jogja memang istimewa

22

Posted by Vizon | Posted in jogja | Posted on 19-06-2010

Tags: , , , ,

fky05“Jogja Memang Istimewa” adalah tema yang dipakai pada Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2010, sebuah event seni-budaya tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DIY. Tema tersebut mempunyai maksud bahwa seni tradisi dan kontemporer serta kreasi seni lainnya yang ada di Provinsi D I Yogyakarta, merupakan bagian dan faktor penunjang dari keistimewaan Yogyakarta.

Event ini diselenggarakan dari tanggal 7 Juni – 7 Juli 2010, bertempat di Alun-alun utara Keraton Yogyakarta, Taman Budaya, Benteng Vredeburg dan Puro Pakualaman. Acara-acara yang digelar antara lain pawai budaya, pagelaran seni dan tradisi, pameran seni rupa, pasar seni dan dialog seni. Informasi selengkapnya dapat dilihat di situs resmi FKY 2010. Read the rest of this entry »

jamur & zupa

40

Posted by Vizon | Posted in jogja, liburan | Posted on 01-02-2010

Tags: , , ,

Akhir pekan kemarin, aku menikmati dua sajian yang sangat khas. Yang pertama makanan dengan berbahan dasar jamur, dan yang kedua zupa soup, masakan ala Eropa. Bersama beberapa orang sahabat, akupun menghabiskan liburan kemarin dengan memberi sedikit kenikmatan bagi lambung… here is the story:

Makanan pertama adalah serba jamur. Kami menikmatinya di sebuah resto tradisional bernama Jejamuran di daerah Pandowoharjo, Sleman, Jogjakarta. Jejamuran resto adalah sebuah rumah makan dengan keunggulan penggunaan bahan baku utama jamur yang dipadukan dengan menu tradisional. Bahan baku jamur mengandung berbagai macam asam amino, mineral, vitamin dan senyawa bioaktif yang baik bagi kesehatan, jamur juga telah terbukti menaikkan system kekebalan tubuh, menurunkan tekanan darah dan kandungan lemak dalam tubuh, menghambat pertumbuhan tumor, antiinflmasi dan antimikroba. Read the rest of this entry »

sumbar dan yogya

23

Posted by Vizon | Posted in jogja, lingkungan, minangkabau | Posted on 01-10-2009

Tags: , ,

Sumatera Barat (Sumbar) dan Yogyakarta adalah dua daerah yang mendapatkan tempat khusus di hatiku. Sumbar adalah daerah asal keluarga besarku dan Yogyakarta adalah tempat aku tinggal sekarang ini. Entah kenapa, begitu banyak kesamaan antara kedua daerah ini.

Di antaranya, budaya. Kedua daerah ini sangat terkenal dengan adat-budaya yang kental. Sumbar dengan adat Minangkabau-nya dan Yogyakarta dengan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kedua budaya ini begitu kental dan cukup memberi identitas tersendiri bagi Indonesia. Dari segi alam, kedua daerah ini juga memiliki kesamaan. Sumbar terkenal dengan pantai dan gunungnya, Yogyakarta-pun demikian. Bahkan, gunung yang ada di kedua daerah itu pun memiliki nama yang sama, yakni Merapi. Satu lagi contoh kesamaannya adalah nomor polisi kendaraan bermotor. Di Sumbar, menggunakan “BA”, sementara Yogyakarta menggunakan “AB”. Sebuah kesamaan yang bukan kebetulan sepertinya bukan?

Satu lagi kesamaan yang sulit untuk dinalar adalah musibah gempa. Yogyakarta dilanda gempa pada 27 Mei 2006 silam. Meluluhlantakkan daerah itu. Banyak korban yang berjatuhan, lebih kurang 6000 jiwa melayang. Dan, kemarin, 30 September 2009, Sumbar-pun dilanda gempa yang sama. Kerusakan yang ditimbulkan sangat parah. Menurut informasi, kerusakan gempa Sumbar sama dengan kerusakan gempa Yogyakarta. Lagi-lagi kedua daerah ini memiliki kesamaan, yang dalam hal ini adalah kesamaan nasib.

