<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SURAU INYIAK &#187; hiburan</title>
	<atom:link href="http://hardivizon.com/category/hiburan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hardivizon.com</link>
	<description>just another way to know</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 03:58:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>jenggalu</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/06/13/jenggalu/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/06/13/jenggalu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2010 04:55:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[jenggalu adventure park]]></category>
		<category><![CDATA[outbond]]></category>
		<category><![CDATA[stain curup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1770</guid>
		<description><![CDATA[Proses sertifikasi dosen yang kulalui pada 8-10 Juni 2010 kemarin, cukup menguras tenaga dan pikiran. Karena aku sudah cukup lama tidak mengurusi berkas-berkas, mengakibatkan aku harus mengeluarkan tenaga ekstra guna mengumpulkannya dari berbagai jurusan, program studi dan lembaga/pusat studi yang menyimpan berkas-berkasku. Ditambah lagi dengan deskripsi diri yang mengharuskanku untuk menjelaskan segala yang sudah kulakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2010%2F06%2F13%2Fjenggalu%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;">Proses sertifikasi dosen yang kulalui pada 8-10 Juni 2010 kemarin, cukup menguras tenaga dan pikiran. Karena aku sudah cukup lama tidak mengurusi berkas-berkas, mengakibatkan aku harus mengeluarkan tenaga ekstra guna mengumpulkannya dari berbagai jurusan, program studi dan lembaga/pusat studi yang menyimpan berkas-berkasku. Ditambah lagi dengan deskripsi diri yang mengharuskanku untuk menjelaskan segala yang sudah kulakukan yang berkaitan dengan tugas pokokku sebagai dosen serta rencanaku ke depan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam penulisan deskripsi diri itu, aku sempat kebingungan. Tapi, berkat saran dari <a href="http://grandis.wordpress.com/" target="_blank">Pak Grandis,</a> akupun jadi bersemangat menuliskannya. Beliau mengatakan: &#8220;<em>Anggap saja sedang menulis postingan di blog, Uda</em>&#8220;. Benar saja, dengan berpikiran seperti itu, jari jemariku pun bergerak bebas menuliskan apa saja yang seharusnya kutulis. Hingga, tanpa kusadari aku sudah menuliskan duapuluh halaman penuh dalam waktu yang tidak begitu lama&#8230;! Ahai&#8230; ternyata, besar juga manfaat ngeblog kurasa&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Setelah segala proses itu selesai, akupun merasa lega. Segeralah kucari tiket untuk kembali ke Jogja. Akupun mendapatkan tiket untuk hari Sabtu, 12 Juni 2010 pukul 15.30 wib.<span id="more-1770"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-1772" title="jac01" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/06/jac01-300x224.jpg" alt="jac01" width="230" height="172" />Secara kebetulan, mahasiswa yang menjadi penghuni asrama kampus berencana akan ke Bengkulu untuk mengadakan outbond pada hari Jum&#8217;at-Sabtu, 11-12 Juni 2010. Kesempatan ini tentu saja tak ingin kusia-siakan. Akupun meminta untuk ikut dalam rombongan. Sambil nebeng ke Kota Bengkulu, sekalian mau merasakan keceriaan dalam kegiatan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Jenggalu Adventure Park (JAP), itulah nama lokasi outbond kami. Lokasi tersebut terletak di jalan Jenggalu, tidak jauh dari Pantai Panjang Bengkulu. Fasilitas yang disediakan di sana cukup lengkap; <em>flying fox, high rope, paint ball,</em> arena perkemahan, dan lain-lain. Di sana juga ada danau yang merupakan muara dari Pantai Panjang, yang dimanfaatkan untuk salah satu kegiatan outbond. Pemandangannya sungguh indah dan menyejukkan. Pandai betul pengelolanya memanfaatkan lokasi itu.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-1775" title="jac08" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/06/jac08-300x224.jpg" alt="jac08" width="250" height="186" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1777" title="jac09" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/06/jac091-300x224.jpg" alt="jac09" width="250" height="186" /> <span style="color: #ff0000;"><br />
Danau yang masih alami, menjadi salah satu wahana yang paling menarik <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-align: justify;">Mahasiswa yang ikut dalam kegiatan itu pada umumnya tidak mengenaliku. Maklumlah, aku sangat jarang berada di tengah-tengah mereka. Paling, kalaupun pulang, aku hanya masuk ke kelas yang aku ampu saja. Oleh karenanya, sejawatku yang menjadi pembimbing dalam kegiatan itu serempak memintaku untuk memberi motivasi awal buat mahasiswa tersebut. Mereka bilang, mumpung aku pulang, dimanfaatin saja sekalian, plus agar mahasiswa kenal denganku, hahaha&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-1773" title="jac07" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/06/jac07-300x224.jpg" alt="jac07" width="250" height="186" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1774" title="jac06" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/06/jac06-300x224.jpg" alt="jac06" width="250" height="186" /> <span style="color: #ff0000;"><br />
(kiri) Memompa semangat para mahasiswa dengan sedikit motivasi | (kanan) Dikerumuni para fans&#8230; hahaha&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  </span></p>
<p style="text-align: justify;">Melihat kegiatan yang dilakukan para mahasiswa tersebut, akupun tertantang ingin mencobanya. Hanya dua wahana yang aku sempat coba, yakni flying fox dan high rope. Keduanya adalah kegiatan di ketinggian. Aku sengaja memilih ini, karena sepertinya ini lebih menantang dibanding yang lainnya. Sebetulnya ada satu lagi yang ingin kucoba, yaitu misi penyelamatan di air. Yakni, mencari salah seorang peserta yang disembunyikan panitia di pulau kecil di seberang danau, dan kita mengejarnya menggunakan perahu karet. Sayang, waktuku tidak banyak, aku harus segera ke bandara guna mengejar penerbangan ke Jogja.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-1778" title="jac02" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/06/jac02-224x300.jpg" alt="jac02" width="224" height="300" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1779" title="jac03" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/06/jac03-224x300.jpg" alt="jac03" width="224" height="300" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Terjun bebas dengan flying fox, benar-benar menyenangkan dan membebaskan untuk teriak sepuasnya&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-1780" title="jac05" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/06/jac05-300x204.jpg" alt="jac05" width="300" height="204" /> <span style="color: #ff0000;"><br />
