<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Surau Inyiak</title>
	<atom:link href="http://hardivizon.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hardivizon.com</link>
	<description>just another way to know</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Feb 2010 04:05:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>miskin harta atau jiwa?</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/02/05/miskin-harta-atau-jiwa/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/02/05/miskin-harta-atau-jiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 00:58:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[bunga rampai]]></category>
		<category><![CDATA[seorang ibu menelantarkan ketiga anaknya di tangerang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1551</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rizki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar,&#8221;
(Al-Quran surat Al-Israa&#8217;: 31).
Sebuah berita mengenai penelantaran anak kembali menggetarkan kita. Adalah seorang ibu bernama Diana di Tangerang, karena alasan mencari uang untuk makan anak-anaknya, tega meninggalkan mereka di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><span style="color: #339966;"><strong>&#8220;<em>Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rizki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar,&#8221;</em><br />
(Al-Quran surat Al-Israa&#8217;: 31).</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah <a href="http://www.sinarharapan.co.id/berita/read/komnas-pa-temui-tiga-balita-tangerang-terlantar/">berita mengenai penelantaran anak</a> kembali menggetarkan kita. Adalah seorang ibu bernama Diana di Tangerang, karena alasan mencari uang untuk makan anak-anaknya, tega meninggalkan mereka di rumah yang terkunci. Tiga orang anaknya yang masing-masing berumur 3 tahun, 2 tahun dan 9 bulan ditinggalkannya begitu saja di rumah kontrakan di bilangan Cipondoh Tangerang selama empat hari tanpa makan dan minum.</p>
<p style="text-align: justify;">Sulit membayangkan, betapa berat &#8220;siksaan&#8221; kelaparan dan ketakutan yang dialami ketiga balita tersebut. Alasan sang ibu mencari uang untuk makan sang anak patut dihargai. Tapi, mestikah dia meninggalkan mereka selama empat hari? Sebuah perilaku yang aneh menurutku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan yang lebih aneh lagi adalah, mengapa warga sekitar tidak ada yang mengetahuinya? Mengapa baru pada hari kelima, ketiga bocah itu ditemukan? Bukankah kebiasaan seorang anak bila merasakan ketidaknyamanan pada dirinya akan menangis? Bahkan bukan sekedar isakan, kemungkinan besar mereka akan berteriak sekencang-kencangnya. Dapat dipastikan suara mereka akan sangat gaduh. Lantas, mengapa para tetangga tidak mendengar sama sekali teriakan anak-anak itu? Argh&#8230; sulit menalarkan kejadian ini.<span id="more-1551"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kejadian ini, setidaknya, memberikan dua peringatan kepada kita:</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama, kemiskinan sesungguhnya tidaklah perlu dikhawatirkan. Ia sangat bisa diatasi. Kuncinya adalah ketenangan yang muncul dari kesabaran dan keikhlasan hati. Kekalutan pikiran akan menghilangkan kebeningan hati sehingga pelakunya tak mampu lagi untuk menalarkan perbuatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua, fungsi-fungsi sosial dalam masyarakat perkotaan telah semakin tergerus. Ketidakpedulian dan individualistik semakin mendominasi. Hal tersebut terjadi karena kesibukan duniawi dalam rangka pemenuhan materi telah meraja dalam diri kita. Akibatnya, silaturrahmi antar tetanggapun sudah tak terjalin lagi dengan baik. Hal ini, patut untuk dicemasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemiskinan harta sesungguhnya tidaklah perlu ditakutkan. Tuhan telah menjanjikan rejeki bagi kita. Tinggal bagaimana kita menjemputnya. Sekeras usaha kita, sebesar itulah hasil yang akan diperoleh.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang patut diwaspadai adalah kemiskinan jiwa. Jiwa yang miskin karena menjauh dari Tuhan, hanya akan menghasilkan manusia-manusia tak bernalar.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga kita terhindar dari ini semua&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/02/05/miskin-harta-atau-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>52</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>profesor yahanu</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/02/03/profesor-yahanu/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/02/03/profesor-yahanu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 00:58:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[bunga rampai]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[rendah hati]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1541</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu sifat dalam diri manusia yang menjadi sumber kehancurannya adalah apa yang disebut sebagai kesombongan. Sombong adalah perasaan dalam diri manusia bahwa ia mempunya berbagai kelebihan tertentu dibandingkan orang lain, di mana kelebihan tersebut membuatnya merasa menjadi lebih mulia sehingga harus didahulukan pendapatnya, dihormati, dihargai, dan lain sebagainya.
