Posted by Vizon | Posted in jogja | Posted on 19-06-2010
“Jogja Memang Istimewa” adalah tema yang dipakai pada Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2010, sebuah event seni-budaya tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DIY. Tema tersebut mempunyai maksud bahwa seni tradisi dan kontemporer serta kreasi seni lainnya yang ada di Provinsi D I Yogyakarta, merupakan bagian dan faktor penunjang dari keistimewaan Yogyakarta.
Event ini diselenggarakan dari tanggal 7 Juni – 7 Juli 2010, bertempat di Alun-alun utara Keraton Yogyakarta, Taman Budaya, Benteng Vredeburg dan Puro Pakualaman. Acara-acara yang digelar antara lain pawai budaya, pagelaran seni dan tradisi, pameran seni rupa, pasar seni dan dialog seni. Informasi selengkapnya dapat dilihat di situs resmi FKY 2010. Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in tradisi | Posted on 04-01-2010
Hari ini, Senin 4 januari 2010, hari pertama dalam minggu pertama di tahun yang baru, aku disuguhi sebuah pengalaman yang tidak mengenakkan. Sebuah kejadian yang patut direnungi oleh kita semua, sebagai bangsa timur yang memiliki budaya ewuh pakewuh; tahu diri, malu, sopan santun.
Sebelum berangkat ke kampus, aku mampir dulu untuk sarapan lontong sayur Sumatera langgananku di pelataran parkir Pakualaman. Lontong sayur itu sebetulnya tidaklah begitu aduhai rasanya bila dibanding dengan lontong sayur Tek Yan di kampungku, tapi setidaknya keberadaannya cukup berhasil memenuhi rasa kangenku akan masakan khas Minang.
Di pelataran Pakualaman tersebut terdapat beberapa pedagang kuliner lainnya; ada bakso, soto, siomay, rujak es krim, dll. Beberapa waktu yang lalu, tempat itu telah direnofasi, sehingga lebih tertata rapi dan membuat suasana makan menjadi lebih nyaman.
Setelah memesan satu piring lontong tanpa telur plus karupuak lado, aku pun mengedarkan pandangan, mencari tempat duduk yang nyaman. Mataku pun tertumpu pada sebuah meja yang terletak agak di sudut. Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in Ramadhan | Posted on 22-08-2009
Untuk menambah wawasan kita tentang puasa dalam berbagai aspek, artikel dari WRM Indonesia berikut ini sepertinya menarik untuk dibaca:
Kata puasa berasal dari bahasa Sansekerta “upawasa” yang berarti cara atau metode untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Menurut kamus bahasa Indonesia, puasa artinya “menahan diri”. Puasa telah dipraktekkan sejak lama, bukan hanya oleh manusia, bahkan binatang dan tumbuh-tumbuhan pun melakukan puasa demi kelangsungan hidupnya.
Selama mengerami telur, ayam harus berpuasa. Ular berpuasa untuk menjaga struktur kulitnya agar tetap keras, terlindung dari sengatan matahari, dan terlindung dari duri hingga ia tetap mampu melata di permukaan bumi.
Ulat-ulat pemakan daun juga berpuasa agar dapat menjadi kupu-kupu dan menyerbukkan bunga-bunga. Di daerah subtropis (daerah dengan empat musim), banyak binatang berpuasa di dalam liangnya selama musim dingin. Read the rest of this entry »
Posted by vizon | Posted in keluarga | Posted on 16-06-2009
Pak Ponijo terkesiap ketika kusodorkan selembar limapuluhribuan ke tangannya. Matanya seperti tidak mempercayai apa yang dilihatnya.
“Wah, ndak ada yang kecil Pak? Saya ndak ada kembalian”
“Ndak perlu dikembalikan Pak. Ini untuk Bapak”
“Kebanyakan Pak”
“Ndak kok, sudah pas dengan kerjaan Bapak”
“Jangan Pak, separonya saja”
“Ndak, terima aja ini, udah rejeki Bapak”
Dengan sedikit memaksa, kumasukan lembaran itu ke saku bajunya. Pak Pon berusaha menolak. Tapi, aku tetap memaksa. Dengan penuh takzim dia haturkan terima kasih. Kulihat rona bahagia terpancar dari wajahnya yang gelap terbakar matahari.
“Terima kasih Pak”
“Sama-sama Pak Pon, besok kalau saya perlu antar barang lagi tak panggil ya”
“Iya, saya siap kapan saja, maturnuwun njih”
Pak Pon pun berlalu dari hadapanku dengan becaknya. Kulepas ia hingga masuk ke rumahnya yang terletak di depan rumahku. Read the rest of this entry »
Posted by vizon | Posted in pendidikan | Posted on 20-09-2008
Kamis (18/09/08), pukul 06.30 aku berangkat bersama sahabatku Asep menuju desa Kalibening di Salatiga Jawa Tengah. Tujuan kami adalah sebuah sekolah yang bernama SMP Alternatif Qaryah Thayyibah (Q-Tha). Ini adalah kunjungan kedua kami setelah kunjungan yang pertama medio Februari yang lalu. Asep menjadikan Q-Tha sebagai obyek penelitian disertasinya.
Kami berangkat menggunakan sepeda motor, dengan alasan efisiensi. Letak desa Kalibening yang agak jauh dari kota, tentunya akan menyulitkan mobilitas kami, terutama dalam mencari makan… halah…!
Awalnya agak sedikit khawatir melakukan perjalanan di tengah puasa ini, tapi karena Asep ingin memotret momen puasa di Q-Tha, maka rencana ini tetap kami laksanakan. Read the rest of this entry »
Posted by vizon | Posted in tradisi | Posted on 27-08-2008
Banyak ragamnyo
Budayo datang
Budayo kito
Kambangkan juo…
Itulah penggalan dari bait lagu pengiring tari Indang, yang juga sering disebut dengan tari badindin, asal Minangkabau (Sumatera Barat).
Sebetulnya, aku sudah cukup sering mendengarkan lagu ini. Tapi, entah kenapa, baru kali ini bait-bait lagu itu menjadi perhatianku. Read the rest of this entry »