Posted by Vizon | Posted in pendidikan | Posted on 03-08-2010
Untuk yang kesekian kalinya, tulisanku terinspirasi dari postingan Om Nh di blognya. Gara-gara beliau menuliskan tentang mesin tik, akupun tergerak ingin menceritakan pengalamanku yang cukup panjang dengan mesin yang memiliki bunyi khas itu.
Perkenalanku untuk pertama kali dengan mesin ini sekitar tahun 1982, ketika aku duduk di kelas IV SD. Aku tidak tahu, alasan apa yang membuat Papaku membeli mesin tersebut. Ketika itu, beliau baru pulang dari Kota Dumai. Beliau membawa beberapa barang yang salah satunya mesin tersebut. Dumai adalah kota pelabuhan yang berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Duri. Kami kerap pergi ke kota tersebut untuk berbelanja aneka barang import yang kebanyakannya dari Singapura, dengan harga yang lumayan murah. Boleh dikatakan, alat-alat elektronik di rumah kami ketika itu, dibeli di Dumai.
Kedatangan Papa dengan mesin tik itu cukup mengherankanku. Apa sebetulnya tujuan beliau membelinya. Secara membabibuta aku bertanya kepada beliau tentang mesin tersebut. Beliau hanya mengatakan bahwa mesin tersebut berfungsi sebagai alat untuk menulis tanpa pulpen. Akupun bertanya selanjutnya tentang bagaimana cara menggunakan alat itu. Ternyata, beliaupun tidak tahu cara menggunakannya. Oalah…
Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in pendidikan | Posted on 25-04-2010
Sabtu, 24 April 2010, Ajib dan teman-temannya di TK Aisyiyah Kompleks Masjid Perak, Kotagede melakukan kegiatan outing. Kegiatannya adalah bermain lumpur di sawah. Begitu mengetahui kegiatan ini, aku langsung menyambut dengan gembira. Pikirku, kapan lagi bermain lumpur. Tidak lucu kan, kalau tiba-tiba aku berada di tengah sawah kemudian menggelimangkan lumpur di tubuh, sendirian. Apa kata dunia nantinya… hahaha… Jadi, ini ceritanya “aji mumpung”
Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in pendidikan | Posted on 25-03-2010
Tulisan ini awalnya adalah komentar yang kutulis di blognya Imoe yang membahas tentang “Makelar kunci jawaban Ujian Nasional“. Tapi karena kepanjangan, komentar itu kubatalkan dan jadikan postingan saja. Lumayan kan…? hehehe..
Ketika Afif menghadapi Ujian Nasional tingkat Sekolah Dasar dua tahun yang lalu (ini adalah UN pertama untuk tingkat SD), kepanikan dan ketegangan sudah sangat terasa mulai awal tahun dia duduk di kelas enam. Berbagai program telah disusun sekolah, mulai dari les tambahan sampai dengan menginap di sekolah setiap malam Minggu.
Hampir setiap hari Afif pulang sekolah pukul 4 sore. Rona keletihan sangat tampak di wajahnya. Sering kudapati ia terkapar di tempat tidur tanpa sempat mengganti seragam. Tak tega hati ini untuk membangunkannya, sekedar menyuruhnya untuk mengganti seragam. Kami biarkan saja dia begitu, hingga nanti terbangun sendiri. Malam harinya, ia akan kembali belajar, menjawab aneka soal yang diberikan gurunya. Nyaris tak sempat ia bermain bersama teman-teman di rumah.
Melihat keadaannya itu, membuatku berpikir keras. Berbagai pertanyaan timbul di benak ini; “Apakah UN memang diciptakan untuk membuat para pelajar tertekan sedemikian rupa?” Tekanan itu tidak hanya muncul dari dalam diri mereka, tapi lebih banyak dari luar diri mereka; sekolah dengan ambisi untuk memiliki prestise hebat dan orangtua dengan ambisi agar kelak anaknya diterima di SMP Negeri. Argh… jujur dari dalam hati, aku tidak setuju dengan perlakuan semacam itu. Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in pendidikan | Posted on 19-02-2010
Salah seorang dari guru yang selalu menginspirasiku (seperti pernah kuceritakan dalam postingan berjudul “terima kasih guru”) adalah KH. Hasan Abdullah Sahal. Beliau adalah putra dari salah seorang pendiri Pondok Modern Gontor, KH. Ahmad Sahal, yang saat ini dipercaya untuk memimpin pesantren tersebut.
Beberapa waktu lalu, aku berkesempatan mengunjungi beliau. Seperti biasanya, beliau selalu menyambut kehadiran murid-muridnya dengan penuh kehangatan dan keakraban. Sikap beliau yang seperti inilah yang membuatku selalu rindu untuk terus berkunjung.
