selamat ulangtahun, nabiku

13

Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 25-02-2010

Tags: , ,

Rindu Rasul
Sam Bimbo & Taufiq Ismail

…………..

Rindu Kami Padamu Ya Rasul
Rindu Tiada Terperi
Berabad Jarak Darimu Ya Rasul
Serasa Dikau Di Sini

Cinta Ikhlasmu Pada Manusia
Bagai Cahaya Surga
Dapatkah Kami Membalas Cintamu
Secara Besahaja

……….

Selamat Ulangtahun, Nabiku…
Semoga teladanmu senantiasa mewarnai hidupku…

husnul khatimah

18

Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 24-02-2010

Tags: , , ,

Berakhir dengan indah, adalah keingin setiap kita dalam setiap peran yang kita jalani. Sebagai contoh, seorang pejabat, berharap agar akhir masa jabatannya ditutup dengan manis. Banyak torehan prestasi yang ditinggalkannya. Bawahannyapun merasa sangat sedih dengan berakhirnya masa jabatan itu. Bahkan rivalnya pun merasa kalau jabatan itu memang pantas untuknya.

Begitu juga dengan kehidupan yang kita jalani di dunia ini. Kita sangat menginginkan agar ketika jatah hidup kita berakhir, kitapun pergi dengan tinggalan nama baik lagi harum. Seperti kata pepatah: “harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama“.

Bayangkan, betapa buruknya jika seseorang yang tewas ketika sedang berbuat mesum di sebuah kamar hotel, atau meninggal dunia akibat over dosis obat-obatan terlarang, atau bahkan mati karena bunuh diri. Kesemuanya itu tentu akan membuat ia meninggalkan nama buruk setelah kepergiannya. Bukan hanya untuknya, tapi juga untuk keluarga yang ditinggalkannya.

Memperoleh husnul khatimah, bukanlah perkara yang sekonyong-konyong. Ia merupakan hasil akhir dari proses bangunan diri kita selama perjalanan di dunia ini. Ia harus diusahakan. Seperti seorang pejabat yang ingin berakhir dengan manis, tentulah ia harus berusaha menorehkan prestasi dan meninggalkan kesan baik selama masa jabatannya. Kesemena-menaan yang dilakukannya selama menjabat tentu saja akan berakibat buruk bagi akhir masa jabatannya.

Dalam kehidupan juga haruslah begitu. Jika kita tidak ingin tutup usia dalam keadaan yang tidak baik, maka berusahalah untuk tidak terlibat dalam perkara buruk. Berzina misalnya. Tidakkah kita takut, ketika sedang asyik melakukan perbuatan bejat itu, tiba-tiba malaikat maut mencabut nyawa kita…?? Na’udzubillah! Semoga Tuhan melindungi kita dari keadaan itu.

Berusaha agar selalu berada pada jalur Tuhan adalah salah satu cara yang tepat untuk memperoleh husnul khatimah. Dan yang tak kalah pentingnya adalah selalu berdoa agar Tuhan senantiasa melindungi langkah kita dan mengingatkan jika kita mulai tergelincir.

Ya Tuhan, tutuplah usia kami dengan akhir yang baik,
Jangan Kau selesaikan kami dalam keadaan yang buruk….

.

.

(tulisan ini adalah ekspresi dari kepedihan hatiku melihat kematian seorang yuniorku. semoga ia husnul khatimah)

miskin harta atau jiwa?

65

Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 05-02-2010

Tags:

Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rizki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar,”
(Al-Quran surat Al-Israa’: 31).

Sebuah berita mengenai penelantaran anak kembali menggetarkan kita. Adalah seorang ibu bernama Diana di Tangerang, karena alasan mencari uang untuk makan anak-anaknya, tega meninggalkan mereka di rumah yang terkunci. Tiga orang anaknya yang masing-masing berumur 3 tahun, 2 tahun dan 9 bulan ditinggalkannya begitu saja di rumah kontrakan di bilangan Cipondoh Tangerang selama empat hari tanpa makan dan minum.

Sulit membayangkan, betapa berat “siksaan” kelaparan dan ketakutan yang dialami ketiga balita tersebut. Alasan sang ibu mencari uang untuk makan sang anak patut dihargai. Tapi, mestikah dia meninggalkan mereka selama empat hari? Sebuah perilaku yang aneh menurutku.

