my own cave

30

Posted by Vizon | Posted in iseng | Posted on 29-01-2010

Tags: , ,

Setiap kita barangkali mempunyai sebuah ruangan khusus yang menjadi wilayah kekuasaan. Di situ kita benar-benar berkuasa, dan tidak seorangpun dapat mengganggunya. Misalnya, ruang kerja di rumah, atau kamar tidur. Apa jadinya jika ruangan tersebut terdapat di area publik?

Nah, beberapa hari ini aku mendapat keistimewaan yang mewah sekali. Yaitu, sebuah ruangan khusus yang disebut dengan carrel room di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ruangan itu besarnya sekitar 1,5 x 1,5 m. Lengkap dengan meja baca, lampu, rak buku dan yang membuatku benar-benar bahagia adalah, sebuah jaringan internet khusus! Aih, aku benar-benar berasa di “surga”, hehehe… :D Kecepatan jaringan internet tersebut cukup fantastis. Kayak iklan sebuah mobil, wus wus wus… nyaris tak terdengar!

Ruangan itu hanya diperuntukkan bagi dosen atau mahasiswa S3 yang sedang melakukan penelitian. Jumlahnya hanya ada sekitar 14, tersebar di lantai 2, 3 dan 4 (kok jadi seperti merek sesuatu ya? ;) ). Karena ruangannya hanya sedikit dan yang membutuhkan banyak, maka ketika bisa mendapatkannya, itu adalah sebuah keistimewaan luar biasa. Bagi yang mendapatkannya, diberi kunci dan boleh menempatinya selama sebulan.

Karena ruangan ini berada di area publik, yakni ruang sirkulasi perpustakaan, maka tentu saja keberadaannya sedikit mengundang perhatian, sekaligus keirian. Ada perasaan aneh yang mengalir di hati ini setiap kali memasukinya. Sepertinya ada banyak pasang mata yang menatapku; entah iri, entah marah, entah apapun itu. Namun, aku berusaha untuk menanggapi perasaan aneh itu dengan positif. Kubisikkan dalam hati, seolah aku bicara kepada para pemilik mata itu: “Jika ingin menikmati keistimewaan ini, segeralah selesaikan kuliah kalian dan terus lanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi“. :) (jahat amat yak?)

carrelroom01
Inilah “goa pribadiku” selama satu bulan ke depan :D

Apakah Anda juga punya “goa pribadi”?

sembuh…!

26

Posted by Vizon | Posted in kampung blagu | Posted on 28-01-2010

Tags:

Alhamdulillah, blog ini sudah keluar dari karantina-nya. Sejak dinyatakan sakit karena terserang “penyakit aneh” dua hari yang lalu, sang bidan segera bertindak. Mengetahui penyakit itu tidak biasa, maka beliau memerintahkan untuk menjauhkan blog ini dari para pengunjung buat sementara. Dan sebagai pasien yang taat dan patuh, maka akupun mematuhi aturan itu.

Setelah melalui treatmen sana-sini, akhirnya penyakit antah-berantah itupun kabur dengan suksesnya. Sempat kepikiran juga sih untuk minta tolong Pak Jono, tapi karena beliau musti melakukan berbagai ritual dulu, maka niat itupun urung dilaksanakan.

Meski masih sedikit lemas karena baru saja sembuh, tapi kondisi ini telah berhasil mendapatkan aliran kebahagiaan dalam diriku. Aku bisa bilang, it’s my one fine day. Sekali lagi aku mau bilang bahwa, blogging telah memperluas wawasan pengetahuan maupun pertemananku. Sungguh rugi rasanya bila apa yang telah didapat melalui jagad blog disia-siakan begitu saja. Aku sangat yakin, dengan aktivitas blogging, kita takkan pernah merasa tua, meski sesungguhnya usia telah menanjak sangat jauh.

Nah, biar tidak terlalu lemas, ada baiknya kita makan nasi rebus (sego godhog) dulu. Setelah itu, kita jalan-jalan naik sepeda. Tapi, jangan lupa untuk mengenal terlebih dahulu jenis-jenisnya, agar tak salah pakai. Sebab, segala sesuatu yang baik buat orang lain, belum tentu baik buat kita. Kegiatan seperti ini juga sangat berguna bagi orang yang sedang mengalami jetlag setelah perjalanan cukup jauh.

