profesor yahanu

38

Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 03-02-2010

Tags: , , ,

Salah satu sifat dalam diri manusia yang menjadi sumber kehancurannya adalah apa yang disebut sebagai kesombongan. Sombong adalah perasaan dalam diri manusia bahwa ia mempunya berbagai kelebihan tertentu dibandingkan orang lain, di mana kelebihan tersebut membuatnya merasa menjadi lebih mulia sehingga harus didahulukan pendapatnya, dihormati, dihargai, dan lain sebagainya.

Sikap dan sifat semacam ini menjadikan manusia cenderung hanya memikirkan bagaimana dirinya dihargai dan dihormati orang lain karena merasa dirinyalah yang “serba” dan “paling” –paling pintar, paling keren, paling kaya, dan berbagai “paling” lainnya. Kesombongan ini menimbulkan sikap angkuh dan congkak yang bisa menjadi awal malapetaka bagi dirinya. Read the rest of this entry »

kesadaran lumba-lumba

22

Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 25-01-2010

Tags: , , , ,

Lelaki itu membentangkan kedua tangannya. Diam sejenak. Dan dalam waktu yang tidak terlalu lama, diputarnya kedua tangannya,  membentuk sebuah kode dengan diiringi tiupan peluit. Tiba-tiba, dua ekor lumba-lumba yang ada di dalam kolam di hadapan lelaki itu bergerak, menggoyangkan ekornya, kemudian… hup! melompat melintasi dua buah lingkaran di atas kepalanya.

lumba-lumba02lumba-lumba07lumba-lumba06
Atraksi lumba-lumba di arena Perayaan Sekaten Yogyakarta 2010

Tepuk tangan penonton yang didominasi anak-anak bergemuruh memenuhi ruangan. Sorak-sorai pun tak kalah hebatnya. Aksi kedua binatang laut yang katanya tidak boleh disebut ikan itu, cukup memukau. Semua terpana dan tertawa bahagia. Read the rest of this entry »

passion

34

Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 18-01-2010

Tags: , , , ,

Kamis, 14 Januari 2010 kemarin, beberapa jam jelang kepulanganku ke Jogja, aku sempatkan untuk bertemu sahabat lama. Dialah Ahmad Fuadi, sang pengarang novel Negeri 5 Menara. Pertemuan kami berlangsung di Plaza Senayan, Jakarta.

Sesungguhnya, kami tidak pernah bertemu muka sejak berpisah setelah menamatkan pendidikan kami di Pondok Modern Gontor belasan tahun silam. Jagad maya-lah yang mempertemukan kami kembali. Silaturrahmi yang lama terputus itu, akhirnya tersambung kembali dan semakin intens ketika Fuadi mengirimkan naskah novelnya ke emailku.

“Angku, tolong baca naskah ambo ini, dan berikan masukan ya, syukran”, begitu isi emailnya ketika itu. Aku cukup tersanjung menerima kepercayaan itu. Jadilah sejak saat itu korespondensi kami lancar dan berlangsung cukup lama. Dan akhirnya, pada Juli 2009 novel itupun resmi dilempar ke pasaran. Read the rest of this entry »

gusdur, sebuah kebanggaan

19

Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 30-12-2009

Tags:

gusdurAku pernah sangat bangga dengan prestasinya. Keberhasilannya menjadi Presiden RI membuat rasa percaya diriku, terangkat. Karena, beliau telah membuktikan bahwa seorang santri pun layak diberi ruang dalam ranah politik. Santri tidak melulu harus berdakwah di mimbar keagamaan. Santri juga harus bisa berdakwah di pentas politik; nasional maupun internasional.

Aku juga pernah kesal dengan kebijakannya. Likuidasi Departemen Penerangan dan Departemen Sosial telah mempersempit kesempatanku untuk menjadi pegawai negeri ketika itu. Aku kesal, karena pengangkatanku harus tertunda karena kebijakannya.

Aku pernah sangat bahagia melihat kebahagiaan saudara-saudaraku keturunan Tionghoa ketika merayakan tahun baru Imlek. Mereka telah bisa dengan sangat bebas melepas barongsai di jalanan, tanpa sedikitpun rasa takut. Aku bahagia, karena itu adalah berkat keluasan ilmu pengetahuan agama di diri seorang Gusdur. Ia adalah seorang muslim sejati. Ia telah memberi wajah indah Islam di negeri ini.