Gempa Sumbar yang terjadi sore kemarin itu cukup membuat kami sekeluarga shock. Betapa tidak? Keluarga besar kami berada di daerah itu, termasuk Ibu mertua yang berada di Payakumbuh. Di Padang dan Pariaman sebagai pusat gempa sendiri, ada kakak dan adik sepupu yang tinggal di sana. Sedari berita soal gempa itu dilansir media, kamipun melakukan kontak tiada henti. Namun, tak satupun yang tersambung. Sahabat semasa kuliah aku juga coba hubungi, juga sama sekali tidak tersambung. Dan, sahabat blogger Imoe pun kucoba untuk mengontaknya. Sama sekali tidak ada sambungan.

Sampai malam menjelang, kami tidak lepas dari televisi. Menonton setiap update berita sambil tetap mencoba menghubungi sanak keluarga. Yang semakin membuat kegelisahanku memuncak adalah telepon ke Riau-pun sangat sulit untuk tersambung. Akhirnya, hanya media internet-lah yang bisa menjadi andalan, terutama facebook. Ada seorang teman yang berada di Padang yang bisa update status facebook-nya. Tapi hanya sekali, setelah itu dia menghilang. Kemungkinan besar dia telah kehilangan koneksi.

Kegelisahan yang kualami ini, yang disebabkan oleh ketidakjelasan kabar tentang sanak saudara di daerah bencana, tentulah kegelisahan yang sama dirasakan oleh mereka ketika gempa Yogya tiga tahun yang lalu. Dapat kubayangkan betapa gelisahnya mereka selama beberapa hari, karena tidak bisa menghubungiku. Argh… kegelisahan ini benar-benar menyiksaku.

Akhirnya, aku hanya bisa berdoa dan berdoa untuk mereka semua. Aku yakin, semua ini akan ada maknanya bagi bangsa ini. Ujian bagi kita yang tidak tertimpa musibah ini secara langsung sudah dimulai, terutama bagi Pemerintah. Kita lihat saja, apakah mereka lebih mementingkan gengsi pesta pora pelantikan anggota DPR dengan dana milyaran rupiah itu, atau mau sedikit “mengalah”, dengan mengikhlaskan dana itu untuk penanganan korban. Kita lihat saja nanti…

Buat Imoe, Arif, dan sahabat blogger lainnya, kami doakan semoga kalian senantiasa dalam keadaan baik-baik saja…

Sebagai informasi ilmiah tentang gempa Sumbar ini, silahkan lihat di blognya Pakdhe Rovicky

prambanan, riwayatmu kini..

34

Posted by Vizon | Posted in jogja, liburan | Posted on 25-09-2009

Tags: , , , , ,

Lebaran hari ketiga, jalan-jalan lagi…! Kali ini, kami akan menuju ke Candi Prambanan. Tempat ini kupilih karena sebetulnya aku ingin tahu saja bagaimana keadaan candi itu setelah rusak berat akibat gempa tiga tahun yang lalu itu. Dan alasan lainnya, karena kupikir candi bukanlah tempat wisata favorit, sehingga kemungkinan besar tidak terlalu ramai di sana. Bukankah biasanya orang-orang lebih memilih berekreasi ke tempat-tempat yang ada wahana permainannya, seperti pantai misalnya. Kalau ke candi, masa mau bermain sama arca? :D

Tidak sampai 20 menit perjalanan, kamipun sampai di daerah Prambanan. Tapi, 300 meter jelang lokasi candi, suasana ramai dan kepadatan terlihat dengan jelas di sana. Kendaraan merangkak dengan pelan. Argh… perkiraanku salah total! Ternyata, candi itu termasuk salah satu yang diminati untuk dikunjungi. Eh tunggu… kok kendaraan yang memadati lokasi itu kebanyakan berplat “B” ya? Ouw… itu para pemudik rupanya. Duh, seharusnya kalau mudik itu yang dibawa keluarga dan pakaian saja, macetnya jangan ikutan dibawa, ditinggal saja di Jakarta… hahaha…. :D *ditimpuk Om Trainer dengan setrikaan* Read the rest of this entry »

melompatlah

19

Posted by Vizon | Posted in jogja, liburan | Posted on 24-09-2009

Tags: , , , ,

Lebaran kedua, kami bingung mau kemana lagi. Kalau jalan-jalan ke tempat-tempat wisata di Jogja, sepertinya sudah ditempuh semua. Tapi, kalau berdiam diri saja di rumah, tentulah sebuah tindakan yang mubazir. Maka, ketika anak-anak bertanya akan jalan kemana, akupun menjawab sekenanya: “kemana roda akan berputar saja…” :D