Ini bukan mau memetik kelapa lho&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-align: justify;">Yah, begitulah&#8230; kepenatan badan dan pikiranku selama beberapa hari sebelumnya, terobati melalui kegiatan ini. Berteriak dan tertawa sepuasnya telah menjadi terapi yang sangat ampuh rupanya. Sejenak berkelakuan seperti anak kecil boleh kan&#8230;? <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/06/13/jenggalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>konfusius, guru dunia</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/04/16/konfusius-guru-dunia/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/04/16/konfusius-guru-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 04:08:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran]]></category>
		<category><![CDATA[cina]]></category>
		<category><![CDATA[confusius]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[konfusius]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1667</guid>
		<description><![CDATA[Sudah punya rencana menghabiskan akhir pekan kali ini? Kalau belum, kusarankan Anda untuk menonton film &#8220;Confusius&#8220;. Sungguh, film itu sangat bagus. Ada banyak pencerahan yang diperoleh dari tontonan tersebut. Kalau perkara sinematografi, tak pantaslah aku bicarakan, secara aku tak punya kapasitas apa-apa di bidang itu. Pesan yang terkandung di film itulah yang membuatku menyarankan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2010%2F04%2F16%2Fkonfusius-guru-dunia%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1672" title="confusius" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/04/confusius.jpg" alt="confusius" width="140" height="195" />Sudah punya rencana menghabiskan akhir pekan kali ini? Kalau belum, kusarankan Anda untuk menonton film &#8220;<a href="http://21cineplex.com/confucius,movie,2235.htm">Confusius</a>&#8220;. Sungguh, film itu sangat bagus. Ada banyak pencerahan yang diperoleh dari tontonan tersebut. Kalau perkara sinematografi, tak pantaslah aku bicarakan, <em>secara</em> aku tak punya kapasitas apa-apa di bidang itu. Pesan yang terkandung di film itulah yang membuatku menyarankan untuk menontonnya. (<em>suwer takewer-kewer, ini bukan pesan sponsor!</em>)</p>
<p style="text-align: center;">~oOo~</p>
<p style="text-align: justify;">Agaknya tidaklah berlebihan jika ada yang mengatakan kalau Konfusius adalah guru dunia. Betapa tidak? Ajarannya soal etik dan politik sungguh banyak memberi pengaruh. Salah satu kalimat yang dia ucapkan, lebih kurang berbunyi: &#8220;<em>Jalankanlah politik itu dengan sopan</em>&#8220;, agaknya patut untuk diresapi oleh para politisi kita dewasa ini. Menurutnya, seni memerintah adalah seni bagaimana mengatur kepentingan banyak orang. Sebelum dapat mengatur orang lain, maka seseorang harus mampu mengatur dirinya sendiri. Moral adalah kunci utama untuk itu.<span id="more-1667"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Michale Hart, dalam bukunya Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah, menempatkan Konfusius dalam urutan kelima setelah Nabi Muhammad, Isaac Newton, Nabi Isa dan Buddha. Pengaruh ajaran Konfusius memang amat besar, tapi terbatas pada wilayah Asia Timur. Meskipun demikian, pengaruhnya terhadap dunia barat juga ada, yang berbekas pada pemikiran-pemikiran Leibniz dan Voltaire.</p>
<p style="text-align: justify;">Nabi Muhammad, pernah menyarankan umatnya untuk terus menggali ilmu pengetahuan dan bila perlu berkelana keliling dunia. Cina, adalah satu-satunya nama daerah yang beliau sebutkan. Bila ditilik dari secara historis, bukan tidak ada alasan beliau menyarankan belajar hingga ke negeri Cina tersebut. Beliau yang hidup jauh setelah Konfusius, tentu sudah sangat mengetahui tradisi keilmuan yang melekat kuat di negeri tersebut, yang salah satunya merupakan pengaruh dari ajaran-ajaran Konfusius. Jadi, tidak mengherankan jika beliau menyarankan berkelana menuntut ilmu hingga ke negeri tirai bambu tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Film &#8220;Confisius&#8221; menceritakan perjalanan petualangan Konfusius bersama murid-muridnya. Beliau berkelana karena mendapat hukuman pengucilan dari penguasa sebagai akibat intrik politik. Sebelumnya beliau adalah seorang politisi handal. Kemampuan diplomasi yang luar biasa, telah berhasil membuatnya merebut kembali tiga daerah yang telah jatuh ke tangan lawan, tanpa sedikitpun pertumpahan darah. Bagaimana caranya? Tonton saja filmnya ya&#8230; hehehe&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Film ini juga menceritakan kesetiaan dan kesungguhan murid-murid Konfusius dalam menuntut ilmu dari sang guru. Demi kesetiaannya kepada sang guru, nyawapun berani mereka pertaruhkan. Salah satu adegan yang mampu menggugah emosi adalah tatkala Konfusius dan murid-muridnya berjalan di atas danau yang telah beku karena musim dingin. Di tengah perjalanan, tiba-tiba esnya pecah, mengakibatkan kereta yang mengangkut gulungan (naskah) ajaran Konfusius tenggelam ke dasar danau. Seorang muridnya yang bernama Hui, dengan spontan melompat ke dasar danau dan mengambil satu persatu gulungan tersebut, tanpa mempedulikan keselamatannya. Gulungan-gulungan itupun selamat, namun sayang, nyawa Hui tak dapat diselamatkan. Sungguh, sebuah kesetiaan yang patut ditiru.</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup segitu saja kuceritakan cuplikan film ini. Biar penasaran, hehehe&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Sedari dulu aku mengagumi Konfusius. Ada banyak kalimat-kalimatnya yang aku kutip. Salah satunya adalah: &#8220;<em>Without knowing the force of words, it is impossible to know the human beings</em>&#8220;. Quote itu selalu kupakai di blog ini. Coba lihat di sudut kanan atas.</p>
