<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SURAU INYIAK &#187; kampung blagu</title>
	<atom:link href="http://hardivizon.com/category/kampung-blagu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hardivizon.com</link>
	<description>just another way to know</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 03:58:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>udang jamur</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/06/01/udang-jamur/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/06/01/udang-jamur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 23:22:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[kampung blagu]]></category>
		<category><![CDATA[gontor]]></category>
		<category><![CDATA[Hery Azwan]]></category>
		<category><![CDATA[jamur]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[saos tiram]]></category>
		<category><![CDATA[udang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1750</guid>
		<description><![CDATA[Ketika nyantri dulu, aku tidak begitu akrab dengan Hery Azwan. Tapi, setelah menjadi alumni, justru kami sangat akrab. Jagat mayalah yang menjadi penyebabnya. Sejak tamat di tahun 1991, kami baru bertemu kembali di tahun 2006. Diawali dengan aktiv di mailing list kealumnian yang lantas membawa kami sama-sama ngeblog, ber-fb ria dan saling follow di twitter, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2010%2F06%2F01%2Fudang-jamur%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-1751" title="azwan-vizon" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/06/azwan-vizon-300x224.jpg" alt="azwan-vizon" width="300" height="224" />Ketika nyantri dulu, aku tidak begitu akrab dengan <a href="http://heryazwan.wordpress.com/" target="_blank">Hery Azwan</a>. Tapi, setelah menjadi alumni, justru kami sangat akrab. Jagat mayalah yang menjadi penyebabnya. Sejak tamat di tahun 1991, kami baru bertemu kembali di tahun 2006. Diawali dengan aktiv di mailing list kealumnian yang lantas membawa kami sama-sama ngeblog, ber-fb ria dan saling <em>follow</em> di twitter, hingga akhirnya sama-sama terlibat dalam beberapa kali reuni. Boleh dikatakan, Hery Azwan adalah salah seorang sahabat terdekatku dari sesama alumni Gontor saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Di hari Minggu, 30 Mei 2010 kemarin, aku bertandang ke rumahnya di bilangan Cakung, Jakarta. Ini kunjungan pertamaku ke rumahnya. Suasana yang nyaman, membuat aku betah berada di rumah itu. Apalagi disuguhi makan siang dengan menu yang mengundang selera. Salah satu masakan yang disajikannya adalah udang jamur saos tiram yang dimasak sendiri oleh Hery. Aih&#8230; benar-benar pandai kawanku itu memasak. Maknyus tenan&#8230;.. hehehe&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <span id="more-1750"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Nah, biar sahabat narablog semua bisa merasakan enaknya masakan itu, berikut aku sampaikan resepnya yang kupinta dari Hery:</p>
<p style="text-align: justify;">Bahan:<br />
*Udang pancet<br />
*Jamur kuping<br />
*jeruk nipis setengah<br />
*minyak goreng</p>
<p>Bumbu:<br />
*bawang putih 3 siung (dikeprek dan diiris kecil)<br />
*bawang merah: 6 siung (diiris)<br />
*cabai hijau 3 helai (diiris)<br />
*cabai domba 3 helai (diiris)<br />
*garam secukupnya<br />
*saus tiram 1 sendok makan<br />
*kecap manis 1 sendok makan<br />
*saus tomat 1 sendok<br />
*lada</p>
<p style="text-align: justify;">Cara memasak:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Udang dibelah tengah dng pisau agar bumbu lebih meresap dan potong  kumisnya.<br />
2. Taburi garam di udang, lalu peras air jeruk dan siramkan ke udang.<br />
3. Panaskan minyak goreng sekitar 3 sendok makan, lalu masukkan udang.  Tunggu sampai udang berubah warna menjadi merah, lalu angkat udang  bersama minyak dan airnya. Sisihkan.<br />
4. Masukkan lagi minyak goreng baru ke wajan sekitar 3 sendok makan,  lalu masukkan bawang putih, bawang merah dan cabai. Tunggu sampai harum.<br />
5. Tuang kecap, saus tiram, kecap, saus, garam dan lada. Aduk-aduk hingga  merata.<img class="alignright size-medium  wp-image-1752" title="udang jamur" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/06/udang-jamur-300x224.jpg" alt="udang jamur" width="260" height="194" /><br />
6. Masukkan udang beserta air dan minyak. Aduk hingga bumbu merata.<br />
7. Masukkan jamur dan aduk hingga merata.<br />
8. Makanan siap disajikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana? Mudah bukan? Ok, selamat mencoba&#8230; Dan buat Bro Hery, terima kasih ya atas pertemuan kemarin itu. Sungguh, itu adalah pertemuan yang benar-benar mengenyangkan, hahaha&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/06/01/udang-jamur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>hadiah</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/05/05/hadiah/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/05/05/hadiah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 01:18:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[kampung blagu]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[kado]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Om Nh18]]></category>
		<category><![CDATA[pakde cholik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1735</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak bahagia jika diberi hadiah? Apalagi hadiah tersebut diberikan oleh orang yang kita kenal dan kita tahu ketulusannya dalam memberi. Seperti yang kualami bebeapa hari ini, ada banyak hadiah yang kuterima dari sahabat-sahabat terbaikku. Salah satunya adalah dari Pakde Cholik. Beliau mengirimkan sebuah dompet yang bagus sekali. Kok pas sekali ya&#8230;? Dompet yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2010%2F05%2F05%2Fhadiah%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;">Siapa yang tidak bahagia jika diberi hadiah? Apalagi hadiah tersebut diberikan oleh orang yang kita kenal dan kita tahu<img class="alignright size-medium wp-image-1737" title="dompet dari pakde cholik" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/05/dompet-dari-pakde-cholik-300x197.jpg" alt="dompet dari pakde cholik" width="197" height="129" /> ketulusannya dalam memberi. Seperti yang kualami bebeapa hari ini, ada banyak hadiah yang kuterima dari sahabat-sahabat terbaikku. Salah satunya adalah dari <a href="http://abdulcholik.com/2010/04/20/dasri-superman-favorit-sahabat/" target="_blank">Pakde Cholik</a>. Beliau mengirimkan sebuah dompet yang bagus sekali. Kok pas sekali ya&#8230;? Dompet yang kupakai sehari-hari sudah bulukan, sama seperti yang empunya. Ada niat untuk menggantinya, tapi entah mengapa, selalu saja belum kesampaian. Tak disangka, ternyata Pakde memberiku hadiah dompet istimewa. Wuih&#8230; betapa senangnya hati ini.. Terima kasih Pakde.</p>
<p style="text-align: justify;">Dua hari yang lalu, the fantastic four juga mendapat hadiah dari <a href="http://theordinarytrainer.wordpress.com/2010/05/01/lagu-untuk-anak/" target="_blank">seorang narablog yang ternyata memiliki musikalitas tinggi</a>. Coba simak email beliau ini:<span id="more-1735"></span></p>
<blockquote><p><span style="color: #0000ff;"><em>Untuk  Keponakan-keponakanku &#8230;<br />
Afif, Satira,  Ajib dan Fatih &#8230;<br />
Mohon maaf<br />
Om  main pianonya agak sedikit berantakan nih<br />
Tidak apa-apa  yah &#8230;<br />
Yang jelas om  senang kalau kalian bisa menikmatinya &#8230;<br />
Lagu &#8220;HATI GEMBIRA&#8221;  ciptaan AT Mahmud<br />
Lagu &#8220;PAMAN DATANG&#8221;  ciptaan AT Mahmud<br />
Lagu &#8220;KELINCIKU&#8221; kalau  tidak salah ciptaan Ibu Kasur<br />
