<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SURAU INYIAK &#187; ahmad fuadi</title>
	<atom:link href="http://hardivizon.com/tag/ahmad-fuadi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hardivizon.com</link>
	<description>just another way to know</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Sep 2010 03:35:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>aura keikhlasan</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/05/15/aura-keikhlasan/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/05/15/aura-keikhlasan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 02:41:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[bunga rampai]]></category>
		<category><![CDATA[ahmad fuadi]]></category>
		<category><![CDATA[kh. hasan abdullah saha]]></category>
		<category><![CDATA[kick andy]]></category>
		<category><![CDATA[negeri 5 menara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1740</guid>
		<description><![CDATA[Ada banyak perasaan yang berkecamuk di diri ini setelah menonton sahabatku Ahmad Fuadi dan novelnya Negeri 5 Menara di acara Kick Andy, Jum&#8217;at 14 Mei 2010, kemarin. Ada bangga, haru, sekaligus khawatir. Kebangganku tentu saja atas pencapaian Fuadi dalam hidupnya. Pencapaian yang kumaksud bukan ketenaran yang kini ia peroleh, tapi lebih kepada manfaat yang ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2010%2F05%2F15%2Faura-keikhlasan%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-1741" title="n5m di kickandy" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/05/n5m-di-kickandy-233x300.jpg" alt="n5m di kickandy" width="163" height="210" />Ada banyak perasaan yang berkecamuk di diri ini setelah menonton sahabatku <a href="http://negeri5menara.com/" target="_blank">Ahmad Fuadi</a> dan novelnya Negeri 5 Menara di acara <a href="http://kickandy.com/theshow/2010/05/14/1880/1/1/1/NEGERI-5-MENARA" target="_blank">Kick Andy</a>, Jum&#8217;at 14 Mei 2010, kemarin. Ada bangga, haru, sekaligus khawatir.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebangganku tentu saja atas pencapaian Fuadi dalam hidupnya. Pencapaian yang kumaksud bukan ketenaran yang kini ia peroleh, tapi lebih kepada manfaat yang ia tebar ke semua khalayak. Pengalaman hidup yang ia bagi telah mampu menginspirasi banyak orang. Melalui tulisannya, ada banyak pelajaran yang bisa dipetik, mulai dari ketaatan terhadap orangtua hingga kesungguhan dalam meraih cita-cita. Dengan demikian, ia telah benar-benar menerjemahkan makna &#8220;<em>Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya</em>&#8221; dalam hidupnya. Ini yang benar-benar membuatku bangga.</p>
<p style="text-align: justify;">Keharuanku muncul ketika melihat dua orang yang menjadi inspirasi utama Fuadi dalam novelnya, yaitu KH. Hasan Abdullah Sahal dan Amak, ibunda Fuadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti yang pernah kuceritakan dulu, <a href="http://hardivizon.com/2010/02/19/motto-pembelajar/" target="_blank">Pak Hasan adalah salah satu guru idolaku.</a> Beliau begitu banyak memberi inspirasi bagiku. Dalam tayangan tersebut, kembali beliau memberikan guyonan cerdas, namun bermakna dalam. Kata beliau: &#8220;<em>Jika menjadi guru, jadilah guru yang baik. Jika menjadi polisi, jadilah polisi yang baik&#8230;..</em>&#8220;. Sebenarnya, kalimat itu sudah sering aku dengar ketika nyantri dulu, tapi entah kenapa, begitu mendengarnya lagi kali ini, ada aliran hawa sejuk di hatiku. <span id="more-1740"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kalimat sederhana beliau itu sesungguhnya memuat konsekwensi yang tidak mudah. Untuk menjadi yang terbaik di bidang kita, dibutuhkan sebuah penghayatan yang mendalam. Jika sekedar menjalankan peran tanpa penghayatan akan hakikat dan fungsinya, niscaya hanya akan menghasilkan sesuatu yang sia-sia atau bahkan merusak. Penghayatan itu akan bisa dilakukan jika kita ikhlas menjalaninya.</p>
