<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SURAU INYIAK &#187; cinta laura</title>
	<atom:link href="http://hardivizon.com/tag/cinta-laura/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hardivizon.com</link>
	<description>just another way to know</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 17:01:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Badindin; kambangkan budayo kito</title>
		<link>http://hardivizon.com/2008/08/27/badindin-kambangkan-budayo-kito/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2008/08/27/badindin-kambangkan-budayo-kito/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 05:16:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[17 agustus]]></category>
		<category><![CDATA[badindin]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[bantul]]></category>
		<category><![CDATA[batak]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cinta laura]]></category>
		<category><![CDATA[indang]]></category>
		<category><![CDATA[jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kweni]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<category><![CDATA[sinetron]]></category>
		<category><![CDATA[sunda]]></category>
		<category><![CDATA[tari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surauinyiak.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Banyak ragamnyo Budayo datang Budayo kito Kambangkan juo&#8230; Itulah penggalan dari bait lagu pengiring tari Indang, yang juga sering disebut dengan tari badindin, asal Minangkabau (Sumatera Barat). Sebetulnya, aku sudah cukup sering mendengarkan lagu ini. Tapi, entah kenapa, baru kali ini bait-bait lagu itu menjadi perhatianku. Gara-garanya adalah dalam satu minggu kemarin, setiap sore, rumahku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2008%2F08%2F27%2Fbadindin-kambangkan-budayo-kito%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<blockquote><p><span style="color:#ff0000;"><em>Banyak ragamnyo<br />
Budayo datang<br />
Budayo kito<br />
Kambangkan juo&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Itulah penggalan dari bait lagu pengiring <a href="http://www.cimbuak.net/content/view/1046/4/">tari Indang</a>, yang juga sering disebut dengan tari badindin, asal <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Minangkabau">Minangkabau</a> (Sumatera Barat).</p>
<p style="text-align:justify;">Sebetulnya, aku sudah cukup sering mendengarkan lagu ini. Tapi, entah kenapa, baru kali ini bait-bait lagu itu menjadi perhatianku.<span id="more-144"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Gara-garanya adalah dalam satu minggu kemarin, setiap sore, rumahku selalu ramai dengan bocah-bocah. Mereka sedang dilatih menarikan tari indang tersebut oleh istriku. Bocah-bocah itu adalah teman-teman putriku Satira. Mereka minta dilatih tarian tersebut buat tampil dalam acara pentas seni 17 agustusan di kampung kami, Kweni Rt. 03 Bantul.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://surauinyiak.files.wordpress.com/2008/08/vizon-badindin-301.jpg"><img class="size-medium wp-image-148 aligncenter" src="http://surauinyiak.files.wordpress.com/2008/08/vizon-badindin-301.jpg?w=300" alt="" width="158" height="120" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau dipikir-pikir, aneh juga. Masa di kampung Jawa menampilkan tarian Minang? <em>Whatever</em>-lah, yang jelas aku lihat bocah-bocah itu berlatih dengan semangat. Istriku pun ikut-ikutan semangat. Muncul lagi deh hobi lamanya. Aku patut acungi jempol buat istriku, bakatnya buat &#8220;menaklukkan&#8221; anak-anak top banget. Hanya dalam beberapa saat, bocah-bocah centil itu dengan mudahnya <em>manut </em>dengan arahan istriku. Wajarlah, kalau di sekolahnya dia selalu dapat prediket guru favorit&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://surauinyiak.files.wordpress.com/2008/08/vizon-badindin-231.jpg"><img class="size-medium wp-image-146 aligncenter" src="http://surauinyiak.files.wordpress.com/2008/08/vizon-badindin-231.jpg?w=300" alt="" width="157" height="118" /></a>Kembali ke <span style="text-decoration:line-through;">laptop</span> syair lagu indang&#8230; Karena setiap hari aku mendengarkan lagu tersebut, akhirnya aku hampir hapal. Dan di antara syairnya, yang paling berkesan adalah syair yang di atas tadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Pesan itu sungguh luar biasa menurutku. Karena, budaya kita sedikit demi sedikit sudah mulai tergerus oleh budaya-budaya dari luar, terutama budaya barat. Hampir bisa dipastikan bahwa sebagian besar generasi muda sekarang tidak memahami dengan baik budaya aslinya. Mereka lebih bangga menjadi &#8220;bule&#8221; ketimbang jadi &#8220;thole&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Berita berikut ini patut untuk direnungi:</p>