semoga kalian  senang ya &#8230;</em></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><em>Salam Om </em></span></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">The fantastic four langsung bersorak gembira ketika mendengarkan lagu-lagu itu di sore hari ketika mereka semua sudah berkumpul di rumah. Satira yang paling antusias mendengarkan lagu itu. Karena, ketiga lagu itu sebetulnya adalah permintaan dia. Kebetulan dia pemain bellira di group marchingband sekolahnya, dan ketiga lagu itu adalah lagu yang sedang dipelajarinya bersama kawan-kawan. Arransemen si Om benar-benar ciamik&#8230;!</p>
<p>Kalau mau menyimak lagu-lagu tersebut, sila klik tautan berikut:</p>
<ol>
<li><a href="http://www.4shared.com/audio/dlHNCGpd/HATI_GEMBIRA.html" target="_blank">HATI GEMBIRA</a> by. Nh18</li>
<li><a href="http://www.4shared.com/audio/b7Q4ZYZO/PAMAN_DATANG.html" target="_blank">PAMAN DATANG</a> by. Nh18</li>
<li><a href="http://www.4shared.com/audio/pdY4M0Jf/KELINCIKU.html" target="_blank">KELINCIKU</a> by. Nh18</li>
</ol>
<p>Om Nh&#8230; terima kasih banyak. Sungguh, ini adalah hadiah terbaik yang pernah kami terima.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, sekarang aku ingin tanya kepada sahabat semua, pernahkah memberi hadiah untuk ibunda tercinta? Kalau pernah, boleh tahu apakah itu? Oya, berikut ini ada tulisan yang patut anda semua baca mengenai hadiah terindah untuk ibunda. Silahkan klik tautan berikut ini: <a href="http://unicha.wordpress.com/2010/05/05/kado-untuk-ibu/" target="_blank">KADO UNTUK IBU</a>. Semoga menginspirasi. <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/05/05/hadiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kebenaran itu pahit!</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/04/07/kebenaran-itu-pahit/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/04/07/kebenaran-itu-pahit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2010 04:45:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[bunga rampai]]></category>
		<category><![CDATA[kampung blagu]]></category>
		<category><![CDATA[atmakusumah]]></category>
		<category><![CDATA[didot]]></category>
		<category><![CDATA[kebenaran itu pahit]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[masjid al-azhar jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1660</guid>
		<description><![CDATA[Andi terdiam sesaat, hatinya masih bimbang, apakah benar yang akan dilakukannya ini? Sejenak dilihatnya lagi amplop coklat di atas mejanya. Isinya masih utuh, 30 juta! Digenggamnya dengan erat amplop itu. Kembali diteguhkannya hatinya. &#8220;Aku harus melakukannya!&#8220;, begitu ia berbisik dalam hati. Dengan yakin, dia melangkah keluar kamar kos, menenteng sebuah tas berisi pakaian dan menggendong [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2010%2F04%2F07%2Fkebenaran-itu-pahit%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;">Andi terdiam sesaat, hatinya masih bimbang, apakah benar yang akan dilakukannya ini? Sejenak dilihatnya lagi amplop coklat di atas mejanya. Isinya masih utuh, 30 juta! Digenggamnya dengan erat amplop itu. Kembali diteguhkannya hatinya. &#8220;<em>Aku harus melakukannya!</em>&#8220;, begitu ia berbisik dalam hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan yakin, dia melangkah keluar kamar kos, menenteng sebuah tas berisi pakaian dan menggendong sebuah ransel di pundak. Di mulut gang, ia panggil sebuah becak dan meminta untuk mengantarkannya ke sebuah alamat. Hanya butuh sekitar 20 menit, ia pun sampai di alamat yang dituju.<span id="more-1660"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Mau apa kamu kesini?&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Mbak, izinkan aku untuk menjelaskannya dulu&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Apa lagi yang mau dijelaskan?!&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Setidaknya Mbak tahu mengapa aku melakukannya&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Sudah jelas, kamu melakukannya karena memang itu maumu!&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Tidak Mbak, aku terpaksa melakukannya. Dan lagi, itupun memang harus kulakukan, karena aku sayang padanya&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Sayang? Sayang macam apa yang mau kau tunjukkan? Kamu lihat, betapa besar sakit yang kau tinggalkan akibat perbuatanmu itu!&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Aku tahu Mbak, tapi&#8230; &#8220;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Tapi apa&#8230;?!!&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Sejenak suasana hening, tak sepatahpun kata yang keluar dari mulut keduanya. Tiba-tiba Andi berdiri dari duduknya dan berkata:</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Mbak, sepertinya sulit bagi kita untuk berbicara dalam keadaan emosi seperti ini. Kalau begitu, izinkan aku pamit. Aku ingin pergi dari kota ini, mengubur masa lalu kita, memulai sesuatu yang baru. Bacalah surat yang ada di dalam amplop ini, sepeninggalku nanti&#8221;.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Tantri terpana, matanya bolak-balik melihat ke arah Andi yang mulai beranjak keluar dan amplop warna coklat yang tergeletak di atas meja. Dia tersadar dari lamunan dan keterkejutannya demi mendengar tangisan bayinya dari dalam kamar. Dengan cepat disambarnya amplop tadi dan segera menuju kamar.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil menggendong bayinya, Tantri membuka amplop warna coklat tersebut. Dia terkejut alang kepalang. Ada tiga ikat uang yang terdiri dari lembaran seratus ribu, berjumlah 30 juta rupiah. Di dalamnya juga terdapat sepucuk surat. Segera dibacanya surat itu:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Mbak Tantri yang saya hormati&#8230;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Maafkan jika tindakan saya telah melukai perasaan mbak dan keluarga. Saya benar-benar dihadapkan pada sebuah pilihan yang sangat sulit. Antara jujur dengan kebenaran yang saya ketahui atau melindungi sahabat baik saya, Mas Dedi, suami mbak.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sesungguhnya, saya sudah lama mengetahui kalau Mas Dedi korupsi di kantor kami. Bukannya saya tidak mengingatkan. Sudah sangat sering saya katakan kepada beliau untuk tidak meneruskan kelakuannya itu. Namun, sepertinya uang telah menggelapkan matanya. Dia sudah tak peduli lagi dengan nasehat sahabatnya. Dia sudah menganggap uang adalah Tuhannya.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Maka, ketika kasus itu kemudian mengemuka dan Mas Dedi akhirnya harus menjadi tersangka, saya pun harus dihadapkan pada pilihan berat. Sebagai saksi kunci, tentulah kesaksian saya menjadi hal yang utama. Sungguh berat bagi saya ketika itu. Kalau saya berkata jujur, maka Mas Dedi akan dipenjara. Tapi, jika saya bohong, saya telah menodai diri saya sendiri. </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Akhirnya, seperti yang mbak ketahui, sayapun memilih untuk berkata jujur, meski itu berat.<br />
</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Mbak, kebenaran itu sungguh pahit, tapi saya harus menelannya. Bagi saya, sahabat tidak selalu harus membenarkan apa yang dilakukan oleh sahabatnya, iapun harus berani menyalahkan perbuatannya. &#8220;Sahabat sejati adalah yang mau menangis bersamamu, bukan yang hanya ingin tertawa bersamamu&#8221;. Karena saya tak ingin Mas Dedi larut dalam kesalahannya, maka saya harus menegurnya dengan cara ini. Maafkan jika pilihan saya ini membuat Mbak terluka.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Mbak&#8230; saya akan pergi meninggalkan kota ini. Mencari kehidupan baru yang lebih menenangkan hati. Terimalah uang hasil tabungan saya selama bertahun-tahun. Barangkali dapat meringankan beban Mbak, selama ditinggal Mas Dedi di penjara.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Salam saya, </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>ANDI</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tantri terduduk lemas di ujung ranjangnya. Tulang-tulangnya seolah lepas dari tubuhnya. Ia tak sanggup lagi berkata-kata. Hanya tetesan air hangat yang mengalir deras dari kedua matanya. Dengan lirih ia berbisik: &#8220;<em>Tuhan, ampuni kami. Izinkan kami untuk tetap berlaku benar dan berani berkata benar</em>&#8220;</p>