Entah malaikat apa yang menuntun, tiba-tiba kami sudah sampai di pelataran Monumen Jogja Kembali (MONJALI). Dengan perasaan sedikit malas, kamipun beringsut menuju pintu masuk. Secara mengejutkan, kami melihat di pelataran monumen itu sebuah event yang cukup spesial. Terlihat beberapa wahana permainan yang memacu adrenalin terpasang dengan gagahnya di sana. Ada balon raksasa, trampolin, euro bungee, flying fox, dll. Sontak rasa gembira menjalari tubuh kami. Sepertinya kali ini akan lebih mengasyikkan. Alhamdulillah… :D Read the rest of this entry »

silaturrahmi (?)

24

Posted by Vizon | Posted in jogja, tradisi | Posted on 23-09-2009

Tags: , , , ,

Minggu pagi, tidak seperti biasanya, anak-anakku kali ini bangun dengan sangat amat mudah sekali, bahkan diikuti dengan senyum bahagia. Betapa tidak? Aku membangunkan mereka dengan menyalakan MP3 takbir dari komputer dan diikuti dengan motivasi dariku: “Ayo anak-anak, bangun… saatnya kita ke lapangan, shalat Ied. Buruan mandi dan pakai baju baruuuu…“.

Tanpa sedikitpun sungutan terlihat di wajah, mereka menuju kamar mandi dengan semangat. Aih… andaikan kegembiraan semacam ini selalu ada di setiap hari, betapa indahnya. Tapi, masa setiap hari harus dimotivasi dengan baju baru, hehehe… :D

Pukul 06.00 wib semua sudah rapi dan siap berangkat ke lapangan. Di luar, bocah-bocah Kweni yang lain pun sudah pada siap dengan pakaian terbaik mereka. Semua tersenyum bahagia. Ok, sebelum berangkat ke lapangan, kita narsis dulu ya bocah-bocah… Ok, say: “buncis…..!” Read the rest of this entry »

hang out

48

Posted by Vizon | Posted in jogja, keluarga | Posted on 31-08-2009

Tags: , , , , , , ,

Aku dan istri sudah sepakat untuk memberi apresiasi kepada anak-anak atas prestasi puasa mereka dengan mengajak berbuka bersama di luar rumah. Hari Minggu kemarin, niatan itupun terwujudkan. Tempat yang kami pilih adalah Goebog Resto yang terletak di perempatan ring road-jalan Wonosari. Karena sudah reservasi sebelumnya, maka kamipun berangkat dengan agak santai.

Kami keluar dari rumah pukul 16.00. Sebetulnya, kalau tidak mampir kemana-mana, jarak tempuh paling 15 menit. Tapi, karena ingin jalan-jalan sambil melihat-lihat suasana sore Ramadhan di Jogja, kamipun mengambil jalan memutar. Dari beberapa tempat yang kami lalui, sepertinya menarik untuk diceritakan. Read the rest of this entry »

pintu itu terbuka..

19

Posted by vizon | Posted in jogja | Posted on 29-05-2009

Tags: , , , ,

Mohon dibaca juga tulisan sebelumnya: untuk dikenang dan dia mengemis.

Bangun pagi, badanku terasa segar. Aku tidur pulas semalam rupanya. Agaknya perasaan tenang telah berada kembali di Jogja, membuat tidurku menjadi nyenyak, meski hanya di dalam tenda.

Beberapa saat setelah subuh, suasana berangsur-angsur terang oleh sinar matahari yang mulai muncul. Aku berniat membereskan isi rumah yang berantakan dan belum sempat kubereskan sejak gempa tempo hari.

Kubuka pintu masuk dan kulihat rak bukuku masih tergeletak di lantai dengan beberapa buku yang berserakan di sisinya. Rak itu nyaris mencelakakan putri sematawayangku, Satira. Read the rest of this entry »