<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Surau Inyiak</title>
	<atom:link href="http://hardivizon.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hardivizon.com</link>
	<description>just another way to know</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Mar 2010 04:34:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>fatih dan balok</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/03/01/fatih-dan-balok/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/03/01/fatih-dan-balok/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 10:58:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[balok]]></category>
		<category><![CDATA[fatih]]></category>
		<category><![CDATA[kayu]]></category>
		<category><![CDATA[mainan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1607</guid>
		<description><![CDATA[Sore ini aku tinggal berdua dengan si bungsu Fatih di rumah. Ketiga kakaknya pergi ke tempat kursus masing-masing, sementara istriku ikut mengantar. Awalnya kami hanya duduk-duduk santai sambil nonton tv. Tapi, lama kelamaan bosan pun mulai mendekati. Kehebohan yang biasanya terjadi di rumah kami, rupanya tak bisa dibiarkan lama-lama menghilang. Fatih terlihat sekali rasa bosannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sore ini aku tinggal berdua dengan si bungsu Fatih di rumah. Ketiga kakaknya pergi ke tempat kursus masing-masing, sementara istriku ikut mengantar. Awalnya kami hanya duduk-duduk santai sambil nonton tv. Tapi, lama kelamaan bosan pun mulai mendekati. Kehebohan yang biasanya terjadi di rumah kami, rupanya tak bisa dibiarkan lama-lama menghilang. Fatih terlihat sekali rasa bosannya dengan suasana yang hening itu. Padahal, dengan formasi lengkap di rumah, dia akan selalu jadi sumber keisengan kakak-kakaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Entah dari mana asalnya, tiba-tiba kami terlibat dalam obrolan yang yahud: (<em>Untuk diketahui, bungsuku ini lidahnya sangat Jawa, tak terlihat sama sekali kalau dia berdarah Minang, hehehe&#8230;</em>)</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pa, mobil-mobilan itu dibikin dari apaan?&#8221;<br />
&#8220;Ada yang dari kaleng, ada yang dari plastik, ada juga yang dari kayu&#8221;<br />
&#8220;Kalau dari batu bisa ndak?&#8221;<br />
&#8220;Bisa saja&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Kalau dari kayu, bisa dibikin apa aja?&#8221;<br />
&#8220;Macem-macem&#8230; bisa mobil-mobilan, bisa boneka, bisa balok&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Kayak balok yang Papa jual itu?&#8221;<br />
&#8220;Iya, betul sekali&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Mbok Fatih dikasih baloknya, Pa&#8230;&#8221;<span id="more-1607"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tuing&#8230;! aku tersentak. Oh, aku baru tersadar, ternyata selama ini anakku belum pernah kuberikan balok-balok mainan yang aku jual di <a href="http://mainanbocah.wordpress.com" target="_blank">toko onlineku</a>. Selama ini rupanya mereka hanya menyaksikan saja mainan-mainan itu keluar masuk rumahku. Pagi diantar pengrajin, sorenya sudah kukirim ke pemesan. Bahkan, dengan semena-mena aku minta mereka berfoto dengan mainan itu sebagai model. Duh&#8230; jahat betul diriku ini. <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Akupun segera mengeluarkan satu set balok mainan yang kebetulan masih ada stoknya. Kubiarkan Fatih memainkan sepuasnya. Kukatakan padanya kalau itu miliknya, bukan untuk dijual.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejenak aku teringat dengan kejadian yang hampir sama pada keluargaku di Duri sekitar 20 tahun yang lalu. Ketika itu, kedua orangtuaku punya usaha sampingan, yakni menjual karpet dan guci keramik import dari Singapura. Barang-barang tersebut  diambil langsung oleh salah seorang pamanku di pelabuhan Dumai. Setelah dibersihkan, barang-barang itu dijual kembali di warung kecil yang terdapat di depan rumah kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu, karpet dan guci keramik di kota Duri masih terhitung barang mewah. Namun, karena harganya cukup terjangkau, membuat barang-barang tersebut dengan cepat laku terjual. Bahkan, ketika truk yang membawanya dari Dumai parkir di rumah kami, sudah banyak calon pembeli yang menunggu. Asyik betul melihat semua itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli semakin banyak ketika mendekati lebaran. Kesibukan sudah sangat terlihat dari awal bulan puasa. Mendekati lebaran, semua stok sudah habis terjual. Nah&#8230; dua hari jelang lebaran, barulah Mamaku tersadar, ternyata karpet dan guci yang bagus-bagus itu tidak satupun tersisa untuk kami pakai. Huahaha&#8230; kami benar-benar menertawakan kealpaan itu. Papaku bahkan bilang: &#8220;<em>Rumah orang jadi cantik, kok rumah kita tidak ya? Padahal, barang-barangnya dari tempat kita</em>&#8220;.</p>
<p style="text-align: justify;">Peristiwa yang kualami itu sebetulnya jika ditarik ke ranah yang lebih luas, sering juga kita dapati. Sebagai contoh, seorang guru yang telah mendidik ribuan orang, ternyata <span style="text-decoration: line-through;">lupa</span> kesulitan mendidik anaknya sendiri. Atau seorang dokter yang telah menyembuhkan jutaan pasien ternyata lupa menyehatkan dirinya sendiri. Bahkan, seorang penegak hukum, lupa memberi kesadaran hukum kepada anggota keluarganya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Hmmm&#8230; obrolan dengan si bungsu itu telah menyentakkanku&#8230; Selalu saja ada cara Tuhan untuk mengingatkan kita bukan?</p>
<div id="attachment_1608" class="wp-caption aligncenter" style="width: 346px"><img class="size-full wp-image-1608 " title="fatih n balok" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/03/fatih-n-balok.jpg" alt="fatih n balok" width="336" height="448" /><p class="wp-caption-text">Fatih... balok-balok ini untukmu, silahkan dimainkan sepuasnya ya... <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/03/01/fatih-dan-balok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>52</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>selamat ulangtahun, nabiku</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/02/25/selamat-ulangtahun-nabiku/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/02/25/selamat-ulangtahun-nabiku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 15:01:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[bunga rampai]]></category>
		<category><![CDATA[bimbo]]></category>
		<category><![CDATA[maulid nabi muhammad saw]]></category>
		<category><![CDATA[rindu rasul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1599</guid>
		<description><![CDATA[Rindu Rasul
Sam Bimbo &#38; Taufiq Ismail
&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..