<p style="text-align: center;">~oOo~</p>
<p style="text-align: justify;">Kisah di atas terinspirasi dari obrolanku dengan dua narablog muda, <a href="http://atmakusumah.wordpress.com/blog-identity/" target="_blank">Atmakusumah</a> dan <a href="http://hadidot.wordpress.com/2010/04/06/meluruskan-niat-ngeblog/" target="_blank">Didot</a>. Kami bertemu pada hari Sabtu, 3 April 2010 yang lalu di pelataran Masjid Al-Azhar, Jakarta. Kedua sahabatku itu memiliki gairah yang luar biasa dalam belajar agama. Aku salut atas kegiatan mereka tersebut. Jika dilihat tulisan-tulisan mereka di blog, sangat menunjukkan betapa gairah itu sungguh besar.. <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1661" title="vizon atma didot" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/04/vizon-atma-didot.jpg" alt="vizon atma didot" width="448" height="336" /><span style="color: #ff0000;">Bersama Atmakusumah dan Didot di pelataran Masjid Al-Azhar Jakarta. <em><br />
&#8220;Kebenaran itu pahit, tapi harus tetap ditelan&#8221;</em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/04/07/kebenaran-itu-pahit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>47</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>inyiak dan kyai</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/04/04/inyiak-dan-kyai/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/04/04/inyiak-dan-kyai/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2010 02:18:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[kampung blagu]]></category>
		<category><![CDATA[Guskar]]></category>
		<category><![CDATA[harimau]]></category>
		<category><![CDATA[himawan]]></category>
		<category><![CDATA[inyiak]]></category>
		<category><![CDATA[kereta kencana]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[kyai]]></category>
		<category><![CDATA[nh18]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[surau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1655</guid>
		<description><![CDATA[Meski berasal dari etnis yang berbeda, kata &#8220;inyiak&#8221; dan &#8220;kyai&#8221; memiliki makna yang nyaris sama dalam khazanah Bahasa Indonesia. Inyiak berasal dari Minangkabau dan kyai berasal dari Jawa. Kedua kata ini biasanya digunakan untuk gelar bagi seseorang yang memiliki pengetahuan agama Islam yang sangat baik. Mereka yang digelari ini biasanya memiliki sebuah lembaga pendidikan keislaman, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2010%2F04%2F04%2Finyiak-dan-kyai%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;">Meski berasal dari etnis yang berbeda, kata &#8220;inyiak&#8221; dan &#8220;kyai&#8221; memiliki makna yang nyaris sama dalam khazanah Bahasa Indonesia. Inyiak berasal dari Minangkabau dan kyai berasal dari Jawa. Kedua kata ini biasanya digunakan untuk gelar bagi seseorang yang memiliki pengetahuan agama Islam yang sangat baik. Mereka yang digelari ini biasanya memiliki sebuah lembaga pendidikan keislaman, yang kalau di Minangkabau bernama &#8220;surau&#8221; dan di Jawa bernama &#8220;pesantren&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejarah banyak mencatat tentang surau yang dipimpin oleh para inyiak di Minangkabau. Sebut saja <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syekh_Sulaiman_ar-Rasully" target="_blank">Inyiak Canduang</a> sebagai contoh. Beliau yang bernama asli Syekh Sulaiman ar-Rasuly ini telah membuat sebuah langkah revolusionis dalam pendidikan agama di Minangkabau. Yakni, modernisasi pendidikan dari sistem klasik ke sistem klasikal, dari sistem <em>halaqah</em> di surau ke sistem berkelas di sebuah madrasah. Lembaga pendidikan yang beliau dirikan pada tahun 1928 itu bernama Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) di daerah Canduang yang terletak lebih kurang 8 km dari kota Bukittinggi. MTI ini telah memberi pengaruh besar di Minangkabau. Tercatat ada lebih kurang 216 cabang MTI di seluruh Sumatera Barat. MTI Canduang sering juga disebut masyarakat Minang dengan Surau Inyiak Canduang.<span id="more-1655"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Di tanah Jawa juga sangat banyak lembaga pendidikan yang didirikan oleh para kyai. Sebut saja <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gontor" target="_blank">Pondok Pesantren Modern Gonto</a>r yang didirikan tiga bersaudara Kyai Haji Ahmad Sahal, Kyai Haji Zainuddin Fannie dan Kyai Haji Imam Zarkasyi. Pembaharuan sistem pesantren yang dilakukan ketiga kyai ini juga hampir sama dengan apa yang dilakukan Inyiak Canduang, yakni mengganti sistem sorogan ke sistem kelas dengan kurikulum yang tersusun rapi dan hirarki tingkatan yang jelas. Dewasa ini ada banyak pesantren yang mengikuti pembaharuan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Di samping itu, penggunakan kata inyiak dan kyai juga dilengketkan pada hewan atau benda yang dianggap keramat. Di Minangkabau, inyiak juga digunakan untuk menyebut harimau. Menurut legenda, hewan ini dianggap sebagai hewan jadi-jadian dari seseorang yang setelah meninggal dunia, tidak kuat menerima siksa kubur. Karena ingin memperbaiki kesalahannya selama hidup, ia pun kembali dalam wujud harimau. Hanya, karena wujudnya hewan, maka ia berada dalam dua sifat; kemanusiaan dan kehewanan. Satu sisi ia akan sangat baik sebagaimana manusia seharusnya, tapi di sisi lain ia tak dapat menghindari nafsu kehewanannya. Oleh karena itu, di Minangkabau hewan ini dipanggil dengan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Silat_Minangkabau" target="_blank">Inyiak Balang</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Jawa, juga ada beberapa hewan dan benda yang digelari kyai. Sebagai contoh, di kraton Yogyakarta ada kereta kencana yang disebut <a href="http://gudeg.net/id/news/2010/02/5294/Keraton-Yogyakarta-Pamerkan-Benda-Bersejarah.html" target="_blank">Kyai Garudayaksa</a>. Kereta kencana ini ditarik oleh delapan kuda, dibuat Hermans &amp; co di Den Haag, Belanda, tahun 1867-1869  dan digunakan untuk penobatan HB VIII, HB IX, dan HB X. Ada juga Kyai  Winomoputro yang ditarik oleh 6 ekor kuda dipergunakan untuk kendaraan  dinas putra mahkota buatan Hermans&amp;co tahun 1950-1960 dan  dipergunakan sejak pemerintahan HB VI. Dan masih banyak benda dan hewan lain yang diberi gelar kyai, seperti keris, al-Qur&#8217;an pusaka, gajah dan kerbau.