fatih dan balok

55

Posted by Vizon | Posted in keluarga | Posted on 01-03-2010

Tags: , , ,

Sore ini aku tinggal berdua dengan si bungsu Fatih di rumah. Ketiga kakaknya pergi ke tempat kursus masing-masing, sementara istriku ikut mengantar. Awalnya kami hanya duduk-duduk santai sambil nonton tv. Tapi, lama kelamaan bosan pun mulai mendekati. Kehebohan yang biasanya terjadi di rumah kami, rupanya tak bisa dibiarkan lama-lama menghilang. Fatih terlihat sekali rasa bosannya dengan suasana yang hening itu. Padahal, dengan formasi lengkap di rumah, dia akan selalu jadi sumber keisengan kakak-kakaknya.

Entah dari mana asalnya, tiba-tiba kami terlibat dalam obrolan yang yahud: (Untuk diketahui, bungsuku ini lidahnya sangat Jawa, tak terlihat sama sekali kalau dia berdarah Minang, hehehe…)

“Pa, mobil-mobilan itu dibikin dari apaan?”
“Ada yang dari kaleng, ada yang dari plastik, ada juga yang dari kayu”
“Kalau dari batu bisa ndak?”
“Bisa saja…”
“Kalau dari kayu, bisa dibikin apa aja?”
“Macem-macem… bisa mobil-mobilan, bisa boneka, bisa balok…”
“Kayak balok yang Papa jual itu?”
“Iya, betul sekali…”
“Mbok Fatih dikasih baloknya, Pa…” Read the rest of this entry »

mandi hujan

29

Posted by Vizon | Posted in keluarga | Posted on 25-12-2009

Tags: , , ,

Setelah shalat Jum’at cuaca di Kweni dan sekitarnya mendung sekali. Gelap gulita. Sepertinya, hujan yang sudah lama dinanti, akan turun dengan derasnya. Benar saja, tak lama berselang, hujan rintik-rintikpun turun. Diawali dengan hujan yang lembut sekali. Pikirku, kok seperti salju ya? Oh iya, jadi ingat hari ini sahabat-sahabatku umat Kristiani sedang merayakan Natal. Apakah salju di belahan bumi bagian barat sana juga turun di Kweni? Haha… menghayal :)

Ok, sebelum dilanjut, aku mau mengucapkan Selamat Merayakan Natal bagi sahabatku umat Kristiani, semoga kita selalu hidup dalam kedamaian abadi… :)

Kembali ke laptop hujan…! (Tukul mode: ON). Tidak terlalu lama hujan lembut itu turun, hujan deraspun menyusul. Aku nikmati tetesan air itu melalui jendela rumah. Indah sekali rasanya. Selang berapa lama, hujan yang lainpun datang. Yakni, hujan rengekan dari tiga orang fantastic four. Satira, Ajib dan Fatih merengek minta diizinkan mandi hujan. Dengan segala cara dan aksi mereka merengek. Setelah memberiĀ  syarat agar mereka tidak terlalu lama mandinya, aku pun memberi izin. Read the rest of this entry »

milikku seperenam

44

Posted by Vizon | Posted in keluarga | Posted on 08-12-2009

Tags: , ,

Ketika kau telah memutuskan untuk menikah, maka saat itulah dirimu sudah tidak lagi jadi milikmu sepenuhnya. Bagilah jiwa dan ragamu sebanyak anggota keluargamu.

Kita perlu memiliki kontrol akan diri kita, sehingga tidak mudah terperosok dalam liang kenistaan. Salah satu alat kontrol yang efektif menurutku adalah kesadaran akan adanya jiwa-jiwa lain selain jiwa kita yang menggelayut dengan diri kita, yakni keluarga.

Aku, setelah memiliki istri, bertekad dalam hati untuk membagi jiwa dan ragaku menjadi dua. Setengah untuk istriku dan setengah lagi untuk diriku sendiri. Namun, begitu punya anak, maka pembagian itupun berubah. Dengan empat orang anak yang kami miliki, maka itu berarti dalam rumah kami ada 6 jiwa; aku, istriku dan keempat anakku. Dengan demikian, maka aku bagi jiwa dan raga ini menjadi enam bagian. Lima perenam kuberikan dan kucurahkan bagi istri dan anak-anakku, sementara yang seperenam lagi barulah milikku sepenuhnya.

Oleh karenanya, sebagian besar dalam diriku ini adalah hak keluargaku, dan hanya sedikit yang menjadi milikku sendiri. Kesadaran ini sengaja kubangun sebagai benteng dan pengingat diriku ketika ada godaan mendekati. Sebagai contoh, ketika ada godaan untuk melakukan tindakan yang akan merusak kesucian diri, lima perenam diriku segera mengingatkanku untuk tidak melakukannya. Ada banyak suara di benakku yang melarang untuk itu. Seolah mereka berkata: “Ingat, ada lima jiwa yang akan terancam dan rusak karena perbuatanmu ini”. Dan alhamdulillah, godaan itupun dapat kutepis. Read the rest of this entry »

napaktilas

35

Posted by Vizon | Posted in keluarga, liburan, pendidikan | Posted on 30-11-2009

Tags: , ,

Sejak membaca tulisan Nechan Imelda tentang kebiasaan kita memperkenalkan tempat kerja ataupun segala hal yang pernah kita lalui kepada anak-anak, aku jadi terinspirasi untuk melakukannya. Memang ada banyak hal yang belum dipahami oleh anak-anakku tentang kehidupan yang pernah dan sedang kujalani. Sebagai contoh, kampus tempatku mengajar, di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup, belum pernah sekalipun aku mengajak mereka ke sana. Ada banyak alasan yang menyebabkannya, salah satunya karena terpisah oleh jarak yang cukup jauh. (saran Nechan Imelda itu dapat di baca di sini).

