kopdar bonus

44

Posted by Vizon | Posted in alam, kampung blagu, minangkabau | Posted on 15-10-2009

Tags: , , , , , , ,

Kunjunganku ke Sumbar ternyata berbonus kopdar dengan beberapa blogger ngetop. Mereka adalah orang-orang yang lumayan akrab di dunia maya, tapi belum pernah bertemu muka.

Padang

Begitu sampai di kota ini, aku coba kontak Imoe dan Arif. Ternyata, cukup sulit untuk bertemu pada situasi seperti ini. Imoe yang tengah sibuk dengan urusan recovery mental anak-anak bersama Lembaga Perlindungan Anak, berusaha mencari celah waktu untuk dapat bertemu. Sementara Arif, yang masih muda belia itupun harus berusaha menyusun strategi agar dapat izin keluar malam dari sang ayah. Akhirnya, dengan berbagai usaha, kamipun berhasil bertemu. Read the rest of this entry »

man-ja

19

Posted by Vizon | Posted in alam, minangkabau | Posted on 14-10-2009

Tags: , , , , ,

Karena di kota Padang saluran PAM putus, maka kami tidak bisa melakukan ritual bersih-bersih diri alias mandi selama dua hari. Jangan ditanya bagaimana rasa dan baunya badanku. Tapi, itu semua tidak jadi soal. Bukankah manusia se kota Padang pada hari-hari belakangan ini juga pada gak mandi alias man-ja (mandi jarang)? Hehehe…

Jum’at pagi, 9 Oktober 2009, aku diajak adik-adik relawan untuk mandi di sungai Lubuk Minturun. Tanpa tawar menawar lagi, ajakan itu langsung kusambut dengan gegap gempita (halah, lebay). Terbayang sudah nikmatnya membasahi tubuh dengan air sungai yang jernih dan berbatu itu. Read the rest of this entry »

pariaman laweh

19

Posted by Vizon | Posted in alam, minangkabau | Posted on 13-10-2009

Tags: , , , , , , ,

Ada perasaan yang berbeda ketika aku menginjakkan kaki kembali di bumi Minangkabau pada Rabu 7 Oktober 2009 yang lalu. Bencana gempa bumi yang melanda ranah tersebut beberapa hari sebelumnya membuat kepulanganku kali ini dipenuhi emosi yang tak menentu. Rasa ingin segera bertemu dengan sanak famili serta sahabat-sahabat lama, bercampur dengan keharuan melihat kehancuran di sana-sini. Visualisasi yang ditinggalkan akibat pemberitaan di televisi telah mampu mempengaruhi emosiku.

Begitu bertemu dengan sahabatku Darmon, yang menjemputku di bandara, tak kuasa kubendung keharuanku. Kujabat erat tangannya, berharap agar dapat kubantu ringankan bebannya, meski sedikit. Dia termasuk salah satu dari korban gempa bumi itu. Rumahnya di Lubuk Alung tak luput dari kerusakan. Tapi, dengan tekad ingin membantu warga yang kesusahan, dengan segala kemampuannya, dia lakukan apa saja untuk itu, termasuk menghubungiku sehari jelang keberangkatanku ke Padang. Read the rest of this entry »

pulang

24

Posted by Vizon | Posted in alam, lingkungan, minangkabau | Posted on 04-10-2009

Tags: , , , ,

Seperti yang kuceritakan pada postingan sebelum ini, bahwa sejak gempa melanda Sumatera Barat, kami berusaha untuk mengontak seluruh keluarga di Sumbar, terutama yang di Padang. Dengan usaha yang gigih dan kesabaran yang luar biasa, akhirnya aku dapat terhubung dengan kakakku di Padang. Meski hanya sms, tapi itu sudah cukup melegakan. Kakak dan adikku beserta keluarganya yang ada di Padang, alhamdulillah selamat. Meski rumah mereka porak poranda, tapi itu tidak lantas mengurasi rasa syukur kami.