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah, bahwa inyiak dan kyai memiliki terminologi yang nyaris sama. Hanya saja, di jagat blogging ada juga yang dengan semena-mena menggunakan kedua kata ini untuk identitas mereka. Yang aku tahu, blog yang menggunakan kata-kata ini adalah &#8220;<a href="http://hardivizon.com" target="_blank">surau inyiak</a>&#8221; dan &#8220;<a href="http://guskar.com/" target="_blank">padeblogan kyaine</a>&#8220;. Kalau dilihat dari definisi aslinya, penggunaan kata ini di jagat blogging sangatlah jauh. Semestinya para pengguna kedua kata ini bertanggungjawab dan meminta izin ke leluhur mereka. Apakah mereka melakukannya? Entahlah, biarkan sajalah mereka yang menanggung akibat atas perbuatan mereka tersebut. <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Yang pasti, keduanya pada hari Sabtu, 3 April 2010 yang lalu bertemu di sebuah tempat di daerah Bekasi. Dengan ditemani seorang Tariner kondang asal Ciputat bernama <a href="http://theordinarytrainer.wordpress.com/2010/04/01/makelar-blog/" target="_blank">Nh18</a>&#8211;sang makelar blog&#8211; dan <a href="http://pridityo.blogspot.com/" target="_blank">filosof muda</a> asal Bekasi berinisial HP, mereka menunjukkan keaslian jati diri masing-masing. Sebelumnya mereka hanya saling mengenal lewat gambar diri dan tulisan semata, kecuali si inyiak dan trainer yang sudah bertemu untuk ketiga kalinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Anda tak perlu membayangkan seperti apa pertemuan itu. Yang pasti, ada seseorang yang menjadi obyek pembicaraan keempat manusia tersebut. Yaitu seorang <a href="http://nakjadimande.com/2010/03/15/km-54400/" target="_blank">perempuan berselubung kerudung hitam</a> yang pernah dengan semena-mena melemparkan sandalnya ke kyaine&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah, sebagai bukti fisik kalau mereka benar-benar bertemu, dengan segala kerendahan hati, izinkanlah aku memuat foto mereka&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1656" title="inyiak dan kyai" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/04/inyiak-dan-kyai.jpg" alt="inyiak dan kyai" width="448" height="336" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Keempat oknum yang terlibat dalam pertemuan penuh konspirasi&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/04/04/inyiak-dan-kyai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sidikalang dan curup</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/03/19/sidikalang-dan-curup/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/03/19/sidikalang-dan-curup/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 03:56:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[kampung blagu]]></category>
		<category><![CDATA[curup]]></category>
		<category><![CDATA[daniel mahendra]]></category>
		<category><![CDATA[diari]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[lisa febriyanti]]></category>
		<category><![CDATA[sidikalang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1629</guid>
		<description><![CDATA[Sidikalang adalah ibukota Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Sesungguhnya aku belum pernah ke kota itu. Hanya dari referensi yang kubaca, aku dapat membayangkan kota ini sangat mirip dengan kota Curup, Bengkulu, tempatku bekerja. Setidaknya, kemiripan kedua kota ini adalah pada posisinya yang terletak di daerah pegunungan, sehingga membuat udaranya sangat sejuk. Dan salah satu komiditi hasil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2010%2F03%2F19%2Fsidikalang-dan-curup%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;">Sidikalang adalah ibukota Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Sesungguhnya aku belum pernah ke kota itu. Hanya dari referensi yang kubaca, aku dapat membayangkan kota ini sangat mirip dengan kota Curup, Bengkulu, tempatku bekerja. Setidaknya, kemiripan kedua kota ini adalah pada posisinya yang terletak di daerah pegunungan, sehingga membuat udaranya sangat sejuk. Dan salah satu komiditi hasil pertanian kedua kota ini yang menjadi ciri khas adalah kopi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, <a href="http://tonggo.wordpress.com/2007/08/30/matinya-si-hitam-robusta-sidikalang/">kopi Sidikalang</a> dan <a href="http://curupkami.blogspot.com/2009/03/perkebunan-kopi-suban-ayam-curup-1925.html">kopi Curup</a> (<em>sering juga orang menyebutnya kopi Bengkulu</em>) tergolong kopi terbaik di Indonesia. Ketika pertama kali aku ke menginjakkan kaki ke Curup, aku disuguhi kopi khas daerah ini. Aku yang tidak begitu <em>addict</em> dengan kopi, langsung jatuh hati begitu menyeruput kopi asli daerah itu. Benar-benar terasa menyegarkan, dan sangat pas dengan udara daerahnya yang sejuk itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut cerita sejawatku di sana, ketika terjadi krisis moneter di Indonesia pada tahun 1998-1999, masyarakat Curup malah mengalami peningkatan ekonomi yang sangat signifikan. Kopi mereka yang diekspor mengalami kenaikan harga yang fantastis, sebagai akibat kenaikan nilai tukar dolar yang juga meningkat fantastis ketika itu. Sehingga, banyak petani di Curup yang mendadak menjadi orang kaya. Hanya sayang, karena keterkejutan memiliki uang dalam jumlah besar dalam waktu yang tak terduga itu, membuat mereka lupa diri. Akibatnya, dalam waktu sekejap uang yang banyak itupun ludes, karena ketidakmampuan menahan diri dalam berbelanja. Sekarang, mereka kembali lagi menjadi petani biasa yang untuk makanpun susah. Sungguh memprihatinkan.<span id="more-1629"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kalau kopi Sidikalang aku belum pernah mencicipinya hingga kemarin malam, 18 Maret 2010. Dua orang sahabat mengundangku untuk bertemu di <a href="http://www.facebook.com/elpueblocafe?ref=mf">kafe Elpueblo</a> di bilangan Patangpuluhan Yogyakarta. Kafe yang terletak tak begitu jauh dari Kweni ternyata menyajikan suasana yang sangat nyaman. Sajiannyapun sangat Indonesia. Di antara deretan minuman yang ditawarkan, mataku tertuju pada pilihan aneka kopi nusantara. Ada kopi Aceh, Bengkulu, Lampung, dll.</p>
<p style="text-align: justify;">Pilihanku jatuh pada kopi Sidikalang. Mengapa? Karena ada kaitannya dengan sahabat yang mengundangku malam itu. Novel terbarunya berlatar kejadian nyata di daerah Dairi Sumatra Utara. Alih-alih untuk merasakan atmosfir Dairi, maka kami memilih kopi tersebut. Ternyata, kopi Sidikalang memang nikmat sekali. Rasanya tidak begitu jauh beda dengan kopi Curup, benar-benar nendang pahitnya&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Lantas, siapakah sahabatku itu? Siapa lagi kalau bukan si tukang <span style="text-decoration: line-through;">ayam</span> anyam kata, <a href="http://penganyamkata.net">Daniel Mahendra</a> dan pemilik ladang kata <a href="http://ladangkata.com">Lisa Febriyanti</a>. Keduanya datang ke Jogja dalam rangka persiapan launching novel mereka, Epitaph dan Iluminasi, yang direncanakan pada 4 April 2010 mendatang. Undangan yang datang mendadak itu tentu saja kusambut dengan gegap gempita. Soalnya, dari <a href="http://penganyamkata.wordpress.com/2009/07/02/jangan-naik-becak-bermotor/">pertemuan terakhir kami bertiga di bulan Juni 2009</a> yang lalu masih menyisakan obrolan yang belum terselesaikan. Jadi, ini adalah dalam rangka menuntaskan diskusi itu dulu (<em>halah! emang mendiskusikan apaan?</em>)</p>
<p style="text-align: justify;">Kami bertemu pukul 20.00 wib dan berakhir pukul 02.00 dini hari. Wuih&#8230; ternyata kopi Sidikalang telah mampu mengusir kantukku sehingga kuat mengobrol antah berantah dengan kedua makhluk ajaib itu, hehehe&#8230; Lantas, apakah dengan durasi yang begitu panjang obrolan kami menjadi tuntas? Ternyata tidak&#8230; masih banyak yang harus kami tuntaskan, sehingga terpaksa mengagendakan untuk bertemu kembali suatu saat&#8230; hahaha&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">DM dan Life, terimakasih buat malam yang berkualitas kemarin itu. Sungguh, aku bangga bersahabat dengan kalian&#8230;</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-1630" title="dm-lisa" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/03/dm-lisa.jpg" alt="dm-lisa" width="448" height="336" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Lisa dan DM bersama fans setianya&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/03/19/sidikalang-dan-curup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ada buya dan tape di kweni</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/03/15/ada-buya-dan-tape-di-kweni/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/03/15/ada-buya-dan-tape-di-kweni/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 01:21:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[kampung blagu]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[krismariana]]></category>