<p style="text-align: justify;">Amak  Fuadi dalam dialognya menunjukkan betapa beliau tidak sekedar menginginkan yang terbaik bagi anaknya, tapi juga mengusahakannya secara maksimal, diikuti dengan doa yang tiada pernah putus. Beliau tampak begitu tulus mengantarkan anaknya ke gerbang kesuksesan. Terlihat bahwa ternyata beliau telah memiliki konsep yang jelas buat anaknya sejak awal.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah melihat acara itu secara utuh, menyimak dialog demi dialog, serta merta muncul kekhawatiran dalam diriku. Akankah aku bisa menjadi manusia bermafaat bagi sesama? Dapatkah aku berbuat sesuatu yang terbaik dalam setiap peranku? Dan yang terpenting, mampukah aku menjalankan semuanya dengan penuh keikhlasan seperti yang ditunjukan Pak Hasan dan Amak&#8230;. ? Semoga saja&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/05/15/aura-keikhlasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>passion</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/01/18/passion/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/01/18/passion/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 17:01:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[bunga rampai]]></category>
		<category><![CDATA[ahmad fuadi]]></category>
		<category><![CDATA[negeri 5 menara]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Passion]]></category>
		<category><![CDATA[Plaza Senayan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1449</guid>
		<description><![CDATA[Kamis, 14 Januari 2010 kemarin, beberapa jam jelang kepulanganku ke Jogja, aku sempatkan untuk bertemu sahabat lama. Dialah Ahmad Fuadi, sang pengarang novel Negeri 5 Menara. Pertemuan kami berlangsung di Plaza Senayan, Jakarta. Sesungguhnya, kami tidak pernah bertemu muka sejak berpisah setelah menamatkan pendidikan kami di Pondok Modern Gontor belasan tahun silam. Jagad maya-lah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2010%2F01%2F18%2Fpassion%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;">Kamis, 14 Januari 2010 kemarin, beberapa jam jelang kepulanganku ke Jogja, aku sempatkan untuk bertemu sahabat lama. Dialah Ahmad Fuadi, sang pengarang novel <a href="http://hardivizon.com/2009/08/19/keterpaksaan-berbuah-keberkahan/">Negeri 5 Menara</a>. Pertemuan kami berlangsung di Plaza Senayan, Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya, kami tidak pernah bertemu muka sejak berpisah setelah menamatkan pendidikan kami di Pondok Modern Gontor belasan tahun silam. Jagad maya-lah yang mempertemukan kami kembali. Silaturrahmi yang lama terputus itu, akhirnya tersambung kembali dan semakin intens ketika Fuadi mengirimkan naskah novelnya ke emailku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Angku, tolong baca naskah ambo ini, dan berikan masukan ya, syukran&#8221;, begitu isi emailnya ketika itu. Aku cukup tersanjung menerima kepercayaan itu. Jadilah sejak saat itu korespondensi kami lancar dan berlangsung cukup lama. Dan akhirnya, pada Juli 2009 novel itupun resmi dilempar ke pasaran.<span id="more-1449"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah Idul Fitri kemarin, para alumni Gontor-Yogyakarta berencana akan mengadakan Halal bi halal. Akupun mengusulkan agar acara tersebut diisi dengan diskusi publik tentang novel Negeri 5 Menara dengan Ahmad Fuadi sendiri sebagai pembicara. Semua setuju dan kebetulan sekali Fuadi pun berkesampatan untuk hadir. Namun sayang, beberapa hari jelang acara itu, aku harus <a href="http://hardivizon.com/2009/10/04/pulang/">pulang</a> ke Padang karena bencana gempa bumi yang melanda kampungku tersebut. Akibatnya, acara yang kugagas terpaksa tak kuhadiri, dan akupun tak berkesempatan bertemu muka dengan Fuadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemarin, begitu Fuadi mengetahui keberadaanku di Jakarta, dia pun langsung mengontakku dan memaksa untuk bertemu. Maka terjadilah pertemuan itu seperti yang kusebutkan di atas.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Angku, ambo sudah membuat keputusan besar&#8221;, ujar Fuadi memulai pembicaraan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Keputusan apa, angku?&#8221; tanyaku penasaran.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sejak satu Januari kemarin ambo sudah resmi tidak bekerja kantoran lagi&#8221;, jawabnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Trus, angku bekerja di mana sekarang?&#8221;, tanyaku lagi</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ambo sudah bertekad bulat untuk sepenuhnya menjadi penulis&#8221;, jawabnya tegas.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Wah, mantap lah itu. Bukankah begitu cita-cita angku sejak dari pondok dahulu lagi?