Nglanggeran Yang Bikin Geregetan

Sudah lama aku mendengar soal Gunung Nganggelaran. Yakni sebuah gunung purba yang terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Gunung ini terbentuk dari pembekuan magma yang terjadi lebih kurang 60 juta tahun yang lalu. Gunung ini tersusun oleh batuan beku berupa andesit, lava dan breksi andesit.

Menurut informasi yang kubaca, keindahan Yogyakarta dapat dilihat dari puncak gunung ini. Kata kawan-kawan yang pernah ke sana, tidaklah terlalu sulit untuk mencapai puncak gunung tersebut. Diperlukan sekitar 1-1,5 jam perjalanan kaki untuk sampai ke puncaknya. Jika beruntung, kita akan bisa melihat matahari terbenam di kala sore yang sangat indah.

Maka, kesempatan libur akhir tahun tempo hari kami manfaatkan untuk berkunjung ke tempat tersebut. Sedari pagi kami sudah bersiap. Namun sayang, cuaca tidak mendukung. Hujan yang turun di Yogyakarta saat itu, membuat kami terpaksa mengurungkan niat mendaki. Bagaimana bisa melakukan pendakian dalam cuaca seperti itu.

Selepas Ashar, cuaca terlihat cerah. Hasrat berpetualang ke Nglanggeran kembali membara. Tentu sudah tidak mungkin untuk mendaki. Tapi, tetap tidak salah rasanya bila tetap ke sana. Karena, ada satu spot yang juga tidak kalah menariknya di kawasan Nganggelaran tersebut, yakni Embung Nglanggeran.

Embung Nglanggeran adalah telaga buatan yang fungsi utamanya adalah untuk mengairi kebun buah di sekitar Gunung Api Purba Nglanggeran. Selain sebagai sumber pengairan, Embung Nglanggeran juga difungsikan sebagai obyek wisata.

Diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada bulan Februari 2013, Embung Nglanggeran langsung menyedot perhatian wisatawan. Hal ini dikarenakan lokasinya yang unik dan pemandangannya yang ciamik. Embung Nglanggeran terletak di pinggang Gunung Api Purba Nglanggeran. Lokasi embung dulunya merupakan sebuah bukit yang kemudian dipotong dan dijadikan telaga buatan.

Dengan mengendarai sepeda motor, kami pun berangkat menuju lokasi wisata tersebut. Dari Kweni, kami menuju jalan Wonosari terus hingga melewati Bukit Bintang. Ada petunjuk jalan yang sangat jelas menuju lokasi, sehingga tidak terlalu sulit bagi kami untuk menemukannya. Lebih kurang 45 menit perjalanan, kami pun sampai. Terlilhat dari kejauhan Gunung Purba Nglanggeran yang tertutup kabut senja. Tampak eksotis sekali. Sungguh geregetan mellihatnya. Semoga suatu saat bisa mendaki gunung api purba tersebut.

embung-01

Setelah memarkirkan kendaraan, kami pun segera menuju embung. Ada puluhan anak tangga yang berkelok-kelok yang musti dilalui. Tidak terlalu tinggi sih, sehingga tidak akan membuat kaki begitu pegal. Begitu tiba di puncak, terlihat telaga buatan yang sangat indah. Gugusan batu raksasa yang membentuk Gunung Nglanggeran terlihat cukup jelas dari situ. Di sisi lain terlihat lembah menghijau yang menyejukkan mata.

embung-02 embung-03

Andai cuaca cerah dari siang, tentu akan terlihat semakin indah tempat itu. Tapi, tetap saja kami terkagum-kagum dibuatnya. Aku sangat pujikan upaya pemerintah membangun tempat tersebut, yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber pengairan, tapi juga menjadi obyek wisata yang sangat menawan.

embung-07 embung-06 embung-05

Cukup lama kami berada di sana hingga senja menjelang. Karena tidak mungkin mendapatkan momen matahari terbenam yang indah, kami pun segera  turun untuk kembali pulang.

Meski tidak maksimal bisa menikmati keindahan kawasan tersebut, tapi aku cukup puas. Kesan yang ditinggalkan tetap tertanam indah di hati dan pikiranku. Aku bertekad akan kembali lagi suatu saat, dalam kondisi cuaca yang cerah tentunya, sehingga tidak perlu lagi merasa geregetan seperti sekarang ini.. :)

4 comments on “Nglanggeran Yang Bikin Geregetan

    • Iya Mas Toro.. sayang banget..
      Insya Allah kalau sudah tidak musim hujan, saya mau ke sana lagi. Penasaran dengan sunset yang keren itu.. :)

Tinggalkan Balasan ke vizon Batal Membalas

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>