		<category><![CDATA[kweni]]></category>
		<category><![CDATA[muntilan]]></category>
		<category><![CDATA[nana harmanto]]></category>
		<category><![CDATA[narablog]]></category>
		<category><![CDATA[pare-pare]]></category>
		<category><![CDATA[syafii maarif]]></category>
		<category><![CDATA[tape ijo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1617</guid>
		<description><![CDATA[Hari Sabtu, 13 Maret 2010 kemarin, Kweni mendapat kehormatan. Sahabat narablogku datang dari jauh; Jakarta dan Pare-pare. Mereka adalah pasangan Krismariana-Oni (Jakarta) dan Nana Harmanto (Pare-pare). Mereka benar-benar menyengajakan diri untuk datang ke Kweni dalam rangka mengisi liburan yang mereka buat sendiri (hehehe&#8230;). Mereka datang tepat pada pukul 10.00 wib, sesuai dengan janji sebelumnya di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2010%2F03%2F15%2Fada-buya-dan-tape-di-kweni%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;">Hari Sabtu, 13 Maret 2010 kemarin, Kweni mendapat kehormatan. Sahabat narablogku datang dari jauh; Jakarta dan Pare-pare. Mereka adalah pasangan <a href="http://blognyakrismariana.wordpress.com/about/">Krismariana-Oni</a> (Jakarta) dan <a href="http://nanaharmanto.wordpress.com" target="_self">Nana Harmanto</a> (Pare-pare). Mereka benar-benar menyengajakan diri untuk datang ke Kweni dalam rangka mengisi liburan yang mereka buat sendiri (hehehe&#8230;).</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka datang tepat pada pukul 10.00 wib, sesuai dengan janji sebelumnya di sms. Aku yang sedang mengerjakan sesuatu, tentu saja tergopoh-gopoh membersihkan diri ketika mereka muncul dengan tiba-tiba di depan rumah. Apalagi di rumah hanya aku sendiri dan ibu mertua. Para <em>fantastic four </em>dan istriku sedang beraktifitas di sekolah mereka masing-masing. Jadilah suasana rumah nyaris sepi, tanpa keributan dan kehebohan yang biasanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku senang sekali melihat ketiga sahabatku itu. Meski kami <a href="http://hardivizon.com/2009/12/28/rahasia-itupun-terkuak/" target="_blank">baru bertemu di akhir tahun 2009 yang lalu</a>, namun kerinduan untuk bertemu kembali tetap bergelora. Apalagi kali ini mereka berkenan mengunjungi kediamanku yang jauh dari kata nyaman dan bagus. Dan yang lebih menyenangkan adalah mereka menghadiahiku sesuatu yang sangat aku sukai. <span id="more-1617"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-full wp-image-1619 alignleft" title="si anak kampoeng" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/03/si-anak-kampoeng.jpg" alt="si anak kampoeng" width="329" height="234" />Kris-Oni memberiku sebuah buku berjudul &#8220;Si Anak Kampoeng&#8221;, sebuah novel  karya <a href="http://damiendematra.com/">Damien Dematra</a> berdasarkan kisah perjalanan hidup Buya Syafii Maarif. Buku terbitan Gramedia ini baru saja terbit di bulan Februari 2010 ini. Jadi, masih <em>fresh from the oven</em>. Nah, yang menariknya adalah, ternyata ibu mertuaku punya cerita pribadi dengan Buya di jaman muda mereka dulu. Ketika kuperlihatkan buku itu kepada beliau, ibu tertawa terpingkal-pingkal. Sambil memegang buku tersebut, Ibu bercerita tentang apa yang pernah mereka alami dulu. Apa dan bagaimana ceritanya? Biarkanlah itu menjadi milikku, hahaha&#8230; Yang pasti, sampai saat ini aku belum bisa membaca buku itu, karena Ibu meminta untuk membacanya duluan. Ya&#8230; sebagai menantu yang baik, tentulah aku mengijinkannya, hehehe&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Nana membawakan oleh-oleh makanan khas Muntilan, yakni tape ketan ijo. Ini adalah makanan khas yang ketika pertama kali kucoba <img class="alignright size-medium  wp-image-1620" title="tape ijo" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/03/tape-ijo-300x224.jpg" alt="tape ijo" width="260" height="198" />saat awal kedatanganku ke Jogja beberapa tahun silam membuatku langsung jatuh hati. Tape ketan ini paling maknyus jika dimakan dengan ditemani kerupuk emping. Cara makannya adalah emping dijadikan sendok untuk mengambil tape tersebut, kemudian sendok emping beserta tape yang ada di dalamnya langsung dimakan secara bersamaan. Wuih&#8230; benar-benar top markotop deh&#8230; hehehe&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Selang beberapa saat, Fatih pulang dari sekolahnya yang terletak tidak jauh dari rumah. Tak berapa lama kemudian Ajib pun pulang bersama istriku. Dan menjelang Zuhur, Afif bersama Satira muncul di depan rumah. Jadilah sekarang anggota keluargaku lengkap dan bertemu dengan ketiga tamu agungku itu.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kami terlibat dalam obrolan yang sangat mengasyikkan, mulai dari candaan jayus sampai diskusi yang serius. Sungguh, sebuah kebahagiaan bagiku menerima mereka di rumahku. Obrolan asyik itu benar-benar telah menghanyutkan kami, sehingga kami pun tak menyadari kalau sore telah menjelang. Akhirnya ketiga tamuku itupun pamit.</p>
<p style="text-align: justify;">Terima kasih Oni, Kris dan Nana. Kami sekeluarga benar-benar senang dengan kunjungan kemarin itu. Semoga suatu saat kami dapat membalasnya dengan berkunjung ke Jakarta dan Pare-pare, hehehe&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-1621" title="nana-kris di kweni" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/03/nana-kris-di-kweni1.jpg" alt="nana-kris di kweni" width="448" height="336" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Lho&#8230; Afif kok gak keliatan? Ouw&#8230; dia fotografernya ternyata, hehehe&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/03/15/ada-buya-dan-tape-di-kweni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sembuh&#8230;!</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/01/28/sembuh/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/01/28/sembuh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 05:15:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[kampung blagu]]></category>
		<category><![CDATA[blogku sembuh kembali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1506</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, blog ini sudah keluar dari karantina-nya. Sejak dinyatakan sakit karena terserang &#8220;penyakit aneh&#8221; dua hari yang lalu, sang bidan segera bertindak. Mengetahui penyakit itu tidak biasa, maka beliau memerintahkan untuk menjauhkan blog ini dari para pengunjung buat sementara. Dan sebagai pasien yang taat dan patuh, maka akupun mematuhi aturan itu. Setelah melalui treatmen sana-sini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2010%2F01%2F28%2Fsembuh%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;">Alhamdulillah, blog ini sudah keluar dari karantina-nya. Sejak dinyatakan sakit karena terserang &#8220;penyakit aneh&#8221; dua hari yang lalu, <a href="http://ria.choosen.net/2010/01/21/just-be-your-self/">sang bidan</a> segera bertindak. Mengetahui penyakit itu tidak biasa, maka beliau memerintahkan untuk menjauhkan blog ini dari para pengunjung buat sementara. Dan sebagai pasien yang taat dan patuh, maka akupun mematuhi aturan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah melalui treatmen sana-sini, akhirnya penyakit antah-berantah itupun kabur dengan suksesnya. Sempat kepikiran juga sih untuk minta tolong <a href="http://albertobroneo.wordpress.com/2010/01/19/pak-jono/">Pak Jono</a>, tapi karena beliau musti melakukan berbagai ritual dulu, maka niat itupun urung dilaksanakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski masih sedikit lemas karena baru saja sembuh, tapi kondisi ini telah berhasil mendapatkan <a href="http://theordinarytrainer.wordpress.com/2010/01/27/blog-happiness/">aliran kebahagiaan</a> dalam diriku. Aku bisa bilang, <a href="http://yessymuchtar.wordpress.com/2010/01/20/one-fine-day/">it&#8217;s my one fine day</a>. Sekali lagi aku mau bilang bahwa, blogging telah memperluas wawasan pengetahuan maupun pertemananku. Sungguh rugi rasanya bila apa yang telah didapat melalui jagad blog disia-siakan begitu saja. Aku sangat yakin, dengan aktivitas blogging, kita <a href="http://imelda.coutrier.com/2010/01/27/kapan-kamu-merasa-tua/">takkan pernah merasa tua</a>, meski sesungguhnya usia telah menanjak sangat jauh.