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Iya angku, mohon doanya&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pasti, ambo pasti doakan&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Kujabat erat tangannya, tanda aku mendukung keputusannya yang tidak mudah itu. Jabatan yang disandangnya di kantor terdahulu sebetulnya tidaklah kecil. Gaji yang diperoleh sangat fantastis. Tapi, kebahagiaan yang sesungguhnya baginya ternyata bukan di situ. Ia telah sangat tahu bahwa yang tepat baginya adalah sebagai penulis.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagiku, ini menarik, karena sebuah ketekunan, hobby, dan kesenangan bisa dicampur jadi satu dengan kerja; sebuah sarana mencari uang. Inilah yang disebut sebagai PASSION. Passion adalah saat di mana ketika kita mengerjakan sesuatu, kita merasa sangat enjoy dengan pekerjaan tersebut, dan di situlah kita merasa bahwa diri kita ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayang sekali, banyak orang di dunia ini bekerja asal mendapatkan pekerjaan, atau asal mendapatkan uang. Maka sering terjadi ia bekerja tidak dengan ruh yang sesungguhnya, bekerja tidak didasari semangat dan kegembiraan hidup. Banyak terjadi kemudian, secara materi orang sukses, tetapi tidak berbahagia dengan apa yang ia kerjakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hidup ini sementara, mungkin saatnya kita lebih merenung tentang apa yang kita kerjakan sekarang, sudahkah memberi kebahagiaan dan kepuasan hidup? Sudahkah sesuai dengan hati nurani dan kebenaran yang kita yakini. Di sini, passion akan memberikan tenaga ekstra besar, semangat pantang menyerah, yang memungkinkan seseorang bekerja secara maksimal dan menghasilkan produktifitas tinggi. Karena jika seseorang bekerja dengan passion yang ia miliki, ia tidak lagi memikirkan apakah mendapatkan uang lembur atau tidak, apakah harus pulang sesuai jam kerja atau tidak. Yang ia lakukan adalah bekerja lebih keras karena itu semakin memberikan kesenangan baginya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, saatnya mulai sekarang untuk mencari passion kita, agar apa yang kita kerjakan sehari-hari tidak lagi menjadi beban. Kerja harus menjadi sebuah kesenangan&#8230;&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-1451" title="n5m-01" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/n5m-01.jpg" alt="n5m-01" width="448" height="336" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Ahmad &#8220;Alif&#8221; Fuadi, yang telah menemukan passion-nya sebagai penulis<br />
<img class="aligncenter size-full wp-image-1455" title="kaosN5M-04" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2010/01/kaosN5M-04.jpg" alt="kaosN5M-04" width="276" height="448" />Horeeee&#8230; dapat bingkisan kaos Negeri 5 Menara limited edition dari Ahmad &#8220;Alif&#8221; Fuadi</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/01/18/passion/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bukubuku</title>
		<link>http://hardivizon.com/2009/12/26/bukubuku/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2009/12/26/bukubuku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 02:36:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[kampung blagu]]></category>
		<category><![CDATA[ahmad fuadi]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Damhuri]]></category>
		<category><![CDATA[DM]]></category>
		<category><![CDATA[Guskar]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[Hery Azwan]]></category>
		<category><![CDATA[imelda]]></category>
		<category><![CDATA[Ria]]></category>
		<category><![CDATA[tutinonka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1333</guid>
		<description><![CDATA[Selama aktif dalam perbloggan, beberapa kali aku mendapatkan bingkisan dari sahabat-sahabat blogger. Bingkisan yang terbanyak adalah berupa buku. Terus terang, aku sangat suka dengan hadiah buku, karena itu akan bermanfaat sangat lama dan takkan ternilai harganya. Buku-buku yang kuperoleh itu sungguh luar biasa. Aku sangat berterima kasih atas hadiah-hadiah tersebut. Yang pertama kuperoleh adalah dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2009%2F12%2F26%2Fbukubuku%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;">Selama aktif dalam perbloggan, beberapa kali aku mendapatkan bingkisan dari sahabat-sahabat blogger. Bingkisan yang terbanyak adalah berupa buku. Terus terang, aku sangat suka dengan hadiah buku, karena itu akan bermanfaat sangat lama dan takkan ternilai harganya. Buku-buku yang kuperoleh itu sungguh luar biasa. Aku sangat berterima kasih atas hadiah-hadiah tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang <em>pertama</em> kuperoleh adalah dari sahabatku <a href="http://heryazwan.wordpress.com/about/"><strong>Hery Azwan</strong></a>. Ada dua pucuk buku yang dikirimkannya.