Sikap dan sifat semacam ini menjadikan manusia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Salah satu sifat dalam diri manusia yang menjadi sumber kehancurannya adalah apa yang disebut sebagai kesombongan. Sombong adalah perasaan dalam diri manusia bahwa ia mempunya berbagai kelebihan tertentu dibandingkan orang lain, di mana kelebihan tersebut membuatnya merasa menjadi lebih mulia sehingga harus didahulukan pendapatnya, dihormati, dihargai, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sikap dan sifat semacam ini menjadikan manusia cenderung hanya memikirkan bagaimana dirinya dihargai dan dihormati orang lain karena merasa dirinyalah yang &#8220;serba&#8221; dan &#8220;paling&#8221; &#8211;paling pintar, paling keren, paling kaya, dan berbagai &#8220;paling&#8221; lainnya. Kesombongan ini menimbulkan sikap angkuh dan congkak yang bisa menjadi awal malapetaka bagi dirinya.<span id="more-1541"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kesombongan ini nyaris telah merugikan seorang Profesor. Sebut saja namanya Profesor Yahanu.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa hari yang lalu, sahabatku Ivan minta tolong kepadaku untuk menemui Profesor Yahanu tersebut di kampus. Ivan telah beberapa kali berusaha menemui beliau, tapi tidak bertemu. Karena Ivan harus berangkat ke Jakarta, maka dia memintaku untuk menyampaikannya. Ada dua pucuk amplop yang harus disampaikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya aku tidak kenal sama sekali dengan sang Profesor. Hanya, di fakultas tempat beliau mengajar ada teman baikku. Akupun menghubungi teman tersebut dan menanyakan apakah dia mempunyai nomor kontak sang Profesor. Ternyata dia punya. Maka, dimulailah cerita ini:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Halo&#8221;, sebuah suara berat menyahut di seberang telpon.<br />
&#8220;Dengan Profesor Yahanu, Pak?&#8221;, aku bertanya untuk memastikan.<br />
&#8220;Kamu siapa?&#8221;, terasa ketus jawabannya.<br />
&#8220;Saya Vizon, Prof&#8221;<br />
&#8220;Vizon siapa?&#8221;, serasa menjawab dengan malas.<br />
&#8220;Hardi Vizon&#8221;<br />
&#8220;Dari mana?&#8221;, semakin ketus.<br />
&#8220;Saya mahasiswa Pascasarjana, Prof&#8221;<br />
&#8220;Mau apa!?&#8221;, ujarnya dengan sedikit kasar.<br />
&#8220;Ada pesan yang mau saya sampaikan untuk Bapak&#8221;, masih sopan nada suaraku.<br />
&#8220;Letakkan saja di meja saya di fakultas..!&#8221;, seolah buru-buru ingin mematikan telpon.<br />
&#8220;Yakin, Anda mau saya meletakkan dua amplop ini di meja Anda?&#8221;, aku mulai sebal.<br />
&#8220;Ya&#8230;!&#8221;, jawabnya singkat.<br />
&#8220;Kalau hilang, apa Anda tidak menyesal?&#8221;<br />
&#8220;Memangnya itu apa?&#8221;, dia mulai penasaran.<br />
&#8220;Honor Anda sebagai pembicara dalam acara Annual Conference on Islamic Studies tempo hari di Solo&#8221;, aku merasa dapat angin.<br />
&#8220;Oh&#8230; itu tho&#8221;, nada suaranya mulai turun.<br />
&#8220;Ya&#8230;! Kalau gitu, tolong temui saya besok jam 9 di perpustakaan&#8221;, aku mulai pasang badan. Dalam hatiku, ini orang harus diberi pelajaran, meskipun dia seorang profesor.<br />
&#8220;Jam 9, ya?&#8221;, suaranya semakin ramah.<br />
&#8220;On time ya Pak, soalnya saya cuma sebentar di kampus, setelah itu saya ada acara lain&#8221;, ujarku dengan suara yang dibuat sok tegas.<br />
&#8220;Baik Pak, besok saya temui Bapak di perpustakaan&#8221;, sang Profesor benar-benar sudah sopan dan memanggilku dengan sebutan &#8220;Bapak&#8221; lagi. Argh&#8230; benar-benar menyebalkan.<br />
&#8220;Ok, terima kasih&#8221;, ujarku sambil mematikan telpon.</p>
<p style="text-align: justify;">Huahaha&#8230;. akupun tertawa dalam hati. Sungguh rendah harga diri sang Profesor itu. Kesombongannya akan jabatan yang dimiliki ternyata dapat ditaklukkan dalam sekejap hanya dengan beberapa lembar rupiah. Benar-benar deh&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Kejadian ini sangat memberiku pembelajaran. Kesombongan tidak pernah memberi manfaat apapun bagi pemiliknya. Kerendahanhatilah yang justru akan menaikkan derajat kemuliaan seseorang. Rendah hati bagaikan permata yang senantiasa benderang, meski berada dalam kubangan sekalipun. So, untuk apa sombong? <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">.</p>
<p style="text-align: justify;">*<em>Yahanu = sombong (bahasa slank santri Gontor)</em></p>
<pre style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;">Sumber bacaan: buku Man Jadda Wajada, karya Akbar Zainudin</span></pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/02/03/profesor-yahanu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>52</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>jamur &amp; zupa</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/02/01/jamur-zupa/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/02/01/jamur-zupa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 03:30:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[jejamuran]]></category>
		<category><![CDATA[parang tritis]]></category>
		<category><![CDATA[zupa-zupa soup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1519</guid>
		<description><![CDATA[Akhir pekan kemarin, aku menikmati dua sajian yang sangat khas. Yang pertama makanan dengan berbahan dasar jamur, dan yang kedua zupa soup, masakan ala Eropa. Bersama beberapa orang sahabat, akupun menghabiskan liburan kemarin dengan memberi sedikit kenikmatan bagi lambung&#8230; here is the story:
Makanan pertama adalah serba jamur. Kami menikmatinya di sebuah resto tradisional bernama Jejamuran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Akhir pekan kemarin, aku menikmati dua sajian yang sangat khas. Yang pertama makanan dengan berbahan dasar jamur, dan yang kedua zupa soup, masakan ala Eropa. Bersama beberapa orang sahabat, akupun menghabiskan liburan kemarin dengan memberi sedikit kenikmatan bagi lambung&#8230; here is the story:</p>