<p style="text-align: justify;">Ok, segitu saja&#8230; selamat berakhir pekan&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengetahui tentang Konfusius lebih jauh, sila baca <a href="http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/10/biografi-konfusius.html">di sini</a> dan <a href="http://filsafat.kompasiana.com/2010/02/06/konfusius-mengajarkan-cinta-keramahtamahan-dan-sopan-santun/">di situ</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/04/16/konfusius-guru-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>separuh seleraku pergi</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/01/09/separuh-seleraku-pergi/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/01/09/separuh-seleraku-pergi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 23:10:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[anang hermansyah]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[pengamen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1395</guid>
		<description><![CDATA[Sedari pagi aku sudah janji dengan Afif untuk mengantarnya membeli tas yang sudah lama diidamkannya. Aku menyanggupinya karena memang sudah sangat jarang aku memiliki waktu berdua dengannya. Sejak menginjak usia remaja, dia sudah memiliki dunia dan aktivitasnya sendiri. Habis maghrib, kami pun berangkat. Setelah membeli tas yang dimaksud di kawasan Malioboro, akupun mengajaknya makan malam. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2010%2F01%2F09%2Fseparuh-seleraku-pergi%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;">Sedari pagi aku sudah janji dengan Afif untuk mengantarnya membeli tas yang sudah lama diidamkannya. Aku menyanggupinya karena memang sudah sangat jarang aku memiliki waktu berdua dengannya. Sejak menginjak usia remaja, dia sudah memiliki dunia dan aktivitasnya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Habis maghrib, kami pun berangkat. Setelah membeli tas yang dimaksud di kawasan Malioboro, akupun mengajaknya makan malam. Pilihan jatuh ke warung ayam bakar di kawasan Jl. Taman Siswa. Beberapa kali kami pernah makan di situ, masakannya lumayan enak. Warung pinggir jalan yang hanya buka pada malam hari itu, selalu dipenuhi pengunjung.</p>
<p style="text-align: justify;">Selagi asyik menikmati makanan sembari ngobrol dengan anak bujangku itu, tiba-tiba seorang pengamen masuk. Setelah menyelesaikan lagu pertama, diapun melanjutkan ke lagu kedua. Ayam bakar yang terasa nikmat tadi itupun seketika terasa hambar bagiku. Pasalnya adalah karena lagu yang dinyanyikan si pengamen, yaitu Separuh Jiwaku Pergi, milik Anang Hermansyah.<span id="more-1395"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada yang salah memang dengan lagu itu. Tapi, sungguh, aku amat sangat muak sekali dengan lagu itu (<em>hiperbolis amat yak</em>!). Muak karena lagu itu sudah amat sangat sering sekali diputar di televisi. Setiap kali menyalakan tivi, selalu lagu itu yang muncul. Ditambah lagi dengan syairnya yang cengeng sangat. Huh!</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi yang belum tahu dengan lagu itu, nih sebagian syairnya:<br />
<em>Pernah ku mencintaimu,<br />
tapi tak begini&#8230;<br />
Kau khianati hati ini,<br />
kau curangi aku&#8230;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika awal-awal lagu itu dikumandangkan, aku sedikit menikmati dan ikut merasa prihatin dengan peristiwa yang menimpa pelantunnya. Tapi, lama kelamaan, aku mulai bosan. Bukan bosan dengan karyanya, tapi bosan dengan kesedihan yang telalu diumbar. Bosan dengan kecengengan yang mengemuka!</p>
<p style="text-align: justify;">Sebetulnya, si pencipta dan pelantun lagu itu tidaklah salah. Toh, dia mencari nafkah melalui ekspresi jiwanya sendiri. Namun, yang menggugahku adalah selera masyarakat kita. Sepertinya kita masih sangat senang dengan karya berisi kesedihan semacam ini. Buktinya, lagu ini nangkring cukup lama di tivi. Bukankah itu karena apresiasi masyarakat kita masih sangat tinggi untuk lagu itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Aku jadi ingat beberapa tahun silam, di era Orde Baru, Harmoko sebagai Menteri Penerangan pernah menegur Betharia Sonata yang menyanyikan lagu cengeng. Aku bisa pastikan, bila teguran itu dilakukan pada masa ini, sang menteri sudah jadi bulan-bulanan wartawan dan artis. Dia akan digugat sebagai menteri yang membelenggu kebebasan ekspresi. Heboh luar biasa!</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau dihitung, dari 10 lagu yang lagi ngetop, 9 darinya berisikan kecengengan karena cinta. Sangat sedikit lagu yang menggugah semangat. Padahal, sebuah lagu sangat besar pengaruhnya bagi jiwa. Coba saja simak lagu Garuda di Dadaku, siapa yang tidak bergemuruh setiap kali mendengarnya?</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Garuda di dadaku<br />
Garuda kebanggaanku<br />
Kuyakin hari ini<br />
Pasti menang&#8230;!</em></p>
<p style="text-align: justify;">Hah, semoga saja para pencipta lagu kita semakin kreatif saja dengan karyanya dengan menciptakan lagu-lagu yang memberi dampak positif bagi perkembangan jiwa masyakarat, bukan justru melarutkan mereka dalam kesedihan berkepanjangan.</p>
<p style="text-align: justify;">*maaf, curhat gak penting* <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/01/09/separuh-seleraku-pergi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>biarkan aku kembali</title>
		<link>http://hardivizon.com/2009/11/23/biarkan-aku-kembali/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2009/11/23/biarkan-aku-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 04:57:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[rindu masa kecil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1210</guid>
		<description><![CDATA[Tanpa sengaja, aku menemukan lagu lawas dari Indra Lesmana berjudul &#8220;Biarkan Aku Kembali&#8221;. Menyentuh sekali; nada dan syairnya begitu pas menyatu dengan suara indah Indra Lesmana. Meski sudah cukup lama dikeluarkan, yakni pada tahun 1994, tapi lagu ini tetap terasa indah dan senantiasa baru. Coba simak syairnya: Jauhnya melangkah Tak terasa lelah yang menerpa Kini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2009%2F11%2F23%2Fbiarkan-aku-kembali%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;">Tanpa sengaja, aku menemukan lagu lawas dari Indra Lesmana berjudul &#8220;Biarkan Aku Kembali&#8221;. Menyentuh sekali; nada dan syairnya begitu pas menyatu dengan suara indah Indra Lesmana. Meski sudah cukup lama dikeluarkan, yakni pada tahun 1994, tapi lagu ini tetap terasa indah dan senantiasa baru. Coba simak syairnya:</p>
<p>Jauhnya melangkah<br />
Tak terasa lelah yang menerpa<br />
