<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SURAU INYIAK &#187; anak-anak</title>
	<atom:link href="http://hardivizon.com/tag/anak-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hardivizon.com</link>
	<description>just another way to know</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Sep 2010 03:35:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Liburan Lebaran di Kaliurang</title>
		<link>http://hardivizon.com/2007/10/18/lebaranliburan-kaliurang/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2007/10/18/lebaranliburan-kaliurang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Oct 2007 05:20:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[air terjun]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[binatang]]></category>
		<category><![CDATA[hutan]]></category>
		<category><![CDATA[kaliurang]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[monyet]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surauinyiak.wordpress.com/2007/10/18/lebaranliburan-kaliurang/</guid>
		<description><![CDATA[Hari lebaran kedua, Sabtu 13/10/07, kami berwisata ke Kaliurang di kaki Gunung Merapi. Si Abang, anak sulungku, sempat berseloroh, “Kita ngapain ke Kaliurang Pa? Mau ketemu mBah Maridjan ya?” Aku tertawa habis mendengar pertanyaannya itu. Ada-ada aja tu anak. Tapi, pertanyaan itu tidak menjadi lucu bagi putriku. Si Uni yang satu ini menatap bengong kepadaku, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2007%2F10%2F18%2Flebaranliburan-kaliurang%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p><a rel="attachment wp-att-43" href="http://surauinyiak.wordpress.com/2007/10/18/lebaranliburan-kaliurang/43/" title="lbrn-xurg-37psd.jpg"></a></p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;"><a rel="attachment wp-att-42" href="http://surauinyiak.wordpress.com/2007/10/18/lebaranliburan-kaliurang/42/" title="unjut-ajib-abang_resize.jpg"><img align="left" width="284" src="http://surauinyiak.files.wordpress.com/2007/10/unjut-ajib-abang_resize.jpg" alt="unjut-ajib-abang_resize.jpg" height="291" style="width:154px;height:148px;" /></a>Hari lebaran kedua, Sabtu 13/10/07, kami berwisata ke <a href="http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/places-of-interest/kaliurang/">Kaliurang di kaki Gunung Merapi</a>. Si Abang, anak sulungku, sempat berseloroh, “Kita ngapain ke Kaliurang Pa? Mau ketemu mBah Maridjan ya?” Aku tertawa habis mendengar pertanyaannya itu. Ada-ada aja tu anak. Tapi, pertanyaan itu tidak menjadi lucu bagi putriku. Si Uni yang satu ini menatap bengong kepadaku, menunggu jawaban. Cepat aku sadari kondisi ini. Akupun memberi jawaban untuknya.</p>
<p><span id="more-40"></span></p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">“Nak, Kaliurang itu adalah taman besa<a rel="attachment wp-att-45" href="http://surauinyiak.wordpress.com/2007/10/18/lebaranliburan-kaliurang/45/" title="lbrn-xurg-77_resize.jpg"></a>r ciptaan Allah. Nanti Uni bisa lihat banyak pohon dan bunga-bunga cantik. Uni kan suka bunga, nah…nanti bisa lihat macam-macam bunga di situ”.</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">“Boleh Uni bawa pulang gak Pa?” balasnya.</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">“Boleh, tapi bukan yang ditanam di taman, tapi yang dijual di toko bunga dekat situ ya?’ jawabku.</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">Si Uni mengangguk tanda mengerti. Aku tersenyum bahagia.</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">Sesampainya di kawasan wisata Kaliurang, kami beristirahat dulu di taman bermain anak-anak untuk makan siang. Anak-anakku terlihat gembira. Sehabis makan, mereka bermain sepuasnya, berlari kian kemari sambil menikmati segarnya udara di kaki gunung Merapi itu.