cantiak
26
Posted by vizon | Posted in minangkabau | Posted on 25-04-2009
Tags: bahasa minang, cantiak
Bahasa Minang sangat dekat dengan bahasa Indonesia. Ada banyak kosakata Minang yang sama dengan kosakata Indonesia, paling-paling hanya merubah satu atau dua huruf akhir kata tersebut. Di antaranya, ada banyak kosakata Minang yang menambahkan “ia” pada huruf akhirnya.
Sebagai contoh:
Baiak = baik
Kasiah = kasih
Adiak = adik
Naiak = naik
Tapi pola ini tidak berlaku umum. Malah, bila menempatkannya secara sembrono, akan berbeda maknanya sama sekali. Misalnya kata CANTIAK.
Cantiak sama sekali tidak sama dengan cantik. Cantiak bermakna genit, nakal, binal, ganjen atau gatel. Ya, ini adalah istilah yang diperuntukkan bagi seseorang yang berperilaku “menggoda” orang lain. Berbeda sekali bukan?
Oleh karena itu, bagi anda yang sedang jatuh cinta pada gadis Minang atau sedang berusaha mendapatkan cintanya, jangan sekali-kali merayu sang dara dengan kalimat: “Adiak pujaan hati Uda nan cantiak bana….” Yakinlah, setelah itu anda akan pulang dengan bogem mentah dari Datuak Maringgih… hehehe…
ps. di beberapa daerah, memakai istilah MANTIAK, bukan Cantiak.