Rindu Kami Padamu Ya Rasul
Rindu Tiada Terperi
Berabad Jarak Darimu Ya Rasul
Serasa Dikau Di Sini
Cinta Ikhlasmu Pada Manusia
Bagai Cahaya Surga
Dapatkah Kami Membalas Cintamu
Secara Besahaja
&#8230;&#8230;&#8230;.
Selamat Ulangtahun, Nabiku&#8230;
Semoga teladanmu senantiasa mewarnai hidupku&#8230;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Rindu Rasul</strong><br />
Sam Bimbo &amp; Taufiq Ismail</p>
<p style="text-align: center;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align: center;">Rindu Kami Padamu Ya Rasul<br />
Rindu Tiada Terperi<br />
Berabad Jarak Darimu Ya Rasul<br />
Serasa Dikau Di Sini</p>
<p style="text-align: center;">Cinta Ikhlasmu Pada Manusia<br />
Bagai Cahaya Surga<br />
Dapatkah Kami Membalas Cintamu<br />
Secara Besahaja</p>
<p style="text-align: center;">&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><em>Selamat Ulangtahun, Nabiku&#8230;<br />
Semoga teladanmu senantiasa mewarnai hidupku&#8230;</em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/02/25/selamat-ulangtahun-nabiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>husnul khatimah</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/02/24/husnul-khatimah/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/02/24/husnul-khatimah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 03:40:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[bunga rampai]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[husnul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1593</guid>
		<description><![CDATA[Berakhir dengan indah, adalah keingin setiap kita dalam setiap peran yang kita jalani. Sebagai contoh, seorang pejabat, berharap agar akhir masa jabatannya ditutup dengan manis. Banyak torehan prestasi yang ditinggalkannya. Bawahannyapun merasa sangat sedih dengan berakhirnya masa jabatan itu. Bahkan rivalnya pun merasa kalau jabatan itu memang pantas untuknya.
Begitu juga dengan kehidupan yang kita jalani [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Berakhir dengan indah, adalah keingin setiap kita dalam setiap peran yang kita jalani. Sebagai contoh, seorang pejabat, berharap agar akhir masa jabatannya ditutup dengan manis. Banyak torehan prestasi yang ditinggalkannya. Bawahannyapun merasa sangat sedih dengan berakhirnya masa jabatan itu. Bahkan rivalnya pun merasa kalau jabatan itu memang pantas untuknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu juga dengan kehidupan yang kita jalani di dunia ini. Kita sangat menginginkan agar ketika jatah hidup kita berakhir, kitapun pergi dengan tinggalan nama baik lagi harum. Seperti kata pepatah: &#8220;<em>harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama</em>&#8220;.</p>
<p style="text-align: justify;">Bayangkan, betapa buruknya jika seseorang yang tewas ketika sedang berbuat mesum di sebuah kamar hotel, atau meninggal dunia akibat over dosis obat-obatan terlarang, atau bahkan mati karena bunuh diri. Kesemuanya itu tentu akan membuat ia meninggalkan nama buruk setelah kepergiannya. Bukan hanya untuknya, tapi juga untuk keluarga yang ditinggalkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Memperoleh husnul khatimah, bukanlah perkara yang sekonyong-konyong. Ia merupakan hasil akhir dari proses bangunan diri kita selama perjalanan di dunia ini. Ia harus diusahakan. Seperti seorang pejabat yang ingin berakhir dengan manis, tentulah ia harus berusaha menorehkan prestasi dan meninggalkan kesan baik selama masa jabatannya. Kesemena-menaan yang dilakukannya selama menjabat tentu saja akan berakibat buruk bagi akhir masa jabatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kehidupan juga haruslah begitu. Jika kita tidak ingin tutup usia dalam keadaan yang tidak baik, maka berusahalah untuk tidak terlibat dalam perkara buruk. Berzina misalnya. Tidakkah kita takut, ketika sedang asyik melakukan perbuatan bejat itu, tiba-tiba malaikat maut mencabut nyawa kita&#8230;?? <em>Na&#8217;udzubillah!</em> Semoga Tuhan melindungi kita dari keadaan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Berusaha agar selalu berada pada jalur Tuhan adalah salah satu cara yang tepat untuk memperoleh husnul khatimah. Dan yang tak kalah pentingnya adalah selalu berdoa agar Tuhan senantiasa melindungi langkah kita dan mengingatkan jika kita mulai tergelincir.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Ya Tuhan, tutuplah usia kami dengan akhir yang baik,<br />
Jangan Kau selesaikan kami dalam keadaan yang buruk&#8230;.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>.<br />
</em></p>
<p style="text-align: justify;">(<em>tulisan ini adalah ekspresi dari kepedihan hatiku melihat kematian seorang yuniorku</em>. <em>semoga ia husnul khatimah</em>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/02/24/husnul-khatimah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>motto pembelajar</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/02/19/motto-pembelajar/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/02/19/motto-pembelajar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 02:28:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[gontor]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kh hasan abdullah sahal]]></category>
		<category><![CDATA[motto]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1586</guid>
		<description><![CDATA[Salah seorang dari guru yang selalu menginspirasiku (seperti pernah kuceritakan dalam postingan berjudul “terima kasih guru”) adalah KH. Hasan Abdullah Sahal. Beliau adalah putra dari salah seorang pendiri Pondok Modern Gontor, KH. Ahmad Sahal, yang saat ini dipercaya untuk memimpin pesantren tersebut.