<blockquote>
<h3><strong><a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/11/21544654/169.bahasa.daerah.terancam.punah">169 Bahasa Daerah Terancam Punah</a></strong></h3>
<p style="text-align:justify;"><em>KOMPAS, Senin, 11 Agustus 2008</em><br />
Perkembangan bahasa daerah dewasa ini mencemaskan. Dari 742 bahasa daerah di Indonesia, hanya 13 bahasa yang penuturnya di atas satu juta orang. Artinya, terdapat 729 bahasa daerah lainnya yang berpenutur di bawah satu juga orang. Di antara 729 bahasa daerah, 169 di antaranya terancam punah, karena berpenutur kurang dari 500 orang. <em>selengkapnya klik [<a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/11/21544654/169.bahasa.daerah.terancam.punah">disini</a>]</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Melihat dari perkembangan bahasa anak muda sekarang, bisa dipastikan bahwa ancaman kepunahan bahasa daerah akan menjadi nyata. Ini perlu menjadi renungan. Contoh terdekat bagiku adalah anak-anakku sendiri. Tidak satupun dari mereka yang fasih berbahasa Minang. Padahal, setiap hari aku menggunakan bahasa tersebut bersama istriku. Tapi, aku tidak terlalu sedih-sedih amat. Ternyata, mereka sangat fasih berbahasa Jawa, terutama si Uni, putriku satu-satunya. Seringkali dia kujadikan penerjemah dadakan kalau ada kosakata Jawa yang aku tidak mengerti. Lucu juga ya&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Yah&#8230; setidaknya, anak-anakku masih menguasai salah satu bahasa daerah Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Jagat hiburan memberi kontribusi terbesar menurutku dalam proses pemunahan bahasa daerah. Kita bisa lihat betapa <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cinta_Laura">Cinta Laura</a> yang digadang-gadang menjadi ikon anak muda dengan lidah bulenya, selalu mendapatkan peran dalam sinetronnya sebagai anak orang kaya atau sejenisnya. Sementara, di sisi lain, peran-peran di sinetron yang menggunakan logat daerah tertentu, selalu merupakan tokoh tertindas. Contoh, tokoh pe-er-te selalu berlogat <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Jawa">Jawa</a>, tukang kebun yang lugu diperankan dengan logat <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunda">Sunda</a>, tokoh penjahat seringkali berlogat <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Batak">Batak</a> dan tokoh licik disuruh berlogat Minang.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan perlakuan seperti ini, tentulah sudah tertanam suatu paradigma dalam masyarakat bahwa bila ingin menjadi orang modern, kudu <a href="http://ngelamunista.blogspot.com/2008/02/quotes-from-cinta-laura.html">berlogat ala Cinta Laura</a>, tapi kalau tetap berlogat daerah, siap-siap tetap menjadi orang kampung yang tidak akan maju.</p>
<p style="text-align:justify;">Barangkali pendapatku ini salah, tapi setidaknya ini bisa dijadikan renungan buat diriku sendiri terutama. Semodern apapun era yang sedang dihadapi, hendaklah budaya kita tetap dipertahankan dan dikembangkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernah dalam sebuah seminar internasional, salah satu panelis bule ketika itu berkomentar; &#8220;Saya heran, kenapa orang Indonesia berusaha sekuat tenaga untuk bisa menuturkan bahasa Inggris seperti kami, padahal yang terpenting bagi kita adalah bagaimana bisa saling memahami maksud satu sama lain, tanpa harus menyamakan cara pengucapan&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">So&#8230;.? <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  #@$%^&amp;*</p>
<p><a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"><img style="border:none;background:transparent;" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/280/9DF7C88CB6AC231ABE4DB1E046019027.png" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2008/08/27/badindin-kambangkan-budayo-kito/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