Selayaknya bertemu dengan guru, maka berbagai nasehat dan petuahpun mengalir dari beliau. Salah satu dari banyak petuah yang beliau sampaikan kemarin adalah soal motto pembelajar. Ada empat hal yang harus menjadi motto bagi setiap pembelajar, yakni: Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in pendidikan | Posted on 16-02-2010
Salah satu anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada manusia adalah rasa cinta. Dengan cinta, dunia ini menjadi indah dan berseri. Dengan cinta, damai akan menaungi kehidupan. Seperti bait dalam lagu Titi Dj & Agnes Monica: “Hanya cinta yang bisa mendamaikan benci, hanya kasih sayang tulus yang mampu menembus ruang dan waktu…”.
Salah satu rasa cinta yang harus dimiliki oleh setiap kita adalah rasa cinta kepada Sang Maha Pencipta dan ciptaanNya. Kepada Tuhan, kita seharusnyalah menjalankan segala perintahNya dengan penuh cinta. Sementara kepada makhlukNya, hendaklah pula kita mencintai atas dasar kecintaan kita kepada Penciptanya, Tuhan penguasa semesta. Bila cinta kepada makhluk yang didasari perasaan semata, maka ia akan berubah menjadi senjata perusak bagi pemiliknya. Ini patut diwaspadai. Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in pendidikan | Posted on 23-12-2009
Minggu, 20 Desember 2009 yang lalu, Afif putra sulungku meminta izin untuk ikut kegiatan arung jeram bersama kelompok mahasiswa pecinta alam STMIK AMIKOM Yogyakarta. Akupun mengizinkannya, karena adik bungsuku Evans adalah panitianya. Lucu juga melihat Afif ikut dalam acara itu. Lha wong seluruh pesertanya adalah mahasiswa, hanya dia yang pelajar SMP.
Ini adalah kali kedua baginya mengikuti acara ini. Tahun kemarin dia juga ikut. Tahun lalu, butuh waktu cukup lama bagiku untuk mengizinkannya pergi. Ada banyak kekhawatiran muncul di benakku dan istri. Kekhawatiran yang sewajarnya bagi orangtua. Khawatir dia akan mengalami hal-hal yang kurang baik, mengalami kecelakaan, dan lain sebagainya.


Afif dan kelompoknya dalam arung jeram di sungai Elo, Magelang
Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in keluarga, liburan, pendidikan | Posted on 30-11-2009
Sejak membaca tulisan Nechan Imelda tentang kebiasaan kita memperkenalkan tempat kerja ataupun segala hal yang pernah kita lalui kepada anak-anak, aku jadi terinspirasi untuk melakukannya. Memang ada banyak hal yang belum dipahami oleh anak-anakku tentang kehidupan yang pernah dan sedang kujalani. Sebagai contoh, kampus tempatku mengajar, di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup, belum pernah sekalipun aku mengajak mereka ke sana. Ada banyak alasan yang menyebabkannya, salah satunya karena terpisah oleh jarak yang cukup jauh. (saran Nechan Imelda itu dapat di baca di sini).
Salah satu yang ingin kuperkenalkan kepada anak-anakku adalah pesantren tempat aku menuntut ilmu dahulu, yakni Pondok Modern Gontor, di Ponorogo Jawa Timur. Aku ingin mereka menyaksikan sendiri bagaimana situasi pesantren itu. Selama ini mereka hanya mendengar dari ceritaku saja.
Akhirnya, kesempatan itu datang…! Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in pendidikan | Posted on 25-11-2009
Hari ini, 25 November 2009, adalah hari guru. Terus terang, meski berprofesi sebagai guru, aku tidak tahu kalau hari ini adalah hari guru. Kalau bukan karena anak-anak libur dikarenakan para guru se-DIY berupacara di Stadion Mandala Krida, tentulah aku takkan tahu kalau hari ini adalah hari guru. Huh, sungguh keterlaluan diriku ini…
Guru sebagai pendidik adalah seseorang yang berjasa besar terhadap masyarakat dan negara. Tinggi-rendahnya kebudayaan suatu bangsa, maupun maju-mundurnya tingkat kebudayaan tersebut, sebagian besar bergantung kepada pendidikan dan pengajaran yang diberikan oleh guru-guru.
Menjadi seorang guru memang bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Sebab, ia berhadapan dengan obyek hidup, yakni para siswa (generasi). Bila terjadi kesalahan dalam mendidik, maka akan mengakibatkan terlahirnya generasi yang salah didik. Hal itu tentu tidak dapat diganti walau dengan uang dalam jumlah besar. Berbeda dengan pekerjaan lainnya yang berhadapan dengan obyek mati. Mekanik mobil contohnya, bila terjadi kesalahan dalam pekerjaannya, maka yang rusak adalah mobil itu, yang sudah barang tentu dapat diganti dengan sejumlah uang. Read the rest of this entry »