Beberapa waktu lalu, aku berkesempatan mengunjungi beliau. Seperti biasanya, beliau selalu menyambut kehadiran murid-muridnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1587" title="pak hasan" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/02/pak-hasan.jpg" alt="pak hasan" width="180" height="270" />Salah seorang dari guru yang selalu menginspirasiku (<em>seperti pernah kuceritakan dalam postingan berjudul “<a href="http://hardivizon.com/2009/11/25/terima-kasih-guru/">terima kasih guru</a>”</em>) adalah KH. Hasan Abdullah Sahal. Beliau adalah putra dari salah seorang pendiri Pondok Modern Gontor, KH. Ahmad Sahal, yang saat ini dipercaya untuk memimpin pesantren tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa waktu lalu, aku berkesempatan mengunjungi beliau. Seperti biasanya, beliau selalu menyambut kehadiran murid-muridnya dengan penuh kehangatan dan keakraban. Sikap beliau yang seperti inilah yang membuatku selalu rindu untuk terus berkunjung.</p>
<p style="text-align: justify;">Selayaknya bertemu dengan guru, maka berbagai nasehat dan petuahpun mengalir dari beliau. Salah satu dari banyak petuah yang beliau sampaikan kemarin adalah soal motto pembelajar. Ada empat hal yang harus menjadi motto bagi setiap pembelajar, yakni:<span id="more-1586"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Berbudi Tinggi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang pembelajar sejati semestinyalah memiliki budi yang tinggi. Pengetahuan yang dimiliki, janganlah sampai membuatnya tinggi hati, sombong dan congkak. Prinsip padi, semakin berisi semakin merunduk, adalah yang utama. Orang yang sombong dengan ilmunya, menunjukkan kehampaan jiwanya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Berbadan Sehat</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kesehatan badan sangat dibutuhkan oleh seorang pembelajar. Kesehatan badan di sini bukan bermakna kesempurnaan, tapi merupakan keadaan yang fit dan siap menerima kucuran ilmu pengetahuan. Seorang pembelajar yang sedang sakit raganya, apalagi jiwanya, tentu akan kesulitan mengikuti proses transformasi pengetahuan. Untuk itu, menjaga kesehatan adalah penting. Caranya adalah selalu berolahraga dan bergembira. Dengan berolahraga, sirkulasi darah akan lancar dan dengan bergembira sirkulasi emosi pun dapat terkontrol.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Berpengetahuan Luas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang pembelajar harus membuka akal dan hatinya seluas-luasnya agar dapat dengan mudah memperoleh pengetahuan. Keluasan pengetahuan akan membuat seorang pembelajar menjadi bijaksana. Kepicikan muncul sebagai akibat dari sempitnya ilmu yang dimiliki. Seorang pembelajar yang luas pengetahuannya, senantiasa menghargai segala bentuk pemikiran. Dan dengan keluasan pengetahuan, seseorang akan memiliki benteng yang kokoh untuk dirinya, sehingga tidak mudah tergelincir oleh godaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Berpikiran Bebas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berpikir bebas adalah muara dari seluruh proses pembelajaran yang dilalui oleh seorang pembelajar. Hanya, perlu digarisbawahi bahwa kebebasan di sini bukanlah kebebasan yang tak terkendali. Kebebasan ini adalah kebebasan yang berlandaskan tiga hal sebelumnya, yakni ketinggian budi, kesehatan badan dan keluasan pengetahuan. Tanpa ketiga hal tersebut, pikiran manusia akan menjadi liar, dan itu akan sangat berbahaya. Keliaran akan membuat manusia menjadi sama dengan binatang, atau bahkan lebih rendah darinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh, aku merasa tercerahkan sekali dengan petuah ini. Rasanya tak habis syukurku memiliki guru yang rendah hati seperti Pak Hasan. Semoga aku dapat meneladani sikap beliau ini&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/02/19/motto-pembelajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>dengan cinta</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/02/16/dengan-cinta/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/02/16/dengan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 03:33:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[dyah suminar]]></category>
		<category><![CDATA[mendidik]]></category>
		<category><![CDATA[talkshow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1574</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada manusia adalah rasa cinta. Dengan cinta, dunia ini menjadi indah dan berseri. Dengan cinta, damai akan menaungi kehidupan. Seperti bait dalam lagu Titi Dj &#38; Agnes Monica: &#8220;Hanya cinta yang bisa mendamaikan benci, hanya kasih sayang tulus yang mampu menembus ruang dan waktu&#8230;&#8221;.
