<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SURAU INYIAK &#187; ajib</title>
	<atom:link href="http://hardivizon.com/tag/ajib/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hardivizon.com</link>
	<description>just another way to know</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Sep 2010 03:35:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>ajib</title>
		<link>http://hardivizon.com/2009/05/14/ajib/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2009/05/14/ajib/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 00:38:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[ajib]]></category>
		<category><![CDATA[duri]]></category>
		<category><![CDATA[nazhif]]></category>
		<category><![CDATA[pekanbaru]]></category>
		<category><![CDATA[rumbai]]></category>
		<category><![CDATA[ulangtahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surauinyiak.wordpress.com/?p=646</guid>
		<description><![CDATA[Namanya Muhammad Nazhif Ardhi. Kami ingin memanggilnya Nazhif, tapi lidah cadelnya belum bisa begitu fasih menyebut nama kecil itu. Justru yang muncul adalah Ajib. Karena makna kata “ajib” cukup bagus, yakni dalam bahasa Arab berarti “luar biasa” atau “amazing”, maka kamipun sepakat untuk memanggilnya dengan nama kecil ini. Hari ini, lima tahun yang lalu, putra [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2009%2F05%2F14%2Fajib%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-647" title="ajib3" src="http://surauinyiak.files.wordpress.com/2009/05/ajib3.jpg?w=204" alt="ajib3" width="133" height="196" />Namanya Muhammad Nazhif Ardhi. Kami ingin memanggilnya Nazhif, tapi lidah cadelnya belum bisa begitu fasih menyebut nama kecil itu. Justru yang muncul adalah Ajib. Karena makna kata “ajib” cukup bagus, yakni dalam bahasa Arab berarti “luar biasa” atau “<em>amazing</em>”, maka kamipun sepakat untuk memanggilnya dengan nama kecil ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari ini, lima tahun yang lalu, putra ketiga kami ini lahir ke muka bumi. Peristiwa jelang kelahirannya cukup dramatis.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika itu, istriku sudah merasakan pada pagi hari tanda-tanda akan segera melahirkan. Akupun segera mengantarnya ke rumah bersalin yang letaknya tidak jauh dari rumah kami di Rumbai, Pekanbaru. Karena menurut Bu Bidan waktu melahirkan masih lama, maka kami putuskan untuk kembali ke rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">Di saat itulah, kakak sepupuku datang. Dia yang tinggalnya di Duri, kebetulan ada keperluan ke Pekanbaru, dan menyengajakan diri untuk mampir. Mengetahui kalau istriku sudah mendekati waktu melahirkan, kakakku pun menawarkan untuk melakukan persalinan di rumah sakit miliknya, di kota Duri.<span id="more-646"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tawaran itu tentu sangat menarik. Hanya masalahnya adalah jarak Pekanbaru-Duri sangatlah jauh. Lebih kurang menempuh 4 jam perjalanan. Apalagi jalannya parah dan berliku, layaknya ular naga yang tengah meliuk-liuk.<img class="alignright size-medium wp-image-648" title="ajib2" src="http://surauinyiak.files.wordpress.com/2009/05/ajib2.jpg?w=237" alt="ajib2" width="153" height="194" /></p>
<p style="text-align:justify;">Dengan halus, kutampik tawaran itu. Kukatakan, biarlah di Pekanbaru saja. Namun, dengan sedikit memaksa, kakakku meminta kami untuk tetap ke Duri. Katanya, bila ada sesuatu yang kurang bagus, bisa langsung ditangani oleh dokter ahli yang dimilikinya, apalagi rumah sakit tersebut sudah memiliki alat yang sangat memadai untuk melakukan tindakan operasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah berdiskusi dan mendapat sokongan dari kedua orangtuaku, kamipun menyetujui ikut ke Duri. Toh, kalau ada apa-apa di jalan, kakakku akan bisa dengan segera menangani.</p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan itu benar-benar terasa berat dan menegangkan. Di tengah menahan ketidaknyamanan perjalanan, intensitas rasa sakit istriku pun semakin meningkat. Perjalan itu terasa begitu panjang dan lama sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Detik demi detik perjalanan itu semakin terasa berat. Aku nyaris putus asa, dan meminta kakakku untuk mengantar kami kembali ke Pekanbaru, demi melihat kesakitan yang ditanggung istriku. Tak tahan aku melihatnya. Tapi, istriku menahanku dan mengatakan kalau dia akan tetap kuat sampai ke Duri.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, setelah melewati perjalanan yang terasa berat itu, kamipun sampai di Duri. Istriku pun langsung ditangani oleh dokter ahli rumah sakit tersebut dengan pelayanan yang istimewa tentunya (ya iyalah…!).</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-650" title="ajib1" src="http://surauinyiak.files.wordpress.com/2009/05/ajib11.jpg?w=275" alt="ajib1" width="141" height="154" />Dari pemeriksaan dokter, ternyata istriku sudah bukaan enam. Wah, tentu tidak akan lama lagi waktunya. Kamipun menunggu dengan harap-harap cemas.</p>
<p style="text-align:justify;">Rupanya, penantian kami harus diperpanjang. Sejak kedatangan kami di Duri, istriku tidak mengalami kemajuan. Sampai tengah malam, bukaannya masih seperti ketika kami datang. Bahkan, setelah dipacu dengan injeksi, tetap saja segitu.</p>
<p style="text-align:justify;">Pagi hari, istriku kehabisan tenaga. Barangkali karena perjalanan yang melelahkan kemarin, ditambah lagi dengan tidak tidur semalaman. Melihat kondisi itu, kakakku pun memutuskan untuk melakukan operasi caesar pada istriku. Aku pun menyetujuinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Operasi dengan lancar dan cepat. Dari dokter, kuperoleh informasi kalau istriku memiliki kelainan pada kulitnya (aku lupa istilahnya). Jahitan akibat operasi caesar terdahulu (anak kedua kami juga melalui operasi caesar), pertumbuhan daging dan kulit istriku tidak begitu bagus, dan mengakibatkan mengganggu jalan lahir. Operasi yang kami ambil kali ini adalah keputusan tepat, begitu katanya. Aih… syukurlah, semuanya selamat.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari ini, Ajib sudah berumur 5 tahun. Aku bersyukur dia telah tumbuh dengan baik dan sehat. Semoga saja kami bisa terus menjaga amanah ini dengan baik.</p>
<p style="text-align:justify;">AJIB… Selamat Ulang Tahun. Semoga kelak bila kau dewasa, tidak menjadi orang yang suka “<em>ajeb-ajeb</em>”…  <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-651" title="ajib5" src="http://surauinyiak.files.wordpress.com/2009/05/ajib5.jpg?w=224" alt="ajib5" width="224" height="300" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2009/05/14/ajib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