Kini kian dekat<br />
Segala yang pernah kudamba</p>
<p>Lalu darimana datangnya rindu ?</p>
<p>Sarat dengan beban<br />
Walau dapat tertanggulangi<br />
Tetapi terkadang<br />
Ingin semua dapat kulupakan</p>
<p>Entah darimana datangnya rindu..<br />
Membuat ku ingin berlari</p>
<p>Biarkan aku kembali<br />
Bermain, berlari, berputar, menari…<br />
Biarkan aku kembali<br />
Dimana ku selalu terlindungi</p>
<p>Dapat ku melihat<br />
Kehidupan di depan mataku<br />
Selalu kusyukuri<br />
Segala yang kini kunikmati</p>
<p>Lalu bagaimana datangnya rindu ?<br />
Membuat ku ingin berlari</p>
<p>Biarkan aku kembali<br />
Berkhayal..<br />
Melayang terbang jauh tinggi<br />
Biar kupejamkan mata<br />
Sejenak kembali…<br />
Masa kecilku…</p>
<p>Silahkan simak lagunya:<br />
<object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="445" height="364" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/W4yNZgMCDCc&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;rel=0&amp;color1=0x234900&amp;color2=0x4e9e00&amp;border=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="445" height="364" src="http://www.youtube.com/v/W4yNZgMCDCc&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;rel=0&amp;color1=0x234900&amp;color2=0x4e9e00&amp;border=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p style="text-align: justify;">Syair yang ditulis Mira Lesmana ini, seolah mencerminkan bagaimana indahnya masa kecil Indra Lesmana bersama orangtuanya. Sehingga, ketika kelelahan jiwa yang menerpanya di masa dewasa dapat diistirahatkan dengan mengingat masa kecil dahulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertanyaannya sekarang, bagaimana bila seseorang yang memiliki masa kecil tidak bahagia? Adakah ruang rindu baginya akan masa-masa itu???</p>
<p style="text-align: justify;">Syair diambil dari<a href="http://indolawas.blogspot.com/2007/12/indra-lesmana-biarkan-aku-kembali.html"> sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2009/11/23/biarkan-aku-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kabayan dan liplap</title>
		<link>http://hardivizon.com/2009/07/23/kabayan-dan-liplap/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2009/07/23/kabayan-dan-liplap/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 16:32:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[animasi]]></category>
		<category><![CDATA[global tv]]></category>
		<category><![CDATA[kabayan dan liplap]]></category>
		<category><![CDATA[serial]]></category>
		<category><![CDATA[tv]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=917</guid>
		<description><![CDATA[Kabayan dan Liplap adalah judul sebuah serial animasi yang diputar saban hari Senin hingga Jumat, pukul 14.30 WIB di Global TV. Serial ini cukup menarik, karena merupakan hasil karya orang Indonesia sendiri dan berlatar budaya Indonesia. Kabayan digambarkan sebagai seorang anak desa yang jujur, cekatan, mandiri dan selalu siap menolong. Dalam petualangannya, dia ditemani oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2009%2F07%2F23%2Fkabayan-dan-liplap%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-918" title="kabayan liplap" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/07/kabayan-liplap.jpg" alt="kabayan liplap" /><a href="http://www.kabayanliplap.com/index.php">Kabayan dan Liplap</a> adalah judul sebuah serial animasi yang diputar saban hari Senin hingga Jumat, pukul 14.30 WIB di <a href="http://www.globaltv.co.id/v2/index.php?i=prg&amp;r=cHJvZ3JhbS5waHA=&amp;id=682">Global TV</a>. Serial ini cukup menarik, karena merupakan hasil karya orang Indonesia sendiri dan berlatar budaya Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Kabayan digambarkan sebagai seorang anak desa yang jujur, cekatan, mandiri dan selalu siap menolong. Dalam petualangannya, dia ditemani oleh seekor kunang-kunang bernama Liplap yang melambangkan &#8220;kepandaian &amp; budi pekerti, dan alat musik calung (melambangkan kecintaannya akan kesenian nusantara).</p>
<p style="text-align: justify;">Serial ini menceritakan petualangan Kabayan dari desa ke kota diseluruh nusantara. Dia banyak menjumpai anak sebaya dari berbagai suku dan golongan. Berkawan dan bekerjasama dengan mereka. Kabayan membantu menyelamatkan ragam budaya bangsa yang hampir punah (musik tradisional, kesenian daerah, makan khas daerah dan lainnya) dan melestarikan kekayaan alam Indonesia.<span id="more-917"></span></p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="445" height="364" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/X35VXIvGE3s&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0&amp;color1=0x006699&amp;color2=0x54abd6&amp;border=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="445" height="364" src="http://www.youtube.com/v/X35VXIvGE3s&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0&amp;color1=0x006699&amp;color2=0x54abd6&amp;border=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p style="text-align: justify;">Aku suka sekali dengan serial ini. Sangat edukatif dan tentunya sangat baik dalam rangka penanaman rasa cinta tanah air pada anak. Meski belum secanggih anime Jepang ataupun Amerika, tapi setidaknya serial ini sudah dapat dijadikan penyeimbang bagi tontonan anak-anak Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Anak-anak memang tidak akan dapat dibendung menerima gempuran produk-produk luar negeri. Tapi, bila di dalam negeri ada penyeimbangnya, aku yakin anak-anak Indonesia tidak akan kehilangan jati dirinya sebagai orang Indonesia. Perhatian dan kreatifitas sangat dibutuhkan untuk memenuhi itu semua.</p>
<p style="text-align: justify;">Serial ini ternyata mendapat dukungan penuh dari <a href="http://www.madina-sk.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=3788&amp;Itemid=3">Kementrian Perdagangan</a>. Maka, sangat wajar bila serial ini dapat bersanding dengan gagah di samping anime-anime asing. Semoga saja, setelah ini ada banyak produser yang berhasrat memproduksi film-film animasi yang asli Indonesia dan berlatarbudaya Indonesia tentunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Anak-anak Indonesia berhak mendapatkan suguhan hiburan yang asli Indonesia, dan itu adalah kewajiban para dewasa negara ini, terutama Pemerintah, untuk mewujudkannya. Di negara ini ada banyak para kreatif yang mampu mewujudkan itu semua. Hanya butuh sedikit kepercayaan dari berbagai pihak, agar kreatifitas itu dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa dan negara. Serial Kabayan dan Liplap telah membuktikan itu semua&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat Hari Anak Nasional&#8230;. <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2009/07/23/kabayan-dan-liplap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>king</title>