Salah satu rasa cinta yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Salah satu anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada manusia adalah rasa cinta. Dengan cinta, dunia ini menjadi indah dan berseri. Dengan cinta, damai akan menaungi kehidupan. Seperti bait dalam lagu Titi Dj &amp; Agnes Monica: &#8220;<em>Hanya cinta yang bisa mendamaikan benci, hanya kasih sayang tulus yang mampu menembus ruang dan waktu</em>&#8230;&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu rasa cinta yang harus dimiliki oleh setiap kita adalah rasa cinta kepada Sang Maha Pencipta dan ciptaanNya. Kepada Tuhan, kita seharusnyalah menjalankan segala perintahNya dengan penuh cinta. Sementara kepada makhlukNya, hendaklah pula kita mencintai atas dasar kecintaan kita kepada Penciptanya, Tuhan penguasa semesta. Bila cinta kepada makhluk yang didasari perasaan semata, maka ia akan berubah menjadi senjata perusak bagi pemiliknya. Ini patut diwaspadai.<span id="more-1574"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Anak adalah anugerah terbesar yang Tuhan berikan kepada setiap pasangan suami-istri. Tidak setiap pasangan yang mendapat anugerah ini. Maka, selayaknyalah bagi pasangan yang mendapat anugerah ini untuk mensyukuri nikmat terbesar ini. Caranya adalah menjaga, merawat dan membimbing mereka dengan sebaik-baiknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dasar utama dalam mendidik anak-anak itu adalah cinta. Dengan cinta terdalam, setiap orangtua akan dapat dengan mudah mendidik anak-anak mereka. Tanpa cinta, dapat dipastikan anak-anak akan tumbuh menjadi manusia yang penuh amarah dan dendam. Rasa cinta yang tulus sangat dibutuhkan oleh mereka dalam pertumbuhannya.</p>
<p>Mengapa mendidik dengan cinta itu sangat diperlukan? Di antara alasannya adalah, karena:</p>
<ul>
<li style="text-align: justify;">Mendidik anak adalah suatu proses membentuk serta memberikan pemahaman nilai-nilai yang bertujuan untuk memaksimalkan kemampuan anak, baik dalam bidang fisik, mental, spiritual, maupun emosional.</li>
<li style="text-align: justify;">Hasil yang diharapkan adalah dapat mewujudkan anak yang memiliki pengetahuan dan keterampilan, mempunyai jiwa kemandirian, mampu bersaing, serta berakhlak mulia sehingga dapat mewujudkan generasi yang semakin baik.</li>
<li>Kemajuan suatu bangsa terganatung pada pendidikan generasinya.</li>
</ul>
<p>Dengan cinta, semuanya akan dapat dicapai dengan mudah. Dengan cinta, hasil yang didapatkan akan maksimal.</p>
<p style="text-align: justify;">Topik di atas adalah salah satu poin yang aku dan <a href="http://dyahsuminar.com/" target="_blank">Bunda Dyah Suminar</a> bicarakan dalam kesempatan talkshow bertajuk &#8220;Mendidik Dengan Cinta&#8221; yang kami selenggarakan di sekolah anakku Satira pada hari Minggu, 14 Februari 2010 kemarin. Ada banyak pembelajaran yang kami dapatkan dari Bunda Dyah.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-1575" title="mendidik dengan cinta01" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/02/mendidik-dengan-cinta01.jpg" alt="mendidik dengan cinta01" width="448" height="336" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Talkshow &#8220;Mendidik Dengan Cinta&#8221; bersama Bunda Dyah Suminar</span></p>
<p style="text-align: justify;">Pengalaman beliau mendidik ketiga putranya patut dijadikan tauladan. Sebagai seorang wanita pengusaha sekaligus istri walikota Yogyakarta, tentu tidaklah mudah dalam menjalankan peran sebagai ibu. Tapi nyatanya, ketiga putra beliau tumbuh menjadi manusia-manusia luar biasa. Salah satu tips yang beliau berikan adalah soal manajemen waktu dan manajemen energi. Agar semuanya dapat berjalan dengan baik, maka beliau sarankan agar kita bisa menuliskan segala rencana kita untuk diri kita dan keluarga. Disiplin yang tinggi adalah kata kunci untuk mewujudkan segala rencana itu.</p>
<p>Sungguh sebuah pembelajaran yang sangat berguna dari beliau. Terima kasih, Bunda <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-1581" title="vizon-dyahsuminar" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/02/vizon-dyahsuminar.jpg" alt="vizon-dyahsuminar" width="318" height="448" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Lho&#8230;.? Kok ada yang &#8220;nebeng&#8221; di sini ya? <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><br />
</span></p>
<p style="line-height: 90%; margin-top: 5.76pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"><span style="font-size: 24pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;; color: #cc00ff;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/02/16/dengan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>miskin harta atau jiwa?</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/02/05/miskin-harta-atau-jiwa/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/02/05/miskin-harta-atau-jiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 00:58:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[bunga rampai]]></category>
		<category><![CDATA[seorang ibu menelantarkan ketiga anaknya di tangerang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1551</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rizki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar,&#8221;
(Al-Quran surat Al-Israa&#8217;: 31).