<a rel="attachment wp-att-43" href="http://surauinyiak.wordpress.com/2007/10/18/lebaranliburan-kaliurang/43/" title="lbrn-xurg-37psd.jpg"><img align="right" width="356" src="http://surauinyiak.files.wordpress.com/2007/10/lbrn-xurg-37psd.jpg" alt="lbrn-xurg-37psd.jpg" height="227" style="width:189px;height:128px;" /></a></p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">Setelah puas bermain, kami lanjutkan ke hutan lindung Kaliurang. Ekspresi mengejutkan keluar dari mulut anak ketigaku, Nazhif. Begitu memasuki hutan tersebut, spontan dia berteriak dengan lidah cadelnya, “Hmmm, haluumm….” (hmm, harum). Kata-kata tersebut dilontarkannya untuk mengekspresikan kesukaannya dengan aroma hutan yang merupakan perpaduan dari aroma pepohonan, rumput, air dan bunga-bunga yang ada di situ. Rupanya si Uda yang satu ini sudah mulai menunjukkan kesukaannya terhadap alam. Mudah-mudahan kami bisa menjaga kesukaannya ini.</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;"><a rel="attachment wp-att-44" href="http://surauinyiak.wordpress.com/2007/10/18/lebaranliburan-kaliurang/44/" title="syawalan-53_resize.jpg"></a>Lain lagi dengan si bungsu Fatih. Dia benar-benar menyukai binatang. Sebetulnya hal ini sudah lama kami sadari. Buku-buku yang diminatinya adalah yang ada gambar binatangnya, bukan itu saja, bila dia melihat binatang, dia ingin sekali menangkapnya. Kucing contohnya, meski sudah sering dia dicakar karena menarik-narik buntutnya, tapi dia tetap saja melakukannya lagi. Nah, kali ini dia kembali menunjukkan bakatnya itu. Kera-kera liar yang berkeliaran di hutan tersebut membuatnya gembira sekali. Sedikitpun dia tidak menunjukkan ketakutannya terhadap binatang-binatang itu. Padahal, ketiga kakaknya berusaha menghindar, lebih karena takut, bukan karena geli.</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">Dengan kosakatanya yang masih terbatas, dia berkata kepadaku: “Pa, nyet na diwak ya” (Pa, monyetnya dibawa ya).</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">Lalu ku jawab, “Kalau dibawa, nanti monyetnya bobok dimana? Nanti dia ndak ketemu Papa Mamanya, Fatih ndak kasian?”</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">Dia pun mengangguk sambil berkata, “Iya, cian…” (iya, kasian)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">Dalam hati aku bersyukur, ternyata anakku tidak hanya menyukai binatang-binatang itu, tapi juga menaruh perhatian besar terhadap mereka. Sekali lagi aku berharap, semoga kami dapat menjaga kesukaannya.<a rel="attachment wp-att-45" href="http://surauinyiak.wordpress.com/2007/10/18/lebaranliburan-kaliurang/45/" title="lbrn-xurg-77_resize.jpg"></a></p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">Pukul 16.00, kawasan hutan lindung ditutup. Kamipun keluar dari situ, tapi masih melanjutkan bermain-main di taman. Lelah bermain, akhirnya kamipun pulang dengan penuh kegembiraan. Letih tapi bahagia… <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2007/10/18/lebaranliburan-kaliurang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Liburan Lebaran di Monjali</title>
		<link>http://hardivizon.com/2007/10/18/lebaranliburan-monjali/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2007/10/18/lebaranliburan-monjali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Oct 2007 04:56:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[monjali]]></category>
		<category><![CDATA[silaturrahmi]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surauinyiak.wordpress.com/2007/10/18/lebaranliburan-monjali/</guid>
		<description><![CDATA[  Seharusnya, lebaran adalah saat yang tepat buat berkunjung ke rumah sanak saudara dan teman-teman. Tapi, hal tersebut tidak dapat kulakukan sepenuhnya saat ini. Karena keberadaanku di perantauan dan tidak memiliki sanak keluarga, maka silaturrahmi dengan mereka cukup lewat telepon dan sms. Hebat juga teknologi yang satu ini. Meski tidak bertatap muka, silaturrahmi tetap dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2007%2F10%2F18%2Flebaranliburan-monjali%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="margin-bottom:0;"> <a rel="attachment wp-att-37" href="http://surauinyiak.wordpress.com/2007/10/18/lebaranliburan-monjali/37/" title="lebaran-di-monjali-10psd.jpg"><img align="left" width="551" src="http://surauinyiak.files.wordpress.com/2007/10/lebaran-di-monjali-10psd.jpg" alt="lebaran-di-monjali-10psd.jpg" height="1134" style="width:124px;height:129px;" /></a></p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">Seharusnya, lebaran adalah saat yang tepat buat berkunjung ke rumah sanak saudara dan teman-teman. Tapi, hal tersebut tidak dapat kulakukan sepenuhnya saat ini. Karena keberadaanku di perantauan dan tidak memiliki sanak keluarga, maka silaturrahmi dengan mereka cukup lewat telepon dan sms. Hebat juga teknologi yang satu ini. Meski tidak bertatap muka, silaturrahmi tetap dapat dilakukan dan esensi bermaafanpun dapat terjadi. Aku merasakannya!