Karena ngeblog adalah salah satu kegiatan yang dijalani dengan hati, maka pantas saja kita mendapat tali asih dari sahabat-sahabat terbaik. Meski sering mendapat kenyataan sinting, namun itu tidak berarti membuat kita berkecil hati. Sebab, hidup ini bukanlah semata soal penungguan. Ia musti diisi dengan karya. Ia musti diberi makna. Dan makna itu akan bisa kita peroleh bila dengan kesungguhan.

Karena masih lemas, maka aku tidak bisa bertandang dulu ke kediaman teman-teman. Paling nanti update status di facebook dengan status yang santun dan bersahaja, biar tidak terkesan lebay dan sombong :D

Terima kasih atas doa dan motivasi dari sahabat narablog semua. That means a lot for me. :)

kesadaran lumba-lumba

30

Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 25-01-2010

Tags: , , , ,

Lelaki itu membentangkan kedua tangannya. Diam sejenak. Dan dalam waktu yang tidak terlalu lama, diputarnya kedua tangannya,  membentuk sebuah kode dengan diiringi tiupan peluit. Tiba-tiba, dua ekor lumba-lumba yang ada di dalam kolam di hadapan lelaki itu bergerak, menggoyangkan ekornya, kemudian… hup! melompat melintasi dua buah lingkaran di atas kepalanya.

lumba-lumba02lumba-lumba07lumba-lumba06
Atraksi lumba-lumba di arena Perayaan Sekaten Yogyakarta 2010

Tepuk tangan penonton yang didominasi anak-anak bergemuruh memenuhi ruangan. Sorak-sorai pun tak kalah hebatnya. Aksi kedua binatang laut yang katanya tidak boleh disebut ikan itu, cukup memukau. Semua terpana dan tertawa bahagia. Read the rest of this entry »

ria senang

47

Posted by Vizon | Posted in kampung blagu | Posted on 23-01-2010

Tags: ,

Judul ini tidak ada hubungannya dengan ‘ria jenaka’ atau ‘taman ria’ atau ria-ria yang lainnya. Ini adalah kalimat yang sering diucapkan oleh salah seorang sahabat narablog terbaikku, Jumria Rahman atau yang sering dipanggil Ria. Kalimat itu sering dia lontarkan ketika aku merasa tidak enak hati telah mengganggu kesibukannya.

“Ria, kalau lagi repot gak usah aja dulu. Nanti aja kalau sudah agak senggang”, ucapku padanya dalam sebuah chatting di YM pertengahan Juni 2009 yang lalu.

“Gak kok Uda, Ria tidak repot. Ria senang membantu Uda”, demikian jawabnya.

Ya, harus kuakui bahwa blog ini bisa hadir ke tengah-tengah sahabat semua berkat tangan dingin Ria. Dialah bidan blog ini. Aku yang sama sekali tidak paham soal web-design serta segala hal yang berkaitan dengannya, benar-benar merasa sangat terbantu olehnya. Dan yang membuatku tak berhenti bersyukur adalah, bahwa dia sedikitpun tidak merasa terganggu. Malah kalimat ‘ria senang’ itulah yang selalu diucapkannya padaku. Meski aku sendiri sangat tahu, kalau dia tengah sibuk dengan pekerjaannya. Read the rest of this entry »

laki-laki vs perempuan

43

Posted by Vizon | Posted in iseng | Posted on 22-01-2010

Tags: , , , ,

Beberapa waktu yang lalu, aku bersama kawan-kawan berbagi pengetahuan dengan warga dusun Bedukan, Pleret, Bantul tentang relasi laki-laki dan perempuan.

pleret (1)