Sebuah berita mengenai penelantaran anak kembali menggetarkan kita. Adalah seorang ibu bernama Diana di Tangerang, karena alasan mencari uang untuk makan anak-anaknya, tega meninggalkan mereka di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><span style="color: #339966;"><strong>&#8220;<em>Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rizki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar,&#8221;</em><br />
(Al-Quran surat Al-Israa&#8217;: 31).</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah <a href="http://www.sinarharapan.co.id/berita/read/komnas-pa-temui-tiga-balita-tangerang-terlantar/">berita mengenai penelantaran anak</a> kembali menggetarkan kita. Adalah seorang ibu bernama Diana di Tangerang, karena alasan mencari uang untuk makan anak-anaknya, tega meninggalkan mereka di rumah yang terkunci. Tiga orang anaknya yang masing-masing berumur 3 tahun, 2 tahun dan 9 bulan ditinggalkannya begitu saja di rumah kontrakan di bilangan Cipondoh Tangerang selama empat hari tanpa makan dan minum.</p>
<p style="text-align: justify;">Sulit membayangkan, betapa berat &#8220;siksaan&#8221; kelaparan dan ketakutan yang dialami ketiga balita tersebut. Alasan sang ibu mencari uang untuk makan sang anak patut dihargai. Tapi, mestikah dia meninggalkan mereka selama empat hari? Sebuah perilaku yang aneh menurutku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan yang lebih aneh lagi adalah, mengapa warga sekitar tidak ada yang mengetahuinya? Mengapa baru pada hari kelima, ketiga bocah itu ditemukan? Bukankah kebiasaan seorang anak bila merasakan ketidaknyamanan pada dirinya akan menangis? Bahkan bukan sekedar isakan, kemungkinan besar mereka akan berteriak sekencang-kencangnya. Dapat dipastikan suara mereka akan sangat gaduh. Lantas, mengapa para tetangga tidak mendengar sama sekali teriakan anak-anak itu? Argh&#8230; sulit menalarkan kejadian ini.<span id="more-1551"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kejadian ini, setidaknya, memberikan dua peringatan kepada kita:</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama, kemiskinan sesungguhnya tidaklah perlu dikhawatirkan. Ia sangat bisa diatasi. Kuncinya adalah ketenangan yang muncul dari kesabaran dan keikhlasan hati. Kekalutan pikiran akan menghilangkan kebeningan hati sehingga pelakunya tak mampu lagi untuk menalarkan perbuatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua, fungsi-fungsi sosial dalam masyarakat perkotaan telah semakin tergerus. Ketidakpedulian dan individualistik semakin mendominasi. Hal tersebut terjadi karena kesibukan duniawi dalam rangka pemenuhan materi telah meraja dalam diri kita. Akibatnya, silaturrahmi antar tetanggapun sudah tak terjalin lagi dengan baik. Hal ini, patut untuk dicemasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemiskinan harta sesungguhnya tidaklah perlu ditakutkan. Tuhan telah menjanjikan rejeki bagi kita. Tinggal bagaimana kita menjemputnya. Sekeras usaha kita, sebesar itulah hasil yang akan diperoleh.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang patut diwaspadai adalah kemiskinan jiwa. Jiwa yang miskin karena menjauh dari Tuhan, hanya akan menghasilkan manusia-manusia tak bernalar.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga kita terhindar dari ini semua&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/02/05/miskin-harta-atau-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>65</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>profesor yahanu</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/02/03/profesor-yahanu/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/02/03/profesor-yahanu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 00:58:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[bunga rampai]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[rendah hati]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1541</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu sifat dalam diri manusia yang menjadi sumber kehancurannya adalah apa yang disebut sebagai kesombongan. Sombong adalah perasaan dalam diri manusia bahwa ia mempunya berbagai kelebihan tertentu dibandingkan orang lain, di mana kelebihan tersebut membuatnya merasa menjadi lebih mulia sehingga harus didahulukan pendapatnya, dihormati, dihargai, dan lain sebagainya.
Sikap dan sifat semacam ini menjadikan manusia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Salah satu sifat dalam diri manusia yang menjadi sumber kehancurannya adalah apa yang disebut sebagai kesombongan. Sombong adalah perasaan dalam diri manusia bahwa ia mempunya berbagai kelebihan tertentu dibandingkan orang lain, di mana kelebihan tersebut membuatnya merasa menjadi lebih mulia sehingga harus didahulukan pendapatnya, dihormati, dihargai, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sikap dan sifat semacam ini menjadikan manusia cenderung hanya memikirkan bagaimana dirinya dihargai dan dihormati orang lain karena merasa dirinyalah yang &#8220;serba&#8221; dan &#8220;paling&#8221; &#8211;paling pintar, paling keren, paling kaya, dan berbagai &#8220;paling&#8221; lainnya. Kesombongan ini menimbulkan sikap angkuh dan congkak yang bisa menjadi awal malapetaka bagi dirinya.<span id="more-1541"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kesombongan ini nyaris telah merugikan seorang Profesor. Sebut saja namanya Profesor Yahanu.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa hari yang lalu, sahabatku Ivan minta tolong kepadaku untuk menemui Profesor Yahanu tersebut di kampus. Ivan telah beberapa kali berusaha menemui beliau, tapi tidak bertemu. Karena Ivan harus berangkat ke Jakarta, maka dia memintaku untuk menyampaikannya. Ada dua pucuk amplop yang harus disampaikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya aku tidak kenal sama sekali dengan sang Profesor. Hanya, di fakultas tempat beliau mengajar ada teman baikku. Akupun menghubungi teman tersebut dan menanyakan apakah dia mempunyai nomor kontak sang Profesor. Ternyata dia punya. Maka, dimulailah cerita ini:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Halo&#8221;, sebuah suara berat menyahut di seberang telpon.<br />
&#8220;Dengan Profesor Yahanu, Pak?&#8221;, aku bertanya untuk memastikan.<br />
&#8220;Kamu siapa?&#8221;, terasa ketus jawabannya.<br />
&#8220;Saya Vizon, Prof&#8221;<br />
&#8220;Vizon siapa?&#8221;, serasa menjawab dengan malas.<br />
&#8220;Hardi Vizon&#8221;<br />
&#8220;Dari mana?&#8221;, semakin ketus.<br />
&#8220;Saya mahasiswa Pascasarjana, Prof&#8221;<br />
&#8220;Mau apa!?&#8221;, ujarnya dengan sedikit kasar.<br />
&#8220;Ada pesan yang mau saya sampaikan untuk Bapak&#8221;, masih sopan nada suaraku.<br />
&#8220;Letakkan saja di meja saya di fakultas..!&#8221;, seolah buru-buru ingin mematikan telpon.<br />
&#8220;Yakin, Anda mau saya meletakkan dua amplop ini di meja Anda?&#8221;, aku mulai sebal.<br />