Sekarang, aku hampir tak percaya. Dia yang sangat aku banggakan, sekaligus pernah membuatku kesal, telah berpulang ke rahmatullah. Kepergiannya, telah menggetarkan seluruh negeri. Kepergiannya, sama dengan kehadirannya; membuat semua orang antusias. Aku sangat bersedih akan itu.

Tapi, aku tahu, Tuhan Maha Tahu apa yang terbaik bagi hambaNya. Tuhan memanggil Gusdur dalam waktu yang tepat. Aku yakin, ada mau Tuhan dengan ini semua untuk negara dan bangsaku. Semoga, banyak pihak yang dapat membaca pesan Tuhan ini.

Gusdur… selamat jalan…
Temuilah Tuhanmu dengan segala ketenangan jiwa
Berbahagialah dirimu bersamaNya
Doa kami menyertaimu… :)

.

gambar diambil dari sini

hijrah

20

Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 17-12-2009

Tags: , , , , ,

Hijrah, secara fisik bermakna perpindahan seseorang dari suatu tempat ke tempat lain dengan tujuan tertentu. Sementara secara maknawi, hijrah bermakna perpindahan seseorang dari sikap yang tidak baik menjadi lebih baik.

Aku telah mengalami beberapa kali hijrah secara fisik. Pertama, di tahun 1985, setamat dari sekolah dasar, aku hijrah dari tanah kelahiranku, Duri-Riau, menuju desa Gontor di Ponorogo Jawa Timur. Selama enam tahun aku berada di sana. Berbagai pengalaman dan pengetahuan telah kureguk, dan itu telah berhasil memberi pengaruh sangat besar dalam hidupku.

Kedua, pada tahun 1992, aku hijrah ke kota Padang. Karena kecewa tidak dapat melanjutkan kuliah ke Mesir, akupun memilih untuk kuliah di kampung halaman leluhurku itu. Terbersit sebuah niat di hati untuk belajar bersungguh-sungguh demi membuktikan kepada khalayak bahwa lulusan dalam negeri tetap dapat bersaing dengan lulusan luar negeri. Apakah sekarang aku sudah dapat membuktikannya? Entahlah, yang pasti, saat ini aku sangat bersyukur karena dengan kuliah di kota Padang membuatku tidak buta sama sekali dengan adat budaya asalku.

Ketiga, pada tahun 1997, aku hijrah ke kota Pekanbaru. Beasiswa S2 di IAIN Sulthan Syarif Qasim telah mengantarku ke kota itu. Meski aku lahir dan dibesarkan di kota Duri yang berjarak hanya 4 jam perjalanan ke kota Pekanbaru, tapi pengetahuanku akan ibukota propinsi Riau tersebut sangatlah minim. Ketika mulai menginjakkan kaki di kota tersebut, aku cetuskan niat untuk menggali sebanyaknya pengetahuan dan pergaulan di situ. Dan, alhamdulillah, niatan itupun tercapai. Sebuah kampung bernama Limbungan di Rumbai telah menjadi kampung keduaku. Warga di situ telah berhasil memberi makna berarti bagi kehidupanku dan keluarga. Kampung itu, telah sangat identik dengan kami. Read the rest of this entry »

senyum tulus

25

Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 05-12-2009

Tags: , , , ,

Dalam salah satu hadisnya, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa tersenyum adalah ibadah dan ianya sama dengan sedekah. Bahagia sekali rasanya bila dalam setiap kali bertemu dengan seseorang, ia memberi kita senyuman terindahnya. Dan tentunya kita juga merasa bahagia bila mampu memberi senyuman terbaik kita buat orang yang kita temui.

Senyum adalah ekspresi jiwa. Bila jiwa kita bahagia, akan keluar senyuman yang mengandung kebahagiaan di dalamnya. Karena ia adalah bahasa jiwa, maka yang merasakannya juga adalah jiwa orang yang diberi senyuman itu. Ketulusan atau keterpaksaan senyuman seseorang akan sangat terasa di jiwa kita.

Sebagai contoh, senyuman seorang Satpam di pintu sebuah bank atau senyuman seorang resepsionis akan sangat terasa oleh kita sebagai senyuman basa-basi. Sama sekali tidak menyejukkan jiwa, meski ditunjukkan dengan ekspresi yang paling manis. Read the rest of this entry »

jangan punya anak!

18

Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 24-11-2009

Tags: , , ,

Seperti hari-hari sebelumnya, pagi itu kunyalakan sepeda motor kesayanganku untuk sekedar memanaskan mesinnya. Sambil menunggu mesin panas, kuseka setiap bagian tubuhnya dengan kain halus bekas singlet anakku. Aku asyik dengan kegiatan itu, sampai sebuah suara datang dari arah belakang dan mengagetkanku…

“Papah, papah…!”