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, biar tidak terlalu lemas, ada baiknya kita makan <a href="http://wijna.web.id/335-Nasi-Rebus-atau-Sego-Godhog.html">nasi rebus (sego godhog)</a> dulu. Setelah itu, kita jalan-jalan naik sepeda. Tapi, jangan lupa untuk mengenal terlebih dahulu <a href="http://isro-m.com/jenis-jenis-sepeda-1.html">jenis-jenisnya</a>, agar tak salah pakai. Sebab, segala sesuatu yang baik buat orang lain, belum tentu baik buat kita. Kegiatan seperti ini juga sangat berguna bagi orang yang sedang mengalami <a href="http://nanaharmanto.wordpress.com/2010/01/28/jetlag/">jetlag</a> setelah perjalanan cukup jauh.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena ngeblog adalah salah satu kegiatan yang <a href="http://bundadontworry.wordpress.com/2010/01/28/sudah-sesuaikah-pekerjaan-anda-dengan-hati/">dijalani dengan hati</a>, maka pantas saja kita mendapat <a href="http://abdulcholik.com/2010/01/28/tali-asih-di-anoraga/">tali asih</a> dari sahabat-sahabat terbaik. Meski sering mendapat <a href="http://zulhaq.com/2010/01/27/kebiasaan-sinting/">kenyataan sinting</a>, namun itu tidak berarti membuat kita berkecil hati. Sebab, hidup ini bukanlah semata soal penungguan. <a href="http://www.penganyamkata.net/2010/01/27/the-epitaph-trilogy-2/">Ia musti diisi dengan karya</a>. Ia musti diberi makna. Dan makna itu akan bisa kita peroleh bila dengan kesungguhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena masih lemas, maka aku tidak bisa bertandang dulu ke kediaman teman-teman. Paling nanti <a href="http://grandis.wordpress.com/2010/01/28/tipe-tipe-facebook-ers-berdasarkan-status-nya/">update status di facebook</a> dengan status yang santun dan bersahaja, biar tidak terkesan lebay dan sombong <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Terima kasih atas doa dan <a href="http://badruznucultural.wordpress.com/2010/01/26/motivasi-sahabat/">motivasi dari sahabat</a> narablog semua. That means a lot for me. <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/01/28/sembuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ria senang</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/01/23/ria-senang/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/01/23/ria-senang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 22:46:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[kampung blagu]]></category>
		<category><![CDATA[Jumria Rahman]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1477</guid>
		<description><![CDATA[Judul ini tidak ada hubungannya dengan &#8216;ria jenaka&#8217; atau &#8216;taman ria&#8217; atau ria-ria yang lainnya. Ini adalah kalimat yang sering diucapkan oleh salah seorang sahabat narablog terbaikku, Jumria Rahman atau yang sering dipanggil Ria. Kalimat itu sering dia lontarkan ketika aku merasa tidak enak hati telah mengganggu kesibukannya. &#8220;Ria, kalau lagi repot gak usah aja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2010%2F01%2F23%2Fria-senang%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;">Judul ini tidak ada hubungannya dengan &#8216;ria jenaka&#8217; atau &#8216;taman ria&#8217; atau ria-ria yang lainnya. Ini adalah kalimat yang sering diucapkan oleh salah seorang sahabat narablog terbaikku, <a href="http://ria.choosen.net/">Jumria Rahman</a> atau yang sering dipanggil Ria. Kalimat itu sering dia lontarkan ketika aku merasa tidak enak hati telah mengganggu kesibukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ria, kalau lagi repot gak usah aja dulu. Nanti aja kalau sudah agak senggang&#8221;, ucapku padanya dalam sebuah chatting di YM pertengahan Juni 2009 yang lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Gak kok Uda, Ria tidak repot. Ria senang membantu Uda&#8221;, demikian jawabnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, harus kuakui bahwa blog ini bisa hadir ke tengah-tengah sahabat semua berkat tangan dingin Ria. Dialah bidan blog ini. Aku yang sama sekali tidak paham soal web-design serta segala hal yang berkaitan dengannya, benar-benar merasa sangat terbantu olehnya. Dan yang membuatku tak berhenti bersyukur adalah, bahwa dia sedikitpun tidak merasa terganggu. Malah kalimat &#8216;ria senang&#8217; itulah yang selalu diucapkannya padaku. Meski aku sendiri sangat tahu, kalau dia tengah sibuk dengan pekerjaannya.<span id="more-1477"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-1478" title="ria" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/ria-209x300.jpg" alt="ria" width="209" height="300" />Perkenalanku dengannya nyaris sama dengan perkenalan-perkenalanku dengan sahabat narablog lainnya. Kami saling kenal dari blog masing-masing. Hanya saja, yang menjadi sedikit istimewa adalah karena ada beberapa kebetulan yang menghubungkan kami. Yang pertama adalah, dia saat ini berdomisili di kota Duri, kota kelahiranku, tempat aku dibesarkan, kota yang akan selalu menjadi identitasku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan yang kedua adalah, di samping pekerjaan utamanya di sebuah perusahaan di kota tersebut, Ria juga nyambi mengajar di Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Mitragama. Sekolah Tinggi tersebut  adalah milik kakak sepupuku. Keluarga besarku, secara emosional sangat terikat dengan sekolah tinggi itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dua kebetulan itulah yang semakin mendekatkan kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini, 23 Januari 2010, sahabatku itu berulangtahun (yang keberapa ya?). Tak ada yang dapat kuberikan kepadanya selain doa yang sangat tulus dari hati paling dalam bagi kesuksesan, kebahagiaan dan kesehatannya selalu. Ria memang pantas mendapatkan &#8216;hadiah&#8217; ini&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Ria sahabatku, saudariku&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat ulang tahun kami ucapkan. Terima kasih atas segala kebaikan yang dirimu berikan selama ini. Terima kasih atas perhatian besarmu terhadap anak yatim di Kweni. Terima kasih atas persaudaraan manis yang kau suguhkan. Kami sungguh beruntung mengenalmu. Semoga Allah memberkahi dan meridhai setiap derap langkah yang kau ayunkan. Amin&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Sekali lagi, <strong>SELAMAT ULANG TAHUN RIA&#8230;</strong> <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/01/23/ria-senang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>self acceptance</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/01/16/self-acceptance/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/01/16/self-acceptance/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 17:01:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[kampung blagu]]></category>
		<category><![CDATA[Citos]]></category>
		<category><![CDATA[Didot Halim]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[Om Nh18]]></category>
		<category><![CDATA[Reva Liany Pane]]></category>
		<category><![CDATA[self-acceptance]]></category>