&#8220;Ya&#8230;!&#8221;, jawabnya singkat.<br />
&#8220;Kalau hilang, apa Anda tidak menyesal?&#8221;<br />
&#8220;Memangnya itu apa?&#8221;, dia mulai penasaran.<br />
&#8220;Honor Anda sebagai pembicara dalam acara Annual Conference on Islamic Studies tempo hari di Solo&#8221;, aku merasa dapat angin.<br />
&#8220;Oh&#8230; itu tho&#8221;, nada suaranya mulai turun.<br />
&#8220;Ya&#8230;! Kalau gitu, tolong temui saya besok jam 9 di perpustakaan&#8221;, aku mulai pasang badan. Dalam hatiku, ini orang harus diberi pelajaran, meskipun dia seorang profesor.<br />
&#8220;Jam 9, ya?&#8221;, suaranya semakin ramah.<br />
&#8220;On time ya Pak, soalnya saya cuma sebentar di kampus, setelah itu saya ada acara lain&#8221;, ujarku dengan suara yang dibuat sok tegas.<br />
&#8220;Baik Pak, besok saya temui Bapak di perpustakaan&#8221;, sang Profesor benar-benar sudah sopan dan memanggilku dengan sebutan &#8220;Bapak&#8221; lagi. Argh&#8230; benar-benar menyebalkan.<br />
&#8220;Ok, terima kasih&#8221;, ujarku sambil mematikan telpon.</p>
<p style="text-align: justify;">Huahaha&#8230;. akupun tertawa dalam hati. Sungguh rendah harga diri sang Profesor itu. Kesombongannya akan jabatan yang dimiliki ternyata dapat ditaklukkan dalam sekejap hanya dengan beberapa lembar rupiah. Benar-benar deh&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Kejadian ini sangat memberiku pembelajaran. Kesombongan tidak pernah memberi manfaat apapun bagi pemiliknya. Kerendahanhatilah yang justru akan menaikkan derajat kemuliaan seseorang. Rendah hati bagaikan permata yang senantiasa benderang, meski berada dalam kubangan sekalipun. So, untuk apa sombong? <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">.</p>
<p style="text-align: justify;">*<em>Yahanu = sombong (bahasa slank santri Gontor)</em></p>
<pre style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;">Sumber bacaan: buku Man Jadda Wajada, karya Akbar Zainudin</span></pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/02/03/profesor-yahanu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>52</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>jamur &amp; zupa</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/02/01/jamur-zupa/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/02/01/jamur-zupa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 03:30:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[jejamuran]]></category>
		<category><![CDATA[parang tritis]]></category>
		<category><![CDATA[zupa-zupa soup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1519</guid>
		<description><![CDATA[Akhir pekan kemarin, aku menikmati dua sajian yang sangat khas. Yang pertama makanan dengan berbahan dasar jamur, dan yang kedua zupa soup, masakan ala Eropa. Bersama beberapa orang sahabat, akupun menghabiskan liburan kemarin dengan memberi sedikit kenikmatan bagi lambung&#8230; here is the story:
Makanan pertama adalah serba jamur. Kami menikmatinya di sebuah resto tradisional bernama Jejamuran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Akhir pekan kemarin, aku menikmati dua sajian yang sangat khas. Yang pertama makanan dengan berbahan dasar jamur, dan yang kedua zupa soup, masakan ala Eropa. Bersama beberapa orang sahabat, akupun menghabiskan liburan kemarin dengan memberi sedikit kenikmatan bagi lambung&#8230; here is the story:</p>
<p style="text-align: justify;">Makanan pertama adalah serba jamur. Kami menikmatinya di sebuah resto tradisional bernama Jejamuran di daerah Pandowoharjo, Sleman, Jogjakarta. Jejamuran resto adalah sebuah rumah makan dengan keunggulan penggunaan bahan  baku utama jamur yang dipadukan dengan menu tradisional. Bahan baku jamur  mengandung berbagai macam asam amino, mineral, vitamin dan senyawa bioaktif yang  baik bagi kesehatan, jamur juga telah terbukti menaikkan system kekebalan tubuh,  menurunkan tekanan darah dan kandungan lemak dalam tubuh, menghambat pertumbuhan  tumor, antiinflmasi dan antimikroba.<span id="more-1519"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Menu yang disajikan sungguh banyak dan sangat menggiurkan. Tongseng, rendang, sate, tomyum, asam manis, lumpia, tumis saos tiram dan pepes yang kesemuanya terbuat dari jamur. Menurut ahli gizi, jamur termasuk dalam jenis sayuran yang mengandung sedikit sekali  protein dan hidrat arang, seperti halnya kangkung, ketimun, kool, kembang kool,  tauge, sawi. Karena kandungan kalorinya rendah, jamur boleh dimakan sekehendak  atau bebas tanpa memperhitungkan banyaknya. Oleh karena itu, kamipun memesan semua menu yang disuguhkan tersebut, hahaha&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1533" title="jejamuran n zupa" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/02/jejamuran-n-zupa1-150x150.jpg" alt="jejamuran n zupa" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1534" title="jejamuran n zupa (2)" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/02/jejamuran-n-zupa-21-150x150.jpg" alt="jejamuran n zupa (2)" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1535" title="jejamuran n zupa (3)" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/02/jejamuran-n-zupa-31-150x150.jpg" alt="jejamuran n zupa (3)" width="150" height="150" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Asam manis jamur, rendang jamur dan sate jamur. Untuk makanan ini hanya ada dua kalimat: enak dan enak banget (Broneo mode : ON) <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah puas makan, kamipun berkeliling &#8220;kebun jamur&#8221; yang terletak di bagian belakang resto tersebut. Ada banyak varian jamur yang dibudidayakan. Melihat keelokan bentuknya, sepertinya pantas untuk ditanam di rumah. Di samping bisa menjadi tanaman hias, tentu saja nantinya bisa dimakan juga. Beda sekali dengan mawar atau anggrek, tentu tidak bisa dikonsumsi, apalagi kaktus, siapa coba yang mau memakannya, haha&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1524" title="jejamuran n zupa (13)" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/02/jejamuran-n-zupa-13-150x150.jpg" alt="jejamuran n zupa (13)" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1525" title="jejamuran n zupa (14)" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/02/jejamuran-n-zupa-14-150x150.jpg" alt="jejamuran n zupa (14)" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1526" title="jejamuran n zupa (15)" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/02/jejamuran-n-zupa-15-150x150.jpg" alt="jejamuran n zupa (15)" width="150" height="150" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Aneka jamur yang dibudidayakan. Cantik bukan?</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><img class="alignnone size-full wp-image-1537" title="jejamuran n zupa (17)" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/02/jejamuran-n-zupa-17.JPG" alt="jejamuran n zupa (17)" width="448" height="299" /><br />