		<link>http://hardivizon.com/2009/06/25/king/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2009/06/25/king/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 22:58:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[alenia]]></category>
		<category><![CDATA[ari sihasale]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[king]]></category>
		<category><![CDATA[liem swie king]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surauinyiak.wordpress.com/2009/06/25/king/</guid>
		<description><![CDATA[Satu lagi film yang akan menggugah semangat juang meraih cita-cita dan nasionalisme ditayangkan pada masa liburan sekolah kali ini. Judulnya &#8220;King&#8221;, terambil dari nama seorang pebulutangkis legendaries Indonesia, Liem Swie King. Menurut Ari Sihasale, sang sutradara, film ini memang terinspirasi dari kisah hidup Liem dalam buku biografinya &#8220;Panggil Aku King&#8221;. Berikut sinopsisnya: Kisah perjuangan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2009%2F06%2F25%2Fking%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://surauinyiak.files.wordpress.com/2009/06/062509_2258_king1.jpg" alt="" width="325" height="394" /></p>
<p style="text-align:justify;">Satu lagi film yang akan menggugah semangat juang meraih cita-cita dan nasionalisme ditayangkan pada masa liburan sekolah kali ini. Judulnya &#8220;King&#8221;, terambil dari nama seorang pebulutangkis legendaries Indonesia, Liem Swie King. Menurut Ari Sihasale, sang sutradara, film ini memang terinspirasi dari kisah hidup Liem dalam buku biografinya &#8220;Panggil Aku King&#8221;. <span id="more-779"></span></p>
<p>Berikut sinopsisnya:</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">Kisah perjuangan dan perjalanan panjang seorang anak bernama Guntur dalam meraih cita-citanya menjadi seorang juara  bulutangkis sejati, seperti idola dia dan ayahnya: Liem Swie King&#8230;<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">Ayah Guntur adalah seorang komentator pertandingan bulutangkis antar kampung yang juga bekerja sebagai pengumpul bulu angsa, bahan untuk pembuatan shuttlecock. Dia sangat mencintai bulutangkis dan dia menularkan semangat dan kecintaannya itu pada Guntur, walaupun dia sendiri tidak bisa menjadi seorang juara bulutangkis<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">Mendengar cerita ayahnya tentang &#8220;KING&#8221; sang idola, Guntur bertekad untuk dapat menjadi juara dunia. Dengan segala keterbatasan dan kendala yang ada dihadapannya, sebagai sahabat setianya Raden pun selalu berusaha membantu Guntur, walaupun kadang bantuan Raden tersebut justru seringkali menyusahkannya. Namun dengan semangat yang tinggi  tanpa mengenal lelah, dan pengorbanan berat yang harus dilakukan, Guntur tak henti-hentinya berjuang untuk mendapatkan beasiswa bulutangkis dan meraih cita-citanya menjadi juara dunia bulutangkis kebanggaan INDONESIA dan kebanggaan keluarga seperti …  LIEM SWIE KING..SANG IDOLA!<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">&#8220;KING…His spirit is in my soul&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana film <a href="http://www.21cineplex.com/king,movie,2097.htm">Garuda di Dadaku</a>, King juga patut untuk menjadi tontonan keluarga. Salah satu yang menjadi kelebihan film ini adalah eksplorasi gambar lokasi yang tersaji dengan apik. Gambar-gambar indah yang disuguhkan mampu membuat kita berdecak kagum. Pebulutangkis nasional juga banyak ditampilkan, di antaranya Hariyanto Arbi, Ivana Lie dan tentunya Liem Swie King sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga saja, film-film inspiratif seperti ini semakin banyak diproduksi di Indonesia, sehingga mampu mengalahkan segala film yang dibintangi oleh <em>para setan, hantu</em> dan <em>demit</em>…. Hihihihi… <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Sinopsis dan gambar diambil dari <a href="http://www.21cineplex.com/king,movie,2097.htm">sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2009/06/25/king/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>garuda di dadaku</title>
		<link>http://hardivizon.com/2009/06/19/garuda-di-dadaku/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2009/06/19/garuda-di-dadaku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 00:50:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[cita-cita]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[garuda di dadaku]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>
		<category><![CDATA[nasionalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surauinyiak.wordpress.com/?p=761</guid>
		<description><![CDATA[Setelah &#8220;Laskar Pelangi&#8221;, film&#8221;Garuda Di Dadaku&#8221; (GDD) patut dijadikan tontonan keluarga Indonesia. Meski film ini sederhana, tapi makna yang ditinggalkannya tidaklah sederhana. Makna yang mana tidak kutemukan dalam film &#8220;Ketika Cinta Bertasbih&#8221; (KCB), film yang digadang-gadang sebagai film terdahsyat tahun ini, dengan biaya yang sangat fantastis, sama sekali tidak memiliki visualitas apapun di benakku setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2009%2F06%2F19%2Fgaruda-di-dadaku%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-762" title="GDD" src="http://surauinyiak.files.wordpress.com/2009/06/gdd.jpg" alt="GDD" width="140" height="200" />Setelah &#8220;Laskar Pelangi&#8221;, film&#8221;Garuda Di Dadaku&#8221; (GDD) patut dijadikan tontonan keluarga Indonesia. Meski film ini sederhana, tapi makna yang ditinggalkannya tidaklah sederhana. Makna yang mana tidak kutemukan dalam film &#8220;Ketika Cinta Bertasbih&#8221; (KCB), film yang digadang-gadang sebagai film terdahsyat tahun ini, dengan biaya yang sangat fantastis, sama sekali tidak memiliki visualitas apapun di benakku setelah menontonnya. GDD memberikan banyak pembelajaran dan hikmah buat kita, terutama soal kerja keras untuk mencapai tujuan dan nasionalisme.