pulang

24

Posted by Vizon | Posted in alam, lingkungan, minangkabau | Posted on 04-10-2009

Tags: , , , ,

Seperti yang kuceritakan pada postingan sebelum ini, bahwa sejak gempa melanda Sumatera Barat, kami berusaha untuk mengontak seluruh keluarga di Sumbar, terutama yang di Padang. Dengan usaha yang gigih dan kesabaran yang luar biasa, akhirnya aku dapat terhubung dengan kakakku di Padang. Meski hanya sms, tapi itu sudah cukup melegakan. Kakak dan adikku beserta keluarganya yang ada di Padang, alhamdulillah selamat. Meski rumah mereka porak poranda, tapi itu tidak lantas mengurasi rasa syukur kami.

Selanjutnya aku pun berhasil menghubungi Imoe, sahabat blogger. Dari sms yang dikirimnya, akupun dapat mengetahui bahwa dia baik-baik saja. Soal kerusakan rumah, entahlah, karena itu sudah tidak menjadi fokusku lagi. Yang penting ia selamat. Begitupun dengan Arif “aurora”. Secara mengejutkan dia tampil memberi komen di postingan terdahulu dan bahkan sudah membuat sebuah postingan di blognya. Alhamdulillah…

Namun, yang aku belum dapatkan informasinya adalah beberapa sahabatku semasa kuliah di Padang dulu. Tidak satupun dari mereka yang berhasil kuhubungi. Beberapa di antara mereka kuketahui bertempat tinggal di daerah yang dikabarkan mengalami kerusakan yang cukup parah. Semoga saja mereka juga baik-baik saja.

Ada pemandangan yang mengharukanku yang terjadi di Kweni. Secara spontan pemuda Kweni berkeliling kampung, membawa sebuah kardus bekas mie instan yang sudah dibungkus rapi dan bertuliskan: “Bantuan Solidaritas Gempa Padang”. Aih, aku tak dapat menyembunyikan keterharuanku.

Begitu juga di sekolah putriku, Satira. Mereka mengumpulkan dana solidaritas itu sedikit demi sedikit untuk kemudian mereka serahkan kepadaku agar kuteruskan kepada saudara-saudara di Padang. Mereka menyerahkannya kepadaku setelah tahu bahwa aku akan ke Padang pada hari Rabu, 7 Oktober 2009 mendatang, insya Allah.

Jadi teman-teman… Postingan ini sekaligus untuk menjawab pertanyaan para sahabat mengenai keadaan keluargaku, dan juga pamit karena aku akan pulang ke Padang pada hari Rabu pagi, 7 Oktober 2009. Dengan demikian, kemungkinan aku tidak update postingan dalam waktu yang cukup lama, kecuali kalau aku berhasil mendapatkan koneksi internet di Padang. Mohon doanya, agar semuanya berjalan lancar dan aku bisa bertemu dengan keluarga dan sahabat blogger yang ada di Padang dengan mudah.

Bila ada yang ingin menghubungiku, silahkan kirim email ke: hardi.vizon@gmail.com

sumbar dan yogya

23

Posted by Vizon | Posted in jogja, lingkungan, minangkabau | Posted on 01-10-2009

Tags: , ,

Sumatera Barat (Sumbar) dan Yogyakarta adalah dua daerah yang mendapatkan tempat khusus di hatiku. Sumbar adalah daerah asal keluarga besarku dan Yogyakarta adalah tempat aku tinggal sekarang ini. Entah kenapa, begitu banyak kesamaan antara kedua daerah ini.

Di antaranya, budaya. Kedua daerah ini sangat terkenal dengan adat-budaya yang kental. Sumbar dengan adat Minangkabau-nya dan Yogyakarta dengan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kedua budaya ini begitu kental dan cukup memberi identitas tersendiri bagi Indonesia. Dari segi alam, kedua daerah ini juga memiliki kesamaan. Sumbar terkenal dengan pantai dan gunungnya, Yogyakarta-pun demikian. Bahkan, gunung yang ada di kedua daerah itu pun memiliki nama yang sama, yakni Merapi. Satu lagi contoh kesamaannya adalah nomor polisi kendaraan bermotor. Di Sumbar, menggunakan “BA”, sementara Yogyakarta menggunakan “AB”. Sebuah kesamaan yang bukan kebetulan sepertinya bukan?