Bermimpi menjadi pengusaha jamur, boleh kan&#8230;? <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;">Selesai dari situ, kamipun beralih ke bagian selatan Yogyakarta, tepatnya di daerah Prawirotaman, jalan Parangtritis no 109. Di sudut sebuah hotel bernama Sunarko, kami kembali memanjakan lambung dengan sup ala Eropa yang bernama Zupa soup. Yaitu cream soup yang diletakkan dalam mangkuk tahan panas, kemudian ditutup dengan puff pastry kemudian dibakar di dalam oven. Bila telah masak, maka bentukanya akan seperti roti yang tergeletak pasrah di atas mangkuk. Melihat sajian itu, perut yang kenyang gara-gara jamur tadi, seolah terlupakan. Rasanya&#8230;. hmmm&#8230; yummy&#8230;</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-1528" title="jejamuran n zupa (24)" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/02/jejamuran-n-zupa-24-300x200.jpg" alt="jejamuran n zupa (24)" width="269" height="179" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1529" title="jejamuran n zupa (26)" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/02/jejamuran-n-zupa-26-300x200.jpg" alt="jejamuran n zupa (26)" width="267" height="178" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Zupa-zupa soup dan para penikmatnya&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-align: justify;">Zupa soup itu, adalah buatan sahabatku sendiri, Agus Nizar. Sudah lama dia mengundang kami untuk menikmati usaha barunya tersebut. Namun, baru kemarinlah undangan itu dapat dipenuhi.</p>
<p style="text-align: justify;">So, bagi teman-teman yang ingin berlibur di Jogja, dua tempat kuliner itu patut untuk dicoba&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">.</p>
<p style="text-align: justify;">.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber bacaan: <a href="http://kulineronline.wordpress.com/2009/04/02/tongseng-dan-sate-jamur-di-jejamuran-2/">Kuliner Online</a>, <a href="http://www.trulyjogja.com/index.php?action=news.detail&amp;cat_id=2&amp;news_id=1322">Trully Jogja</a>, <a href="http://permimalang.wordpress.com/2008/02/26/budidaya-jamur-tiram-lebih-mudah-dengan-media-murah/">Permimalang</a>, <a href="http://irmajelita.wordpress.com/2009/04/22/zupa-zupa-soup/">Irmajelita</a>, <a href="http://annevijaya.com/2006/07/zupa-zupa-soup.html">Annevijaya</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/02/01/jamur-zupa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>my own cave</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/01/29/my-own-cave/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/01/29/my-own-cave/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 03:30:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[iseng]]></category>
		<category><![CDATA[carrel room]]></category>
		<category><![CDATA[perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1514</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kita barangkali mempunyai sebuah ruangan khusus yang menjadi wilayah kekuasaan. Di situ kita benar-benar berkuasa, dan tidak seorangpun dapat mengganggunya. Misalnya, ruang kerja di rumah, atau kamar tidur. Apa jadinya jika ruangan tersebut terdapat di area publik?
Nah, beberapa hari ini aku mendapat keistimewaan yang mewah sekali. Yaitu, sebuah ruangan khusus yang disebut dengan carrel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setiap kita barangkali mempunyai sebuah ruangan khusus yang menjadi wilayah kekuasaan. Di situ kita benar-benar berkuasa, dan tidak seorangpun dapat mengganggunya. Misalnya, ruang kerja di rumah, atau kamar tidur. Apa jadinya jika ruangan tersebut terdapat di area publik?</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, beberapa hari ini aku mendapat keistimewaan yang mewah sekali. Yaitu, sebuah ruangan khusus yang disebut dengan <em>carrel room </em>di <a href="http://perpustakaan.uin-suka.ac.id/">Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta</a>. Ruangan itu besarnya sekitar 1,5 x 1,5 m. Lengkap dengan meja baca, lampu, rak buku dan yang membuatku benar-benar bahagia adalah, sebuah jaringan internet khusus! Aih, aku benar-benar berasa di &#8220;surga&#8221;, hehehe&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Kecepatan jaringan internet tersebut cukup fantastis. Kayak iklan sebuah mobil, <em>wus wus wus&#8230; nyaris tak terdengar! </em></p>
<p style="text-align: justify;">Ruangan itu hanya diperuntukkan bagi dosen atau mahasiswa S3 yang sedang melakukan penelitian. Jumlahnya hanya ada sekitar 14, tersebar di lantai 2, 3 dan 4 (<em>kok jadi seperti merek sesuatu ya?</em> <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  ). Karena ruangannya hanya sedikit dan yang membutuhkan banyak, maka ketika bisa mendapatkannya, itu adalah sebuah keistimewaan luar biasa. Bagi yang mendapatkannya, diberi kunci dan boleh menempatinya selama sebulan.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena ruangan ini berada di area publik, yakni ruang sirkulasi perpustakaan, maka tentu saja keberadaannya sedikit mengundang perhatian, sekaligus keirian. Ada perasaan aneh yang mengalir di hati ini setiap kali memasukinya. Sepertinya ada banyak pasang mata yang menatapku; entah iri, entah marah, entah apapun itu. Namun, aku berusaha untuk menanggapi perasaan aneh itu dengan positif. Kubisikkan dalam hati, seolah aku bicara kepada para pemilik mata itu: &#8220;<em>Jika ingin menikmati keistimewaan ini, segeralah selesaikan kuliah kalian dan terus lanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi</em>&#8220;. <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  (jahat amat yak?)</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-1515" title="carrelroom01" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/carrelroom01.jpg" alt="carrelroom01" width="336" height="448" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Inilah &#8220;goa pribadiku&#8221; selama satu bulan ke depan <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-align: left;">Apakah Anda juga punya &#8220;goa pribadi&#8221;?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/01/29/my-own-cave/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sembuh&#8230;!</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/01/28/sembuh/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/01/28/sembuh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 05:15:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[kampung blagu]]></category>
		<category><![CDATA[blogku sembuh kembali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1506</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, blog ini sudah keluar dari karantina-nya. Sejak dinyatakan sakit karena terserang &#8220;penyakit aneh&#8221; dua hari yang lalu, sang bidan segera bertindak. Mengetahui penyakit itu tidak biasa, maka beliau memerintahkan untuk menjauhkan blog ini dari para pengunjung buat sementara. Dan sebagai pasien yang taat dan patuh, maka akupun mematuhi aturan itu.