</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><span style="color: #ff0000;">Blind Power: Berdamai dengan Kegelapan</span>, karya Eko Ramaditya Adikara, terbitan Grafidia. Buku ini merupakan kisah nyata penulisnya yang tunanetra. Menceritakan perjuangannya untuk dapat berkarya layaknya manusia normal. Aku pernah menuliskan review-nya dengan judul <a href="http://surauinyiak.wordpress.com/2008/09/23/blind-power-berkawan-dengan-lawan/">&#8220;Blind Power: berkawan dengan lawan&#8221;</a></li>
<li><span style="color: #ff0000;">Smart Salat for Teens</span>, karya Rusdin S. Rauf, tebitan Hamdalah. Dalam buku ini, disampaikan bahwa ternyata salat juga bisa membantu meningkatkan kecerdasan seseorang. Sebuah rahasia yang belulm banyak orang tahu. Mengacu kepada Al-Quran dan hadis serta ditopang dengan teori multiple intelligence, penulis menunjukkan kepada kita tentang tata cara salat yang mencerdaskan. Salat yang selama ini, mungkin, hanya demi menunaikan kewajiban semata.<span id="more-1333"></span></li>
</ol>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-1335" title="blind power" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/12/blind-power1.jpg" alt="blind power" width="150" height="194" /><img class="alignnone size-full wp-image-1337" title="smart shalat" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/12/smart-shalat1.jpg" alt="smart shalat" width="141" height="194" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Kiriman dari Hery Azwan, sang penerbit</span></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Kedua</em>, oleh-oleh dari Onechan-ku <a href="http://imelda.coutrier.com/"><strong>Imelda Coutrier</strong></a> dari Jepang. Beliau memberikannya ketika pulang ke Indonesia pada April 2009 yang lalu. Ada dua pucuk buku juga:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><span style="color: #ff0000;">The Caged Virgin</span></li>
<li><span style="color: #ff0000;">Infidel: my life</span><br />
Keduanya adalah karya Ayaan Hirsi Ali yang diterbitkan oleh Pocket Book, London. Dalam buku tersebut Ayaan menceritakan pengalaman pribadinya ketika sebagai muslimah, ia hidup dalam ketidaknyamanan. Kritiknya terhadap ajaran Islam soal pelecehan terhadap perempuan mengundang kontroversi. Buku ini sengaja ku pesan kepada Nechan, karena sangat kubutuhkan sebagai referensi disertasiku.</li>
</ol>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-1338" title="caged virgin" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/12/caged-virgin.jpg" alt="caged virgin" width="158" height="208" /><img class="alignnone size-full wp-image-1339" title="infidel" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/12/infidel.jpg" alt="infidel" width="175" height="208" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Oleh-oleh dari Imelda Coutrier, onechan yang tinggal di negeri matahari terbit</span></p>
<p style="text-align: justify;"><em><img class="alignleft size-full wp-image-1340" title="juru masak" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/12/juru-masak.jpg" alt="juru masak" width="118" height="149" />Ketiga</em>, kiriman dari sahabatku <strong><a href="http://www.damhuri.tk/">Damhuri Muhammad</a></strong>, berupa kumpulan cerpennya sendiri yang berjudul <span style="color: #ff0000;">&#8220;Juru Masak&#8221;</span>, terbitan Koekoesan, Depok. Cerpen tersebut berlatar budaya Minang yang sangat kental. Ada kelucuan sekaligus kegalauan dalam cerita-cerita yang dibangunnya. Salah satu yang menjadi favoritku di situ adalah yang berjudul &#8220;Anjing Pemburu&#8221;. Di situ diceritakan bagaimana seorang ayah yang lebih mementingkan anjing pemburunya daripada anak kandungnya sendiri. Kecemburuan si anak berbuah kemarahan yang diwujudkannya dengan membunuh anjing itu. Selanjutnya, silahkan baca sendiri ya bukunya, hehehe&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;"><em>Keempat</em>, hadiah dari <a