<span id="more-761"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Berikut sinopsis singkatnya yang kuambil dari 21cineplex.com:</p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><em>Bayu, yang masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar, memiliki satu mimpi dalam hidupnya: menjadi pemain sepak bola hebat. Setiap hari dengan penuh semangat, ia menggiring bola menyusuri gang-gang di sekitar rumahnya sambil mendribble bola untuk sampai ke lapangan bulu tangkis dan berlatih sendiri di sana. Heri, sahabat Bayu penggila bola, sangat yakin akan kemampuan dan bakat Bayu. Dialah motivator dan “pelatih” cerdas yang meyakinkan Bayu agar mau ikut seleksi untuk masuk Tim Nasional U-13 yang nantinya akan mewakili Indonesia berlaga di arena internasional. Namun Pak Usman, kakek Bayu, sangat menentang impian Bayu karena baginya menjadi pemain sepak bola identik dengan hidup miskin dan tidak punya masa depan.</em></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><em>Dibantu teman baru bernama Zahra yang misterius, Bayu dan Heri harus mencari-cari berbagai alasan agar Bayu dapat terus berlatih sepak bola. Tetapi hambatan demi hambatan terus menghadang mimpi Bayu, dan bahkan persahabatan tiga anak itu terancam putus. Terlalu mulukkah impian Bayu untuk menjadi pemain sepak bola yang hebat?</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kesan paling penting yang ditinggalkan film ini di benakku adalah, agar kita para orangtua memberikan peluang sebesar-besarnya kepada anak untuk mengembangkan dirinya. Posisi kita bukanlah seperti dalang yang dapat mengarahkan wayangnya sesuka hati. Tapi, hendaklah memposisikan diri kita sebagai sutradara yang memberi kebebasan kepada pemainnya untuk berekspresi, namun tetap menjaga agar para pemain tersebut tidak keluar dari naskah. Posisi kita sebagai pengarah, bukan penentu.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal kedua yang memberi kesan mendalam adalah kerja keras Bayu untuk menggapai cita-citanya. Dia tetap fokus dan berhasil mengubah tantangan menjadi peluang. Itu semua dapat diraihnya berkat dukungan sahabat sejatinya. Film ini juga mengajarkan bagaimana sebuah persahabatan itu seharusnya dijalankan. Sahabat adalah memberi manfaat, bukan memanfaatkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Terakhir, tentu saja film ini meninggalkan kesan nasionalisme pada kita semua. Dan terasa sangat pas, karena audien yang dituju adalah anak-anak. Simbol burung garuda kontan menjadi simbol yang membanggakan. Apalagi dengan lagu yang menjadi soundtracknya adalah yel-yel tim nasional PSSI setiap kali berlaga:</p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Garuda di dadaku&#8230;<br />
Garuda Kebanggaanku,<br />
kuyakin hari ini pasti menang&#8230;<br />
Kobarkan semangatmu,<br />
tunjukkan kegigihanmu,<br />
kuyakin hari ini pasti menang</em></p>
<p style="padding-left:30px;">(dinyanyikan seperti lagu daerah Maluku, Apuse)</p>
<p style="text-align:justify;">Aku sangat menyarankan kita semua untuk menontonnya. Akan lebih mengasyikan lagi bila menontonnya bersama dengan anak atau keponakan. Kemarin, untuk pertama kalinya, aku mengajak keempat anakku menonton di bioskop. Seru, benar-benar seru. Tapi, yang tidak seru-nya adalah, mereka menuntut minta dibelikan kaos timnas yang berlambang Garuda di dada-nya&#8230; Oh no, bangkrut bandar&#8230;! <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Gambar dan sinopsis diambil dari <a href="http://www.21cineplex.com/garuda-di-dadaku,movie,2092.htm">sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2009/06/19/garuda-di-dadaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>doyok</title>
		<link>http://hardivizon.com/2009/06/08/doyok/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2009/06/08/doyok/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 02:10:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[doyok]]></category>
		<category><![CDATA[keliek siswoyo]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[pos kota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surauinyiak.wordpress.com/?p=747</guid>
		<description><![CDATA[Aku sedang tidak membicarakan Doyok yang pelawak itu. Tetapi, Doyok yang kumaksud adalah seorang tokoh kartun ciptaan Keliek Siswoyo yang pernah menghiasi halaman harian Pos Kota sejak tahun 1978 yang lalu. Meski sekarang sudah tidak pernah kutemukan lagi, tapi dulu cerita Doyok ini nyaris mengisi hari-hariku. Ketika itu aku kelas V SD. Papa membuat kandang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2009%2F06%2F08%2Fdoyok%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align:justify;">Aku sedang tidak membicarakan Doyok yang pelawak itu. Tetapi, Doyok yang kumaksud adalah seorang tokoh kartun ciptaan Keliek Siswoyo yang pernah menghiasi halaman harian Pos Kota sejak tahun 1978 yang lalu. Meski sekarang sudah tidak pernah kutemukan lagi, tapi dulu cerita Doyok ini nyaris mengisi hari-hariku.</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Ketika itu aku kelas V SD. Papa membuat kandang ayam di halaman belakang rumah. Tujuannya, untuk mensuplai kebutuhan ayam di rumah makan kami.  Kalau alasan lainnya, sudahlah pasti karena alasan ekonomi; menguasai dari hulu hingga hilir, <em>halah!</em></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Kandang-kandang itu terdiri dari lima kelompok. Yakni kelompok berdasarkan umur ayam-ayam tersebut; 1 hingga 5 minggu. Setiap kandang berisi 200 ayam. Pada minggu kelima, ayam-ayam tersebut sudah bisa dipanen.</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Aku cukup antusias membantu Papa ketika itu. Setiap habis pulang sekolah, nyaris kuhabiskan waktuku untuk mengurusi ayam-ayam tersebut. Mulai dari mempersiapkan kandang untuk anak ayam yang baru datang sampai memberi vaksin ke hewan-hewan tersebut aku lakoni. Aku betul-betul menjalani pekerjaan itu dengan gembira. Apalagi aku mendapat upah dari pekerjaan itu, yakni bila ada tetangga yang membeli langsung ke kandang, seluruh uangnya untukku. Wah, betapa bahagianya diriku ketika menerima uang hasil jerih payahku&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  <span id="more-747"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Nah, salah satu kegiatan yang paling menyita waktuku adalah mempersiapkan kandang untuk bibit ayam yang baru kami beli. Kandang tersebut berukuran 3 x 3 meter, terdiri dari dua lantai. Masing-masing akan diisi 100 ekor anak ayam. Sebelum anak ayam dimasukkan ke sana, kandang sudah harus bersih dan steril. Setelah bersih dan steril, kandang dialasi sesuatu yang bisa membuat anak-anak ayam itu tetap hangat. Berbagai macam cara telah kami lakukan, hingga akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan koran bekas sebagai alas kandang tersebut.