Salah satu yang ingin kuperkenalkan kepada anak-anakku adalah pesantren tempat aku menuntut ilmu dahulu, yakni Pondok Modern Gontor, di Ponorogo Jawa Timur. Aku ingin mereka menyaksikan sendiri bagaimana situasi pesantren itu. Selama ini mereka hanya mendengar dari ceritaku saja.

Akhirnya, kesempatan itu datang…! Read the rest of this entry »

adikku…

28

Posted by Vizon | Posted in keluarga | Posted on 20-10-2009

Tags: , , ,

Acapkali rasa sayang itu muncul ketika sudah terpisah ruang dan waktu. Ketika bersama, seringkali pertengkaran dan kejenuhan mewarnai kehidupan kita. Ketika sudah tidak berjumpa lagi, rasa rindu itu selalu membayangi.

Rasa itupun muncul pada diriku, terhadap adik-adikku. Aku, yang terlahir sebagai sulung dari delapan bersaudara, dulu, merasa marah dan kesal dengan keberadaan adik-adik yang jumlahnya banyak itu. Apalagi dari kedelapan itu, tujuh di antaranya adalah lelaki alias cowok. Bayangkan, betapa hebohnya rumah kami ketika masa kecil dulu. Segala pertengkaran khas anak cowok kerap terjadi di rumah kami. Dan yang paling sering tejadi adalah, aku sebagai anak tertua, harus selalu menelan pil pahit yang bernama “mengalah”. Read the rest of this entry »

hang out

48

Posted by Vizon | Posted in jogja, keluarga | Posted on 31-08-2009

Tags: , , , , , , ,

Aku dan istri sudah sepakat untuk memberi apresiasi kepada anak-anak atas prestasi puasa mereka dengan mengajak berbuka bersama di luar rumah. Hari Minggu kemarin, niatan itupun terwujudkan. Tempat yang kami pilih adalah Goebog Resto yang terletak di perempatan ring road-jalan Wonosari. Karena sudah reservasi sebelumnya, maka kamipun berangkat dengan agak santai.

Kami keluar dari rumah pukul 16.00. Sebetulnya, kalau tidak mampir kemana-mana, jarak tempuh paling 15 menit. Tapi, karena ingin jalan-jalan sambil melihat-lihat suasana sore Ramadhan di Jogja, kamipun mengambil jalan memutar. Dari beberapa tempat yang kami lalui, sepertinya menarik untuk diceritakan. Read the rest of this entry »

hanya satu

26

Posted by Vizon | Posted in keluarga | Posted on 19-07-2009

Tags: , , , , , , ,

Aku sangat kesal dengan sikap sahabatku Iwan (bukan nama sebenarnya), terhadap anaknya. Tapi, kekesalanku itu baru bisa kutumpahkan kepadanya kemarin, beberapa minggu setelah kejadian itu.

Ketika itu kami janjian akan menonton bareng film “King“. Aku mengajak istri, the fantastic four dan adik bungsuku. Sementara, sahabatku itu mengajak istri dan anak sulungnya yang baru berumur 7 tahun. Kami menonton di Studio 21 Ambarrukmo Plaza, Yogyakarta.

Rencana nonton bareng itu sebetulnya muncul dari istrinya. Dia kasihan melihat putra sulungnya itu tidak ada kegiatan mengisi liburan. Sementara, mereka berdua sudah cukup sibuk dengan urusan pekerjaan masing-masing. Aku tentu saja menyambut baik usulan itu. Kami juga sudah merencanakan acara nonton itu bersama anak-anak jauh hari sebelumnya. Read the rest of this entry »

bungsu

10

Posted by vizon | Posted in keluarga | Posted on 04-07-2009

Tags: , ,

Sebagai anak sulung, tentu aku tidak pernah akan bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi anak bungsu. Tapi, dari mengamati perilaku adik bungsuku dan beberapa anak bungsu lainnya, aku sedikit dapat menyimpulkan bahwa secara umum anak bungsu lebih manja, lebih lucu dan lebih sehat. Hal itu bisa jadi karena posisinya sebagai anak terakhir, membuatnya menjadi pusat perhatian. Perhatian akan semakin besar baginya, bila jarak antara dirinya dan kakaknya terpaut cukup jauh.

Menurut pandangan para ahli, pada umumnya anak bungsu itu:

  • Lebih santai dan tidak terlalu merasa bertanggung jawab dan seringkali tidak berbelit-belit dan tidak rapi, tapi baik hati dan lucu, bahkan seringkali sangat romantis atau senang membuat orang tertawa
  • Dibandingkan saudaranya, bersifat fleksibel, egois tapi juga pasif, mudah menyerah, tidak mandiri dan ambil jarak. Read the rest of this entry »