Posted by vizon | Posted in jogja, lingkungan, tradisi | Posted on 28-01-2008
Tags: fenomena, gempa Jogja, Soeharto wafat, tafsir sosial
Sehabis Maghrib menjelang Isya tadi malam (27/01/08), kami bersantai-santai di ruang keluarga. Afif dan Satira sibuk dengan PR sekolah mereka, Nazhif bermain denganku, sementara Fatih masih “menggelayut” dengan Mamanya.
Tiba-tiba kami dikagetkan dengan teriakan istriku; “Gempa!”



