanfaat.
Selamat Hari Jum’at.
Semoga berkah selalu.. :)

5 comments on “Jangan Pelihara Harimau di Hatimu

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>