Garing

Bercanda adalah naluri manusia. Bahkan, kita butuh untuk bercanda, agar urat syaraf tidak terlalu tegang. Bercanda juga merupakan salah satu bentuk relaksasi. Terlalu serius dalam menjalankan kehidupan, malah tidak baik. Bercanda memang sangat kita butuhkan

Hanya saja, bercanda tetap ada batasannya. Berlebihan dalam bercanda, bisa fatal akibatnya. Nabi Muhammad SAW juga bercanda. Dalam salah satu riwayat dari Abu Hurairah ra. diriwayatkan bahwa ia berkata: “Orang-orang bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah engkau juga mengajak kami bercanda?’. Beliau menjawab: ‘Ya, tapi aku hanya mengatakan sesuatu apa adanya (tanpa berdusta) ” (HR. Tirmidzi nomor 1991)

Dalam hadisnya yang lain, Nabi Muhammad saw. sangat mengecam orang yang sengaja melakukan kedustaan hanya demi mendapatkan gelak tawa dari orang lain yang mendengarkannya. Hadis tersebut berbunyi:: “Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang lain tertawa. Celakalah ia, celakalah ia.” [HR. Abu Daud Nomor 4338]

Saat ini, aplikasi chatting di telepon pintar sangat banyak. Kita akan dengan mudahnya ngobrol dengan siapa saja, kapan saja, dan tentang apa saja. Termasuk bercanda. Namun, menurutku, ada satu becandaan yang tidak lucu alias garing. Coba perhatikan gambar berikut ini:

broadcast wa tentang gaji guru

Postingan yang banyak dikirim melalui WA group seperti di gambar di atas, adalah sebuah becandaan yang tidak lucu. Para guru memang mengharapkan peningkatan kesejahteraan hidup mereka. Haruskah itu semua dijadikan lelucon? Mungkin sulit merasakannya bagi yang tidak berprofesi sebagai guru. Tapi.. Ketika harapan tersebut dijadikan bahan olok-olokan, sungguh menyakitkan.. :(

Seperti yang diperingatkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadis beliau di atas, bahwa sengaja melakukan kebohongan agar dapat mengundang tawa, adalah perbuatan yang sangat dibenci. Oleh karenanya, tidak perlu bukan menyebar pepesan kosong seperti gambar di atas? :)

2 comments on “Garing

  1. Ya …
    Rasanya kok lelucon yang tersebut di atas ini agak kelewat batas.
    Bermain-main dengan emosi hati mereka yang sedang prihatin

    salam saya Uda

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>