Perlukah Mengeluh di Medsos?

Lama kelamaan, media sosial semakin membosankan. Tidak hanya dipenuhi oleh berita-berita bohong a.k.a hoax, juga oleh para pengeluh. Hampir setiap hari kita menemukan status-status berisi keluhan. Bentuknya pun bermacam-macam. Mulai dari mengeluarkan kata-kata kasar, sampai berdoa kepada Tuhan.

Dari yang kuamati, sepertinya para pengeluh di medsos tersebut, merasa terpuaskan ketika curhatannya dibaca oleh khalayak ramai, apalagi kemudian ada yang berkomentar seperti, “ada apa, say?”, “yang sabar ya“, atau “kamu harus tabah, aku tau kamu pasti bisa“. Bisa jadi, si pengeluh akan merasa diperhatikan dengan komentar-komentar semacam itu.

Salahkah perilaku seperti itu? Ah.. aku tidak berhak menghakimi itu salah apa benar. Hanya saja, aku bosan dengan hal tersebut. Menurutku, media sosial bisa dimanfaatkan dengan jauh lebih baik dari hanya sekedar mengeluh.

Dibutuhkan kedewasaan dalam hal ini. Kedewasaan di sini bukan dalam artian usia. Sebab, banyak juga orang-orang dengan usia matang, dan bahkan berpendidikan tinggi dengan jabatan publik yang disegani, melakukan keluhan dan curhatan di medsos.Tapi, kedewasaan dalam memahami maksud dan tujuan bermedsos, serta tentunya jam terbang di dunia maya. :)

Terlepas dari perilaku berkeluh kesah di medsos tersebut benar apa salah, menurutku ada yang lebih asasi dari itu semua. Sesungguhnya, dalam wujud apapun, berkeluh kesah itu tidaklah perlu. Sebab, itu hanya akan menurunkan semangat hidup dan mencerminkan rasa syukur kita yang rendah terhadap nikmat yang telah Tuhan berikan.

Jika kita hitung jumlah kenikmatan yang telah Tuhan berikan, tentu tak terbandingkan dengan kesulitan yang kita hadapi. Nikmat Tuhan itu sungguh tiada tara banyaknya. Mulai dari oksigen yang kita hirup, hingga gadget yang kita pegang saat ini. Coba simak firman Allah dalam Al-Quran surat Al-Kahfi ayat 109 berikut ini:

QS Al-Kahfi 109

قُلْ لَوْ كَانَ البَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ البَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّى وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا

“Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”

Ayat ini menjelaskan bahwa sesungguhnya ilmu Allah itu maha luas. Sekiranya air laut dijadikan tinta untuk menulis kalimat Allah yang menunjukkan ilmu dan hikmah-Nya, maka tinta itu akan habis sebelum habis kalimat Allah, meskipun ditambahkan lagi sebanyak itu. Kalimat Allah dalam hal ini berarti tanda-tanda kekuasaannya. Salah satunya adalah kenikmatan yang Dia berikan kepada manusia.

Oleh karenanya, teruslah bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan. Masalah memang akan selalu hadir dalam hidup. Yang dibutuhkan adalah solusi dari masalah tersebut. Dan solusi itu tidak akan didapat dari berkeluh kesah.

Semoga bermanfaat.

One comment on “Perlukah Mengeluh di Medsos?

  1. Menurut saya itu tidak perlu, Da. Mengeluh di medsos hanya akan menunjukkan kita seolah manusia paling menderita padahal benar nikmat Allah masih banyak yang kita terima. Selain itu, belum tentu kita dapat solusi. Malah mungkin diledek. Plus bisa menularkan aura negatif. Bersyukur lebih baik.

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>