Selanjutnya aku pun berhasil menghubungi Imoe, sahabat blogger. Dari sms yang dikirimnya, akupun dapat mengetahui bahwa dia baik-baik saja. Soal kerusakan rumah, entahlah, karena itu sudah tidak menjadi fokusku lagi. Yang penting ia selamat. Begitupun dengan Arif “aurora”. Secara mengejutkan dia tampil memberi komen di postingan terdahulu dan bahkan sudah membuat sebuah postingan di blognya. Alhamdulillah…

Namun, yang aku belum dapatkan informasinya adalah beberapa sahabatku semasa kuliah di Padang dulu. Tidak satupun dari mereka yang berhasil kuhubungi. Beberapa di antara mereka kuketahui bertempat tinggal di daerah yang dikabarkan mengalami kerusakan yang cukup parah. Semoga saja mereka juga baik-baik saja.

Ada pemandangan yang mengharukanku yang terjadi di Kweni. Secara spontan pemuda Kweni berkeliling kampung, membawa sebuah kardus bekas mie instan yang sudah dibungkus rapi dan bertuliskan: “Bantuan Solidaritas Gempa Padang”. Aih, aku tak dapat menyembunyikan keterharuanku.

Begitu juga di sekolah putriku, Satira. Mereka mengumpulkan dana solidaritas itu sedikit demi sedikit untuk kemudian mereka serahkan kepadaku agar kuteruskan kepada saudara-saudara di Padang. Mereka menyerahkannya kepadaku setelah tahu bahwa aku akan ke Padang pada hari Rabu, 7 Oktober 2009 mendatang, insya Allah.

Jadi teman-teman… Postingan ini sekaligus untuk menjawab pertanyaan para sahabat mengenai keadaan keluargaku, dan juga pamit karena aku akan pulang ke Padang pada hari Rabu pagi, 7 Oktober 2009. Dengan demikian, kemungkinan aku tidak update postingan dalam waktu yang cukup lama, kecuali kalau aku berhasil mendapatkan koneksi internet di Padang. Mohon doanya, agar semuanya berjalan lancar dan aku bisa bertemu dengan keluarga dan sahabat blogger yang ada di Padang dengan mudah.

Bila ada yang ingin menghubungiku, silahkan kirim email ke: hardi.vizon@gmail.com

sumbar dan yogya

23

Posted by Vizon | Posted in jogja, lingkungan, minangkabau | Posted on 01-10-2009

Tags: , ,

Sumatera Barat (Sumbar) dan Yogyakarta adalah dua daerah yang mendapatkan tempat khusus di hatiku. Sumbar adalah daerah asal keluarga besarku dan Yogyakarta adalah tempat aku tinggal sekarang ini. Entah kenapa, begitu banyak kesamaan antara kedua daerah ini.

Di antaranya, budaya. Kedua daerah ini sangat terkenal dengan adat-budaya yang kental. Sumbar dengan adat Minangkabau-nya dan Yogyakarta dengan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kedua budaya ini begitu kental dan cukup memberi identitas tersendiri bagi Indonesia. Dari segi alam, kedua daerah ini juga memiliki kesamaan. Sumbar terkenal dengan pantai dan gunungnya, Yogyakarta-pun demikian. Bahkan, gunung yang ada di kedua daerah itu pun memiliki nama yang sama, yakni Merapi. Satu lagi contoh kesamaannya adalah nomor polisi kendaraan bermotor. Di Sumbar, menggunakan “BA”, sementara Yogyakarta menggunakan “AB”. Sebuah kesamaan yang bukan kebetulan sepertinya bukan?

Satu lagi kesamaan yang sulit untuk dinalar adalah musibah gempa. Yogyakarta dilanda gempa pada 27 Mei 2006 silam. Meluluhlantakkan daerah itu. Banyak korban yang berjatuhan, lebih kurang 6000 jiwa melayang. Dan, kemarin, 30 September 2009, Sumbar-pun dilanda gempa yang sama. Kerusakan yang ditimbulkan sangat parah. Menurut informasi, kerusakan gempa Sumbar sama dengan kerusakan gempa Yogyakarta. Lagi-lagi kedua daerah ini memiliki kesamaan, yang dalam hal ini adalah kesamaan nasib.

