Posted by Vizon | Posted in pendidikan | Posted on 19-02-2010
Salah seorang dari guru yang selalu menginspirasiku (seperti pernah kuceritakan dalam postingan berjudul “terima kasih guru”) adalah KH. Hasan Abdullah Sahal. Beliau adalah putra dari salah seorang pendiri Pondok Modern Gontor, KH. Ahmad Sahal, yang saat ini dipercaya untuk memimpin pesantren tersebut.
Beberapa waktu lalu, aku berkesempatan mengunjungi beliau. Seperti biasanya, beliau selalu menyambut kehadiran murid-muridnya dengan penuh kehangatan dan keakraban. Sikap beliau yang seperti inilah yang membuatku selalu rindu untuk terus berkunjung.
Selayaknya bertemu dengan guru, maka berbagai nasehat dan petuahpun mengalir dari beliau. Salah satu dari banyak petuah yang beliau sampaikan kemarin adalah soal motto pembelajar. Ada empat hal yang harus menjadi motto bagi setiap pembelajar, yakni: Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in pendidikan | Posted on 16-02-2010
Salah satu anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada manusia adalah rasa cinta. Dengan cinta, dunia ini menjadi indah dan berseri. Dengan cinta, damai akan menaungi kehidupan. Seperti bait dalam lagu Titi Dj & Agnes Monica: “Hanya cinta yang bisa mendamaikan benci, hanya kasih sayang tulus yang mampu menembus ruang dan waktu…”.
Salah satu rasa cinta yang harus dimiliki oleh setiap kita adalah rasa cinta kepada Sang Maha Pencipta dan ciptaanNya. Kepada Tuhan, kita seharusnyalah menjalankan segala perintahNya dengan penuh cinta. Sementara kepada makhlukNya, hendaklah pula kita mencintai atas dasar kecintaan kita kepada Penciptanya, Tuhan penguasa semesta. Bila cinta kepada makhluk yang didasari perasaan semata, maka ia akan berubah menjadi senjata perusak bagi pemiliknya. Ini patut diwaspadai. Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in pendidikan | Posted on 23-12-2009
Minggu, 20 Desember 2009 yang lalu, Afif putra sulungku meminta izin untuk ikut kegiatan arung jeram bersama kelompok mahasiswa pecinta alam STMIK AMIKOM Yogyakarta. Akupun mengizinkannya, karena adik bungsuku Evans adalah panitianya. Lucu juga melihat Afif ikut dalam acara itu. Lha wong seluruh pesertanya adalah mahasiswa, hanya dia yang pelajar SMP.
Ini adalah kali kedua baginya mengikuti acara ini. Tahun kemarin dia juga ikut. Tahun lalu, butuh waktu cukup lama bagiku untuk mengizinkannya pergi. Ada banyak kekhawatiran muncul di benakku dan istri. Kekhawatiran yang sewajarnya bagi orangtua. Khawatir dia akan mengalami hal-hal yang kurang baik, mengalami kecelakaan, dan lain sebagainya.


Afif dan kelompoknya dalam arung jeram di sungai Elo, Magelang
Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in keluarga, liburan, pendidikan | Posted on 30-11-2009
Sejak membaca tulisan Nechan Imelda tentang kebiasaan kita memperkenalkan tempat kerja ataupun segala hal yang pernah kita lalui kepada anak-anak, aku jadi terinspirasi untuk melakukannya. Memang ada banyak hal yang belum dipahami oleh anak-anakku tentang kehidupan yang pernah dan sedang kujalani. Sebagai contoh, kampus tempatku mengajar, di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup, belum pernah sekalipun aku mengajak mereka ke sana. Ada banyak alasan yang menyebabkannya, salah satunya karena terpisah oleh jarak yang cukup jauh. (saran Nechan Imelda itu dapat di baca di sini).
Salah satu yang ingin kuperkenalkan kepada anak-anakku adalah pesantren tempat aku menuntut ilmu dahulu, yakni Pondok Modern Gontor, di Ponorogo Jawa Timur. Aku ingin mereka menyaksikan sendiri bagaimana situasi pesantren itu. Selama ini mereka hanya mendengar dari ceritaku saja.