</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Di sinilah perkenalanku dengan si Doyok yang kumaksud di atas. Koran-koran bekas tersebut dibeli Papaku dari pengepul barang bekas, lumayan banyak. Sebagian besar koran tersebut adalah harian <em>Pos Kota</em> dimana Doyok berada dalam rubrik Lembergar (Lembaran Bergambar Untuk Seluruh Keluarga).</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Setiap kali aku bertugas mengalasi kandang dengan koran itu, aku tidak bisa menguasai diri untuk tidak membaca lembaran bergambar yang ada Doyok-nya. Karena koran bekas yang kumiliki cukup banyak, maka seringkali aku tidak bisa berhenti hanya pada satu serial. Rasa penasaran memaksaku untuk meneruskan membaca serial selanjutnya. Jadilah kegiatan mengalasi kandang ayam yang sebetulnya bisa selesai dalam beberapa menit, tertunda menjadi beberapa jam, hanya gara-gara aku keasyikan membaca Lembergar itu. Dan celakanya, kegiatan membaca itu aku lakukan di dalam kandang ayam! <em>Please, jangan bilang siapa-siapa… malu! Hehehe…</em></p>
<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;"><em><img class="aligncenter size-full wp-image-748" title="DOYOK_GAMBAR1_WEB" src="http://surauinyiak.files.wordpress.com/2009/06/doyok_gambar1_web.jpg" alt="DOYOK_GAMBAR1_WEB" width="380" height="285" /></em></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Dulu aku memang tidak begitu memahami maksud dari cerita komik Doyok tersebut, selain hanya sekedar lucu dan menghibur. Tapi belakangan, aku mulai memahami mengapa komik itu disukai banyak orang dan awet hingga saat ini. Coba simak analisa <a href="www.karbonjournal.org/id/home/detail.php?ID_focus=29">Seno Gumira Ajidarma</a> <span style="color:#40ae49;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:x-small;"><a href="http://www.karbonjournal.org/id/home/detail.php?ID_focus=29"></a></span></span></span>berikut ini:</p>
<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 		EM.ctl { font-family: "Times New Roman", serif } --></p>
<blockquote>
<p style="margin-bottom:0;line-height:.46cm;text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:small;">Dialektika dalam cara berpikir Doyok, pada hemat saya, jauh lebih memikat ketimbang “analisis” para pengamat sosial politik karbitan, yang memanfaatkan media massa hanya sebagai anak tangga pendakian karier, dengan orientasi yang sama dengan seorang pesohor. Memiliki media adalah memiliki kekuasaan, karena kemampuannya melakukan dominasi pernyataan. Media yang canggih dan elit barangkali merasa memiliki kekuasaan karena telah mengemas berbagai pernyataan, tetapi fungsi sebuah media sebetulnya adalah lepasnya kekuasaan itu, untuk diserahkan kepada suara-suara komunitas yang melahirkannya. Hanya dengan begitu media menjadi media. Dalam strip komik Doyok, komentator selalu berganti-ganti. Kadang Doyok, yang kemudian ditinggal pergi; kadang pula entah siapa dari kaki lima, yang gantian ditinggalkan Doyok. Tidak terdapat dominasi pernyataan.</p>
<p>Bahwa </span></span><em><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:small;">Pos Kota</span></span></em><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:small;"> didirikan oleh Harmoko, bagian tak terpisahkan dari Orde Baru, ternyata tidak mempengaruhi suara Doyok yang bermukim di Lembergar. Tentunya ada suatu cara untuk memisahkan fakta itu, dengan kerasnya suara Doyok di masa Reformasi, karena toh Doyok mendapatkan popularitasnya justru di masa Orde Baru, karena memang kritis. Ia tidak usah menunggu reformasi untuk menjadi kritis, karena kecenderungan kritisismenya yang memang moralis dan naif. Meskipun begitu, hal ini lebih baik ketimbang intelektualisme munafik para kritisi sosial politik karbitan, yang begitu pengecut di masa Orde Baru masih berkuasa, dan menjadi pahlawan kesiangan setelah Orde Baru jatuh. Ini juga suatu latar belakang yang membuat Doyok lebih bisa dihargai.</span></span></p></blockquote>
<p style="margin-bottom:0;line-height:.46cm;text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:small;">Doyok memang luar biasa. Di era kritik menjadi barang haram, dia justru berani muncul secara jenaka dengan kritiknya yang sangat tajam dan mudah dipahami. Kritiknya merupakan suara masyarakat bawah, yang saat ini menjadi komoditi kampanye para calon pemimpin negeri ini. Doyok tidak pernah meninggalkan &#8220;rakyat&#8221; meski dia sudah sangat sukses. Entahlah dengan calon pemimpin negri ini nantinya, apakah akan tetap &#8220;merakyat&#8221; setelah sukses menjadi pemimpin&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
</span></span></p>
<blockquote><p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 		EM.ctl { font-family: "Times New Roman", serif } --></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:x-small;">gambar diambil dari <a href="http://www.karbonjournal.org/id/home/detail.php?ID_focus=29">sini</a><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2009/06/08/doyok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>angels and demons</title>
		<link>http://hardivizon.com/2009/05/19/angels-and-demons/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2009/05/19/angels-and-demons/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 01:30:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[angels and demons]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surauinyiak.wordpress.com/?p=666</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya, jadi juga nonton film Angels and Demons. Padahal, istriku sudah beberapa kali mengajak untuk menonton. Karena tidak ketemu waktu yang pas, maka tertundalah terus rencana itu. Kemarin sore, niat itupun terwujud. Hore..! (halah, berlebihan kali, hehe&#8230;). Film ini akan terasa lebih nikmat bila anda sudah menonton film sebelumnya, &#8220;The Da Vinci Code&#8221;, film yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2009%2F05%2F19%2Fangels-and-demons%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, jadi juga nonton film Angels and Demons. Padahal, istriku sudah beberapa kali mengajak untuk menonton. Karena tidak ketemu waktu yang pas, maka tertundalah terus rencana itu. Kemarin sore, niat itupun terwujud. Hore..! (halah, berlebihan kali, hehe&#8230;).</p>