Dan yang lebih aneh lagi adalah, mengapa warga sekitar tidak ada yang mengetahuinya? Mengapa baru pada hari kelima, ketiga bocah itu ditemukan? Bukankah kebiasaan seorang anak bila merasakan ketidaknyamanan pada dirinya akan menangis? Bahkan bukan sekedar isakan, kemungkinan besar mereka akan berteriak sekencang-kencangnya. Dapat dipastikan suara mereka akan sangat gaduh. Lantas, mengapa para tetangga tidak mendengar sama sekali teriakan anak-anak itu? Argh… sulit menalarkan kejadian ini. Read the rest of this entry »

profesor yahanu

52

Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 03-02-2010

Tags: , , ,

Salah satu sifat dalam diri manusia yang menjadi sumber kehancurannya adalah apa yang disebut sebagai kesombongan. Sombong adalah perasaan dalam diri manusia bahwa ia mempunya berbagai kelebihan tertentu dibandingkan orang lain, di mana kelebihan tersebut membuatnya merasa menjadi lebih mulia sehingga harus didahulukan pendapatnya, dihormati, dihargai, dan lain sebagainya.

Sikap dan sifat semacam ini menjadikan manusia cenderung hanya memikirkan bagaimana dirinya dihargai dan dihormati orang lain karena merasa dirinyalah yang “serba” dan “paling” –paling pintar, paling keren, paling kaya, dan berbagai “paling” lainnya. Kesombongan ini menimbulkan sikap angkuh dan congkak yang bisa menjadi awal malapetaka bagi dirinya. Read the rest of this entry »

kesadaran lumba-lumba

30

Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 25-01-2010

Tags: , , , ,

Lelaki itu membentangkan kedua tangannya. Diam sejenak. Dan dalam waktu yang tidak terlalu lama, diputarnya kedua tangannya,  membentuk sebuah kode dengan diiringi tiupan peluit. Tiba-tiba, dua ekor lumba-lumba yang ada di dalam kolam di hadapan lelaki itu bergerak, menggoyangkan ekornya, kemudian… hup! melompat melintasi dua buah lingkaran di atas kepalanya.

lumba-lumba02lumba-lumba07lumba-lumba06
Atraksi lumba-lumba di arena Perayaan Sekaten Yogyakarta 2010

Tepuk tangan penonton yang didominasi anak-anak bergemuruh memenuhi ruangan. Sorak-sorai pun tak kalah hebatnya. Aksi kedua binatang laut yang katanya tidak boleh disebut ikan itu, cukup memukau. Semua terpana dan tertawa bahagia. Read the rest of this entry »

passion

55

Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 18-01-2010

Tags: , , , ,

Kamis, 14 Januari 2010 kemarin, beberapa jam jelang kepulanganku ke Jogja, aku sempatkan untuk bertemu sahabat lama. Dialah Ahmad Fuadi, sang pengarang novel Negeri 5 Menara. Pertemuan kami berlangsung di Plaza Senayan, Jakarta.

Sesungguhnya, kami tidak pernah bertemu muka sejak berpisah setelah menamatkan pendidikan kami di Pondok Modern Gontor belasan tahun silam. Jagad maya-lah yang mempertemukan kami kembali. Silaturrahmi yang lama terputus itu, akhirnya tersambung kembali dan semakin intens ketika Fuadi mengirimkan naskah novelnya ke emailku.

“Angku, tolong baca naskah ambo ini, dan berikan masukan ya, syukran”, begitu isi emailnya ketika itu. Aku cukup tersanjung menerima kepercayaan itu. Jadilah sejak saat itu korespondensi kami lancar dan berlangsung cukup lama. Dan akhirnya, pada Juli 2009 novel itupun resmi dilempar ke pasaran. Read the rest of this entry »

gusdur, sebuah kebanggaan

19

Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 30-12-2009

Tags:

gusdurAku pernah sangat bangga dengan prestasinya. Keberhasilannya menjadi Presiden RI membuat rasa percaya diriku, terangkat. Karena, beliau telah membuktikan bahwa seorang santri pun layak diberi ruang dalam ranah politik. Santri tidak melulu harus berdakwah di mimbar keagamaan. Santri juga harus bisa berdakwah di pentas politik; nasional maupun internasional.