Akhirnya, kesempatan itu datang…! Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in pendidikan | Posted on 25-11-2009
Hari ini, 25 November 2009, adalah hari guru. Terus terang, meski berprofesi sebagai guru, aku tidak tahu kalau hari ini adalah hari guru. Kalau bukan karena anak-anak libur dikarenakan para guru se-DIY berupacara di Stadion Mandala Krida, tentulah aku takkan tahu kalau hari ini adalah hari guru. Huh, sungguh keterlaluan diriku ini…
Guru sebagai pendidik adalah seseorang yang berjasa besar terhadap masyarakat dan negara. Tinggi-rendahnya kebudayaan suatu bangsa, maupun maju-mundurnya tingkat kebudayaan tersebut, sebagian besar bergantung kepada pendidikan dan pengajaran yang diberikan oleh guru-guru.
Menjadi seorang guru memang bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Sebab, ia berhadapan dengan obyek hidup, yakni para siswa (generasi). Bila terjadi kesalahan dalam mendidik, maka akan mengakibatkan terlahirnya generasi yang salah didik. Hal itu tentu tidak dapat diganti walau dengan uang dalam jumlah besar. Berbeda dengan pekerjaan lainnya yang berhadapan dengan obyek mati. Mekanik mobil contohnya, bila terjadi kesalahan dalam pekerjaannya, maka yang rusak adalah mobil itu, yang sudah barang tentu dapat diganti dengan sejumlah uang. Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in pendidikan | Posted on 30-09-2009
Hari ini, Rabu 30 September 2009, adalah hari pertama sekolah bagi anak-anak setelah liburan panjang lebaran. Sebagaimana sudah dimaklumi, bahwa mengembalikan mood untuk kembali bersekolah setelah liburan memang agak susah, maka kami pun berusaha mengkondisikan anak-anak untuk bisa “on” pada hari pertama sekolah.
Berbagai cara kami lakukan untuk pengkondisian ini. Di antaranya, melakukan kegiatan kerja bakti di rumah untuk membersihkan segala peralatan sekolah. Baju dicuci ulang dan disetrika serta ditambahi pewangi yang amat dahsyat. Sepatu dan tas dicuci juga. Meja belajar dirapikan. Buku-buku yang sampulnya rusak, disampul kembali. Dan yang tak kalah pentingnya adalah mengecek segala pe-er yang diberikan guru mereka selama liburan.
Alhamdulillah, semuanya terkerjakan dengan baik dan berhasil membuat anak-anak kembali memiliki mood yang bagus untuk sekolah. Bahkan, Ajib, putra ketiga kami, sudah tidak sabar menanti pagi untuk segera ke sekolah. Ketika kutanya, apa yang membuat dia begitu bersemangat, dia jawab bahwa dia ingin segera latihan drum band…! Aih, ternyata itu yang menjadi magnetnya ke sekolah. Read the rest of this entry »
Posted by vizon | Posted in pendidikan | Posted on 26-05-2009
Atas saran Nova Gunawan pada postinganku tentang nyontek, iseng-iseng mari kita coba jawab pooling berikut ini:
[polldaddy poll=1650871]
Posted by vizon | Posted in pendidikan | Posted on 23-05-2009
Awalnya tulisan ini adalah komentarku di blognya Uni Marshmallow tentang budaya mencontek di dunia pendidikan kita. Tapi karena kepanjangan, maka kupikir, ada baiknya dijadikan postingan tersendiri. Lumayanlah, buat nambah-nambah jumlah postingan, hehehe…
Ceritanya terjadi ketika aku kuliah di IAIN Imam Bonjol Padang, beberapa tahun yang lalu. Saat itu aku mengikuti ujian semester. Matakuliah yang akan diujikan hari itu lumayan berat, yakni Tafsir al-Qur’an, matakuliah pokok bagi kami yang mengambil jurusan Tafsir Hadis di Fakultas Ushuluddin. Matakuliah ini menjadi berat, karena harus berhadapan dengan Bahasa Arab sebagai bahasa pokoknya, dan juga berbagai metodologi penafsiran; tradisional maupun kontemporer, ditambah lagi dengan setumpuk ayat yang harus kami hafal.
Dengan penuh percaya diri, akupun memasuki ruangan ujian. Aku mendapat tempat duduk di baris ketiga dari depan. Lembar soal dan jawaban dibagikan. Aku mulai menjawab satu persatu soal yang diberikan dengan penuh konsentrasi. Dua orang pengawas mondar-mandir. Beberapa saat kemudian mereka mulai kehilangan konsentrasi. Mungkin karena bosan, merekapun ngobrol sambil berbisik-bisik. Read the rest of this entry »