<p style="text-align: justify;">Makanan pertama adalah serba jamur. Kami menikmatinya di sebuah resto tradisional bernama Jejamuran di daerah Pandowoharjo, Sleman, Jogjakarta. Jejamuran resto adalah sebuah rumah makan dengan keunggulan penggunaan bahan  baku utama jamur yang dipadukan dengan menu tradisional. Bahan baku jamur  mengandung berbagai macam asam amino, mineral, vitamin dan senyawa bioaktif yang  baik bagi kesehatan, jamur juga telah terbukti menaikkan system kekebalan tubuh,  menurunkan tekanan darah dan kandungan lemak dalam tubuh, menghambat pertumbuhan  tumor, antiinflmasi dan antimikroba.<span id="more-1519"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Menu yang disajikan sungguh banyak dan sangat menggiurkan. Tongseng, rendang, sate, tomyum, asam manis, lumpia, tumis saos tiram dan pepes yang kesemuanya terbuat dari jamur. Menurut ahli gizi, jamur termasuk dalam jenis sayuran yang mengandung sedikit sekali  protein dan hidrat arang, seperti halnya kangkung, ketimun, kool, kembang kool,  tauge, sawi. Karena kandungan kalorinya rendah, jamur boleh dimakan sekehendak  atau bebas tanpa memperhitungkan banyaknya. Oleh karena itu, kamipun memesan semua menu yang disuguhkan tersebut, hahaha&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1533" title="jejamuran n zupa" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/02/jejamuran-n-zupa1-150x150.jpg" alt="jejamuran n zupa" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1534" title="jejamuran n zupa (2)" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/02/jejamuran-n-zupa-21-150x150.jpg" alt="jejamuran n zupa (2)" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1535" title="jejamuran n zupa (3)" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/02/jejamuran-n-zupa-31-150x150.jpg" alt="jejamuran n zupa (3)" width="150" height="150" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Asam manis jamur, rendang jamur dan sate jamur. Untuk makanan ini hanya ada dua kalimat: enak dan enak banget (Broneo mode : ON) <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah puas makan, kamipun berkeliling &#8220;kebun jamur&#8221; yang terletak di bagian belakang resto tersebut. Ada banyak varian jamur yang dibudidayakan. Melihat keelokan bentuknya, sepertinya pantas untuk ditanam di rumah. Di samping bisa menjadi tanaman hias, tentu saja nantinya bisa dimakan juga. Beda sekali dengan mawar atau anggrek, tentu tidak bisa dikonsumsi, apalagi kaktus, siapa coba yang mau memakannya, haha&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1524" title="jejamuran n zupa (13)" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/02/jejamuran-n-zupa-13-150x150.jpg" alt="jejamuran n zupa (13)" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1525" title="jejamuran n zupa (14)" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/02/jejamuran-n-zupa-14-150x150.jpg" alt="jejamuran n zupa (14)" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1526" title="jejamuran n zupa (15)" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/02/jejamuran-n-zupa-15-150x150.jpg" alt="jejamuran n zupa (15)" width="150" height="150" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Aneka jamur yang dibudidayakan. Cantik bukan?</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><img class="alignnone size-full wp-image-1537" title="jejamuran n zupa (17)" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/02/jejamuran-n-zupa-17.JPG" alt="jejamuran n zupa (17)" width="448" height="299" /><br />
Bermimpi menjadi pengusaha jamur, boleh kan&#8230;? <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;">Selesai dari situ, kamipun beralih ke bagian selatan Yogyakarta, tepatnya di daerah Prawirotaman, jalan Parangtritis no 109. Di sudut sebuah hotel bernama Sunarko, kami kembali memanjakan lambung dengan sup ala Eropa yang bernama Zupa soup. Yaitu cream soup yang diletakkan dalam mangkuk tahan panas, kemudian ditutup dengan puff pastry kemudian dibakar di dalam oven. Bila telah masak, maka bentukanya akan seperti roti yang tergeletak pasrah di atas mangkuk. Melihat sajian itu, perut yang kenyang gara-gara jamur tadi, seolah terlupakan. Rasanya&#8230;. hmmm&#8230; yummy&#8230;</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-1528" title="jejamuran n zupa (24)" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/02/jejamuran-n-zupa-24-300x200.jpg" alt="jejamuran n zupa (24)" width="269" height="179" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1529" title="jejamuran n zupa (26)" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/02/jejamuran-n-zupa-26-300x200.jpg" alt="jejamuran n zupa (26)" width="267" height="178" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Zupa-zupa soup dan para penikmatnya&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-align: justify;">Zupa soup itu, adalah buatan sahabatku sendiri, Agus Nizar. Sudah lama dia mengundang kami untuk menikmati usaha barunya tersebut. Namun, baru kemarinlah undangan itu dapat dipenuhi.</p>
<p style="text-align: justify;">So, bagi teman-teman yang ingin berlibur di Jogja, dua tempat kuliner itu patut untuk dicoba&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">.</p>
<p style="text-align: justify;">.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber bacaan: <a href="http://kulineronline.wordpress.com/2009/04/02/tongseng-dan-sate-jamur-di-jejamuran-2/">Kuliner Online</a>, <a href="http://www.trulyjogja.com/index.php?action=news.detail&amp;cat_id=2&amp;news_id=1322">Trully Jogja</a>, <a href="http://permimalang.wordpress.com/2008/02/26/budidaya-jamur-tiram-lebih-mudah-dengan-media-murah/">Permimalang</a>, <a href="http://irmajelita.wordpress.com/2009/04/22/zupa-zupa-soup/">Irmajelita</a>, <a href="http://annevijaya.com/2006/07/zupa-zupa-soup.html">Annevijaya</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/02/01/jamur-zupa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>my own cave</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/01/29/my-own-cave/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/01/29/my-own-cave/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 03:30:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[iseng]]></category>
		<category><![CDATA[carrel room]]></category>
		<category><![CDATA[perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1514</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kita barangkali mempunyai sebuah ruangan khusus yang menjadi wilayah kekuasaan. Di situ kita benar-benar berkuasa, dan tidak seorangpun dapat mengganggunya. Misalnya, ruang kerja di rumah, atau kamar tidur. Apa jadinya jika ruangan tersebut terdapat di area publik?