Satu lagi kesamaan yang sulit untuk dinalar adalah musibah gempa. Yogyakarta dilanda gempa pada 27 Mei 2006 silam. Meluluhlantakkan daerah itu. Banyak korban yang berjatuhan, lebih kurang 6000 jiwa melayang. Dan, kemarin, 30 September 2009, Sumbar-pun dilanda gempa yang sama. Kerusakan yang ditimbulkan sangat parah. Menurut informasi, kerusakan gempa Sumbar sama dengan kerusakan gempa Yogyakarta. Lagi-lagi kedua daerah ini memiliki kesamaan, yang dalam hal ini adalah kesamaan nasib.

Gempa Sumbar yang terjadi sore kemarin itu cukup membuat kami sekeluarga shock. Betapa tidak? Keluarga besar kami berada di daerah itu, termasuk Ibu mertua yang berada di Payakumbuh. Di Padang dan Pariaman sebagai pusat gempa sendiri, ada kakak dan adik sepupu yang tinggal di sana. Sedari berita soal gempa itu dilansir media, kamipun melakukan kontak tiada henti. Namun, tak satupun yang tersambung. Sahabat semasa kuliah aku juga coba hubungi, juga sama sekali tidak tersambung. Dan, sahabat blogger Imoe pun kucoba untuk mengontaknya. Sama sekali tidak ada sambungan.

Sampai malam menjelang, kami tidak lepas dari televisi. Menonton setiap update berita sambil tetap mencoba menghubungi sanak keluarga. Yang semakin membuat kegelisahanku memuncak adalah telepon ke Riau-pun sangat sulit untuk tersambung. Akhirnya, hanya media internet-lah yang bisa menjadi andalan, terutama facebook. Ada seorang teman yang berada di Padang yang bisa update status facebook-nya. Tapi hanya sekali, setelah itu dia menghilang. Kemungkinan besar dia telah kehilangan koneksi.

Kegelisahan yang kualami ini, yang disebabkan oleh ketidakjelasan kabar tentang sanak saudara di daerah bencana, tentulah kegelisahan yang sama dirasakan oleh mereka ketika gempa Yogya tiga tahun yang lalu. Dapat kubayangkan betapa gelisahnya mereka selama beberapa hari, karena tidak bisa menghubungiku. Argh… kegelisahan ini benar-benar menyiksaku.

Akhirnya, aku hanya bisa berdoa dan berdoa untuk mereka semua. Aku yakin, semua ini akan ada maknanya bagi bangsa ini. Ujian bagi kita yang tidak tertimpa musibah ini secara langsung sudah dimulai, terutama bagi Pemerintah. Kita lihat saja, apakah mereka lebih mementingkan gengsi pesta pora pelantikan anggota DPR dengan dana milyaran rupiah itu, atau mau sedikit “mengalah”, dengan mengikhlaskan dana itu untuk penanganan korban. Kita lihat saja nanti…

Buat Imoe, Arif, dan sahabat blogger lainnya, kami doakan semoga kalian senantiasa dalam keadaan baik-baik saja…

Sebagai informasi ilmiah tentang gempa Sumbar ini, silahkan lihat di blognya Pakdhe Rovicky

siapakah yatim?

35

Posted by Vizon | Posted in lingkungan | Posted on 27-08-2009

Tags: , , ,

Setelah tertunda karena sakit, akhirnya Dr. Khalid Hasan Hindawi, pimpinan Yayasan Athiyah Khairiyah dari Qatar jadi juga datang ke kampung Kweni hari Selasa dan Rabu (25-27 Agustus 2009) kemarin. Kedatangan beliau adalah dalam rangka melanjutkan proyek pendirian panti asuhan bagi anak-anak yatim yang ada di Kweni dan sekitarnya. Cerita tentang panti ini, dapat dibaca di postingan lamaku berjudul: “yatimkah dia?“.