		<category><![CDATA[Yessy Muchtar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1436</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah kita merasa tidak nyaman dengan apa yang kita miliki? Mata sipit, hidung bangir, pipi tembem atau tubuh pendek? Aku yakin, paling tidak sekali dalam hidup, kita pernah merasakan itu. Ingin sekali rasanya memiliki kesempurnaan luar biasa di diri ini. Tapi, siapakah di antara jutaan manusia di muka bumi ini yang sempurna? Tentu tidak ada! [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2010%2F01%2F16%2Fself-acceptance%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;">Pernahkah kita merasa tidak nyaman dengan apa yang kita miliki? Mata sipit, hidung bangir, pipi tembem atau tubuh pendek? Aku yakin, paling tidak sekali dalam hidup, kita pernah merasakan itu. Ingin sekali rasanya memiliki kesempurnaan luar biasa di diri ini. Tapi, siapakah di antara jutaan manusia di muka bumi ini yang sempurna? Tentu tidak ada!</p>
<p style="text-align: justify;">Penerimaan keadaan diri (<em>self acceptance</em>) dengan apa adanya adalah salah satu cara terbaik untuk menjawab persoalan di atas. Menerima keadaan diri dengan penuh keikhlasan dan kesabaran akan sangat mempengaruhi kebahagiaan kita. Kebahagiaan tersebut, tentulah akan sangat berpengaruh pada kecerdasan emosional dan spiritual kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemberian yang Tuhan anugerahi kepada masing-masing kita itu tidaklah pernah salah. Kita tidak akan pernah dihukum atas kelebihan yang Tuhan berikan kepada kita ataupun sebaliknya. Tapi, hukum itu berlaku pada bagaimana cara kita memanfaatkan pemberian itu.<span id="more-1436"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh, seseorang yang memiliki wajah cantik memesona, takkan dipertanyakan dan dipersoalkan soal kecantikannya. Bagaimana dia memanfaatkan kecantikannya itulah yang akan jadi obyek hukum. Bila ia memanfaatkannya secara positif, tentulah kebaikan yang akan ia peroleh. Namun, bila ia manfaatkan itu untuk keburukan, alamat kenistaan yang ia terima.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka, agar kesyukuran kita terhadap pemberian Tuhan itu semakin membesar, cara yang terbaik adalah menerimanya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Kita mintakan kepadaNya agar tetap menjadikan kita sebagai orang yang mampu memanfaatkan segala pemberianNya tetap dalam jalur aturNya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, tema di atas adalah salah satu dari sekian banyak tema yang aku obrolkan dengan beberapa sahabat nara blog, pada 13 Januari 2010 kemarin. Bertempat di Cilandak Town Squre, Jakarta, aku bertemu dengan <a href="http://yessymuchtar.wordpress.com/2010/01/14/empat-tahun/">Yessy Muchtar</a>, <a href="http://simplylee.wordpress.com/about/">Reva Liany Pane</a> dan <a href="http://universitas-kehidupan.blogspot.com">Didot Halim</a> setelah sebelumnya <a href="http://theordinarytrainer.wordpress.com/2010/01/14/giving-surprise/">mendapat surprise dari Om Nh</a>. Ya, sekali lagi aku melakukan kopdar (<em>ayo jangan ada yang menjuluki aku raja kopdar lagi, nanti tak kopdari juga lho</em> <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  ).</p>
<p style="text-align: justify;">Aku sangat bahagia dapat bertemu dengan mereka kemarin itu. Diskusi kami cukup bervitamin. Didot dengan pemikirannya yang gilang gemilang, Reva dengan analisanya yang dahsyat , Yessy dengan celotehannya yang aduhai serta Om Nh dengan candaannya yang gak jayus sama sekali. Sayang, Om Nh dan Didot harus pamit duluan, sehingga tinggal kami bertiga menghabiskan sore itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Terus terang, seharian kemarin itu aku berada di Citos sejak pukul 10 pagi dan baru pulang sekitar pukul 9 malam. Aku melakukan banyak pertemuan di situ. Karena aku tidak begitu paham Jakarta, maka semua janji yang kubuat hari itu kuminta untuk dilakukan di Citos. Parahnya, tempat pertemuanku itu semuanya bertemakan &#8220;kopi&#8221;. Wuih&#8230; sehari kemarin itu, perutku nyaris dipenuhi kafein. Dasar gak kreatif, hehehe&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Kepada semua narablog yang sudah bertemu kemarin, termasuk yang sudah bertemu di acaranya DM, aku haturkan ribuan terima kasih. Sungguh, aku bahagia sekali&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1437" title="citos01" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/citos01-300x224.jpg" alt="citos01" width="300" height="224" /><span style="color: #ff0000;">Bersama Yessy, Reva dan Om Nh</span><br />
<img class="aligncenter size-medium wp-image-1438" title="citos03" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/citos03-300x224.jpg" alt="citos03" width="300" height="224" /><span style="color: #ff0000;">Bersama Didot, Om Nh, Yessy dan Reva</span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-1441 alignnone" title="citos05" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/citos051-300x225.jpg" alt="citos05" width="200" height="150" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1440" title="citos06" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/citos06-300x225.jpg" alt="citos06" width="200" height="150" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1442" title="citos07" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/citos07-300x225.jpg" alt="citos07" width="200" height="150" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Dasar Yessy, orang lagi serius diskusi, dia malah sibuk menyalurkan bakat narsisnya, hahaha&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #ff0000;"><em><span style="color: #888888;">Tiga foto terakhir, dicomot dengan semena-mena dari facebook-nya Yessy</span></em><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/01/16/self-acceptance/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>rahasia itupun terkuak</title>
		<link>http://hardivizon.com/2009/12/28/rahasia-itupun-terkuak/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2009/12/28/rahasia-itupun-terkuak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 02:31:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[kampung blagu]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[broneo]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[krismariana]]></category>
		<category><![CDATA[nana harmanto]]></category>
		<category><![CDATA[tutinonka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1356</guid>
		<description><![CDATA[Aku tak menyangka, kalau ternyata mereka telah lama berhubungan. Bukan sekedar hubungan biasa. Hubungan yang memiliki banyak konsekwensi; dunia maupun akhirat. Selama ini aku pikir mereka teman biasa, seperti halnya aku berteman dengan mereka berdua. Obrolan antara mereka layaknya obrolan antara teman; santai dan nyaris tanpa rasa sungkan. Aku sungguh tak menyangka, sampai akhirnya seseorang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2009%2F12%2F28%2Frahasia-itupun-terkuak%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;">Aku tak menyangka, kalau ternyata mereka telah lama berhubungan. Bukan sekedar hubungan biasa. Hubungan yang memiliki banyak konsekwensi; dunia maupun akhirat. Selama ini aku pikir mereka teman biasa, seperti halnya aku berteman dengan mereka berdua. Obrolan antara mereka layaknya obrolan antara teman; santai dan nyaris tanpa rasa sungkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku sungguh tak menyangka, sampai akhirnya <a href="http://theordinarytrainer.wordpress.com/2009/10/26/trainer-kopdar-lagi/">seseorang tanpa sengaja memberitahukannya dalam sebuah pertemuan</a>. Aku dan <a href="http://tutinonka.wordpress.com/2009/10/24/kencan/">sahabatku yang ada waktu itu</a>, cukup terkaget-kaget dengan kenyataan tersebut. Kaget bukan karena merasa kecolongan, tapi lebih kepada rasa salut atas kemahiran mereka menjaga komitmen untuk tidak mengumbar kemesraan di depan khalayak.