<p style="text-align:justify;">Film ini akan terasa lebih nikmat bila anda sudah menonton film sebelumnya, &#8220;The Da Vinci Code&#8221;, film yang dulu pernah menjadi kontroversi karena berlatar ajaran Katolik. Sebagaimana Da Vinci, film ini juga mengisahkan petualangan memecahkan simbol-simbol yang lagi-lagi berhubungan dengan Katolik.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari awal sampai akhir, ada beberapa bagian yang aku kurang mengerti, terutama yang berkaitan dengan tradisi Vatikan dan istilah-istilah dalam ajaran Katolik. Tapi, suguhan visualnya membuatku berdecak kagum. Meski bukan diambil dari tempat aslinya, gambar-gambar yang dimunculkan berhasil memberikan gambaran yang indah di benakku tentang Vatikan.<span id="more-666"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Berikut sinopsisnya yang kuambil dari <a href="http://dee-nesia.blogspot.com/2009/05/angels-and-demons-synopsis.html">sini</a>:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sebuah tabung berisi antimateri telah dicuri dari CERN, sebuah lembaga riset nuklir di Prancis. Antimateri adalah sebuah bentuk hasil ilmu pengetahuan yang hampir menyerupai sebuah bentuk energi. Saat antimateri ini bertemu dengan partikel materi maka ledakan yang sangat dahsyat akan terjadi, semua yang dikenal sebagai “materi” akan tersedot di dalam ledakan itu dan menjadikannya tidak bersisa. Seperti halnya pada proses penciptaan dunia yang dijelaskan dengan teori Big Bang.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada hari yang sama, tabung berisi antimateri itu sudah berada di bawah kota Vatikan dan siap meledak dalam 24 jam. Bersamaan dengan itu, pemimpin gereja Katolik Roma, Paus, meninggal dunia. Para kardinal sedang bersiap mengadakan konklaf, sebuah rapat tertutup untuk memilih Paus yang baru. Tapi keempat orang kandidat utama justru diculik oleh sebuah kelompok misterius, <span style="color:#0000ff;">Iluminati</span>. Kelompok ini jugalah yang bertanggung jawab atas pencurian antimateri dan rencana peledakan Vatikan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span class="fullpost">Bermil-mil jauhnya dari lokasi ancaman bom antimateri itu, Robert Langdon (Tom Hanks), seorang simbolog dari Amerika, baru saja menyelesaikan beberapa putaran dari olahraga berenangnya, ketika seorang utusan khusus dari Vatikan meminta pertolongannya. Sebelumnya Robert memang sudah banyak menulis tentang kisah-kisah dibalik gereja Vatikan. Pengetahuannya tentang kelompok rahasia yang sudah menghilang selama 400 tahun itu menjadikannya sebagai orang satu-satunya yang bisa mengungkapkan pelaku dibalik ancaman bom yang bakal meluluhlantahkan Vatikan.</span></p>
<p>Berbekal sebuah tulisan unik bertuliskan Iluminati, Robert setuju untuk terbang ke Roma untuk membantu memcahkan kasus itu. Satu cetakan tulisan tersebut menarik perhatian ahli simbol ini karena dibolak-balik pun tulisannya akan tetap terbaca. Bentuk tulisan seperti itu biasa disebut sebagai ambigram. Salah satu ciri khas kelompok Iluminati.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesampainya di Vatikan, kemampuan Robert justru diragukan oleh komandan Swiss Guard, Richter (Stellan Skarsgård). Bahkan pimpinan kesatuan khusus itu selalu menatap penuh curiga terhadap pengetahuan Robert tentang kelompok rahasia ini. Namun, dibawah tekanan itu, simbolog ini membuktikan berbagai teorinya dengan berhasil membongkar lokasi pembunuhan empat kardinal yang sebelumnya diculik. Dengan bantuan Vittoria Vetra (Ayelet Zurer) dia bahkan bisa menemukan satu lokasi terakhir tempat antimateri itu disembunyikan.</p>
</blockquote>
<p align="justify">Pesan penting dari film ini adalah hendaknya antara sains dan agama terjadi <a href="http://www.icas-indonesia.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=383&amp;Itemid=179&amp;lang=iso-8859-1">dialog yang harmonis</a>. Sains dan agama, merupakan dua entitas yang sama-sama telah mewarnai sejarah    kehidupan umat manusia. Sebab, keduanya telah berperan penting dalam membangun    peradaban. Dengan lahirnya agama, tidak saja telah menjadikan umat manusia memiliki    iman, tapi hal lain yang tidak bisa dipandang sebelah mata adalah terbangunnya    manusia yang beretika, bermoral dan beradab yang menjadi pandangan hidup bagi    manusia dalam menjalani hidup di dunia. Sementara sains dengan puncak perkembangan yang telah dicapai, juga telah menjadikan kemajuan dunia dengan berbagai penemuan yang gemilang.</p>
<p align="justify">Dua sisi ini, seharusnya disandingkan dengan manis, bukan dipertentangkan, apatahlagi dipurukkan dalam konflik berkepanjangan. Sejarah telah mencatat bagaimana &#8220;permusuhan&#8221; sains dan agama melahirkan tabir kelam yang menyelimuti umat manusia. Film ini, mencoba menggugah kembali ingatan kita akan permusuhan tersebut dan meminta kita untuk kembali duduk bersama, membincangkannya dengan tulus. Sehingga, sains dapat berkembang dengan pesat di bawah kawalan moral dari agama. Bila itu terjadi, maka tidak ada lagi produk sains yang kebablasan, dan sebaliknya, umatpun akan dapat menjalankan perintah agama dengan penuh kesadaran, bukan paksaan&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2009/05/19/angels-and-demons/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>birah i</title>
		<link>http://hardivizon.com/2009/03/31/birah-i/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2009/03/31/birah-i/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 05:03:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[nama jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surauinyiak.wordpress.com/?p=535</guid>
		<description><![CDATA[Ada-ada saja kerjaan orang Jakarta. Nama jalan ini kok rada aneh. Foto ini aku ambil dalam perjalananku ke Jakarta awal Februari 2009 lalu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2009%2F03%2F31%2Fbirah-i%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align:justify;">Ada-ada saja kerjaan orang Jakarta. Nama jalan ini kok rada aneh. Foto ini aku ambil dalam perjalananku ke Jakarta awal Februari 2009 lalu.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-536" title="img0041a" src="http://surauinyiak.files.wordpress.com/2009/03/img0041a.jpg" alt="img0041a" width="500" height="375" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2009/03/31/birah-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
