Posted by Vizon | Posted in pendidikan | Posted on 16-02-2010
Salah satu anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada manusia adalah rasa cinta. Dengan cinta, dunia ini menjadi indah dan berseri. Dengan cinta, damai akan menaungi kehidupan. Seperti bait dalam lagu Titi Dj & Agnes Monica: “Hanya cinta yang bisa mendamaikan benci, hanya kasih sayang tulus yang mampu menembus ruang dan waktu…”.
Salah satu rasa cinta yang harus dimiliki oleh setiap kita adalah rasa cinta kepada Sang Maha Pencipta dan ciptaanNya. Kepada Tuhan, kita seharusnyalah menjalankan segala perintahNya dengan penuh cinta. Sementara kepada makhlukNya, hendaklah pula kita mencintai atas dasar kecintaan kita kepada Penciptanya, Tuhan penguasa semesta. Bila cinta kepada makhluk yang didasari perasaan semata, maka ia akan berubah menjadi senjata perusak bagi pemiliknya. Ini patut diwaspadai. Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 24-11-2009
Seperti hari-hari sebelumnya, pagi itu kunyalakan sepeda motor kesayanganku untuk sekedar memanaskan mesinnya. Sambil menunggu mesin panas, kuseka setiap bagian tubuhnya dengan kain halus bekas singlet anakku. Aku asyik dengan kegiatan itu, sampai sebuah suara datang dari arah belakang dan mengagetkanku…
“Papah, papah…!”
Aku menoleh
“Hai, nak… wah, sudah rapi nih… sini gendong dulu!
Seketika bocah kecil 1 tahunan itu menghambur ke pangkuanku. Kami bergurau sambil sesekali kutuntun ia untuk membaca doa di pagi hari. Keceriaan itu sesekali ditimpali suara seorang perempuan tua yang berdiri tidak jauh dari kami.
“Wis tho Le… Papah mau antar abang sama uni sekolah. Ayo turun. Nanti pada terlambat lho…”
Seolah tak mempedulikan kalimat itu, bocah tersebut terus menggelayut di gendonganku, sampai akhirnya dengan sedikit paksaan dari perempuan tua tadi membuat si bocah berpindah dari gendonganku ke gendongannya.
“Dadah sayang… pergi dulu ya. Nanti sore kita main lagi, insya Allah…”
“Dadah, dadah…!”, mengalir dengan lancarnya dari mulut mungil itu.
Setelah merapikan segala sesuatunya, akupun berangkat mengantar kedua anakku ke sekolah untuk selanjutnya akupun berangkat menuju kampusku. Terasa dengan jelas di belakang punggungku sepasang mata kecil menatapku tajam hingga akhirnya akhirnya akupun menghilang di mulut gang. Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in keluarga | Posted on 19-07-2009
Aku sangat kesal dengan sikap sahabatku Iwan (bukan nama sebenarnya), terhadap anaknya. Tapi, kekesalanku itu baru bisa kutumpahkan kepadanya kemarin, beberapa minggu setelah kejadian itu.
Ketika itu kami janjian akan menonton bareng film “King“. Aku mengajak istri, the fantastic four dan adik bungsuku. Sementara, sahabatku itu mengajak istri dan anak sulungnya yang baru berumur 7 tahun. Kami menonton di Studio 21 Ambarrukmo Plaza, Yogyakarta.
Rencana nonton bareng itu sebetulnya muncul dari istrinya. Dia kasihan melihat putra sulungnya itu tidak ada kegiatan mengisi liburan. Sementara, mereka berdua sudah cukup sibuk dengan urusan pekerjaan masing-masing. Aku tentu saja menyambut baik usulan itu. Kami juga sudah merencanakan acara nonton itu bersama anak-anak jauh hari sebelumnya. Read the rest of this entry »
Posted by vizon | Posted in keluarga | Posted on 04-06-2009
Menurut Nurcholis Madjid (alm), terdapat 3 tahap cinta, yaitu tahap raga (jasmani), tahap jiwa (nafsani), dan tahap sukma (ruhani).
Kecintaan ragawi (dalam bahasa Yunani disebut cinta eros atau erotic love), merupakan tahap cinta yang tidak cukup untuk membangun kebahagiaan rumah tangga. Oleh karena itu, Tuhan di dalam Al-Quran menegaskan bahwa selain menciptakan cinta erotik (hubb al-syahwah atau mahabbah), juga meningkatkannya menjadi mawaddah. Yaitu suatu kecintaan kepada orang berdasarkan kearifan melihat manusia sebagai makhluk Allah yang tinggi, bukan lagi hanya kepada nafsu biologis. Cinta berdasarkan kearifan ini dalam bahasa Yunani disebut phallic yang berkaitan dengan philosophos, cinta kepada kearifan. Read the rest of this entry »
Hari Minggu biasanya aku manfaatkan dengan bermain bersama anak-anakku, entah di rumah ataupun di luar rumah. Hari Minggu kemarin, 9 Maret 2008, kami manfaatkan dengan melakukan kerja bakti bersih-bersih halaman depan. Mulai dari sapu-menyapu sampai membereskan tanaman. Tidak lupa juga jemur-jemur kasur. “Ih, kasurnya bau pesing siapa nih?”, celetukku ketika mengangkat kasur-kasur itu keluar. Serentak anak-anakku menjawab, “adeeek…!“, sambil nunjuk ke Fatih, anak bungsuku. Sontak tawa kami meledak, dan yang diledek juga ikut-ikutan tertawa. Menyenangkan sekali. Read the rest of this entry »