Gempa Sumbar yang terjadi sore kemarin itu cukup membuat kami sekeluarga shock. Betapa tidak? Keluarga besar kami berada di daerah itu, termasuk Ibu mertua yang berada di Payakumbuh. Di Padang dan Pariaman sebagai pusat gempa sendiri, ada kakak dan adik sepupu yang tinggal di sana. Sedari berita soal gempa itu dilansir media, kamipun melakukan kontak tiada henti. Namun, tak satupun yang tersambung. Sahabat semasa kuliah aku juga coba hubungi, juga sama sekali tidak tersambung. Dan, sahabat blogger Imoe pun kucoba untuk mengontaknya. Sama sekali tidak ada sambungan.

Sampai malam menjelang, kami tidak lepas dari televisi. Menonton setiap update berita sambil tetap mencoba menghubungi sanak keluarga. Yang semakin membuat kegelisahanku memuncak adalah telepon ke Riau-pun sangat sulit untuk tersambung. Akhirnya, hanya media internet-lah yang bisa menjadi andalan, terutama facebook. Ada seorang teman yang berada di Padang yang bisa update status facebook-nya. Tapi hanya sekali, setelah itu dia menghilang. Kemungkinan besar dia telah kehilangan koneksi.

Kegelisahan yang kualami ini, yang disebabkan oleh ketidakjelasan kabar tentang sanak saudara di daerah bencana, tentulah kegelisahan yang sama dirasakan oleh mereka ketika gempa Yogya tiga tahun yang lalu. Dapat kubayangkan betapa gelisahnya mereka selama beberapa hari, karena tidak bisa menghubungiku. Argh… kegelisahan ini benar-benar menyiksaku.

Akhirnya, aku hanya bisa berdoa dan berdoa untuk mereka semua. Aku yakin, semua ini akan ada maknanya bagi bangsa ini. Ujian bagi kita yang tidak tertimpa musibah ini secara langsung sudah dimulai, terutama bagi Pemerintah. Kita lihat saja, apakah mereka lebih mementingkan gengsi pesta pora pelantikan anggota DPR dengan dana milyaran rupiah itu, atau mau sedikit “mengalah”, dengan mengikhlaskan dana itu untuk penanganan korban. Kita lihat saja nanti…

Buat Imoe, Arif, dan sahabat blogger lainnya, kami doakan semoga kalian senantiasa dalam keadaan baik-baik saja…

Sebagai informasi ilmiah tentang gempa Sumbar ini, silahkan lihat di blognya Pakdhe Rovicky

prambanan, riwayatmu kini..

34

Posted by Vizon | Posted in jogja, liburan | Posted on 25-09-2009

Tags: , , , , ,

Lebaran hari ketiga, jalan-jalan lagi…! Kali ini, kami akan menuju ke Candi Prambanan. Tempat ini kupilih karena sebetulnya aku ingin tahu saja bagaimana keadaan candi itu setelah rusak berat akibat gempa tiga tahun yang lalu itu. Dan alasan lainnya, karena kupikir candi bukanlah tempat wisata favorit, sehingga kemungkinan besar tidak terlalu ramai di sana. Bukankah biasanya orang-orang lebih memilih berekreasi ke tempat-tempat yang ada wahana permainannya, seperti pantai misalnya. Kalau ke candi, masa mau bermain sama arca? :D

Tidak sampai 20 menit perjalanan, kamipun sampai di daerah Prambanan. Tapi, 300 meter jelang lokasi candi, suasana ramai dan kepadatan terlihat dengan jelas di sana. Kendaraan merangkak dengan pelan. Argh… perkiraanku salah total! Ternyata, candi itu termasuk salah satu yang diminati untuk dikunjungi. Eh tunggu… kok kendaraan yang memadati lokasi itu kebanyakan berplat “B” ya? Ouw… itu para pemudik rupanya. Duh, seharusnya kalau mudik itu yang dibawa keluarga dan pakaian saja, macetnya jangan ikutan dibawa, ditinggal saja di Jakarta… hahaha…. :D *ditimpuk Om Trainer dengan setrikaan* Read the rest of this entry »

friend indeed

28

Posted by Vizon | Posted in kampung blagu | Posted on 08-09-2009

Tags: , ,

Senin, 7 September 2009, pukul 23.20, aku sedang terlelap dengan nyenyaknya. Tiba-tiba aku dikagetkan oleh suara sms dari ponselku. Dengan setengah sadar, kubuka, dan kutemukan sebuah pesan singkat dari seorang sahabat.