Aku menoleh

“Hai, nak… wah, sudah rapi nih… sini gendong dulu!

Seketika bocah kecil 1 tahunan itu menghambur ke pangkuanku. Kami bergurau sambil sesekali kutuntun ia untuk membaca doa di pagi hari. Keceriaan itu sesekali ditimpali suara seorang perempuan tua yang berdiri tidak jauh dari kami.

“Wis tho Le… Papah mau antar abang sama uni sekolah. Ayo turun. Nanti pada terlambat lho…”

Seolah tak mempedulikan kalimat itu, bocah tersebut terus menggelayut di gendonganku, sampai akhirnya dengan sedikit paksaan dari perempuan tua tadi membuat si bocah berpindah dari gendonganku ke gendongannya.

“Dadah sayang… pergi dulu ya. Nanti sore kita main lagi, insya Allah…”
“Dadah, dadah…!”, mengalir dengan lancarnya dari mulut mungil itu.

Setelah merapikan segala sesuatunya, akupun berangkat mengantar kedua anakku ke sekolah untuk selanjutnya akupun berangkat menuju kampusku. Terasa dengan jelas di belakang punggungku sepasang mata kecil menatapku tajam hingga akhirnya akhirnya akupun menghilang di mulut gang. Read the rest of this entry »

pemuda

39

Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 28-10-2009

Tags: , , ,

Meski banyak yang skeptis dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, tapi aku tetap berharap momentum ini menjadi sesuatu yang bermakna dalam kehidupan kita, berbangsa dan bernegara (berblog juga… ;) ).

Kepemudaan merupakan suatu isu yang sangat penting. Saking pentingnya, di berbagai belahan bumi ini, persoalan kepemudaan selalu menjadi fokus utama. Agama juga berbicara soal ini. Ada banyak teks keagamaan yang memberi petunjuk tentang bagaimana pemuda itu harus bersikap dan disikapi, di samping juga peringatan bila kepemudaan itu tidak diapresiasi dengan baik.

Dalam ajaran Islam, ada banyak ayat dan hadis yang berbicara tentang kepemudaan. Sebut saja sebagai contoh, kisah sekelompok pemuda yang tertidur di sebuah gua yang bernama Kahfi selama tigaratus tahun. Kisah mereka diabadikan dalam Al-Quran sebagai ibarat buat kita, betapa pemuda yang berani berkata “tidak” terhadap kemungkaran. Mereka lebih memilih mempertahankan prinsip dan meninggalkan hingar bingar duniawi, daripada menggadaikan harga diri demi kenikmatan duniawi sesaat. Mereka tercatat sebagai manusia-manusia terbaik, dan mereka adalah pemuda yang dikenal sebagai Ashabul Kahfi.

Nabi Muhammad dalam salah satu hadis beliau menyebutkan pula bahwa ada 7 golongan yang akan dilindungi oleh Allah. Salah satunya adalah pemuda yang hatinya lekat dengan masjid. Lekat dengan masjid adalah sebuah perumpaan bagi pemuda yang senantiasa menjaga kesuciaan dirinya dan terus berbuat baik bagi dunia ini dengan menjadi orang berguna. Masjid adalah simbol kesalehan. Seorang pemuda yang memiliki kesalehan itu, tentulah seseorang yang istimewa. Karena, bila orang yang sudah tua menjadi saleh, adalah biasa. Namun, seorang pemuda yang saleh, tentulah luar biasa. Sehingganya, wajar bila mereka mendapat “bonus” perlindungan dari Allah.

Begitu pentingnya masa muda ini, maka ada sebuah peringatan yang menyebutkan bahwa 3 hal yang menjadi biang kerusakan seseorang adalah: waktu luang, masa muda dan kekayaan. Bila tiga hal ini, termasuk masa muda, tidak dikelola dengan baik, maka ia akan jadi bara api yang akan mengancurkan sang empunya secara perlahan tapi pasti. Perlu kewaspadaan akan hal ini.

So, selamat memperingati hari Sumpah Pemuda. Teruslah berkarya, teruslah hargai perbedaan, teruslah menjadi Indonesia, dan teruslah menjadi pemuda yang berguna…

Pemuda adalah yang berani mengatakan “Inilah Aku”, bukan yang cuma bisa bilang: “Bapakku adalah…………..”