Sandboarding di Parangkusumo, Seruuu…

Ketika berkunjung ke Gumuk Pasir medio 2013 yang lalu, kami belum sempat merasakan serunya bermain sandboarding di sana. Meski sebelum berkunjung pernah mendengar soal itu, namun waktu itu kami tidak menemukan spot di mana orang-orang memainkan olahraga tersebut. Maka, dalam kesempatan liburan akhir tahun 2016 yang lalu kami pun bertekad untuk bisa mencoba permainan tersebut. Terlebih, Fatih melihat video kiriman temannya yang tengah bermain di sana, bertambahlah hasrat kami untuk menjajalnya.

Seperti yang kuceritakan pada postingan 2013 yang lalu itu, bahwa Gumuk Pasir tersebut adalah sebuah kawasan berpasir yang terletak antara Pantai Depok dan Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta. Gumuk Pasir merupakan fenomena alam berupa gundukan-gundukan pasir menyerupai bukit akibat dari pergerakan angin. Istilah gumuk sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti gundukan atau sesuatu yang menyembul dari permukaan yang datar. Selengkapnya, monggo dibaca postingan lamaku itu ya.. :)

Karena tujuan kami ke Gumuk Pasir kali adalah untuk bermain, maka bernarsis ria sudah tidak kepikiran. Hehehe… Tapi setidaknya, adalah satu sebagai ucapan selamat datang.. :)

sandboarding-02

Begitu sampai di lokasi, kami langsung menuju ke tempat penyewaan papan seluncur yang akan digunakan untuk bermain sandboarding nanti. Harga yang dipatok untuk sewa papan seluncur tersebut adalah Rp. 70.000 dengan penggunaan tanpa batas waktu, alias bermain sepuasnya. Kami menyewa satu saja. Toh nanti bisa digunakan bergantian.

Memasuki kawasan Gumuk Pasir, terlihat di beberapa spot foto yang sudah disediakan agar terlihat lebih artistik. Rupanya hasrat bernarsis dan berswafoto masyarakat yang bergitu besar dipahami dengan baik oleh pengelola termpat tersebut. Spot-spot foto semacam ayunan kayu, gardu pandang, dan karangan bunga besar berbentuk hati pun tersedia. Sejujurnya, aku kurang suka dengan itu, karena mengurangi kenaturalan kawasan tersebut. Tapi, itu semua soal selera, bukan?

Tanpa menunggu lebih lama, kami pun segera mencari lokasi yang pas untuk bermain papan seluncur pasir tersebut. Di sebuah tempat yang berbentuk tebing, terlihat ramai orang berkumpul di sana. Mereka lagi asyik bermain sandboarding rupanya. Ke sanalah  kami menuju. Di sana, beberapa petugas ikut mendampingi. Mereka memberi sedikit arahan untuk bermain, dan membantu mengoleskan pelicin ke papan seluncur tersebut agar dapat meluncur dengan kencang.

sandboarding-01

Bermain sandboarding ini hanya dibutuhkan keseimbangan, keberanian, dan tentunya kegembiraan. Berkali-kali kami mencobanya. Awal-awalnya cukup sulit. Baru memulai sudah jatuh. Coba lagi, jatuh lagi. Hingga akhirnya benar-benar menemukan keseimbangan yang diharapkan. Suwer, bila berhasil meluncur hingga bawah tanpa jatuh, rasanya itu sungguh aduhay… Tapi, kalau pun jatuh di tengah-tengah, tetap asyik kok. Asyik buat tertawa lepas.. :D

Berkunjung ke Gumuk Pasir harus memperhatikan cuaca. Tidak akan asyik sama sekali bila berkunjung ke sana pas habis hujan. Pasirnya menggumpal dan basah. Dan waktu yang paling baik adalah di sore hari. Tapi kalau mau berkunjung di siang hari juga boleh, asal rela kulitnya terpanggang… :D

3 comments on “Sandboarding di Parangkusumo, Seruuu…

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>