“Baik-baik saja, Da?”

Aneh, kok begitu isinya? Padahal kami baru saja kemarin saling sms dan saling cela di facebook. Ada apa ya? Dengan masih setengah sadar, kubalas sms itu.

“Alhamdulillah baik, dirimu bagaimana? Eh, ada apa sih?

Dalam hitungan detik, balasan pun masuk.

“Lho? Kudengar Jogja baru saja kena gempar 6,8 skala richter…”

Dengan kesadaran yang nyaris sempurna, kubalas sms itu.

“Masak sih? Aku gak merasa tuh? Ini aku terbangun karena sms-mu”

Sms-pun dibalas

“Weh… syukurlah kalau begitu :)

Dengan hampir tak percaya, ku buka gorden dan kutengok keluar. Ingin kupastikan apakah benar-benar telah terjadi gempa. Ternyata, tidak banyak tetanggaku yang terlihat berkeliaran di luar. Akupun menyimpulkan kalau gempa tadi tidaklah terlalu kuat. Tapi tunggu!! kan tadi dia bilang 6,8 SR. Itu berarti tidak jauh beda dengan gempa tiga tahun lalu, 6.9 SR. Ah, bercanda tuh kawan, pikirku.

Belum lagi habis keherananku, secara membabi buta, sms berdatangan ke ponselku. Dari berbagai teman di berbagai pelosok negeri. Semuanya menanyakan keadaanku berkaitan dengan gempa yang baru saja terjadi. Dan sama seperti jawabanku kepada sahabat yang mengirim sms pertama tadi, akupun mengatakan kalau aku baik-baik saja dan tidak merasakan adanya gempa.

Pagi harinya, akupun mendapatkan berita pastinya di televisi. Ternyata benar, bahwa telah terjadi gempa di Yogyakarta pada Senin malam, 7 September 2009 pukul 23.12 wib. Sumber gempa berada pada 263 kilometer arah Tenggara Wonosari Gunungkidul atau 10,33 LS-110, 62 BT dengan kedalaman 35 kilometer di bawah dasar laut. Karena dalam itulah, maka wajar saja getarannya tidak terlalu terasa.

Dari pagi hingga siang hari, beberapa kali aku mendapatkan sms dan telpon dari sahabat-sahabatku. Semuanya menanyakan hal yang sama. Dan yang lebih mengejutkan diriku adalah, ketika malam ini aku membuka akun facebook, setelah seharian tidak sempat online, banyak pesan yang masuk di inbox dan wall-ku. Mereka juga menanyakan hal yang sama.

Luar biasa!

Aku benar-benar terharu dibuatnya. Ternyata, aku memiliki sahabat-sahabat sejati. Semuanya memiliki kepedulian yang tinggi. Meski yang mereka lakukan itu kecil semata, tapi maknanya sangat besar bagiku.

Tak dapat kuungkapkan hormatku kepada seluruh sahabatku, termasuk di antaranya adalah Anda semua para sahabat maya-ku. Aku bersyukur atas anugerah terindah ini. Semoga Tuhan memberkahi kita semua. Persahabatan ini benar-benar terasa indah.

Terima kasih sahabat… :D

pintu itu terbuka..

19

Posted by vizon | Posted in jogja | Posted on 29-05-2009

Tags: , , , ,

Mohon dibaca juga tulisan sebelumnya: untuk dikenang dan dia mengemis.

Bangun pagi, badanku terasa segar. Aku tidur pulas semalam rupanya. Agaknya perasaan tenang telah berada kembali di Jogja, membuat tidurku menjadi nyenyak, meski hanya di dalam tenda.

Beberapa saat setelah subuh, suasana berangsur-angsur terang oleh sinar matahari yang mulai muncul. Aku berniat membereskan isi rumah yang berantakan dan belum sempat kubereskan sejak gempa tempo hari.

Kubuka pintu masuk dan kulihat rak bukuku masih tergeletak di lantai dengan beberapa buku yang berserakan di sisinya. Rak itu nyaris mencelakakan putri sematawayangku, Satira. Read the rest of this entry »