href="http://tutinonka.wordpress.com/about/"><strong>Bu Tutinonka</strong></a>, yaitu sebuah novel karya beliau sendiri berjudul <span style="color: #ff0000;">&#8220;Keberangkatan&#8221;</span><img class="alignright size-full wp-image-1341" title="keberangkatan" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/12/keberangkatan.jpg" alt="keberangkatan" width="132" height="176" />, terbitan Analisa, Yogyakarta. Novel tersebut mengisahkan tentang konflik batin seorang lelaki antara kesetiaannya kepada perkawinan dan kenangan cinta lamanya kepada seorang wanita yang tiba-tiba muncul kembali. Namun, perjumpaannya kembali dengan cinta lama itu tidak menjerumuskannya kepada perselingkuhan walaupun telah mengakibatkan keretakan di dalam perkawinannya. Kisah dalam novel ini pernah dimuat secara bersambung di majalah Kartini pada tahun 1985.</p>
<p style="text-align: justify;">Bu Tuti juga menghadiahi satu kardus besar penuh berisi buku cerita bergambar buat bocah-bocah Kweni dalam acara Bermain bersama bocah Kweni beberapa waktu lalu.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><img class="alignleft size-full wp-image-1342" title="negeri 5 menara" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/12/negeri-5-menara.jpg" alt="negeri 5 menara" width="120" height="157" />Kelima</em>, novel yang menggugah memoriku sendiri, <span style="color: #ff0000;">Negeri 5 Menara</span>, karya <a href="http://negeri5menara.com/"><strong>Ahmad Fuadi</strong></a>, terbitan Gramedia. Fuadi mengirimkannya sendiri untukku. Aku sangat tersanjung dengan hadiah ini. Reviewku tentang novel ini, dapat dibaca dalam tulisanku yang berjudul: <a href="http://hardivizon.com/2009/08/19/keterpaksaan-berbuah-keberkahan/">Keterpaksaan berbuah keberkahan</a>.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Keenam</em>, hadiah dari <a href="http://ria.choosen.net/"><strong>Jumria Rahman</strong></a> a.k.a Ria sang bidan blogku ini. Yaitu, sebuah buku yang memuat <img class="alignright size-full wp-image-1343" title="the organization of the future" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/12/the-organization-of-the-future.jpg" alt="the organization of the future" width="125" height="166" />kumpulan tulisan dari para ahli tentang bagaimana cara kita mempersiapkan hari ini untuk organisasi masa depan. Judulnya, <span style="color: #ff0000;">&#8220;The Organization of The Future&#8221;</span>, dengan editornya Frances Hesselbein, terbitan Elex Media Komputindo, Jakarta. Ria memberikannya kepadaku ketika kami kopdar di Duri tempo hari.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><img class="alignleft size-full wp-image-1345" title="epitaph" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/12/epitaph1.jpg" alt="epitaph" width="143" height="182" />Ketujuh</em>, kiriman dari sahabatku yang selalu kusapa dengan &#8220;ahli pena&#8221;, <a href="http://www.penganyamkata.net/2009/12/23/maka-lahirlah-ia/"><strong>Daniel Mahendra</strong></a>. Seperti halnya sahabat blogger lainnya, akupun mengikuti secara seksama proses kelahiran novel terbarunya yang berjudul &#8220;Epitaph&#8221;. Fluktuasi emosi yang dialaminya, turut kurasakan. Sehingga, ketika novel itu benar-benar dilempar ke pasar, aku pun bernafas lega dan bersujud syukur akan itu. DM mengirimiku tidak hanya satu buku, tapi lima sekaligus, yaitu:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><span style="color: #ff0000;">Epitaph</span>, novel karangan DM, terbitan Kakilangit. Novel ini baru saja selesai kubaca, insya Allah review-nya segera ku tulis dan publikasikan di blog ini.</li>
<li><span style="color: #ff0000;">Selamat Datang di Pengadilan</span>, kumpulan cerpen DM, terbitan Malka, Bandung. Kabarnya, buku ini adalah cikal bakal novel Epitaph.</li>
<li><span style="color: #ff0000;">Tragedi Kemanusiaan 1965-2005</span>, antologi puisi-cerpen-esai-curhat, terbitan Malka, Bandung. Di sini, DM bertindak sebagai editor sekaligus menulis satu puisi berjudul &#8220;Surat untuk Maemunah&#8221;.</li>
<li><span style="color: #ff0000;">Yang Datang Berulang</span>, kumpulan 18 cerita pendek, terbitan Malka, Bandung. Dalam buku ini, DM menyumbang sebuah tulisan berjudul &#8220;Balada Lelaki Tua dan Istrinya yang Sudah Pikun&#8221;.</li>