Setelah melalui treatmen sana-sini, akhirnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Alhamdulillah, blog ini sudah keluar dari karantina-nya. Sejak dinyatakan sakit karena terserang &#8220;penyakit aneh&#8221; dua hari yang lalu, <a href="http://ria.choosen.net/2010/01/21/just-be-your-self/">sang bidan</a> segera bertindak. Mengetahui penyakit itu tidak biasa, maka beliau memerintahkan untuk menjauhkan blog ini dari para pengunjung buat sementara. Dan sebagai pasien yang taat dan patuh, maka akupun mematuhi aturan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah melalui treatmen sana-sini, akhirnya penyakit antah-berantah itupun kabur dengan suksesnya. Sempat kepikiran juga sih untuk minta tolong <a href="http://albertobroneo.wordpress.com/2010/01/19/pak-jono/">Pak Jono</a>, tapi karena beliau musti melakukan berbagai ritual dulu, maka niat itupun urung dilaksanakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski masih sedikit lemas karena baru saja sembuh, tapi kondisi ini telah berhasil mendapatkan <a href="http://theordinarytrainer.wordpress.com/2010/01/27/blog-happiness/">aliran kebahagiaan</a> dalam diriku. Aku bisa bilang, <a href="http://yessymuchtar.wordpress.com/2010/01/20/one-fine-day/">it&#8217;s my one fine day</a>. Sekali lagi aku mau bilang bahwa, blogging telah memperluas wawasan pengetahuan maupun pertemananku. Sungguh rugi rasanya bila apa yang telah didapat melalui jagad blog disia-siakan begitu saja. Aku sangat yakin, dengan aktivitas blogging, kita <a href="http://imelda.coutrier.com/2010/01/27/kapan-kamu-merasa-tua/">takkan pernah merasa tua</a>, meski sesungguhnya usia telah menanjak sangat jauh.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, biar tidak terlalu lemas, ada baiknya kita makan <a href="http://wijna.web.id/335-Nasi-Rebus-atau-Sego-Godhog.html">nasi rebus (sego godhog)</a> dulu. Setelah itu, kita jalan-jalan naik sepeda. Tapi, jangan lupa untuk mengenal terlebih dahulu <a href="http://isro-m.com/jenis-jenis-sepeda-1.html">jenis-jenisnya</a>, agar tak salah pakai. Sebab, segala sesuatu yang baik buat orang lain, belum tentu baik buat kita. Kegiatan seperti ini juga sangat berguna bagi orang yang sedang mengalami <a href="http://nanaharmanto.wordpress.com/2010/01/28/jetlag/">jetlag</a> setelah perjalanan cukup jauh.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena ngeblog adalah salah satu kegiatan yang <a href="http://bundadontworry.wordpress.com/2010/01/28/sudah-sesuaikah-pekerjaan-anda-dengan-hati/">dijalani dengan hati</a>, maka pantas saja kita mendapat <a href="http://abdulcholik.com/2010/01/28/tali-asih-di-anoraga/">tali asih</a> dari sahabat-sahabat terbaik. Meski sering mendapat <a href="http://zulhaq.com/2010/01/27/kebiasaan-sinting/">kenyataan sinting</a>, namun itu tidak berarti membuat kita berkecil hati. Sebab, hidup ini bukanlah semata soal penungguan. <a href="http://www.penganyamkata.net/2010/01/27/the-epitaph-trilogy-2/">Ia musti diisi dengan karya</a>. Ia musti diberi makna. Dan makna itu akan bisa kita peroleh bila dengan kesungguhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena masih lemas, maka aku tidak bisa bertandang dulu ke kediaman teman-teman. Paling nanti <a href="http://grandis.wordpress.com/2010/01/28/tipe-tipe-facebook-ers-berdasarkan-status-nya/">update status di facebook</a> dengan status yang santun dan bersahaja, biar tidak terkesan lebay dan sombong <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Terima kasih atas doa dan <a href="http://badruznucultural.wordpress.com/2010/01/26/motivasi-sahabat/">motivasi dari sahabat</a> narablog semua. That means a lot for me. <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/01/28/sembuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