Nah, beberapa hari ini aku mendapat keistimewaan yang mewah sekali. Yaitu, sebuah ruangan khusus yang disebut dengan carrel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setiap kita barangkali mempunyai sebuah ruangan khusus yang menjadi wilayah kekuasaan. Di situ kita benar-benar berkuasa, dan tidak seorangpun dapat mengganggunya. Misalnya, ruang kerja di rumah, atau kamar tidur. Apa jadinya jika ruangan tersebut terdapat di area publik?</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, beberapa hari ini aku mendapat keistimewaan yang mewah sekali. Yaitu, sebuah ruangan khusus yang disebut dengan <em>carrel room </em>di <a href="http://perpustakaan.uin-suka.ac.id/">Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta</a>. Ruangan itu besarnya sekitar 1,5 x 1,5 m. Lengkap dengan meja baca, lampu, rak buku dan yang membuatku benar-benar bahagia adalah, sebuah jaringan internet khusus! Aih, aku benar-benar berasa di &#8220;surga&#8221;, hehehe&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Kecepatan jaringan internet tersebut cukup fantastis. Kayak iklan sebuah mobil, <em>wus wus wus&#8230; nyaris tak terdengar! </em></p>
<p style="text-align: justify;">Ruangan itu hanya diperuntukkan bagi dosen atau mahasiswa S3 yang sedang melakukan penelitian. Jumlahnya hanya ada sekitar 14, tersebar di lantai 2, 3 dan 4 (<em>kok jadi seperti merek sesuatu ya?</em> <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  ). Karena ruangannya hanya sedikit dan yang membutuhkan banyak, maka ketika bisa mendapatkannya, itu adalah sebuah keistimewaan luar biasa. Bagi yang mendapatkannya, diberi kunci dan boleh menempatinya selama sebulan.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena ruangan ini berada di area publik, yakni ruang sirkulasi perpustakaan, maka tentu saja keberadaannya sedikit mengundang perhatian, sekaligus keirian. Ada perasaan aneh yang mengalir di hati ini setiap kali memasukinya. Sepertinya ada banyak pasang mata yang menatapku; entah iri, entah marah, entah apapun itu. Namun, aku berusaha untuk menanggapi perasaan aneh itu dengan positif. Kubisikkan dalam hati, seolah aku bicara kepada para pemilik mata itu: &#8220;<em>Jika ingin menikmati keistimewaan ini, segeralah selesaikan kuliah kalian dan terus lanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi</em>&#8220;. <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  (jahat amat yak?)</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-1515" title="carrelroom01" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/carrelroom01.jpg" alt="carrelroom01" width="336" height="448" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Inilah &#8220;goa pribadiku&#8221; selama satu bulan ke depan <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-align: left;">Apakah Anda juga punya &#8220;goa pribadi&#8221;?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/01/29/my-own-cave/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sembuh&#8230;!</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/01/28/sembuh/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/01/28/sembuh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 05:15:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[kampung blagu]]></category>
		<category><![CDATA[blogku sembuh kembali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1506</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, blog ini sudah keluar dari karantina-nya. Sejak dinyatakan sakit karena terserang &#8220;penyakit aneh&#8221; dua hari yang lalu, sang bidan segera bertindak. Mengetahui penyakit itu tidak biasa, maka beliau memerintahkan untuk menjauhkan blog ini dari para pengunjung buat sementara. Dan sebagai pasien yang taat dan patuh, maka akupun mematuhi aturan itu.
Setelah melalui treatmen sana-sini, akhirnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Alhamdulillah, blog ini sudah keluar dari karantina-nya. Sejak dinyatakan sakit karena terserang &#8220;penyakit aneh&#8221; dua hari yang lalu, <a href="http://ria.choosen.net/2010/01/21/just-be-your-self/">sang bidan</a> segera bertindak. Mengetahui penyakit itu tidak biasa, maka beliau memerintahkan untuk menjauhkan blog ini dari para pengunjung buat sementara. Dan sebagai pasien yang taat dan patuh, maka akupun mematuhi aturan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah melalui treatmen sana-sini, akhirnya penyakit antah-berantah itupun kabur dengan suksesnya. Sempat kepikiran juga sih untuk minta tolong <a href="http://albertobroneo.wordpress.com/2010/01/19/pak-jono/">Pak Jono</a>, tapi karena beliau musti melakukan berbagai ritual dulu, maka niat itupun urung dilaksanakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski masih sedikit lemas karena baru saja sembuh, tapi kondisi ini telah berhasil mendapatkan <a href="http://theordinarytrainer.wordpress.com/2010/01/27/blog-happiness/">aliran kebahagiaan</a> dalam diriku. Aku bisa bilang, <a href="http://yessymuchtar.wordpress.com/2010/01/20/one-fine-day/">it&#8217;s my one fine day</a>. Sekali lagi aku mau bilang bahwa, blogging telah memperluas wawasan pengetahuan maupun pertemananku. Sungguh rugi rasanya bila apa yang telah didapat melalui jagad blog disia-siakan begitu saja. Aku sangat yakin, dengan aktivitas blogging, kita <a href="http://imelda.coutrier.com/2010/01/27/kapan-kamu-merasa-tua/">takkan pernah merasa tua</a>, meski sesungguhnya usia telah menanjak sangat jauh.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, biar tidak terlalu lemas, ada baiknya kita makan <a href="http://wijna.web.id/335-Nasi-Rebus-atau-Sego-Godhog.html">nasi rebus (sego godhog)</a> dulu. Setelah itu, kita jalan-jalan naik sepeda. Tapi, jangan lupa untuk mengenal terlebih dahulu <a href="http://isro-m.com/jenis-jenis-sepeda-1.html">jenis-jenisnya</a>, agar tak salah pakai. Sebab, segala sesuatu yang baik buat orang lain, belum tentu baik buat kita. Kegiatan seperti ini juga sangat berguna bagi orang yang sedang mengalami <a href="http://nanaharmanto.wordpress.com/2010/01/28/jetlag/">jetlag</a> setelah perjalanan cukup jauh.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena ngeblog adalah salah satu kegiatan yang <a href="http://bundadontworry.wordpress.com/2010/01/28/sudah-sesuaikah-pekerjaan-anda-dengan-hati/">dijalani dengan hati</a>, maka pantas saja kita mendapat <a href="http://abdulcholik.com/2010/01/28/tali-asih-di-anoraga/">tali asih</a> dari sahabat-sahabat terbaik. Meski sering mendapat <a href="http://zulhaq.com/2010/01/27/kebiasaan-sinting/">kenyataan sinting</a>, namun itu tidak berarti membuat kita berkecil hati. Sebab, hidup ini bukanlah semata soal penungguan. <a href="http://www.penganyamkata.net/2010/01/27/the-epitaph-trilogy-2/">Ia musti diisi dengan karya</a>. Ia musti diberi makna. Dan makna itu akan bisa kita peroleh bila dengan kesungguhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena masih lemas, maka aku tidak bisa bertandang dulu ke kediaman teman-teman. Paling nanti <a href="http://grandis.wordpress.com/2010/01/28/tipe-tipe-facebook-ers-berdasarkan-status-nya/">update status di facebook</a> dengan status yang santun dan bersahaja, biar tidak terkesan lebay dan sombong <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Terima kasih atas doa dan <a href="http://badruznucultural.wordpress.com/2010/01/26/motivasi-sahabat/">motivasi dari sahabat</a> narablog semua. That means a lot for me. <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/01/28/sembuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kesadaran lumba-lumba</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/01/25/kesadaran-lumba-lumba/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/01/25/kesadaran-lumba-lumba/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 02:25:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[bunga rampai]]></category>
		<category><![CDATA[ali syariati]]></category>
		<category><![CDATA[kesadaran diri]]></category>
		<category><![CDATA[kreativitas]]></category>
		<category><![CDATA[paulo freire]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1480</guid>
		<description><![CDATA[Lelaki itu membentangkan kedua tangannya. Diam sejenak. Dan dalam waktu yang tidak terlalu lama, diputarnya kedua tangannya,  membentuk sebuah kode dengan diiringi tiupan peluit. Tiba-tiba, dua ekor lumba-lumba yang ada di dalam kolam di hadapan lelaki itu bergerak, menggoyangkan ekornya, kemudian&#8230; hup! melompat melintasi dua buah lingkaran di atas kepalanya.