<li><span style="color: #ff0000;">Pramoedya Ananta Toer dan Manifestasi Karya Sastra</span>, terbitan Pramoedya Institut dan Malka. Buku ini merupakan esai dari beberapa penulis tentang Pram. DM berlaku sebagai editor di sini, juga sebagai penyumbang tulisan terbanyak, yakni 8 artikel dari 20 artikel yang tersaji. <em>Kemaruk amat tu orang ya&#8230; hehehe&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </em></li>
</ol>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1346" title="selamat datang di pengadilan" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/12/selamat-datang-di-pengadilan-150x150.jpg" alt="selamat datang di pengadilan" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1349" title="tragedi kemanusiaan" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/12/tragedi-kemanusiaan-150x150.jpg" alt="tragedi kemanusiaan" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1350" title="yang datang berulang" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/12/yang-datang-berulang1-150x150.jpg" alt="yang datang berulang" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1351" title="pran dan karya sastra" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/12/pran-dan-karya-sastra-150x150.jpg" alt="pran dan karya sastra" width="150" height="150" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Persembahan dari DM, si penganyamkata</span></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Terakhir</em>, aku sedang menunggu kiriman dari <a href="http://guskar.com/2009/12/22/bagi-bagi-kado-untuk-para-bunda-dan-anak-anaknya/"><strong>Guskar</strong></a>. Kabarnya aku dihadiahi sebuah  buku berjudul <span style="color: #ff0000;">&#8220;Bunda aku kembali&#8221;</span>, karena tulisanku berjudul Milikku Seperenam terpilih dalam acara karnaval blog yang diadakan Guskar. Semoga bukunya segera sampai ya&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Itulah buku-buku yang kuterima sepanjang tahun ini dari sahabat-sahabat blogger. Sungguh, itu hadiah yang luar biasa bagiku. Terima kasih yang tak terhingga kuhaturkan kepada Anda semuanya. Semoga persahabatan kita memberi manfaat bagi dunia ini, sebagaimana buku yang terus abadi manfaatnya sepanjang masa. <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2009/12/26/bukubuku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>keterpaksaan berbuah keberkahan</title>
		<link>http://hardivizon.com/2009/08/19/keterpaksaan-berbuah-keberkahan/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2009/08/19/keterpaksaan-berbuah-keberkahan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 00:04:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[ahmad fuadi]]></category>
		<category><![CDATA[gontor]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[negeri 5 menara]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=950</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkan anda dipaksa memilih sesuatu yang tidak anda inginkan? Pernahkan anda tidak bisa memilih apapun, selain menjalankannya dengan penuh keterpaksaan? Jika pernah, apa yang anda lakukan? Jawaban yang jamak mungkin akan kita lontarkan adalah bahwa kita akan berontak lalu keluar dari keterpaksaan itu atau menjalankannya dengan tidak sungguh-sungguh, tanpa rasa nikmat sedikitpun. Adalah seorang putra [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2009%2F08%2F19%2Fketerpaksaan-berbuah-keberkahan%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;">Pernahkan anda dipaksa memilih sesuatu yang tidak anda inginkan? Pernahkan anda tidak bisa memilih apapun, selain menjalankannya dengan penuh keterpaksaan? Jika pernah, apa yang anda lakukan? Jawaban yang jamak mungkin akan kita lontarkan adalah bahwa kita akan berontak lalu keluar dari keterpaksaan itu atau menjalankannya dengan tidak sungguh-sungguh, tanpa rasa nikmat sedikitpun.</p>
