hijau langit

34

Posted by Vizon | Posted in iseng | Posted on 22-03-2010

Tags: , , ,

Taukah Anda, kalau di Minangkabau tidak ada yang berwarna biru? Coba saja sodorkan kepada para abege (baca: angkatan babe gue) sesuatu yang berwarna biru, pasti mereka akan katakan kalau itu bukan biru. Lantas, mereka bilang apa dong? Mereka akan bilang, itu warnanya hijau langit! :D

Ya… sampai era 70-an, kosakata “biru” tidak dikenal di Minangkabau. Setidaknya angkatan orangtuaku ke atas, memahami bahwa warna biru itu disebut dengan hijau langit. Kalau generasi 70-an ke atas, sudah menyebut biru dengan biru, tidak lagi hijau langit. Barangkali karena mereka sudah mendapatkan pembelajaran yang benar dari sekolahnya.

Sebetulnya, aku sendiri masih terbawa-bawa dengan cara penuturan leluhurku itu. Hanyasaja, karena sudah banyak bergaul dengan berbagai etnis dan selalu berusaha menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, maka aku sudah bisa menyebutkan biru untuk biru.

Maka, setiap kali ditanya apa warna favorit, secara spontan akan kujawab: hijau langit dan hijau daun! (halah!) :D

hijau langit
Warna kegemaranku; hijau langit dan hijau daun;)

.

.

(tulisan ini asli iseng… gara-gara chatting dengan Ria dan Arif :D )

my own cave

30

Posted by Vizon | Posted in iseng | Posted on 29-01-2010

Tags: , ,

Setiap kita barangkali mempunyai sebuah ruangan khusus yang menjadi wilayah kekuasaan. Di situ kita benar-benar berkuasa, dan tidak seorangpun dapat mengganggunya. Misalnya, ruang kerja di rumah, atau kamar tidur. Apa jadinya jika ruangan tersebut terdapat di area publik?

Nah, beberapa hari ini aku mendapat keistimewaan yang mewah sekali. Yaitu, sebuah ruangan khusus yang disebut dengan carrel room di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ruangan itu besarnya sekitar 1,5 x 1,5 m. Lengkap dengan meja baca, lampu, rak buku dan yang membuatku benar-benar bahagia adalah, sebuah jaringan internet khusus! Aih, aku benar-benar berasa di “surga”, hehehe… :D Kecepatan jaringan internet tersebut cukup fantastis. Kayak iklan sebuah mobil, wus wus wus… nyaris tak terdengar!

Ruangan itu hanya diperuntukkan bagi dosen atau mahasiswa S3 yang sedang melakukan penelitian. Jumlahnya hanya ada sekitar 14, tersebar di lantai 2, 3 dan 4 (kok jadi seperti merek sesuatu ya? ;) ). Karena ruangannya hanya sedikit dan yang membutuhkan banyak, maka ketika bisa mendapatkannya, itu adalah sebuah keistimewaan luar biasa. Bagi yang mendapatkannya, diberi kunci dan boleh menempatinya selama sebulan.

Karena ruangan ini berada di area publik, yakni ruang sirkulasi perpustakaan, maka tentu saja keberadaannya sedikit mengundang perhatian, sekaligus keirian. Ada perasaan aneh yang mengalir di hati ini setiap kali memasukinya. Sepertinya ada banyak pasang mata yang menatapku; entah iri, entah marah, entah apapun itu. Namun, aku berusaha untuk menanggapi perasaan aneh itu dengan positif. Kubisikkan dalam hati, seolah aku bicara kepada para pemilik mata itu: “Jika ingin menikmati keistimewaan ini, segeralah selesaikan kuliah kalian dan terus lanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi“. :) (jahat amat yak?)

carrelroom01
Inilah “goa pribadiku” selama satu bulan ke depan :D

Apakah Anda juga punya “goa pribadi”?