Atraksi lumba-lumba di arena Perayaan Sekaten [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Lelaki itu membentangkan kedua tangannya. Diam sejenak. Dan dalam waktu yang tidak terlalu lama, diputarnya kedua tangannya,  membentuk sebuah kode dengan diiringi tiupan peluit. Tiba-tiba, dua ekor lumba-lumba yang ada di dalam kolam di hadapan lelaki itu bergerak, menggoyangkan ekornya, kemudian&#8230; hup! melompat melintasi dua buah lingkaran di atas kepalanya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1558" title="lumba-lumba02" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/lumba-lumba02-150x150.jpg" alt="lumba-lumba02" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1559" title="lumba-lumba07" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/lumba-lumba07-150x150.jpg" alt="lumba-lumba07" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1560" title="lumba-lumba06" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/lumba-lumba06-150x150.jpg" alt="lumba-lumba06" width="150" height="150" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Atraksi lumba-lumba di arena Perayaan Sekaten Yogyakarta 2010</span></p>
<p style="text-align: justify;">Tepuk tangan penonton yang didominasi anak-anak bergemuruh memenuhi ruangan. Sorak-sorai pun tak kalah hebatnya. Aksi kedua binatang laut yang katanya tidak boleh disebut ikan itu, cukup memukau. Semua terpana dan tertawa bahagia.<span id="more-1480"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya, dua ekor berang-berang dan seekor singa laut pun tak kalah menariknya. Ada aksi tangkap bola, berjalan di atas gelondongan kayu, mendorong gerobak, menjumlah angka, dan lain sebagainya. Aksi yang sesungguhnya sangat biasa dilakukan manusia itu, menjadi luar biasa karena dilakukan oleh hewan-hewan yang terlatih.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1561" title="penonton03" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/penonton03-150x150.jpg" alt="penonton03" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1562" title="penonton04" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/penonton04-150x150.jpg" alt="penonton04" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1563" title="penonton01" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/penonton01-300x224.jpg" alt="penonton01" width="201" height="151" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Penonton bertepuk tangan penuh kegembiraan menyaksikan aksi hewan-hewan tersebut</span></p>
<p style="text-align: justify;">Tentu kita sangat kagum melihat kemampuan hewan-hewan tersebut. Kemampuan yang di luar kebiasaan mereka sebagai hewan. Hanya saja, kemampuan itu sangat terbatas. Mereka hanya mampu melakukan apa yang dilatih saja. Lainnya tidak. Apa sebab? Karena mereka tidak dibekali akal pikiran yang membuat mereka kreatif untuk mengembangkan apa yang mereka mampui. Dan juga, karena mereka melakukan itu semua bukan kesadaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Manusia dididik, tujuannya adalah untuk menumbuhkan kesadaran diri. Hal inilah yang akan membedakannya dengan hewan. Melalui pendidikan, diharapkan muncul kesadaran pada diri manusia akan apa yang harus dilakukan ataupun ditinggalkan. Bila pendidikan tidak mampu memunculkan kesadaran ini, maka sesungguhnya hal tersebut adalah tindakan dehumanisasi terhadap manusia itu sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Ali Syariati, atribut yang melekat pada manusia yang dapat membedakannya dengan hewan adalah <em><strong>kesadaran diri, kemauan bebas</strong> </em>dan<em> <strong>kreativitas</strong></em>. Dengan atribut ini, manusia dapat melakukan &#8220;pengembaraan&#8221; dalam membangun kebudayaan dan peradaban. Hal ini dipertegas Paulo Freire dengan mengatakan bahwa proses pendidikan haruslah mengacu kepada &#8220;penyadaran&#8221;, karena manusia tidak sekadar &#8220;hidup&#8221; (to life), tetapi bagaimana &#8220;mengada&#8221; atau bereksistensi. Melalui bereksistensi, manusia tidak hanya &#8220;ada dalam dunia&#8221;, melainkan juga bagaimana ia &#8220;bersama dengan dunia&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertanyaannya, apakah pendidikan yang kita jalani selama ini telah mampu menumbuhkan kesadaran pada diri kita, sehingga kita bebas mengekspresikan kemauan kita dengan penuh kreativitas? Atau, jangan-jangan kita tak obahnya seperti lumba-lumba di atas yang bergerak atas dasar perintah sang pelatih? Mari kita renungkan&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Selamat hari Senin&#8230;.<br />
Let&#8217;s say: &#8220;I like Monday&#8230;.&#8221; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/01/25/kesadaran-lumba-lumba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ria senang</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/01/23/ria-senang/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/01/23/ria-senang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 22:46:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[kampung blagu]]></category>
		<category><![CDATA[Jumria Rahman]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1477</guid>
		<description><![CDATA[Judul ini tidak ada hubungannya dengan &#8216;ria jenaka&#8217; atau &#8216;taman ria&#8217; atau ria-ria yang lainnya. Ini adalah kalimat yang sering diucapkan oleh salah seorang sahabat narablog terbaikku, Jumria Rahman atau yang sering dipanggil Ria. Kalimat itu sering dia lontarkan ketika aku merasa tidak enak hati telah mengganggu kesibukannya.