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemarin, Minggu 27 Desember 2009, aku bertemu dengan keduanya. Mereka tertawa-tawa saja ketika kusampaikan soal kekagetanku itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebetulnya siapa sih yang kubicarakan&#8230;.!? (<em>Hahaha&#8230; lebay amat ya? jadi mirip infotainment</em> <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  ) <span id="more-1356"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Mereka adalah <a href="http://albertobroneo.wordpress.com/2009/12/25/merry-christmas/">Alberto &#8220;Broneo&#8221; Wibawa</a> dan <a href="http://nanaharmanto.wordpress.com/2009/12/25/merry-christmas/">Nana Harmanto</a>&#8230;! Selama ini aku mengira mereka adalah dua orang sahabat yang saling kenal di dunia maya, layaknya aku kenal dengan mereka. Eh, ternyata, tak disangka dan tak diduga, mereka adalah sepasang suami istri. Tak henti-hentinya kuungkapkan kekagumanku atas komitmen yang mereka bangun, yakni mereka adalah suami-istri di dunia nyata dan sahabat di dunia maya. Sehingga, mereka dengan bebas dapat saling komentar di blog masing-masing tanpa ada beban apapun.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, inilah kedua manusia yang membuatku geregetan itu&#8230; <span style="font-family:Wingdings;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-family:Wingdings;"><img class="alignnone size-full wp-image-1366" title="jogja 281209 03" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/12/jogja-281209-031.jpg" alt="jogja 281209 03" width="368" height="336" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Nana Harmanto &amp; Broneo, akhirnya mereka bersanding juga di jagat blog <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa hari sebelum pulang ke Jogja dalam rangka Natal dan tahun baru, Nana mengontakku dan meminta untuk bertemu alias kopdar. Tentu saja permintaan itu kusambut gembira. Seperti biasanya, rekanan kopdarku, Bu Tutinonka langsung ku kontak. Setelah survei ke berbagai tempat, akhirnya Bu Tuti memutuskan kami kopdar di Food Fest, Jl. Kaliurang. Jadilah sore Minggu, 27 Desember 2009 kami kopdar lagi. Pertemuan sedikit mundur karena bude-nya Broneo meninggal dunia dan dimakamkan pada sore itu juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku datang bersama istri. Terlambat sedikit dari janji, karena Jojga diguyur hujan cukup deras, sehingga menghambat perjalananku. Sampai di sana sudah ada Bu Tuti bersama sepasang suami istri, <a href="http://blognyakrismariana.wordpress.com/about/">Krismariana</a> dan Oni. Dengan mereka aku sudah pernah kopdar beberapa bulan yang lalu. Selang beberapa lama, Nana datang sendirian. Katanya, Broneo masih ada sedikit kesibukan di rumah budenya. Beberapa menit sebelum adzan Maghrib, Broneo datang. Dan kehebohanpun dimulai&#8230;! <span style="font-family:Wingdings;"> <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah menunaikan shalat Maghrib, sambil menyantap hidangan, kami bercerita banyak hal, diselingi canda tawa. Salah satu yang menjadi topik gosip kami adalah Om NH, hahaha&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Kata Broneo, ini pembalasan, karena dulu ia menjadi topik pembahasan ketika aku kopdar dengan Om Nh dan Bu Tuti beberapa waktu lalu, hahaha&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <em>Don&#8217;t worry Om, kami membicarakan yang baik-baik saja kok.</em>.. <span style="font-family:Wingdings;"> <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-align: justify;">Pertemuan itu sungguh luar biasa. Rasanya enggan kami menyudahinya. Kalaulah tidak segan dengan pemilik restoran dan ingat keluarga di rumah, tentulah kami akan berlama-lama di sana. Ada banyak hal yang kudapat dari kedua pasang muda itu. Kris-Oni dengan pengalaman merantau di Jakarta-nya dan Bro-Nana dengan pengalaman berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain. Sungguh, tidak mudah menjalaninya, bila tak dibarengi dengan kesabaran dan keikhlasan. Keterbukaan mereka dalam pergaulan juga patut dijadikan contoh. Simak sajalah cerita-cerita kehidupan sosial mereka di perantauan di blog masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya, sebelum pertemuan itu disudahi, ritual wajib kopdar kudu dijalani, yakni foto-foto&#8230; hahaha&#8230; Si Mbak pelayan restoran itupun kami jadikan fotografer dadakan. Dengan sabar dia melayani kenarsisan kami. Dan inilah hasilnya (semoga di blog-blog yang lain, fotonya tidak sama ya&#8230; <span style="font-family:Wingdings;"> <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span>)</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-1368" title="jogja 281209 01" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/12/jogja-281209-011.jpg" alt="jogja 281209 01" width="448" height="336" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Vizon, Icha, Nana, Krismariana, Tutinonka, Broneo, Oni</span></p>
<p style="text-align: justify;">Yah&#8230; inilah nan indah di penghujung tahun 2009. Sungguh, aku bahagia sekali dapat bertatap muka dengan sahabat-sahabat blogger. Ada banyak pengalaman dan pengetahuan yang kuperoleh dari pertemuan-pertemuan itu.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-1370" title="makna dalam bahasa ibu" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/12/makna-dalam-bahasa-ibu1-214x300.jpg" alt="makna dalam bahasa ibu" width="180" height="252" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1371" title="anak bajang menggiring angin" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/12/anak-bajang-menggiring-angin1-253x300.jpg" alt="anak bajang menggiring angin" width="212" height="251" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Horeeee&#8230;. dapat buku lagi&#8230;! Hadiah dari Kris-Oni (kiri) dan Bro-Nana (kanan)</span></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum ditutup, inilah sejarah kopdarku selama tahun 2009 ini:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Maret 2009 bersama Nechan Imelda, Bu Tutinonka, Bunda Dyah Suminar, Lala, Tyan, Ipi, Nungki, Hesty, Vivi, Goenoeng, DM, Arief Firhanusa, Toto Suharto dalam acara yang diberi tajuk <a href="http://surauinyiak.wordpress.com/2009/03/09/bocah-kweni-vs-blogger/">Bermain bersama bocah Kweni</a> dan <a href="http://tutinonka.wordpress.com/2009/03/09/bbb-bila-bloger-bernyanyi/">Bernyanyi di Balai Melayu</a>. Ini adalah kopdar of the year.</li>
<li><a href="http://blognyakrismariana.blogspot.com/2009/06/kopdar-kopdar.html">Juni 2009</a>, bersama Krismariana dan suami beserta Bu Tuti dan Muzda.</li>
<li><a href="http://penganyamkata.wordpress.com/2009/07/02/jangan-naik-becak-bermotor/">Juli 2009</a>, bersama DM, Lisa Febriyanti dan Yainal Abidin. Di sini, DM mengutuk tukang becak motor, gara-gara tak mengantarnya dengan baik sampai tujuan.</li>
<li><a href="http://hardivizon.com/2009/10/15/kopdar-bonus/">Oktober 2009</a>, bersama Imoe, Arif &#8220;aurora&#8221;, Ria dan Anderson. Meski kondisinya dalam bencana gempa di Padang, tapi kopdarnya tetap terasa hangat dan mengesankan.</li>
<li><a href="http://hardivizon.com/2009/10/24/beauty-of-blogging/">Oktober 2009</a>, bersama Om NH dan Bu Tutinonka, sebuah kopdar yang menggemparkan jagat perbloggan, hahaha&#8230; lebay tenan <span style="font-family: Wingdings;"> <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></li>
<li><a href="http://hardivizon.com/2009/11/28/situmorang/">November 2009</a>, bersama Eka Situmorang beserta suami, Muzda, Wijna, Bu Tutinonka dan Bunda Dyah Suminar.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Seluruh kopdar itu terasa luar biasa. Inilah hikmah dari blogging yang kurasakan. Semoga di tahun depan, banyak lagi sahabat blogger yang dapat kutemui secara nyata.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2009/12/28/rahasia-itupun-terkuak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