Yang menarik adalah, ketika peserta kami bagi  menjadi dua kelompok besar, yakni kelompok Ibu-ibu dan kelompok Bapak-bapak. Masing-masing kelompok diminta untuk menuangkan persepsi mereka terhadap pasangan (persepsi perempuan terhadap laki-laki dan sebaliknya). Read the rest of this entry »

three cups of tea

61

Posted by Vizon | Posted in review | Posted on 20-01-2010

Tags: , , , ,

“…(di Pakistan dan Afghanistan), kami minum tiga cangkir teh saat membicarakan bisnis; pada cangkir pertama engkau masih orang asing; cangkir kedua engkau teman; dan pada cangkir ketiga engkau bergabung dengan keluarga kami. Sebuah keluarga yang siap berbuat apapun—bahkan untuk mati.” Haji Ali, Kepala Desa Korphe, Pegunungan Karakoram, Pakistan

Itulah kutipan yang mengawali buku berjudul Three Cups of Tea. Buku ini adalah kisah perjuangan Greg Mortenson, seorang pendaki yang gagal menaklukan puncak K2, gunung tertinggi kedua di dunia. Padahal pendakian Mortenson tahun 1993 tersebut tidak sekedar pendakian melainkan sebuah penghormatan kepada Christa—adik perempuan Mortenson yang meninggal.

Bukan hanya gagal melaksanakan niatnya, Mortenson juga tersesat, mengalami keletihan kronis, bahkan kehilangan 15 kg bobot tubuhnya. Setelah berjalan kaki tertatih-tatih turun gunung selama tujuh hari, Mortenson yang menuju Askole, malah tiba di Korphe, desa yang bahkan tak pernah dilihatnya di peta Karakoram. Di sanalah, di gubuk Haji Ali, Mortenson dijamu dengan ramah, dirawat dengan penuh perhatian, dan dilayani bak tamu istimewa. Read the rest of this entry »

passion

55

Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 18-01-2010

Tags: , , , ,

Kamis, 14 Januari 2010 kemarin, beberapa jam jelang kepulanganku ke Jogja, aku sempatkan untuk bertemu sahabat lama. Dialah Ahmad Fuadi, sang pengarang novel Negeri 5 Menara. Pertemuan kami berlangsung di Plaza Senayan, Jakarta.

Sesungguhnya, kami tidak pernah bertemu muka sejak berpisah setelah menamatkan pendidikan kami di Pondok Modern Gontor belasan tahun silam. Jagad maya-lah yang mempertemukan kami kembali. Silaturrahmi yang lama terputus itu, akhirnya tersambung kembali dan semakin intens ketika Fuadi mengirimkan naskah novelnya ke emailku.

“Angku, tolong baca naskah ambo ini, dan berikan masukan ya, syukran”, begitu isi emailnya ketika itu. Aku cukup tersanjung menerima kepercayaan itu. Jadilah sejak saat itu korespondensi kami lancar dan berlangsung cukup lama. Dan akhirnya, pada Juli 2009 novel itupun resmi dilempar ke pasaran. Read the rest of this entry »

self acceptance

63

Posted by Vizon | Posted in kampung blagu | Posted on 16-01-2010

Tags: , , , , , ,

Pernahkah kita merasa tidak nyaman dengan apa yang kita miliki? Mata sipit, hidung bangir, pipi tembem atau tubuh pendek? Aku yakin, paling tidak sekali dalam hidup, kita pernah merasakan itu. Ingin sekali rasanya memiliki kesempurnaan luar biasa di diri ini. Tapi, siapakah di antara jutaan manusia di muka bumi ini yang sempurna? Tentu tidak ada!

Penerimaan keadaan diri (self acceptance) dengan apa adanya adalah salah satu cara terbaik untuk menjawab persoalan di atas. Menerima keadaan diri dengan penuh keikhlasan dan kesabaran akan sangat mempengaruhi kebahagiaan kita. Kebahagiaan tersebut, tentulah akan sangat berpengaruh pada kecerdasan emosional dan spiritual kita.

Pemberian yang Tuhan anugerahi kepada masing-masing kita itu tidaklah pernah salah. Kita tidak akan pernah dihukum atas kelebihan yang Tuhan berikan kepada kita ataupun sebaliknya. Tapi, hukum itu berlaku pada bagaimana cara kita memanfaatkan pemberian itu. Read the rest of this entry »