&#8220;Ria, kalau lagi repot gak usah aja dulu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Judul ini tidak ada hubungannya dengan &#8216;ria jenaka&#8217; atau &#8216;taman ria&#8217; atau ria-ria yang lainnya. Ini adalah kalimat yang sering diucapkan oleh salah seorang sahabat narablog terbaikku, <a href="http://ria.choosen.net/">Jumria Rahman</a> atau yang sering dipanggil Ria. Kalimat itu sering dia lontarkan ketika aku merasa tidak enak hati telah mengganggu kesibukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ria, kalau lagi repot gak usah aja dulu. Nanti aja kalau sudah agak senggang&#8221;, ucapku padanya dalam sebuah chatting di YM pertengahan Juni 2009 yang lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Gak kok Uda, Ria tidak repot. Ria senang membantu Uda&#8221;, demikian jawabnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, harus kuakui bahwa blog ini bisa hadir ke tengah-tengah sahabat semua berkat tangan dingin Ria. Dialah bidan blog ini. Aku yang sama sekali tidak paham soal web-design serta segala hal yang berkaitan dengannya, benar-benar merasa sangat terbantu olehnya. Dan yang membuatku tak berhenti bersyukur adalah, bahwa dia sedikitpun tidak merasa terganggu. Malah kalimat &#8216;ria senang&#8217; itulah yang selalu diucapkannya padaku. Meski aku sendiri sangat tahu, kalau dia tengah sibuk dengan pekerjaannya.<span id="more-1477"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-1478" title="ria" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/ria-209x300.jpg" alt="ria" width="209" height="300" />Perkenalanku dengannya nyaris sama dengan perkenalan-perkenalanku dengan sahabat narablog lainnya. Kami saling kenal dari blog masing-masing. Hanya saja, yang menjadi sedikit istimewa adalah karena ada beberapa kebetulan yang menghubungkan kami. Yang pertama adalah, dia saat ini berdomisili di kota Duri, kota kelahiranku, tempat aku dibesarkan, kota yang akan selalu menjadi identitasku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan yang kedua adalah, di samping pekerjaan utamanya di sebuah perusahaan di kota tersebut, Ria juga nyambi mengajar di Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Mitragama. Sekolah Tinggi tersebut  adalah milik kakak sepupuku. Keluarga besarku, secara emosional sangat terikat dengan sekolah tinggi itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dua kebetulan itulah yang semakin mendekatkan kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini, 23 Januari 2010, sahabatku itu berulangtahun (yang keberapa ya?). Tak ada yang dapat kuberikan kepadanya selain doa yang sangat tulus dari hati paling dalam bagi kesuksesan, kebahagiaan dan kesehatannya selalu. Ria memang pantas mendapatkan &#8216;hadiah&#8217; ini&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Ria sahabatku, saudariku&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat ulang tahun kami ucapkan. Terima kasih atas segala kebaikan yang dirimu berikan selama ini. Terima kasih atas perhatian besarmu terhadap anak yatim di Kweni. Terima kasih atas persaudaraan manis yang kau suguhkan. Kami sungguh beruntung mengenalmu. Semoga Allah memberkahi dan meridhai setiap derap langkah yang kau ayunkan. Amin&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Sekali lagi, <strong>SELAMAT ULANG TAHUN RIA&#8230;</strong> <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/01/23/ria-senang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>47</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>laki-laki vs perempuan</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/01/22/laki-laki-vs-perempuan/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/01/22/laki-laki-vs-perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 08:34:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[iseng]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[laki-laki]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[persepsi]]></category>
		<category><![CDATA[relasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1469</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, aku bersama kawan-kawan berbagi pengetahuan dengan warga dusun Bedukan, Pleret, Bantul tentang relasi laki-laki dan perempuan.

Yang menarik adalah, ketika peserta kami bagi  menjadi dua kelompok besar, yakni kelompok Ibu-ibu dan kelompok Bapak-bapak. Masing-masing kelompok diminta untuk menuangkan persepsi mereka terhadap pasangan (persepsi perempuan terhadap laki-laki dan sebaliknya).
Inilah pandangan polos warga desa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Beberapa waktu yang lalu, aku bersama kawan-kawan berbagi pengetahuan dengan warga dusun Bedukan, Pleret, Bantul tentang relasi laki-laki dan perempuan.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1470" title="pleret (1)" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/pleret-1-300x224.jpg" alt="pleret (1)" width="300" height="224" /></p>
<p style="text-align: justify;">Yang menarik adalah, ketika peserta kami bagi  menjadi dua kelompok besar, yakni kelompok Ibu-ibu dan kelompok Bapak-bapak. Masing-masing kelompok diminta untuk menuangkan persepsi mereka terhadap pasangan (persepsi perempuan terhadap laki-laki dan sebaliknya).<span id="more-1469"></span></p>
<p>Inilah pandangan polos warga desa itu:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1471" title="pleret (3)" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/pleret-3.jpg" alt="pleret (3)" width="336" height="448" /><span style="color: #ff0000;">Persepsi perempuan terhadap para lelaki</span></p>
<p style="text-align: justify;">Coba bandingkan dengan ini:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1473" title="pleret (8)" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/pleret-81.jpg" alt="pleret (8)" width="336" height="448" /><span style="color: #ff0000;">Persepsi para lelaki terhadap perempuan</span></p>
<p style="text-align: justify;">Itulah persepsi mereka yang patut dianalisa lebih jauh lagi.<br />
Nah, bagaimana persepsi ideal Anda terhadap pasangan? <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/01/22/laki-laki-vs-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>three cups of tea</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/01/20/three-cups-of-tea/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/01/20/three-cups-of-tea/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 22:59:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[David Oliver Relin]]></category>
		<category><![CDATA[Greg Mortenson]]></category>
		<category><![CDATA[Hendra Grandis]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Soni Satiawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1461</guid>
		<description><![CDATA[