<span id="more-36"></span></p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">Karena tidak ada yang bakal dikunjungi, maka kuputuskan untuk mengajak keluargaku jalan-jalan saja. Setelah berembug, akhirnya kami memutuskan untuk berwisata ke Monumen Jogja Kembali (Monjali) dan Kaliurang. Maunya sih ke tempat yang lebih seru dan jauh, tapi karena anggaran terbatas, pilihannya cukup dalam kota Jogjakarta saja… <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">Hari pertama, Jum’at 12/10/07, kami berwisata ke Monjali. Kami berangkat setelah shalat Jum’at.</p>
<p align="justify"><span><a href="http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/museum-and-monument/monjali/">Monumen yang terletak di Dusun Jongkang</a>, Kelurahan Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kapubaten Sleman ini berbentuk gunung, yang menjadi perlambang kesuburan juga mempunyai makna melestarikan budaya nenek moyang pra sejarah. Peletakan bangunanpun mengikuti budaya Jogja, terletak pada sumbu imajiner yang menghubungkan Merapi, Tugu, Kraton, Panggung Krapyak dan Parang Tritis. Titik imajiner pada bangunan yang berdiri di atas tanah seluas 5,6 hektar ini bisa dilihat pada lantai tiga, tepatnya pada tempat berdirinya tiang bendera.</span></p>
<p align="justify"><span>Nama Monumen Yogya Kembali merupakan perlambang berfungsinya kembali Pemerintahan Republik Indonesia dan sebagai tetengger sejarah ditarik mundurnya tentara Belanda dari Ibukota Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1949 dan kembalinya Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta dan petinggi lainnya pada tanggal 6 Juli 1949 di Yogyakarta.</span></p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">Kebetulan saat ini sedang ada even special liburan dengan tajuk karnaval keluarga. Ada banyak permainan seru, seperti jetcoster, balon udara, flyingfox, dan berbagai permainan seru lainnya. Kami sekeluarga larut dalam kegembiraan. Senang rasanya, melihat anak-anak tertawa lepas bahagia.</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">Afif, putra pertamaku, bersama adik bungsuku Evan, mencoba keberanian mereka melayang menggunakan flyingfox. Awalnya sih, agak takut-takut, tapi begitu dicoba, kayaknya mereka ketagihan.</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">Lucunya, istriku, dia ingin sekali merasakan naik balon udara. Ingin menyaksikan Jogja dari ketinggian, gitu katanya. Dengan penuh percaya diri, dia mengajakku beli tiket dan ikutan antri untuk naik balon udara besar tersebut. Sembari menunggu dalam antrian, dia menyaksikan bagaimana cara kerja balon udara itu. Ternyata, angin sore itu bertiup lumayan kencang. Balon udara besar itu, meski sudah diikat di keempat sisinya, tetap saja melayang-layang kian kemari dimainkan angin. Hal ini menciutkan nyali istriku. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya dia memutuskan untuk membatalkan naik balon udara itu, takut katanya&#8230; hihihi&#8230;.<a rel="attachment wp-att-39" href="http://surauinyiak.wordpress.com/2007/10/18/lebaranliburan-monjali/39/" title="lebaran-di-monjali-2.jpg"></a><a rel="attachment wp-att-38" href="http://surauinyiak.wordpress.com/2007/10/18/lebaranliburan-monjali/38/" title="lebaran-di-monjali-2.jpg"></a></p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">Setelah puas menikmati aneka permainan dan suasana malam di arena monumen tersebut, kamipun pulang. Di perjalanan, masing-masing larut dalam keheningan, larut dengan kesan masing-masing di hatinya. Tapi, aku kurang yakin, kalau anak-anakku larut dalam kesan mendalam, paling-paling mereka kecapean. Buktinya, semuanya ketiduran sepanjang perjalanan&#8230;. <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2007/10/18/lebaranliburan-monjali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