laki-laki vs perempuan

24

Posted by Vizon | Posted in iseng | Posted on 22-01-2010

Tags: , , , ,

Beberapa waktu yang lalu, aku bersama kawan-kawan berbagi pengetahuan dengan warga dusun Bedukan, Pleret, Bantul tentang relasi laki-laki dan perempuan.

pleret (1)

Yang menarik adalah, ketika peserta kami bagi  menjadi dua kelompok besar, yakni kelompok Ibu-ibu dan kelompok Bapak-bapak. Masing-masing kelompok diminta untuk menuangkan persepsi mereka terhadap pasangan (persepsi perempuan terhadap laki-laki dan sebaliknya). Read the rest of this entry »

macho colour ijo

30

Posted by Vizon | Posted in iseng | Posted on 20-12-2009

Tags: , , ,

Tulisan ini seharusnya kupersembahkan untuk memenuhi undangan Pakde Cholik untuk memasak dalam rangka hari ibu. Tapi, karena tidak memperhatikan waktu berakhirnya undangan itu, akupun terlambat 30 menit. Begitu akan menkopi linknya Pakde, ternyata sudah ditutup dan dijaga ketat oleh para serdadu yang aduhai. Demi menjaga persatuan dan kesatuan dunia perblogan (halah!), akupun tidak hendak merayu Pakde apalagi berkolusi agar tetap dapat diikutkan, hehehe… :D

Ya sudah, daripada sia-sia, lebih baik pengalamanku memasak satu hari ini, kubagi kepada teman-teman semua. Siapa tahu ada yang khilaf memintaku untuk menjadi chef di hotel berbintang, hahaha…. :D

Memasak sebetulnya bukanlah masalah yang asing bagiku. Terlahir dalam keluarga yang mayoritas laki-laki, ditambah lagi orangtua kami yang memiliki rumah makan, maka urusan ke dapur bagi anak laki-laki sudah menjadi biasa dan sama sekali tidak tabu dalam keluarga kami. Namun, sejak berumahtangga, kegiatan ke dapur itu jarang ku lakukan. Maklum, sudah ada yang memasakkan  untukku, hehehe…

Agar kegiatan memasak kali ini terasa lebih mantap, maka aku lakukan seluruhnya sendiri, sejak dari membeli bahannya di pasar sampai membereskan kotoran yang kutinggalkan di dapur sehabis memasak. Read the rest of this entry »

maha sapu

17

Posted by Vizon | Posted in iseng | Posted on 13-12-2009

Tags: , ,

Ketika sapu-sapu kecil
sudah tak sanggup lagi
membersihkan
sampah yang menggunung,
haruskah
SANG MAHA SAPU
turun tangan?

(foto diambil di belakang Plengkung Gading, Kraton Yogyakarta, 13 Desember 2009)

spanduk

32

Posted by Vizon | Posted in iseng | Posted on 07-09-2009

Tags: , , ,

rambu-patuhi

Bila diamati, ada yang kurang pas dengan isi spanduk ini. Coba perhatikan tulisannya: “Patuhi rambu-rambu lalulintas. Anak Istri menunggu di rumah”.

Isi spanduk ini dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

  1. Ditujukan khusus bagi para lelaki yang sudah beristri yang telah memiliki anak.
  2. Pelanggar rambu lalu lintas selama ini adalah para pria beristri yang telah memiliki anak.
  3. Selain pria beristri dan telah memiliki anak, tidak perlu mematuhi rambu lalu lintas.

Bila diperhatikan, pelanggar rambu lalu lintas justru lebih banyak anak muda atau remaja dan tidak sedikit dari para ibu-ibu. Sebagai contoh, yang paling sering berponsel ria sambil berkendara–entah itu menjawab telepon, sms atau bahkan akses facebook–kebanyakan adalah anak muda dan ibu-ibu… :p

So, biar pesannya sampai kepada semua kalangan, kira-kira bagaimana sebaiknya isi spanduk ini? :D