“…(di Pakistan dan Afghanistan), kami minum tiga cangkir teh saat membicarakan bisnis; pada cangkir pertama engkau masih orang asing; cangkir kedua engkau teman; dan pada cangkir ketiga engkau bergabung dengan keluarga kami. Sebuah keluarga yang siap berbuat apapun—bahkan untuk mati.” Haji Ali, Kepala Desa Korphe, Pegunungan Karakoram, Pakistan

Itulah kutipan yang mengawali buku berjudul Three Cups [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: justify;">“…(di Pakistan dan Afghanistan), kami minum tiga cangkir teh saat membicarakan bisnis; pada cangkir pertama engkau masih orang asing; cangkir kedua engkau teman; dan pada cangkir ketiga engkau bergabung dengan keluarga kami. Sebuah keluarga yang siap berbuat apapun—bahkan untuk mati.” Haji Ali, Kepala Desa Korphe, Pegunungan Karakoram, Pakistan</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Itulah kutipan yang mengawali buku berjudul Three Cups of Tea. Buku ini adalah kisah perjuangan Greg Mortenson, seorang pendaki yang gagal menaklukan puncak K2, gunung tertinggi kedua di dunia. Padahal pendakian Mortenson tahun 1993 tersebut tidak sekedar pendakian melainkan sebuah penghormatan kepada Christa—adik perempuan Mortenson yang meninggal.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan hanya gagal melaksanakan niatnya, Mortenson juga tersesat, mengalami keletihan kronis, bahkan kehilangan 15 kg bobot tubuhnya. Setelah berjalan kaki tertatih-tatih turun gunung selama tujuh hari, Mortenson yang menuju Askole, malah tiba di Korphe, desa yang bahkan tak pernah dilihatnya di peta Karakoram. Di sanalah, di gubuk Haji Ali, Mortenson dijamu dengan ramah, dirawat dengan penuh perhatian, dan dilayani bak tamu istimewa.<span id="more-1461"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Di lingkungan nan miskin inilah jalan hidup Mortenson, juga jalan hidup anak-anak di Pakistan Utara, berubah. Ketika memikirkan cara membalas budi baik mereka, jantung Mortenson serasa tercerabut dan napasnya tercekat saat melihat bagaimana anak-anak di sana bersekolah: mereka duduk melingkar, berlutut di tanah yang membeku, dalam udara nan dingin, dengan tertib mengerjakan tugas. Mortenson meletakkan tangannya di pundak Haji Ali dan berkata, “Aku akan membangun sebuah sekolah untuk kalian. Aku berjanji.”</p>
<p style="text-align: justify;">Buku ini mengisahkan mengenai pemenuhan janji tersebut. Selama satu dekade berikutnya, Mortenson telah berhasil membangun tak kurang dari limapuluh satu sekolah—terutama untuk anak-anak perempuan—di daerah tempat lahirnya Taliban. Kisahnya adalah sebuah petualangan seru sekaligus kesaksian akan kekuatan semangat kemanusiaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-medium wp-image-1462 alignleft" title="sonisatiawan" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/sonisatiawan-300x224.jpg" alt="sonisatiawan" width="300" height="224" />Aku terbelalak begitu mendengar penuturan tentang buku ini dari <a href="http://sonisatiawan.wordpress.com/">Soni Satiawan</a>, seorang narablog berdarah Minang, alumni ITB, mantan mahasiswa <a href="http://grandis.wordpress.com/2010/01/18/mestinya-kita-belajar-dari-gempa-haiti/">Pak Hendra Grandis</a> yang sekarang bekerja di Philiphina. Pada hari Sabtu, 16 Januari 2010 yang lalu, Soni mengunjungiku dan keluarga di Kweni. Ia sengaja datang dari Bandung ke Jogja sebelum menghabiskan masa cutinya demi menemui kami sekeluarga. Aku sungguh merasa terhormat dengan niatnya itu. Dalam salah satu obrolan kami, Soni menceritakan kekagumannya akan buku tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Akupun penasaran, dan segera mencari buku itu keesokan harinya. Setelah membaca halaman demi halaman, mengikuti kisahnya satu persatu, aku menjadi tahu mengapa Soni mengagumi buku itu. Ya, buku itu memuat banyak  kisah tragis sekaligus menginspirasi. Betapa semangat kemanusiaan telah mampu mendobrak dinding perbedaan; agama, suku, ras, bangsa, bahasa, dll. Keramahan warga Korphe telah meluluhkan hati seorang warga Amerika bernama Greg Mortenson  untuk kemudian berjuang membangunkan bagi mereka puluhan sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti yang dikatakan Prof. Dr. Amin Abdullah, pendidikan adalah pintu masuk untuk menyelesaikan segala persoalan yang diakibatkan oleh perbedaan-perbedaan di tengah-tengah masyarakat. Pendidikan, tidak mengenal batas. Pendidikan berbicara mengenai pencerdasan. Pendidikan berurusan dengan kemanusiaan. Mortenson dan wara desa Korphe, telah membuktikan hal ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Buku yang ditulis kembali oleh David Oliver Relin ini sangat pantas untuk dibaca, terutama bagi yang menyangsikan kekuatan sebuah persaudaraan. Filosofi tiga cangkir teh itu juga sangat inspiratif. Hal tersebut sesungguhnya, juga berlaku di mana saja. Setiap kali kita memasuki sebuah komunitas, mereka akan &#8220;menyuguhkan&#8221; tiga cangkir teh secara berurutan; tamu, teman dan saudara. Bila kita berhasil menanamkan kepercayaan kepada mereka bahwa kita adalah orang baik, maka jangankan cangkir pertemanan yang mereka tawarkan, bahkan cangkir persaudaraanpun akan segera mereka suguhkan.</p>
<p style="text-align: justify;">So, mari minum teh persaudaraan dari cangkirku yang ini <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1463" title="three cups of tea01" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/three-cups-of-tea01.jpg" alt="three cups of tea01" width="448" height="336" /></p>
<p style="text-align: justify;">.</p>
<p style="text-align: justify;">.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber bacaan: <a href="http://ekstra.kompasiana.com/group/resensi/2009/11/02/review-three-cups-of-tea-sebuah-review-sederhana-yang-berharap-dapat-menggerakan-hati-setiap-orang-yang-membacanya-untuk-melakukan-%E2%80%9Csesuatu%E2%80%9D-terhadap-peningkatan-kualitas-pendidikan/">Kompasiana</a>, <a href="http://id.shvoong.com/books/novel/1918581-cups-tea/">shvoong</a>, <a href="http://khatulistiwa.net/new.php?c=0&amp;p=7204">khatulistiwa</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/01/20/three-cups-of-tea/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>61</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>passion</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/01/18/passion/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/01/18/passion/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 17:01:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[bunga rampai]]></category>
		<category><![CDATA[ahmad fuadi]]></category>
		<category><![CDATA[negeri 5 menara]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Passion]]></category>
		<category><![CDATA[Plaza Senayan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1449</guid>
		<description><![CDATA[Kamis, 14 Januari 2010 kemarin, beberapa jam jelang kepulanganku ke Jogja, aku sempatkan untuk bertemu sahabat lama. Dialah Ahmad Fuadi, sang pengarang novel Negeri 5 Menara. Pertemuan kami berlangsung di Plaza Senayan, Jakarta.