<p style="text-align: justify;">Adalah seorang putra Minangkabau asal desa Bayur di pinggir danau Maninjau, Bukittinggi, bernama Alif yang terjebak dalam situasi sulit itu. Ia dipaksa memilih jalur sekolah agama oleh ibunya. Beliau menginginkannya menjadi Buya Hamka, sementara ia sendiri sangat bercita-cita menjadi Habibie. Keterpaksaannya ternyata berbuah keberkahan. Pilihan yang dijalankannya atas dasar bakti kepada Bunda, telah membalikkan pandangannya terhadap pendidikan agama, terutama pesantren. Novel <a href="http://negeri5menara.com/">Negeri 5 Menara</a> yang dikarang oleh <a href="http://duotravelers.wordpress.com/">Ahmad Fuadi</a> yang baru saja kubaca, menunjukkan bahwa tidak selamanya keterpaksaan itu buruk. Sebaliknya, keterpaksaannya itu dapat berubah menjadi sebuah keberkahan luar biasa bila disikapi dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-951" title="negeri5menara" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/08/negeri5menara-300x226.jpg" alt="negeri5menara" width="300" height="226" />Novel ini bercerita tentang petualangan Alif, 15 tahun, yang harus merantau dengan setengah hati ke Jawa Timur untuk belajar di Pondok Madani. Di Pondok Madani (PM) dia berteman dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Setiap orang datang ke PM dengan perangai, alasan dan mimpi berbeda. Dari setengah hati mulai jatuh hati, Alif menemukan berbagai prinsip hidup yang terang dan sangat kuat. Antara lain adalah: siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses (<em>man jadda wa jada</em>). Di PM juga dia mengecap kemajemukan Indonesia dan keindahan pengetahuan.  Semua ini diajarkan oleh Kiai Rais, Ustad Salman dan guru lain yang ikhlas mengajarkan ilmu dunia dan akhirat.</p>
<p style="text-align: justify;">Di pokok menara masjid PM yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian, sesuai dengan imajinasi masing-masing.<span id="more-950"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kehidupan PM yang disiplin seperti kuil Shaolin membuat mereka harus saling mendukung agar kerasan menyelesaikan 4 tahun sekolah.  Bukannya patah dan mengkerut, tekanan hidup ini malah membuat mereka semakin kuat mental dan tahan banting. Hasilnya adalah kepribadian muda yang tegar, optimistis, percaya diri, dan fasih berbahasa Arab dan Inggris. Tapi di lain pihak, mereka juga tetap sosok yang khawatir dengan masa depan setelah lulus PM. Alif tetap ingin jadi Habibie dan dia tidak tahu bagaimana cara masuk ITB setelah lulus pondok.</p>
<p style="text-align: justify;">Kiai Rais pernah berpetuah: bahasa asing adalah anak kunci jendela-jendela dunia. Lima belas tahun kemudian, dengan anak kunci ini, 6 sekawan menemukan bahwa nasib secara ajaib mendaratkan mereka di 3 benua yang berbeda. Ini adalah realisasi mimpi-mimpi dan obrolan santai mereka ketika duduk-duduk di kaki menara PM. Baso, Atang, Raja dan Alif terdampar jauh di hiruk-pikuk kemodernan Jepang, Mesir, Inggris, dan Amerika. Sebaliknya Dulmajid dan Said memutuskan pulang kampung ke Madura dan Mojokerto. Menempuh jalan sunyi mengajar mengaji di surau dan madrasah. Tangan Tuhan, melalui mimpi, tekad bulat, kerja keras dan doa menuntun mereka ke “menara” hidup mereka  masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Novel ini terinsipirasi dari kisah nyata perjalanan pendidikan penulisnya sendiri selama nyantri di Pondok Modern Gontor. Karena latarbelakang yang sama, maka ketika membaca halaman demi halaman novel ini, seolah aku sedang membaca halaman demi halaman kehidupanku sendiri. Aku benar-benar larut di dalamnya. Bayangan masa lalu kembali menyeruak di otakku. Seakan berada di mesin waktu, aku serasa ditarik kembali ke masa 20-25 tahun yang lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Novel ini sangat layak untuk dibaca. Di samping karena di dalamnya terdapat banyak sekali hikmah, sekaligus juga menunjukkan bagaimana kehidupan damai di sebuah pesantren yang akan menggugurkan pandangan sebagian orang tentang citra negatifnya. Dan satu yang terpenting adalah bahwa untuk meraih mimpi, berliku jalan yang harus ditempuh, keikhlasan dan kesabaran adalah kunci untuk berhasil meraihnya</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk Fuadi, aku ucapkan selamat dan salut atas upayanya ini. Terima kasih atas inspirasinya. Terima kasih telah mengajarkan kepadaku bahwa keterpaksaan itu akan dapat berubah menjadi keberkahan bila kita arif menghadapinya&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Simak juga review lainnya:</p>
<ul>
<li><a href="http://heryazwan.wordpress.com/2009/08/19/alam-pikiran-pesantren/">Hery Azwan : Alam Pikiran Pesantren</a></li>
<li><a href="http://ndorokakung.com/2009/08/11/pesantren-pecas-ndahe/">Ndoro Kakung: Pesantren Pecas Ndahe</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2009/08/19/keterpaksaan-berbuah-keberkahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