Pembangunan panti ini memang tertunda-tunda, lantaran krisis global yang mengakibatkan para donatur dari Qatar tersebut terkena imbasnya. Namun, dengan usaha yang gigih dari Dr. Khalid, maka sedikit demi sedikit berhasil dikumpulkan donasi. Meski tidak bisa langsung membangun secara keseluruhan seperti dalam perencanaan semula, tapi pelan-pelan gedung itu akan terbangun juga secara bertahap. Read the rest of this entry »

alif kecil

10

Posted by vizon | Posted in lingkungan | Posted on 01-07-2009

Tags: , , ,

Anak kecil umur tiga tahunan itu masih ada di situ; di perempatan lampu merah KFC komplek kampus Universitas Gadja Mada (UGM). Masih seperti yang kulihat beberapa bulan lalu; berjalan di antara kendaraan yang berhenti, tanpa sedikitpun rasa takut, menengadahkan tangan ke setiap kendaraan yang berhenti. Ya, dia masih mengemis.

Ketika kami beradu pandang, aku masih melihat sorot mata yang tajam, masih seperti yang kulihat beberapa bulan lalu itu. Sorot tajam matanya itu menunjukkan ketegarannya menjalani hidup seperti itu. Dan masih seperti beberapa bulan yang lalu itu juga, aku tetap tidak melakukan apa-apa. Aku hanya menatap iba kepadanya. Aku hanya bisa berontak di dalam hati melihat ketidakadilan itu. Aku hanya bisa diam, diam dan diam… Read the rest of this entry »

Belajar Dari Seorang Pengamen

7

Posted by vizon | Posted in hiburan, jogja, keluarga, lingkungan, musik | Posted on 12-03-2008

Tags: , , , , , , , , ,

Hari Minggu biasanya aku manfaatkan dengan bermain bersama anak-anakku, entah di rumah ataupun di luar rumah. Hari Minggu kemarin, 9 Maret 2008, kami manfaatkan dengan melakukan kerja bakti bersih-bersih halaman depan. Mulai dari sapu-menyapu sampai membereskan tanaman. Tidak lupa juga jemur-jemur kasur. “Ih, kasurnya bau pesing siapa nih?”, celetukku ketika mengangkat kasur-kasur itu keluar. Serentak anak-anakku menjawab, “adeeek…!“, sambil nunjuk ke Fatih, anak bungsuku. Sontak tawa kami meledak, dan yang diledek juga ikut-ikutan tertawa. Menyenangkan sekali. Read the rest of this entry »

Ekspresi "Cinta" Pemkot Bukittinggi: "No Valentine-Day!"

5

Posted by vizon | Posted in lingkungan, minangkabau, tradisi | Posted on 14-02-2008

Tags: , , , , ,

Aku sangat surprise dengan pemberitaan seputar pelarangan perayaan Valentine Day oleh Pemkot Bukittinggi dalam beberapa hari ini. Patut kuacungkan dua jempol buat mereka. Jujur, ini sebuah langkah berani yang dilakukan oleh sebuah Pemerintah Daerah yang memiliki aset cukup besar dalam bidang pariwisata. Read the rest of this entry »

Jakarta & banjir, sampai kapan?

2

Posted by vizon | Posted in alam, lingkungan | Posted on 05-02-2008

Tags: , , , , ,

Kembali Jakarta kedatangan “tamu tahunannya”. Tapi sepertinya kali ini jauh lebih dahsyat dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Sampai-sampai sang Presiden pun menjadi korban. Read the rest of this entry »

Pak Harto Wafat, Bantul "Bergoyang"

6

Posted by vizon | Posted in jogja, lingkungan, tradisi | Posted on 28-01-2008

Tags: , , ,

Sehabis Maghrib menjelang Isya tadi malam (27/01/08), kami bersantai-santai di ruang keluarga. Afif dan Satira sibuk dengan PR sekolah mereka, Nazhif bermain denganku, sementara Fatih masih “menggelayut” dengan Mamanya.

Tiba-tiba kami dikagetkan dengan teriakan istriku; “Gempa!”

Read the rest of this entry »