Aku juga pernah kesal dengan kebijakannya. Likuidasi Departemen Penerangan dan Departemen Sosial telah mempersempit kesempatanku untuk menjadi pegawai negeri ketika itu. Aku kesal, karena pengangkatanku harus tertunda karena kebijakannya.

Aku pernah sangat bahagia melihat kebahagiaan saudara-saudaraku keturunan Tionghoa ketika merayakan tahun baru Imlek. Mereka telah bisa dengan sangat bebas melepas barongsai di jalanan, tanpa sedikitpun rasa takut. Aku bahagia, karena itu adalah berkat keluasan ilmu pengetahuan agama di diri seorang Gusdur. Ia adalah seorang muslim sejati. Ia telah memberi wajah indah Islam di negeri ini.

Sekarang, aku hampir tak percaya. Dia yang sangat aku banggakan, sekaligus pernah membuatku kesal, telah berpulang ke rahmatullah. Kepergiannya, telah menggetarkan seluruh negeri. Kepergiannya, sama dengan kehadirannya; membuat semua orang antusias. Aku sangat bersedih akan itu.

Tapi, aku tahu, Tuhan Maha Tahu apa yang terbaik bagi hambaNya. Tuhan memanggil Gusdur dalam waktu yang tepat. Aku yakin, ada mau Tuhan dengan ini semua untuk negara dan bangsaku. Semoga, banyak pihak yang dapat membaca pesan Tuhan ini.

Gusdur… selamat jalan…
Temuilah Tuhanmu dengan segala ketenangan jiwa
Berbahagialah dirimu bersamaNya
Doa kami menyertaimu… :)

.

gambar diambil dari sini

hijrah

36

Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 17-12-2009

Tags: , , , , ,

Hijrah, secara fisik bermakna perpindahan seseorang dari suatu tempat ke tempat lain dengan tujuan tertentu. Sementara secara maknawi, hijrah bermakna perpindahan seseorang dari sikap yang tidak baik menjadi lebih baik.

Aku telah mengalami beberapa kali hijrah secara fisik. Pertama, di tahun 1985, setamat dari sekolah dasar, aku hijrah dari tanah kelahiranku, Duri-Riau, menuju desa Gontor di Ponorogo Jawa Timur. Selama enam tahun aku berada di sana. Berbagai pengalaman dan pengetahuan telah kureguk, dan itu telah berhasil memberi pengaruh sangat besar dalam hidupku.

Kedua, pada tahun 1992, aku hijrah ke kota Padang. Karena kecewa tidak dapat melanjutkan kuliah ke Mesir, akupun memilih untuk kuliah di kampung halaman leluhurku itu. Terbersit sebuah niat di hati untuk belajar bersungguh-sungguh demi membuktikan kepada khalayak bahwa lulusan dalam negeri tetap dapat bersaing dengan lulusan luar negeri. Apakah sekarang aku sudah dapat membuktikannya? Entahlah, yang pasti, saat ini aku sangat bersyukur karena dengan kuliah di kota Padang membuatku tidak buta sama sekali dengan adat budaya asalku.

Ketiga, pada tahun 1997, aku hijrah ke kota Pekanbaru. Beasiswa S2 di IAIN Sulthan Syarif Qasim telah mengantarku ke kota itu. Meski aku lahir dan dibesarkan di kota Duri yang berjarak hanya 4 jam perjalanan ke kota Pekanbaru, tapi pengetahuanku akan ibukota propinsi Riau tersebut sangatlah minim. Ketika mulai menginjakkan kaki di kota tersebut, aku cetuskan niat untuk menggali sebanyaknya pengetahuan dan pergaulan di situ. Dan, alhamdulillah, niatan itupun tercapai. Sebuah kampung bernama Limbungan di Rumbai telah menjadi kampung keduaku. Warga di situ telah berhasil memberi makna berarti bagi kehidupanku dan keluarga. Kampung itu, telah sangat identik dengan kami. Read the rest of this entry »