Sesungguhnya, kami tidak pernah bertemu muka sejak berpisah setelah menamatkan pendidikan kami di Pondok Modern Gontor belasan tahun silam. Jagad maya-lah yang mempertemukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kamis, 14 Januari 2010 kemarin, beberapa jam jelang kepulanganku ke Jogja, aku sempatkan untuk bertemu sahabat lama. Dialah Ahmad Fuadi, sang pengarang novel <a href="http://hardivizon.com/2009/08/19/keterpaksaan-berbuah-keberkahan/">Negeri 5 Menara</a>. Pertemuan kami berlangsung di Plaza Senayan, Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya, kami tidak pernah bertemu muka sejak berpisah setelah menamatkan pendidikan kami di Pondok Modern Gontor belasan tahun silam. Jagad maya-lah yang mempertemukan kami kembali. Silaturrahmi yang lama terputus itu, akhirnya tersambung kembali dan semakin intens ketika Fuadi mengirimkan naskah novelnya ke emailku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Angku, tolong baca naskah ambo ini, dan berikan masukan ya, syukran&#8221;, begitu isi emailnya ketika itu. Aku cukup tersanjung menerima kepercayaan itu. Jadilah sejak saat itu korespondensi kami lancar dan berlangsung cukup lama. Dan akhirnya, pada Juli 2009 novel itupun resmi dilempar ke pasaran.<span id="more-1449"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah Idul Fitri kemarin, para alumni Gontor-Yogyakarta berencana akan mengadakan Halal bi halal. Akupun mengusulkan agar acara tersebut diisi dengan diskusi publik tentang novel Negeri 5 Menara dengan Ahmad Fuadi sendiri sebagai pembicara. Semua setuju dan kebetulan sekali Fuadi pun berkesampatan untuk hadir. Namun sayang, beberapa hari jelang acara itu, aku harus <a href="http://hardivizon.com/2009/10/04/pulang/">pulang</a> ke Padang karena bencana gempa bumi yang melanda kampungku tersebut. Akibatnya, acara yang kugagas terpaksa tak kuhadiri, dan akupun tak berkesempatan bertemu muka dengan Fuadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemarin, begitu Fuadi mengetahui keberadaanku di Jakarta, dia pun langsung mengontakku dan memaksa untuk bertemu. Maka terjadilah pertemuan itu seperti yang kusebutkan di atas.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Angku, ambo sudah membuat keputusan besar&#8221;, ujar Fuadi memulai pembicaraan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Keputusan apa, angku?&#8221; tanyaku penasaran.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sejak satu Januari kemarin ambo sudah resmi tidak bekerja kantoran lagi&#8221;, jawabnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Trus, angku bekerja di mana sekarang?&#8221;, tanyaku lagi</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ambo sudah bertekad bulat untuk sepenuhnya menjadi penulis&#8221;, jawabnya tegas.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Wah, mantap lah itu. Bukankah begitu cita-cita angku sejak dari pondok dahulu lagi?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Iya angku, mohon doanya&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pasti, ambo pasti doakan&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Kujabat erat tangannya, tanda aku mendukung keputusannya yang tidak mudah itu. Jabatan yang disandangnya di kantor terdahulu sebetulnya tidaklah kecil. Gaji yang diperoleh sangat fantastis. Tapi, kebahagiaan yang sesungguhnya baginya ternyata bukan di situ. Ia telah sangat tahu bahwa yang tepat baginya adalah sebagai penulis.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagiku, ini menarik, karena sebuah ketekunan, hobby, dan kesenangan bisa dicampur jadi satu dengan kerja; sebuah sarana mencari uang. Inilah yang disebut sebagai PASSION. Passion adalah saat di mana ketika kita mengerjakan sesuatu, kita merasa sangat enjoy dengan pekerjaan tersebut, dan di situlah kita merasa bahwa diri kita ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayang sekali, banyak orang di dunia ini bekerja asal mendapatkan pekerjaan, atau asal mendapatkan uang. Maka sering terjadi ia bekerja tidak dengan ruh yang sesungguhnya, bekerja tidak didasari semangat dan kegembiraan hidup. Banyak terjadi kemudian, secara materi orang sukses, tetapi tidak berbahagia dengan apa yang ia kerjakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hidup ini sementara, mungkin saatnya kita lebih merenung tentang apa yang kita kerjakan sekarang, sudahkah memberi kebahagiaan dan kepuasan hidup? Sudahkah sesuai dengan hati nurani dan kebenaran yang kita yakini. Di sini, passion akan memberikan tenaga ekstra besar, semangat pantang menyerah, yang memungkinkan seseorang bekerja secara maksimal dan menghasilkan produktifitas tinggi. Karena jika seseorang bekerja dengan passion yang ia miliki, ia tidak lagi memikirkan apakah mendapatkan uang lembur atau tidak, apakah harus pulang sesuai jam kerja atau tidak. Yang ia lakukan adalah bekerja lebih keras karena itu semakin memberikan kesenangan baginya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, saatnya mulai sekarang untuk mencari passion kita, agar apa yang kita kerjakan sehari-hari tidak lagi menjadi beban. Kerja harus menjadi sebuah kesenangan&#8230;&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-1451" title="n5m-01" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/n5m-01.jpg" alt="n5m-01" width="448" height="336" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Ahmad &#8220;Alif&#8221; Fuadi, yang telah menemukan passion-nya sebagai penulis<br />
<img class="aligncenter size-full wp-image-1455" title="kaosN5M-04" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/kaosN5M-04.jpg" alt="kaosN5M-04" width="276" height="448" />Horeeee&#8230; dapat bingkisan kaos Negeri 5 Menara limited edition dari Ahmad &#8220;Alif&#8221; Fuadi</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/01/18/passion/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
